k. Saat-saat terakhir.

Sementara kisah mengenai Wilbert masih tetap berjalan entah sampai kapan, penulis tergerak untuk menuliskan apa yang terjadi pada Samuel ketika pelepasan yang terakhir kalinya di GMII 31 Juli 2005 yang dimulai pada pukul 13.30 – 19.30.

Waktu itu Gideon dan Samuel mengikuti kebaktian di GMII. Setelah kebaktian selesai dilanjutkan dengan acara pisah sambut atas gembala sidang GMII yang baru dan yang lama. Setelah makan siang kemudian dilanjutkan dengan pelepasan atas diri Rio yang dilaksanakan oleh team ibu Mike dengan kekuatan 8 orang.

Saat pagi harinya, Samuel menunjukkan kegelisahan yang luar biasa, berjalan kian kemari, keluar ruangan gereja beberapa kali dengan berbagai alasan. Dalam kebaktian juga nampak gelisah, bahkan setelah kebaktian selesai beberapa kali minta pulang. Wajah nampak gelap dan warna hitam dimata semakin gelap dan cukup mengerikan.

Persiapan pelepasan sudah dilakukan, dan didalam ruangan gereja duduk membentuk lingkaran yang terfokus pada Samuel dan ibu Mike sebagai Leader. Diawali dengan doa penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, juga dengan puji-pujian yang dengan sungguh-sungguh dilantumkan. Suasana demikian khidmat dan tertuju hanya kepada kasih dan perkenan Tuhan saja segala perkara terjadi.

Beberapa saat sebelumnya Vanny ( anak ibu Mike yang mendapat karunia penglihatan ) memberitahukan bahwa kondisi Samuel ada dalam kebimbangan, ia masih mendua hati. Vanny melihat Samuel seperti dalam persimpangan jalan. Pada sisi yang satu Roh Kudus bersama dengan Samuel, namun pada sisi yang lainnya iblis juga berusaha mempengaruhi Samuel. Dalam penglihatan itu Samuel nampak ada dalam persimpangan, ia bimbang dan sepertinya bingung mau ikut dengan siapa. Roh Kudus atau iblis.

Ikatan-ikatan dari roh yang mengaku sebagai pangeran Selatan dikeluarkan melalui aliran darah di tangan, juga nampak ada ikatan darah dengan Lucifer. Diperlihatkan kepada Gideon ada semacam guratan beberapa baris yang merupakan ikatan kuasa kegelapan. Ternyata Samuel sudah ada perjanjian darah dengan Lucifer. Dan ikatan itu segera diputuskan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Dan ketika ikatan yang selama ini membelenggu satu demi satu dilepaskan, ada beberapa kondisi dimana Samuel masih belum membuka hati. Ada yang ditutup tutupi, ada yang berusa dipertahankan, sampai pada permintaan ibu Mike agar ayahnya menyentuh perasaan Samuel agar mau membuka hati untuk Tuhan Yesus menjamah hidupnya, agar ia mau menyerahkan seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan Yesus saja.

Tetapi ada hal yang terjadi diluar dugaan ayahnya. Justru ketika ia tumpang tangan pada Samuel, maka roh-roh yang sudah di usir keluar dari tubuh Samuel, serentak masuk kembali ke badan Samuel, sampai ibu Mike tersentak dengan sebuah pertanyaan besar. Mengapa ? Sehingga secara bijaksana ibu Mike meminta agar ayahnya keluar dari ruangan gereja agar Samuel segera bisa dituntaskan.

Di luar ruang gereja Gideon justru banyak lakukan perbincangan dengan Vanny maupun dengan Rachel mengenai banyak hal, khususnya yang terkait erat dengan Samuel. Sehingga sementara di ruang gereja Ibu Mike berikut dengan teamnya menengking kuasa-kuasa kegelapan yang mencoba terus bertahan berada dalam tubuh Rio, dan di bagian yang lain Gideon juga berusaha menyingkap misteri dibalik kejadian yang Samuel alami.

