m. Dimana tubuhku ?.

Beberapa kali Wilbert mengalami dimana tubuh jasmaninya di isi oleh berbagai roh. Ada roh dari kuasa kegelapan yang di ijinkan Tuhan untuk menguji orang-orang di sekitar Wilbert, juga terkadang dibiarkan kosong tetapi tetap dijaga Roh Kudus, dan terkadang Roh Kudus sendiri yang mendiami tubuh jasmani Wilbert. Kalau saatnya roh Wilbert yang asli telah selesai urusannya dengan Tuhan, Wilbert sering bertanya ada di mana tubuhnya sekarang. Dan Roh Kudus senantiasa menunjukkan keberadaan tubuhnya. Sehingga roh Wilbert yang asli tidak salah masuk tubuh yang lain.

Apa yang di alami Wilbert inipun lebih dahulu di alami Samuel. Bahkan sering roh-roh dari kuasa kegelapan memporak porandakan ekonomi orang tuanya. Misalnya dalam pemakaian telepon rumah. Beberapa kali pembayaran telpon meledak berlipat-lipat, tetapi Samuel tidak ingat lagi apa yang dilakukannya atas telepon di rumah. Pernah satu kali Samuel diberikan uang untuk membayar sesuatu tetapi dengan uang itu malahan Samuel pergi ke Jogja dengan berbagai alasan.

Pernah juga diberikan HP. Tetapi malahan dijual dan uangnya untuk jalan-jalan ke Jogja, ketika ditanya katanya Hpnya hilang ketika dalam perjalanan dengan bus kota. Bahkan lebih tragis lagi Samuel penah mencuri Hp tantenya, dan kemudian Hp nya dijual dan uangnya untuk sesuatu yang bersifat foya-foya. Tinggal orang tuanya yang ke pusingan menggantikan Hp yang dicuri anaknya.

Tetapi dibalik itu semua kedua orang tua Samuel justru melihat sebagai ujian, ya, ujian yang harus dihadapi, dipecahkan bersama dan disikapi dengan terlebih dahulu memohon hikmat dan makrifat dari Tuhan saja. Bila mengandalkan kepikiran sendiri niscaya akan semakin pusing dan keruwertan semakin berlipat kali ganda. Tetapi setelah menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan, maka segala sesuatu yang terjadi bukanlah dianggap sebagai beban yang memberatkan, namun justru suatu tantangan yang menggairahkan. Ujian harus ada bila ingin manaiki tangga yang lebih tinggi, itu prinsip mereka.

Sedemikian jauh mereka lakukan, bukan berarti tanpa tantangan dan cemoohan, cibiran dan komentar yang menyakitkan, namun mereka tetap tidak peduli apa kata mereka, karena keluarga ini tahu kepada siapa mereka memohon tenaga dan kekuatan serta penghiburan. Apakah ini suatu percaya diri yang berlebihan ? Bisa ya dan bisa juga tidak tergantung dari sisi mana manusia melihat. Kedua orang tua Yulia adalah yang terbilang tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan Wilbert, tetapi sebagian mempercayai apa yang dialami Samuel, karena memang terjadi di depan mata. Beliau juga menjadi sosok yang kesekian dimana tidak sependapat dengan kebijakan orang tua Wilbert yang mengijinkan anaknya tidak masuk sekolah berhari-hari dengan alasan yang tidak masuk akal.

“ Beliau hanya melihat dari kacamata dunia “ Gideon memberikan komentar sehubungan dengan pendapat mertuanya. Yulia hanya mengangguk perlahan. Kembali Gideon meneruskan : “ Andaikan beliau melihat keseharian kita, melihat aktivitas kita sehari-hari, melihat peperangan kita, melihat mukjizat yang terjadi, melihat bagaimana pertolongan Tuhan yang tidak pernah terlambat, melihat bagaimana darah Yesus sangat ditakuti iblis dan kawan-kawannya, melihat bagaimana nyanyian peperangan mampu menghalau kuasa kegelapan, melihat air putih yang diberkati menjadi darah Yesus mampu membuat roh vampir yang meminta darah lari terbirit-birit, kemudian melihat bagaimana nama Yesus ketika dinyatakan dengan penuh iman mampu menghentikan gerakan pisau kater yang siap melukai lengan kiri cucunya, dan masih banyak lagi kejadian yang sangat menggores di dalam hati dan perasaan kita “ Gideon berhenti sejenak kemudian, “ Ketika Tomas diberitahu bahwa Yesus telah bangkit, ia baru percaya setelah menyucukkan tangannya pada luka di dalam tubuh Yesus, sampai akhirnya Tuhan katakan ‘ Berbahagialah orang yang percaya tanpa melihat ‘ apakah kita menjadi heran dengan sikap bapak dan ibu ? “

