Kisah nyata ini baru di tulis setelah lebih kurang 3 tahun yang lalu Samuel mengalami kejadian demi kejadian yang sangat memprihatinkan dan sangat menguras perhatian keluarga Gideon sebagai orang tuanya.
Peperangan iman, banyak dialami dan dilakukan keluarga Gideon demi merebut anaknya kembali setelah keluarga ini menyadari bahwa anaknya dalam kondisi menghawatirkan dan beberapa kali berada dalam tawanan kuasa kegelapan.
Awalnya, keluarga ini seperti biasa pergi ke kebaktian selain hari Minggu juga hari Rabu sore secara rutin. Ketika pada hari Rabu keluarga Gideon mengikuti Kebaktian yang dimulai pada jam 19.00. dan berakhir kira-kira jam 20.00. Saat kebaktian selesai keluarga Gideon bersama-sama akan pulang kembali kerumah, saat itulah Samuel mulai mengalami serangan dari kuasa kegelapan ( semula tidak di sadari keluarga ini ).
Setelah turun dari tempat kebaktian ( di lantai 3 ) Samuel ternyata tidak mengenal lagi orang-orang disekelilingnya bahkan ketika didepannya ada saluran air yang cukup dalam akan tetap dilewatinya. Untung saat itu adiknya memperingatkan kakaknya sehingga langsung berhenti dan mencari jalan disebelah saluran air. Ketika sampai ditempat dimana mobil keluarga Gideon di parkir, ternyata tidak berbelok dan masuk ke dalam mobil, tetapi langsung saja jalan lurus menuju ke jalan raya. Segera adiknya mengejar kakaknya dan segera menuntunnya masuk kedalam mobil. Kemudian keluarga Gideon meluncur pulang ke rumah yang berjarak kira-kira 10 km dari tempat kebaktian.
Saat itu Gideon tidak ambil sikap serius atas apa yang terjadi pada Samuel anaknya, dia menganggap anaknya hanya pura-pura saja. Mungkin untuk menarik perhatian – demikian pikir Gideon waktu itu. Di dalam perjalanan, Samuel beberapa kali menanyakan siapakah yang duduk disebelahnya yang kemudian dijelaskan oleh adik adiknya. Kemudian menanyakan kembali kita akan kemana ? Dan dijelaskan kembali oleh adiknya bahwa kita semua akan pulang kerumah. Ketika sampai di rumah kembali ia bersikap aneh saat diminta turun. “ Ini rumah siapa ? “ ia menanyakan dengan tatapan kosong.
“ Ini rumah kita “ kata adiknya. Dan dengan dituntun adik-adiknya, Samuel masuk kedalam rumah. Ketika sampai didalam ruang tamu, ia mengatakan bahwa ia mau kencing. Dan saat itulah Gideon mulai kesal sekali atas perilaku anaknya yang masih dianggap pura-pura. Gideon katakan : “ Masa kamu tidak mengenal rumahmu sendiri ! ? “ ayahnya membentak keras.
Akhirnya Samuel melangkahkan kakinya berjalan akan ke kamar mandi. Tetapi ia tidak melangkah ke kamar mandi, tetapi justru ke arah dapur. Saat itulah Gideon merasa bahwa ada sesuatu yang menimpa anaknya.
Gideon dekati anak pertamanya, dia bimbing ke kamar mandi. Dan saat bersentuhan dengan tubuh Samuel, ayahnya merasa ada sesuatu yang nggak beres. Apa itu sulit di jelaskan disini. Setelah selesai buang air kecil, kemudian Samuel oleh ayahnya dibimbing ke ruang tamu dan di minta agar duduk di kursi tamu.
Saat itu Gideon meyakini bahwa anaknya kemasukan kuasa kegelapan atau kesurupan. Akan tetapi mendadak dia bingung. Bagaimana mengusirnya ? Gideon tidak punya pengalaman mengusir setan, tidak pernah pula diajarkan secara khusus atau spesifik bagaimana cara mengusirnya.