“ Ada binatang-binatang dalam tubuh kak Samuel “ Vanny berkata sambil merenung.
“ Siluman kucing, siluman kuda, siluman serigala, pernah Samuel manifestasi walaupun hanya suaranya “
Gideon menerangkan.
“ Iya benar, tetapi ada lagi binatang yang kecil-kecil “ Vanny kembali menyampaikan.
“ Wah, om tidak tahu yang kecil-kecil, paling-paling siluman babi,.. pernah ia bersuara seperti babi “
jawab Gideon sambil terus mengingat-ingat.
“ Saya melihat ada semacam tempat keramat yang pernah dikunjungi kak Samuel “ sambung Vanny
“ Candi Borobudur pernah di datangi, kemudian kemungkinan saya pernah ajak ke Gua Jatijajar, kemudian juga ke Bali juga pernah, mungkin candi Prambanan “ jawab Gideon perlahan.
“ Ada kotak seperti terbuat dari kayu jati, kemudian papan bulat dari kayu jati juga “ Vanny kembali merenung.
“ Di rumah,.. ada kotak semacam peti peninggalan leluhur yang menjadi Demang waktu itu sebagai tempat perhiasan dan harta benda berharga, dan juga ada meja bundar dari kayu jati “ agak lama Gideon renungkan apa yang ada dirumah kedua orang tuanya.

Apa yang Vanny lihat dicatat dalam kertas yang kemudian disampaikan kepada maminya di ruang gereja.

Beberapa jam kemudian dimana pelepasan sudah selesai Vanny mendapat Firman dari 2 Korintus 5:17 untuk Samuel. Demikian,
( Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang ).

Kurang lebih pukul 19.30 Gideon dipanggil ke dalam ruang Gereja. Disitu mendapat penjelasan begitu banyak roh-roh setan yang selama ini bersembunyi dibalik kemunduran berfikir Samuel. Ribuan roh-roh setan yang keluar dari tubuh Samuel. Setan dari 27 propinsi juga ada, kemudian dari kutuk – kutuk nenek moyang juga demikian banyak. Bahkan ada yang bersembunyi di dalam batu merah delima yang tersimpan dalam tubuh Samuel.

Mengenai batu merah delima ini, Gideon memiliki catatan khusus. Waktu itu suasana di rumah Gideon sangat panas dan tidak ada damai sama sekali, hanya marah dan amarah yang ada. Sampai kemudian Gideon melihat ada sebuah cincin berbatu yang ketika ditanya dari mana, Ragil memberi tahu bahwa ia menemukan dijalan dan dibawa pulang. Ketika cincin itu dipegang Gideon, terasa sekali ada suatu kekuatan gelap ada disitu. Bulu kuduk Gideon merinding dengan seketika, maka segera Gideon berdoa kepada Tuhan Yesus untuk menghancurkan kekuatan cincin itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan segera cincin itu dibuang ke pekarangan depan rumah. Ternyata setan dibalik batu merah delima berpindah ke tubuh Samuel.

Apa yang terjadi ketika pelepasan di dalam ruang gereja, tidak banyak yang diketahui penulis. Tetapi yang pasti adalah bahwa kuasa kegelapan di dalam tubuh Samuel sudah dikikis habis dengan kekuatan Roh Kudus. Banyak ayat-ayat yang Tuhan berikan pada peristiwa itu. Yaitu dalam Yehezkiel 15, Yeremia 3 & 5, 1 Korintus 8, Mazmur 114, Yehezkiel 40 dan Matius 8 serta 2 Korintus 5:17.

Minggu, 7 Agustus 2005 Gideon dan keluarga kecuali Ragil berkebaktian di GMII, setelah selesai kebaktian ada semacam shering antara keluarga Gideon dan ibu Mike. Secara jujur ibu Mike mengatakan ketika pertama kali melihat Samuel ia sangat takut. Warna hitam di kedua matanya sangat mengerikan. Dan setelah pelepasan seminggu yang lalu warna hitam itu mulai memudar, dan target ibu Mike adalah menghilangkan warna hitam itu sehingga menjadi normal kembali.