“ Beliau memikirkan kehormatan manusia ~ bayangkan bila beliau mempercayai kejadian yang terjadi atas cucunya, apakah itu tidak berarti bahwa kehormatan beliau akan terkikis ? Ingat beliau adalah seorang Herder, lantas apa kata para Evangelis, para prister dan para diaken serta para kerabat yang lain, bukankah kehormatan beliau akan hancur ? “

“ Andaikan beliau percaya, andaikan bersedia menyangkal dirinya sendiri dan mengikut Tuhan, andaikan beliau mau memikul salib serta memiliki iman dan berusaha memohon hikmat dan makrifat dari Tuhan, maka tidak tertutup kemungkinan kesehatan bapak akan dipulihkan. Dan bukan hanya itu, pastilah beliau akan dapatkan harta sorgawi yang demikian melimpah. Termasuk di dalamnya pengetahuan-pengetahuan ilahi dan pasti akan terjadi hubungan yang sangat mesra dengan Roh Kudus yang adalah Tuhan sendiri. “

Itu adalah sekelumit percakapan Gideon dan istrinya yang belum lama ini bertemu dengan kedua orang tuanya. Memang terjadi komunikasi antara Gideon dan ibu mertuanya, khususnya mengenai apa yang terjadi pada Wilbert. Dan kembali mertuanya katakan dengan sangat jelas bahwa beliau tidak percaya. Beliau hanya percaya pada apa yang dikatakan orang tuanya dahulu.

Benih sudah Gideon tabur, dan tugas Tuhan untuk menumbuhkan.

Jum’at 12 Agustus 2005. Kembali roh Wilbert diangkat Roh Kudus dari tubuhnya. Dan kali ini adalah peristiwa yang ke tujuh belas.

Demikian Wilbert menuturkan,

Pada saat saya pergi mengambil disket, roh saya kembali diangkat, dan saya dituntun oleh Roh Kudus sampai di awan. Sampai di awan-awan saya bertemu dengan sinar yang sangat terang yang saya duga adalah Tuhan Yesus lalu saya uji, dan ternyata benar bahwa saya bertemu dengan Tuhan Yesus.

Setelah itu saya bertanya : “ Tuhan, kita mau ke mana ? “
Jawab Tuhan : “ Kita mau ke terowongan yang lainnya “ Dan setelah sampai di tempat yang dituju, saya melihat banyak orang yang di siksa di sana, banyak jiwa yang berteriak : “ Tuhan tolong aku ! “
Lalu jawab Tuhan : “ Sudah terlambat “

Pada waktu kami berjalan-jalan, kembali saya bertanya : “ Tuhan, ini terowongan nyambung ke mana saja ? “ Jawab Tuhan, “ Ini terowongan yang menuju / menyambung dari kaki sampai pusat neraka “.
Jawab ku : “ Oh, gitu “

Sesudah itu roh saya kembali ke tubuh saya dan melakukan kegiatan lainnya

Demikian Wilbert menyampaikan.

Sabtu 13 Agustus 2005. Roh Wilbert kembali diangkat dari tubuhnya. Peristiw ini adalah yang ke delapan belas.

Wilbert menuturkan kejadian yang dialaminya.
Kejadiannya justru terjadi di rumah om Budi – di Bekasi. Kurang lebih pukul pukul 13.00 Wilbert tetidur di ruang tengah. Terjadi di tengah-tengah eyang kakung dan eyang putri yang selama ini tidak percaya dengan apa yang dialami cucunya.

Saat roh saya diangkat Roh Kudus, roh saya dibawa ke awan-awan dan saya bertemu dengan Tuhan Yesus. Saya segera lakukan pengujian, untuk meyakinkan saya bertemu dengan siapa. Tuhan asli atau palsu. Karena beberapa hari yang lalu saya berhadapan dengan roh kudus palsu yang menyamar sebagai Roh Kudus. Roh itu sebenarnya adalah jenderalnya Lucifer demikian Roh Kudus memberitahu saya tentang roh yang menyamar sebagai roh kudus.