Sejenak Gideon renungkan apa yang harus diberbuat untuk mengatasi masalah ini. Tidak lama kemudian tiba-tiba dia teringat mimpinya ketika Samuel baru saja dibaptis. Dalam impian, waktu itu Samuel kecil di gendong oleh ibunya. Tiba-tiba ada seseorang yang akan merampasnya. Kemudian dia berteriak mengusirnya tetapi orang itu tidak bergeming pergi tetap akan merampas anaknya. Tetapi ketika tangannya memegang dahi Samuel yang waktu masih bayi dan tangan sebelah lagi mengusir orang itu dengan mengatakan didalam nama Tuhan Yesus kamu saya usir dari anak saya, ternyata orang itu segera pergi.
MAKA TANPA RAGU-RAGU LAGI GIDEON TUMPANG TANGAN KE DAHI SAMUEL, KEMUDIAN MEMANJATKAN DOA KEPADA BAPA SURGAWI BERSAMA DENGAN ISTRI DAN ANAK-ANAK NYA YANG LAIN DAN DALAM DOA DIANTARANYA GIDEON MENGATAKAN “ DI DALAM NAMA TUHAN YESUS KRISTUS SAYA USIR ROH – ROH KEGELAPAN PERGI DARI ANAK SAYA, DEMIKIAN BERULANG-ULANG DAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH GIDEON SAMPAIKAN PADA TUHAN.
TIDAK LAMA KEMUDIAN GIDEON MENDENGAR DARI MULUT SAMUEL BERTERIAK-TERIAK, “ PANAS , PANAS, PANAS DEMIKIAN TERIAKNYA. DAN BEBERAPA DETIK KEMUDIAN GIDEON LIHAT KEPALA SAMUEL TERKULAI LEMAS. TIDAK LAMA KEMUDIAN MEMBUKA MATA DAN KELIHATAN BINGUNG. SAMUEL MENGATAKAN : “ INI DIMANA ?,.. LHO KOK DI RUMAH,.. BUKANKAH TADI KITA DIGEREJA ?..”
BANYAK PERTANYAAN TERLONTAR DARI SAMUEL DAN AYAHNYA MENJAWAB SEMAMPU BISA DILAKUKANNYA. GIDEON DAN KELUARGANYA MERASA SANGAT BAHAGIA, ANAKNYA PULIH KEMBALI SEPERTI SEDIA KALA. DALAM HATI KECIL GIDEON MERASA BANGGA PULA TERNYATA DIA DAN KELUARGANYA DI DALAM NAMA TUHAN YESUS KRISTUS BISA MENGUSIR KUASA KEGELAPAN DIDALAM DIRI ANAK PERTAMANYA MELALUI DOA YANG SUNGGUH-SUNGGUH, DAN BERDASARKAN PETUNJUK MIMPI 17 TAHUN YANG LALU.
MALAM HARINYA GIDEON MEMBUKA-BUKA ALKITAB YANG TELAH LAMA DITINGGAL-KANNYA. MUNGKIN SELAMA INI BELUM TENTU SETAHUN SEKALI GIDEON MEMBACA ALKITAB.
GIDEON MEMBACA FIRMAN TUHAN DALAM MATIUS 12 : 43 – 45 .
Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ketempat tempat yang tandus mencari perhentian.Tetapi ia tidak mendapatkannya, lalu ia berkata : Aku akan kembali kerumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar mengajak dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam disitu. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula. ..
OLEH KARENA ITU GIDEON MEMINTA DENGAN SANGAT KEPADA SAMUEL ANAKNYA, AGAR JANGAN SERING BENGONG DAN NGALAMUN DAN SERING MEMBACA ALKITAB. AYAHNYA DI INGATKAN PADA ROMA 1:16
.. SEBAB AKU MEMPUNYAI KEYAKINAN YANG KOKOH DALAM INJIL, KARENA INJIL ADALAH KEKUATAN ALLAH YANG MENYELAMATKAN SETIAP ORANG YANG PERCAYA, ……..
Pada waktu itu Samuel memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan sekolah di SMP Malidar. Jatiasih dekat tempat keluarga ini tinggal. Maka ketika sampai pada pendaftaran sekolah, Samuel mendaftar di sekolah yang dimaksud. Samuel mulai memasuki ajaran baru pada kira-kira bulan Juli – Agustus 2002.