Memang ibu Mike pernah katakan ketika selepas pelepasan, bahwa warna hitam itu adalah kelopak siluman buaya dan kelopak mata siluman ular. Sepertinya Samuel tidur tetapi rohnya dibawa berjalan-jalan, mengembara ke mana-mana seperti yang sering disampaikan Samuel pada ayahnya waktu itu. Sehingga matanya nampak demikian lelah. Dan kalau di ingat mengenai kehidupan ular dan buaya, kapankah waktu tidurnya ?.

Yang disampaikan ibu Mike juga menjawab teka-teki yang selama ini menggelayut di benak Gideon, yaitu mengenai kepribadian ganda yang sering menampakkan diri ke permukaan. Bagaimana mungkin Samuel menengking dirinya sendiri ketika manifestasi roh-roh setan ?. Kemudian mengenai siluman buaya yang Gideon lihat adalah manifestasi dalam diri Samuel yang berjalan meliuk-liuk seperti seekor buaya ? Juga mengenai siluman ular, beberapa kali tangannya digunakan sebagai alat untuk mematok mangsanya ? Kemudian ringkikan kuda, bagaimana mungkin Samuel bisa meringkik seperti kuda dan berperilaku seperti kuda ? Dan masih banyak lagi manifestasi yang pernah di uraikan pada bab-bab sebelumnya.

Kenyataan yang ada baik ketika Samuel masih belum terbebas dari belenggu kuasa kegelapan maupun sesudah Samuel bebas sangat sulit dipahami dengan akal sehat. Berkali-kali berita ini di kabarkan ke segala penjuru, baik kepada saudara sedarah, maupun saudara yang bukan sedarah. Bahkan mereka lihat ketika manifestasi, tetapi kelihatannya matanya masih tertutup. Mereka dengar apa yang disampaikan tetapi ada selaput halus yang menutup telinga rokhani mereka. Bahkan bersentuhan langsung ketika kuasa kegelapan itu menampakkan diri, tetapi hatinya masih beku.

Putus asakah Gideon menghadapi kondisi seperti itu ? Ternyata ia tidak mau mengenal arti putus asa. Ia tetap lipatkan tangan dan mohon belas kasihan Tuhan agar Tuhan sendiri yang berkenan membuka hati saudara-saudaranya baik yang sedarah maupun yang tidak ada hubungan darah sebelum waktunya terlambat. Terkadang hatinya masgul, mesti dengan cara apa ia lakukan agar saudara-saudaranya sedikit saja mau membuka hati untuk memahami kasih Yesus yang sangat luar biasa. Ia merasakan bahwa mereka tidur terlalu nyenyak, telah terbuai dengan kenikmatan sesaat tanpa mau menguji apa yang telah membuat mereka tertidur demikian nyenyak.

Apalagi sudah ada pengakuan bagaimana ia telah memberikan hatinya pada kuasa kegelapan, ketika dengan sukarela datang kepada paranormal, ketika dengan suka rela mengantar orang untuk memasang susuk, ketika memiliki benda yang di isi dengan rajah. Mereka tidak sadar bahwa mereka sudah bersekutu dengan kuasa kegelapan. Karena kuasa kegelapan sudah memberikan “ jasa baik “ kepada mereka dimana suatu ketika “ jasa baik “ itu akan diminta kembali dengan cara-cara yang sangat tidak diduga. Sebenarnya kalau mau bercermin dari apa yang terjadi pada ibu mereka, mestinya mereka menjadi sadar dan mau kembali pada kebenaran. Kebenaran yang hakiki, kebenaran yang berlaku bagi Tuhan, bukan kebenarannya manusia. Kebenaran yang bersumber pada Firman Tuhan ataupun pada Alkitab.