Setelah saya yakin bahwa di dekat saya adalah Tuhan Yesus asli, kemudian saya bertanya,
“ Tuhan, kita mau kemana ? “
Tuhan kemudian menjawab : “ Kita akan ke lambung neraka ! “
Setelah sampai di sana, saya melihat ada sebuah meja dan kursi rapat, dan ini adalah tempat para setan rapat. Kemudian saya melihat kertas yang bertuliskan “ Bagaimana cara menghancurkan bumi “
Lalu Tuhan berkata kepada saya, : “ Saya memperlihatkan ini semua agar kamu sedikit demi sedikit mengenal pekerjaan Lucifer, agar bisa membedakannya dengan pekerjaan Yesus, dan sekarang waktunya kamu pulang, nanti banyak yang kuatir “

Setelah itu roh saya kembali masuk ke tubuh saya. Kemudian saya kembali melakukan aktivitas sebagaimana saya seorang manusia dan mengucap syukur pada-Nya.

Demikian Wilbert menyampaikan kejadian yang dialaminya.

Minggu, 14 Agustus 2005 setelah doa malam, Wilbert menyampaikan pesan Roh Kudus pada se isi rumah bahwa Senin, 15 Agustus 2005 adalah hari terakhir dalam rangkaian Wilbert di ajak ke tempat-tempat “ luar biasa “ yaitu selain ke taman Firdaus juga ke tempat neraka. Baik di kaki neraka, tangan neraka, jantung neraka, sel-sel neraka, sulur-sulur neraka, lambung neraka dan bagian-bagian yang lainnya.

Dan apakah juga berarti hari sekolahnya sudah tiba ?.
“ Papa, besok antar Wilbert ke sekolah ya “ pinta Wilbert pagi-pagi sebelum ayahnya berangkat bekerja
“ Jangan khawatir, papa akan menepati janji “ jawab papanya sambil mengancingkan jaket.
“ Wah, siap-siap nih kuping di ledek temen – temen “ ujar Wilbert sambil garuk-garuk kepala.
Dan ketika hari itu tiba, hari akhir dimana Wilbert mengalami perjalanan religius yang benar-benar langka sekaligus sangat sulit diterima di akal manusia manapun di dunia ini. Dan hanya dengan iman segala sesuatu yang terjadi ada manfaatnya. Tanpa iman apapun yang terjadi tidak ada gunanya sama sekali. Peristiwa ini adalah yang ke sembilan belas.

Senin, 15 Agustus 2005 Wilbert kembali mengalami kondisi dimana rohnya terangkat dari tubuhnya. Artinya bukan Wilbert yang menghendaki rohnya terpisah, melainkan ia hanya menerima kondisi serta tidak bisa berbuat apa-apa selain dari pada pasrah dan mensikapi apa yang terjadi pada dirinya dengan tekad kuat bahwa ia senantiasa berusaha mengiring Yesus, bukan menggiring Yesus. Apa yang Tuhan mau lakukan atas dirinya, ia dengan total menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan saja.

Wilbert menuturkan peristiwa yang dialaminya, demikian :
Pada waktu saya bangun tidur, kembali roh saya terangkat oleh Roh Kudus. Saya katakan pada Roh Kudus, : “ Roh Kudus, tolong jaga tubuh saya “ Roh Kudus menjawab : “ Ya “
Beberapa saat kemudian sampailah saya di awan-awan, dan segera saya bertemu dengan Tuhan Yesus dalam bentuk sebuah sinar yang sangat terang. Tetap saya lakukan pengujian seperti yang sudah-sudah. Dan setelah lulus dalam pengujian yang Wilbert lakukan, barulah saya tidak meragukan lagi bahwa saya sedang bertemu dengan Tuhan Yesus asli.

Kemudian saya bertanya : “ Tuhan, kita mau kemana ? “
Jawab Tuhan : “ Yang pasti bukan ke neraka lagi “
Setelah sampai di tempat yang dituju, saya melihat bangunan sebuah komplek / rumah yang jalannya terbuat dari emas asli, tetapi di sana sangat sepi. Pintu gerbangnya besar dan sangat indah dan dijaga malaikat. Tiba-tiba saya merasa roh saya terangkat lebih tinggi lagi, roh saya seperti terbang melayang dan kemudian saya melihat bahwa komplek bangunan itu sangat luas sekali tetapi belum berpenghuni.