Dan sebagaimana kebiasaan anak – anak yang memasuki sekolah yang baru pada waktu itu maka Samuel mengikuti program pengenalan sekolah dan lingkungannya, dimana harus membawa ataupun mengenakan pakaian yang aneh-aneh. Waktu itu Samuel-pun berusaha mengikuti persyaratan yang diwajibkan. Tetapi ketika mulai penggemblengan fisik, saat itu Hari Senin, Gideon di kantor mendapat telepon dari Kepala Sekolah SMP Malidar memberitahukan bahwa Samuel pingsan di sekolahan katanya kena serangan jantung. Oleh salah satu kawan baik Gideon. Samuel dibawa ke Rumah Sakit guna mendapatkan pertolongan. Dokter memberikan obat dan Samuel kembali pulang.
Hari demi hari berlalu seperti biasa, hingga pada suatu malam Samuel berteriak-teriak dari dalam kamarnya. Gideon segera datang menjumpai anaknya, dan Gideon mendapati Samuel dalam kondisi seperti terhimpit sesuatu yang sangat besar dan berat sambil menunjuk-tunjuk ke arah perutnya. Segera Gideon merasakan adanya kuasa kegelapan. Segera Gideon berdoa dan mengusir dengan cara seperti yang pernah Gideon lakukan. Ternyata berhasil juga.
Samuel bisa bangun dari tidur dan menceritakan bahwa ia ditindih oleh makhluk yang sangat besar hitam dan banyak bulunya yang kemungkinan adalah jin sehingga sulit bernafas. Malam itu Samuel minta ditemani tidur, dan sampai pagi tidak ada gangguan apa-apa. Ya saat itu Gideon belum memahami cara yang effektif dalam mengikat, mematahkan dan menghancurkan kuasa kegelapan. Gideon-pun belum bisa mengajarkan bagaimana mengantisipasi adanya serangan roh kegelapan, dan bagaimana menggunakan perlengkapan rokhani. Yang sebenarnya ada di dalam Alkitab dalam Efesus 6:11-18
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu Firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalan setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus,
Beberapa hari kemudian tiba-tiba Samuel mengatakan : “ Kita akan mendapat serangan banyak sekali roh, pah tuh, lihat banyak sekali “ katanya sambil mengarahkan telunjuknya ke arah tertentu. Gideon yang ada di sampingnya menjawab : “ Yah memang disekeliling kita banyak sekali roh-roh dimana kita tidak bisa melihat “
Samuel kembali mengatakan : “ Tapi saya bisa lihat, masa sih papa nggak bisa lihat ? Pakai mata batin pah, jangan pakai mata biasa,..tetapi,.. saya juga melihat ada banyak para hamba Tuhan yang sudah meninggal ada dibelakang mereka yang akan mengusir mereka, tuh ada mbah kakung ( ayah kandung Gideon yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu ). Yah mereka berkelahi pah,.. mudah mudahan para hamba Tuhan bisa mengalahkan mereka. “
Keesokan harinya Samuel mencari gambar salib yang ada dikertas sampul buku nyanyian paduan suara yang sudah tidak terpakai, digunting-gunting sedemikian rupa sehingga seperti bulatan yang ditengahnya ada gambar salib. Ada beberapa potong dia buat dan ditempel di masing-masing jendela dan pintu masuk kedalam rumah dengan maksud agar tidak ada kuasa kegelapan yang akan mengganggunya ( sampai sekarang benda itu masih ada yang tetap menempel).
Waktu demi waktu keluarga Gideon lalui dengan senantiasa berdebar-debar kalau-kalau datang lagi gangguan-gangguan dari kuasa kegelapan. Dan yang Gideon khawatirkan memang benar-benar terjadi. Terjadi serangan bertubi-tubi bahkan tidak pandang waktu. Berkali kali saat Gideon dikantor ada telepon dari rumah, istrinya mengatakan agar segera pulang karena Samuel mengamuk. Sampai dirumah Gideon kembali berdoa bersama istri dan Samuel segera sembuh seperti sedia kala.
Suatu saat lagi-lagi istri Gideon telpon suaminya agar segera pulang karena Samuel membawa-bawa pisau. Adik-adiknya ketakutan. Dan saat Gideon datang. Samuel sedang jongkok dengan tubuh gemetar dan gigi gemeretak sambil mengacung-acungkan pisau. Wajahnya menyiratkan ketakutan yang amat sangat sambil mengeluarkan bunyi dari mulutnya : “ hu. hu …. berkepanjangan sambil menggigil ketakutan. Gideon mendekati anaknya, dan saat Gideon tanyakan untuk apa membawa-bawa pisau, Samuel menjawab : “ Ada yang mau menyerang saya,. Pisau ini untuk berjaga-jaga.” Setelah pisau berhasil di amankan, kemudian dia di ajak berdoa, dan Samuel segera pulih kembali.