Mengapa demikian banyak susuk yang tertanam pada seseorang ? Karena susuk itu dengan sengaja dipasang. Saat susuk terpasang terbentang perjanjian antara si pemberi susuk dan si pemasang susuk. Siapakah si pemilik susuk ? Tentu si dukun/paranormal/orang pintar. Siapakah si dukun itu ? Dia adalah seseorang yang menjadikan dirinya pengikut iblis. Secara tidak langsung siapapun yang menggunakan jasa dukun/paranormal itu sudah terikat pula dengan iblis. Apakah masih sangsi ?

Lihat dan geluti Alkitab. Adakah Tuhan mengajarkan tentang pemasangan susuk ?
Saya tidak perlu membaca Alkitab menyeluruh, cukup apa yang tertulis dalam tuntunan atasan saya saja, mungkin itu pendapat yang kurang pada tempatnya. Mengapa ? Mari kita renungkan dengan hati yang bening tanpa syak wasangka apapun. Apa yang tergambar pada bayangan kita setelah Tuhan datang ? Bukankah kita menginginkan menjadi imam dan raja ?

Di dunia ini menjadi raja berarti menjadi pemimpin. Jangan terlalu jauh, menjadi Bupati saja. Apakah tidak perlu sekolah ? Tidak perlu belajar ? Atau bahan yang berikan dalam sekolah tidak perlu dikuasai semua ? Apalagi menjadi imam dan raja sorgawi. Apakah tidak perlu belajar ? Bahannya sudah jelas yaitu Alkitab, mengapa tidak kita geluti dan kita makan setiap hari ?.

Uji dan ujilah terus apa yang ada didepan kita. Cari dan cari terus kerajaan Allah dan kebenarannya. Utamakan yang ilahi, utamakan yang abadi sebelum waktunya terlambat. Letakkan yang ilahi diatas segala-galanya. Harta di dunia akan habis dimakan masa tetapi harta surgawai akan kita nikmati sepanjang masa, kekal tanpa batas. Bila harus memilih hidup berkelimpahan di dunia seratus tahun tetapi dihukum pada api yang menyala-nyala tanpa batas waktu, ataukah hidup wjar-wajar saja, hidup takut akan Tuhan, hidup mengiring Yesus, hidup senantiasa mencari perkenan Tuhan, hidup meninggalkan dosa dan menanggalkan manusia lama kita, hidup dengan senantiasa memakan Firman Tuhan, hidup senantiasa mencari dan mencari kebenaran Tuhan tetapi akan mendapatkan kebahagiaan bersama Yesus di dalam kerajaan sorga.

Pilihan di tangan kita sendiri. Akankah membuat Yesus menangis karena kebebalan kita, ataukah akan membuat Yesus tersenyum karena pertobatan kita. Hanya ada dua pilihan ikut Tuhan atau hantu. Tuhan adalah Allah yang pencemburu tetapi sangat setia, mau mengorbankan anak-Nya yang Tunggal untuk menebus dosa manusia. Sedangkan hantu adalah begundal iblis, bukannya mau berkorban tetapi sebaliknya selalu meminta korban, dia adalah malaikat yang memberontak, yang adalah bapa penipu dari awalnya, bapa kejahatan dan sudah berpengalaman ribuan tahun dalam menjatuhkan umat manusia. Hanya Yesus yang bisa membongkar habis tipu daya setan dan kawan-kawannya.

Tuhan Yesus memberkati.
Kurang cukupkah bukti yang Tuhan berikan kepada kita ? Bahwa setan sangat licik dan penuh tipu daya ? Keadaan Rio dan kejadian yang mengikutinya apakah tidak ada artinya ?. Juga yang di alami Wilbert juga dianggap isapan jempol ?. Mari,.. luangkan waktu untuk merenungkan, luangkan waktu untuk menguji. Dan alat ujinya adalah Alkitab. Firman Tuhan. Hikmat sorgawi. Mengapa ? Karena kita tidak tahu kapan kematian menjemput.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.