Kemudian saya merasa haus, dan disana ada sungai yang airnya jernih dan murni. Saya mengambil air dengan kedua tangan saya dan saya meminumnya. Rasanya sangat enak sekali. Kemudian saya berjalan-jalan, dan tiba – tiba saya melihat seseorang yang juga sedang berjalan-jalan dengan bimbingan Tuhan Yesus Kristus. Ketika saya terpikir untuk berbicara dengan orang itu, Tuhan mengatakan : “ Itu bukan urusanmu “ Saya menjadi ingat kejadian ketika di Taman Eden.
Saya kemudian bertanya : “ Ini dimana Tuhan ? “
Tuhan menjawab : “ Lihat, dan perhatikan. Kamu bisa membuka Alkitab mengenai tempat ini ada dijelaskan disitu, dan sekarang kiranya engkau mempersiapkan diri untuk melakukan kegiatanmu sendiri “

Tidak lama setelah itu roh Wilbert kembali ke tubuh Wilbert. Saya mengucap syukur kepada Tuhan atas anugrah yang Tuhan limpahkan kepada saya. Sembilan belas kali Tuhan memberikan karunia adikodrati kepada Wilbert. Baik itu perjalanan ke Firdaus Allah, ke Taman Eden, ke pelosok neraka berikut sel-selnya serta bisa melihat kesengsaraan mereka yang menjadi penghuni neraka. Wilbert melihat kesengsaraan mereka, mendengar teriakan mereka yang senantiasa mengungkapkan penyesalannya dan memohon ampun kepada Tuhan Yesus, tetapi jawaban Tuhan waktu itu adalah ‘ sudah terlambat’, dan juga Wilbert menyaksikan kerasnya hati mereka yang benar-benar membenci Tuhan Yesus. Sekalipun mereka dalam kondisi terpenjara, tetap saja mereka menghujat Tuhan Yesus Kristus. Dan pada perjalanan terakhir Wilbert di ajak ke tempat yang saya duga adalah Kerajaan Sorga. Terpujilah nama Tuhan selama-lamanya.

Demikian Wilbert menyampaikan kejadian yang dialaminya. Semua memang ada masanya.

Rabu, 17 Agustus 2005 kurang lebih pukul 10.00 pagi. Saat itu Samuel sedang tidur. Dalam tidurnya ia berteriak : “ pah,.. tolong,.. pah,.. tolong “ demikian berulang-ulang. Kemudian ayahnya yang ketika itu sedang berada di belakang rumah segera ke jendela kamar Samuel. Ketika dilihat, Samuel tetap dalam kondisi tidur. Dari balik teralis jendela, sentuh ujung ibu jari kakinya, barulah ia menggeliat, dan segera menarik kakinya. Sementara itu Yulia juga mendengar teriakan Samuel dari dalam rumah, sehingga ia berusaha membuka pintu kamar Samuel tetapi tidak bisa masuk, karena pintu dalam kondisi terkunci. Beberapa kali dipanggil namanya tetap tidak ada respon.

Samuel melihat dan terus memperhatikan kondisi Samuel, beberapa kali ia mengaduh seperti leher tercekik. Akhirnya Gideon mendobrak pintu kamarnya. Di dalam kamar merasakan atmosfir kuasa kegelapan memancar dari tubuh Samuel. Sangat terasa ketika menyentuh tubuh Samuel, bulu kuduk tegak berdiri. Kemudian ia berdoa memohon pertolongan Tuhan. Setelah itu Gideon berusaha melakukan komunikasi dengan roh yang ada dalam tubuh Samuel untuk mengorek keterangan perihal jatidiri roh yang masuk ke dalam tubuh Samuel, Gideon katakan :
“ Kamu siapa ? “ tanya Gideon perlahan tetapi tegas. Samuel tetap diam.
“ Lihat mata saya “ kembali Gideon bertanya. Mata Samuel yang terpejam segera dibuka. Nampak sinar kebencian yang demikian dalam, tetapi sebentar kemudian dipejamkan kembali. Kembali Gideon bertanya : “ Sebut namamu siapa !! “ agak keras Gideon kembali bertanya.
“ Elisabeth “ jawab roh melalui mulut Samuel. Suaranya berat dan dalam tetapi jelas.
“ Dari mana asalmu ! “ Gideon berusaha mengorek keterangan.
“ Negeri Belanda “ jawab roh yang mengaku Elisabeth melalui mulut Samuel.
“ Siapa yang menyuruh kamu kesini ! “
“ Lucifer “
“ Mengapa kamu masuk kedalam anak ini ? “
“ Anak ini ada dalam kesedihan dan kekecewaan yang mendalam sehingga saat itulah saya masuk “
“ Kamu masuk lewat mana ? “
“ Melalui tangannya “
“ Kamu tidak takut dengan Tuhan Yesus ? “ Gideon berusaha menggertak.
“ Tidak ! “ jawabnya ketus.