Pernah pula ketika eyang kakungnya ( biasa menyebut kakeknya) dan eyang utinya ( panggilan untuk nenek ) datang dari Semarang kerumah, beliau prihatin sekali ketika melihat Samuel dalam kondisi mendapat serangan. Kira-kira tengah hari istri menelepon ke kantor dan menyampaikan bahwa Samuel mengamuk dan merusak benda-benda disekitarnya termasuk pagar bambu dibelakang rumah. Saat itu juga Gideon segera pulang dengan hati yang tidak menentu. Ketika Gideon sampai dirumah, didapati anaknya sedang jongkok kelelahan di belakang rumah sambil gemetar dan wajah ketakutan. Ayahnya mengajak berdiri kemudian di peluk erat-erat anaknya dan ditangisinya. Mengapa senantiasa mendapat serangan dari roh-roh kegelapan.
Kejadian demi kejadian Gideon alami dan hal ini di sampaikan kepada gembala sidang di gereja di mana keluarga Gideon selama ini bernaung dan berkebaktian. Beberapa kali para hamba Tuhan datang kerumah dan berdoa untuk keluarga Gideon. Pernah pula kena serangan saat kebaktian, dan sesudah kebaktian secara khusus berdoa diruang imam, untuk kelepasan Samuel. Apa yang terjadi didalam ruang Imam, Gideon yakin yang hadir disitu masih bisa mengingat dengan baik.
Datang dan perginya roh-roh kegelapan berlangsung dalam kurun waktu lama dan berkepanjangan. Sampai suatu ketika Samuel diajak ayahnya ke Semarang ke tempat kakek dan neneknya, dengan harapan kesehatan jasmani terutama rokhaninya akan segera pulih seperti sedia kala. Ternyata dari rencana 1 minggu di Semarang ternyata hanya 1 hari karena berkali-kali mendapat serangan. Kembali Gideon membawa anaknya ke rumah.
Frekwensi serangan semakin sering, dan pernah pada suatu ketika didalam kebaktian, Samuel mengamuk ditengah-tengah sidang jemaat yang tengah berkonsentrasi mendengarkan firman Tuhan. Segera Gideon papah keluar dan dibawa beserta seorang Diaken dan beberapa saudara membawa keruang imam. Didalam ruang imam Samuel lari-lari mengitari meja dan menabrak-nabrak kursi sambil membalikan salah satu meja di dalam ruang imam. Gideon segera peluk dengan kuat, dan seperti biasa Gideon berdoa mengusir roh yang ada di dalam tubuh anaknya.
Gideon tidak memahami mengapa justru saat sedang berkebaktian gangguan gangguan itu masuk, sampai-sampai terkikis rasa malunya sebagai orang tua saat memapah Samuel dari Kebaktian menuju ke kendaraannya. Mungkin para anggota sidang yang lain bertanya-tanya mengapa Samuel demikian ?. Namun itu semua tidak Gideon pedulikan. Ia tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal-hal yang demikian.
Akhirnya pada tanggal 11 Agustus 2002 Gideon membawa anaknya ke dokter psikiater RS Ongkomulyo. Di RS ini Samuel dirawat lebih kurang 2 minggu. Ada kisah menarik pada waktu Samuel dirawat, dimana ia menjadi juara menyanyi dan mendapat hadiah. Ia cukup senang dan terhibur. Dan setiap kali ayahnya menengok, dia nampak iri dengan pasien yang lain yang banyak dikunjungi keluarga atau kerabat dan kawan kawannya, sehingga sering dia bertanya :
“ Kok nggak ada yang nengok saya sih, pa “ . Dan ayahnya mengatakan sambil berkelakar. “ Ini papah nengok,..mungkin yang lain tidak punya waktu dan takut, yah maklum disini khan banyak orang dengan gangguan jiwa “. Dan biasanya ia menjawab :
“ TETAPI SAYA KHAN TIDAK GILA “
“ ORANG LAIN MUNGKIN TIDAK MENGANGGAP BEGITU.”