Setelah komunikasi dianggap cukup, Gideon meminta air putih pada istrinya. Setelah disiapkan segera diberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus agar menjadi darah Yesus. Setelah itu air yang sudah diberkati diberikan kepada Samuel untuk diminumkan. Dan ketika diminum segera nampak reaksinya yang luar biasa. Samuel dengan antusias meminum sementara lehernya sepertinya menahan sehingga terdengar erangan. Terus ia berusaha meminum dan ketika sudah tinggal separoh ada hentakan kecil pada kepalanya, yang juga pertanda bahwa roh Elisabeth sudah keluar. Baru sisanya dihabiskan dengan lancar.

Tetapi segera Samuel roboh. Kemudian roh kecewa di tengking keluar di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, demikian juga dengan roh sakit hati dan kesedihan. Baru setelah itu Samuel bisa duduk sendiri. Sambil memperlihatkan luka memar pada lengan kanannya akibat terkena almari ketika membantu eyang nya di Bekasi pindahan, Samuel katakan : “ Dari sini pah dia masuk ! “
“ Dari luka memar itu ? “ tanya Gideon untuk konfirmasi pendengarannya.
“ Iya “ jawab Samuel sambil memijit-mijit tangannya yang bengkak.

Kemudian Gideon berdoa kepada Tuhan untuk membersihkan Samuel dari segala unsure kuasa kegelapan yang masuk melalui luka ditangannya. Maka ketika tangan Gideon menyusur luka di tangan dan memerintahkan kuasa kegelapan yang ada di dalam tubuh Samuel keluar, maka dari mulut Samuel, terdengar suara kuntilanak yang membuat bulu kuduk berdiri. Dua kali dilakukan dan pada yang kedua juga terdengar suara yang sama.
“ Pocong dan kuntilanak “ komentar Samuel pendek
“ Mereka sudah pergi “ jawab Samuel sambil menutup luka itu dengan darah Yesus, bahkan menutup seluruh tubuh Samuel dengan kuasa darah Yesus melalui segelas air yang sudah diberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus agar menjadi darah Yesus.

Demikian peristiwa hari itu.

Kamis 18 Agustus 2005 pukul 11.30 Yulia telepon suaminya, ia katakan kepada suaminya agar segera pulang, Wilbert mengalami sesuatu dimana menurut penuturannya belum lama ini rohnya ditawan kuasa kegelapan. Wilbert tidak bisa bicara. Dan Gideon segera menyatakan segera pulang.

Sesampai dirumah, Gideon dapati Wilbert terkulai lemah ditempat tidur. Tanpa respon apapun ketika ayahnya datang. Matanya sayu nampak seperti sangat lelah. Pandangan matanya bukan pandangan Wilbert yang dilihat ayahnya ketika berangkat bekerja. Tatapan matanya sayu tetapi nampak sangat asing. Ayahnya memperhatikan dengan seksama, kemudian melipatkan tangan berdoa kepada Tuhan, agar memberikan tenaga dan kekuatan baginya dan juga bagi seluruh keluarganya agar di dalam menjalani ujian diberikan kemenangan.