DAN BEGITU DI IJINKAN PULANG DARI RUMAH SAKIT, GIDEON BERHARAP PENDERITAAN ANAKNYA SEGERA BERAKHIR., SEBULAN DUA BULAN TIDAK ADA GEJALA GANGGUAN APAPUN. SAMUEL MENDAPAT OBAT PENENANG CUKUP BANYAK DARI DOKTER. DAN ITULAH YANG SELALU DI KONSUMSI BILA MERASA AKAN ADA SERANGAN. KETIKA TERLAMBAT MEMINUM OBAT KELIHATAN SAMUEL MULAI AKAN KAMBUH. MEMINUM OBAT EFEKNYA BANYAK MAKAN DAN BANYAK TIDUR. WAJAH KELIHATAN LEBAM.
Suatu saat ada kawan kantor yang menyarankan Samuel dibawa ke alternatif di Cileungsi – katanya sudah banyak orang tertolong disana. Karena Gideon ingin anaknya sembuh maka kira – kira pertengahan tahun 2003 Samuel di bawa ke alamat yang dimaksud. Sesudah diobati dengan cara mengeluarkan darah yang katanya menyumbat otaknya, Samuel merasa lebih enteng.
TETAPI SEBULAN KEMUDIAN HARUS KONTROL LAGI AGAR TUNTAS KATANYA. SEHINGGA KALAU TIDAK SALAH SAMPAI TIGA KALI GIDEON MEMBAWA ANAKNYA KE ALTERNATIF DI CILEUNGSI. BAHKAN GIDEON MENYARANKAN PULA MERTUA ADIKNYA DI CILILITAN, AGAR DIBAWA KESANA AGAR TERBEBAS DARI SAKIT KEPALANYA YANG BERKEPANJANGAN.
DAN SARAN GIDEON SUDAH DILAKSANAKAN ADIKNYA, BAHKAN BEBERAPA KALI DILAKUKAN. BAHKAN TERDORONG INGIN TAHU DAN INGIN COBA-COBA, GIDEON PUN DIPERIKSA, DENGAN BACAAN TERTENTU DI TEMPAT ITU DIAMBILAH DARAH GIDEON DARI PUNGGUNG. ( BARU BELAKANGAN INI DISADARI BAHWA PROSES PENYEMBUHANNYA HANYA MENIPU DAN BERSIFAT SEMENTARA DAN BERSUMBER DARI KEKUATAN KUASA KEGELAPAN ).
BENAR, TERNYATA KESEMBUHANNYA HANYA SEMENTARA. TIDAK LAMA KEMUDIAN SETELAH TIDAK KONTROL LAGI, SERANGAN – DEMI SERANGAN MUNCUL KEMBALI.
GIDEON PUNYA KAKAK DI JOGJA YANG JUGA MERASA PRIHATIN ATAS PENDERITAAN ANAKNYA, SEHINGGA MENGHUBUNGI GIDEON AGAR MEMBAWA ANAKNYA KE PENGOBATAN ALTERNATIF DI JOGJA, KARENA DIA PUNYA PENGALAMAN DIMANA ISTRINYA DISEMBUHKAN DISANA. DAN KEMBALI DEMI KESEMBUHAN ANAKNYA, MAKA PADA KIRA-KIRA AKHIR TAHUN 2003 SAMUEL DIBAWA AYAHNYA KE ALAMAT YANG DIMAKSUD DENGAN DIANTAR OLEH BD – KAKAK GIDEON. DAN DISITU JUGA GIDEON IKUT-IKUTAN DILAKUKAN TERAPI, KARENA GIDEON SENDIRI JUGA SERING MENDAPAT GANGGUAN ASAM URAT ( KADAR ASAM URAT > 10 ) BERAKIBAT BEBERAPA KALI MENGALAMI GANGGUAN DALAM MENGGERAKKAN KAKI. SAMPAI-SAMPAI BEBERAPA KALI TIDAK BISA MASUK BEKERJA KARENA TIDAK BISA BERJALAN DENGAN NORMAL.
DEMIKIANLAH DARI ALTERNATIF SATU KE ALTERNATIF YANG LAIN GIDEON LAKUKAN, TETAPI TETAP SAJA SAMUEL ANAK PERTAMANYA PADA WAKTU-WAKTU TERTENTU MENDAPAT SERANGAN, BAHKAN SEMAKIN GENCAR.
Bagaimana kisah selanjutnya ?,.. Terus ikuti,…
Tuhan Yesus memberkati.