Gideon memohon kepada Tuhan agar bisa komunikasi dengan Wilbert, agar ia tahu apa yang terjadi pada Wilbert sebenarnya. Gideon meminta air putih pada istrinya, memberkati air itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus agar menjadi darah Yesus, setelah itu diberikan kepada Wilbert. Ia perlu dibangunkan agar tubuhnya bisa duduk. Kemudian ia batuk-batuk kecil tetapi tangan meraih gelas plastik yang berisi air putih yang sudah di doakan menjadi darah Yesus. Ia minum air itu dengan segera. Dan air itupun habis tetapi tetap di isapnya walaupun sudah kering. Gideon segera meminta agar gelas plastik di isi kembali. Kemudian diminum kembali dan langsung habis. Barulah Wilbert bisa bicara. Awalnya demikian lirih hampir tidak terdengar, tetapi lama kelamaan seperti biasa. Ia katakan demikian, :
“ Roh saya sekarang ada di Taman Eden istirahat setelah selama satu bulan di penjara kuasa kegelapan. Rohku ada dalam pemulihan dan diperlukan waktu istirahat satu hari sampai jam 15.00 “
“ Yang bicara kepada papa ini roh siapa ? “ tanya ayahnya,
“ Tidak ada roh siapa-siapa. Yang ada hanyalah tubuh dan jiwa saya. Dan Roh Kuduslah yang membuat saya bisa berbicara seperti ini “ jawan Wilbert perlahan dan wajah tanpa ekspresi.
“ Jadi rohmu sekarang ada di Taman Eden ? “ ayahnya kembali mengkonfirmasi.
“ Iya benar “ jawab Wilbert lembut.
“ Kejadian apa yang kamu ingat sebelum rohmu ditawan kuasa kegelapan ? “ tanya ayahnya.
“ Waktu itu tanggal 18 Juli 2005, dan setelah itu saya tidak ingat apapun, karena yang punya ingatan adalah roh saya sedangkan roh saya tidak ada di tubuh saya “
“ Kamu kenal Ribka ? “ ( Ribka adalah kawan dekat/pacar ? Wilbert )
“ Tidak ! “
“ Kamu kenal Vanie ? “
“ Vanie itu ? “ kata Wilbert sambil pandangannya diarahkan pada Stevanie adiknya.
“ Oh, bukan yang itu, Vanie anaknya ibu Mike “ ayahnya berusaha menjelaskan.
“ Saya tidak kenal “ jawab Wilbert.
“ Kamu tahu GMII ? “
“ Tidak “
“ Bukankah kamu kemarin berulang-ulang mengalami kejadian dimana rohmu dibawa Roh Kudus dan bertemu dengan Tuhan Yesus melihat neraka dan juga Firdaus Allah serta taman Eden ? “
“ Saya tidak ingat apapun “
“ Masih bisa komunikasi dengan Roh Kudus ?”
“ Sekarang tidak bisa karena yang bisa bicara dengan Roh Kudus adalah rohku, tubuh dan jiwaku tidak bisa “
“ Apa maksud kejadian semua ini ? “ tanya ayahnya
“ Roh Kudus mengatakan bahwa agar keluarga disini peka dan senantiasa berjaga-jaga dan senantiasa waspada “
“ Kamu bisa tersenyum ? “ tanya ayahnya dengan maksud menguji benarkah rohnya tidak ada. Karena ayahnya berpendapat, bahwa mahluk apapun yang tidak ada rohnya maka tidak bisa tertawa, tidak bisa tersenyum sama seperti binatang yang hanya memiliki tubuh dan jiwa. Binatang tidak memiliki roh.
“ Tidak bisa “ jawab Wilbert tanpa ekspresi apapun
“ Bisa tertawa ? “ kembali ayahnya bertanya.
“ Tidak bisa “ jawab Wilbert semakin lemah.
“ Selama rohmu dibawa selama satu bulan seperti yang kamu katakan, lantas roh siapa yang menempati tubuhmu selama ini ? “
“ Terkadang Roh Kudus dan terkadang kuasa kegelapan yang di ijinkan Tuhan untuk menguji keluarga disini “

Kemudian Gideon meminta istrinya mengambilkan air minum untuk Wilbert, dan segera diminum sampai habis. Kemudian Gideon menguji Wilbert dengan metode yang selama ini dilakukan baik terhadap Samuel maupun Wilbert, misalnya membaca Wahyu 20:10 minimal 5 kali, kemudian deklarasi menerima Yesus dan menolak iblis dan pekerjaannya. Kemudian juga di uji dengan mengucapkan darah Yesus 10 kali dan pernyataan “ saya menyembah Yesus “ sepuluh kali, dan kesemuanya itu dilakukan Wilbert dengan tegas walaupun tubuh nampak sangat lemah.

Pukul 13.00 Gideon kembali ke tempat pekerjaannya, setelah yakin bahwa tubuh Wilbert dijaga Roh Kudus dan roh Wilbert akan kembali ke dalam tubuhnya pukul 15.00.
Di dalam perjalanan kembali ke tempat pekerjaannya, Gideon renungkan apa yang terjadi pada Wilbert.

Berkecamuk pertanyaan di dalam hati Gideon. Benarkah selama ini roh Wilbert ditawan kuasa kegelapan ? Bahkan dengan waktu yang cukup lama yaitu 1 bulan ? Kalau memang demikian roh siapa yang selama ini mengisi tubuh Wilbert ? Sedangkan selama satu bulan banyak aktivitas yang dilakukan Wilbert yang cukup spektakuler. Bagaimana menjelaskan pada orang-orang yang terkait ? Misalnya peristiwa terangkatnya roh Wilbert dari tubuhnya dan kaitannya dengan aktivitas selama diajak Tuhan Yesus ke neraka dan firdaus Allau serta taman Eden ?

Apalagi kisah Wilbert dan Ribka. Wilbert sudah meminta Ribka menjadi pacarnya dan Ribka setuju. Apakah ini tidak membingungkan ? Bagaimana kalau Wilbert bertemu dengan Ribka ? Siapakah yang akan lebih kebingungan ?

Apapun yang terjadi sepanjang bersama dengan Tuhan mengapa harus gelisah ? Mengapa harus khawatir ? Dan mengapa harus bimbang dan bingung ?

Matahari nyaris terbenam ketika Gideon sampai dirumah pada hari itu. Baru saja parkir motor sudah terdengar teriakan tengkingan. Gegap gempita terdengar dari dalam rumah. Wah ada perang demikian kata Gideon dalam hati. Pintu rumah dibuka Yulia istrinya. Ia nampak cukup tenang. Tetapi kemudian segera masuk kedalam rumah sambil berteriak menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Segera Gideon tahu bahwa tubuh Wilbert digunakan kuasa kegelapan memporak porandakan isi rumah.

Segera Gideon dapati Wilbert dengan wajah garang, dan dengan tenaga yang luar biasa kuatnya. Dengan memegang kayu ia rusak daun-daun pintu yang ada di dekatnya. Saklar listrik di hantam sehingga rusak . Kaca lemari hancur berkeping-keping. Isi lemari di keluarkan dan benda yang ada diatas lemari di serakan ke lantai. Besi pembuka pintu dibuka dengan paksa. Keadaan rumah saat itu benar-benar kacau. Sementara itu Samuel tidak ada dirumah katanya sedang ke rumah Ribka dan Stevanie entah untuk apa. Sehingga praktis Yulia menghadapi Wilbert seorang diri. Memang ada Ragil dan Stevanie tetapi mereka masih terlalu kecil untuk ikut dalam peperangan rokhani.

Segera Gideon ambil alih peperangan. Ia segera tangkap dan kuasai Wilbert yang tengah membabi buta menghancurkan apapun yang ada didekatnya. Bukan hanya tangan yang beraksi namun kedua kakinya tidak mau ketinggalan. Ketika dibawa keruang tengah oleh ayahnya kakinya berusaha menendang Stevanie tetapi ia cepat menghindar sehingga tidak kena. Segera dibuat pengaman. Pintu keluar segera dikunci, kemudian mempersiapkan tali pengikat kedua kaki dan kedua tangannya. Setelah itu satu demi satu kedua tangan dan kakinya di-ikat pada sebuah kursi kayu. Berbareng dengan itu Samuel datang sehingga bisa membantu dalam melumpuhkan Wilbert.

Setelah dalam keadaan “ aman “ barulah diadakan follow-up. Gideon berusaha mengorek jati diri roh yang masuk ke dalam tubuh Wilbert, tetapi roh itu selalu menirukan apa yang Gideon ucapkan, sehingga tidak bisa diketahui identitas roh yang masuk.

Gideon mengajak yang lain menyanyikan nyanyian peperangan. Dinyanyikan dengan semangat dan berulang-ulang dinyanyikan tetapi nampaknya tidak membawa hasil, sampai masing-masing ke lelahan. Kemudian di sambung pula dengan nyanyian “ Ku masuk ruang Maha Kudus “. Pada kata-kata ‘ ku menyembahMu ‘ diganti dengan ‘ ku menyembah Yesus ‘ tetapi saat kata-kata Yesus diucapkan, roh yang ada dalam tubuh Wilbert mengganti dengan kata iblis. Demikian berlangsung beberapa kali.

Kemudian Gideon menggunakan pedang roh yaitu firman Tuhan, tetap saja tidak bergeming. Dengan cambuk Tuhan Yesus juga tidak surut. Ketika telinganya di bisikkan dengan kata-kata darah Yesus ber-ulang ulang juga tidak berpengaruh apa-apa. Sampai lebih dari 2 jam berlangsung. Kemudian Gideon memohon hikmat dan makrifat kepada Tuhan Yesus Kristus untuk mengatasi kuasa kegelapan yang membandel. Dan tidak lama kemudian ia baru menyadari bahwa ia harus tahu awal mula kejadiannya.

Segera Yulia menceritakan awal mula kejadian yang menimpa Wilbert. Sebagaimana informasi awal bahwa roh Wilbert sedang beristirahat di Taman Eden, dan akan kembali besok pukul 15.00. Tetapi ternyata Yulia dan juga Gideon salah mengerti tentang waktu kapan rohnya akan kembali. Di kira Yulia adalah jam 15.00 hari itu, sehingga ketika pukul 15.00 lebih sedikit, ia bersama Ragil di ijinkan ke warung membeli sesuatu. Dan sepulang dari warung inilah tubuh Wilbert di isi oleh roh yang berasal dari kuasa kegelapan.

Barulah Gideon memahami bahwa roh Wilbert memang belum kembali ke dalam tubuhnya. Sehingga ia segera konsentrasi mengusir kuasa kegelapan yang ada di dalam tubuh Wilbert dan memohon agar Roh Kudus berkenan menjaga tubuh jasmani dan juga jiwa Wilbert. Bukan hanya itu melainkan memohon kedatangan malaikat Mikhael untuk mengambil alih peperangan tersebut. Dan dengan menjepit kedua kaki Wilbert, Gideon mengajak menyanyikan lagu Halleluya ber-ulang-ulang dengan mengganti ‘ ku menyembah-Mu dengan kata-kata ‘ Ku menyembah Yesus ‘ demikian berulang-ulang dengan khidmat dan dengan segenap perasaan.

Gideon mulai merasakan tenaga yang mengalir dalam diri Wilbert berangsur-angsur melemah dan akhirnya kepalanya terkulai tak berdaya dan kemudian ia membenamkan kepala anaknya pada bagian perut Gideon dan membelai kepalanya dengan kasih, sementara nyanyian ‘halleluya’ di lantumkan dengan penuh perasaan.

Kurang lebih setengah jam kemudian Gideon rasakan Wilbert sudah terbebas dari belenggu kuasa kegelapan namun tubuhnya sangat lemah dan tidak bisa komunikasi karena rohnya tidak ada. Gideon kemudian berdoa memohon karunia Tuhan agar bisa berkomunikasi dengan Wilbert.

Demikianlah maka setelah selesai berdoa Gideon berusaha lakukan komunikasi. Ia panggil nama anaknya dengan hati-hati dan perlahan. Nama Wilbert berulang-ulang dipanggil. Ia minta agar Wilbert mau membuka mata sebentar saja. Barulah ada respon. Sedikit demi sedikit matanya dibuka. Kemudian ditutup kembali. Tetapi segera dibuka agak lebar dan menatap ayahnya dengan pandangan yang sayu. Nampak pandangan mata yang sangat lelah. Berbeda ketika sedang di manfaatkan kuasa kegelapan, matanya sangat liar dan mencerminkan kebencian dan dendam yang sangat mencekam.

“ Papa,… “ perlahan Gideon meminta agar Wilbert memanggil ayahnya.
“ Papa,… “ ulang Gideon. Barulah ada respon. Dengan sangat perlahan mulut bergerak-gerak dan dengan sangat lirih mengatakan “ papa,.. “
“ Ayo katakan dengan lebih keras “ pinta papanya gembira.
“ Papa,… papa “ demikian respon Wilbert agak keras.

Dan akhirnya ia mulai mengenali sekelilingnya, termasuk mama dan adik-adiknya serta kakaknya. Tetapi ketika ayahnya meminta Wilbert tersenyum ataupun tertawa, ia tidak bisa lakukan karena rohnya belum ada di dalam tubuhnya. Roh Kudus hanya mengijinkan berbicara saja. Penjelasan Wilbert menguatkan Gideon bahwa hanya yang ada rohnya yang bisa tertawa dan tersenyum dan memberikan ekspresi. Bila sesuatu mahluk tanpa roh, dia tidak jauh beda dengan binatang yang hanya memiliki jiwa dan tubuh jasmani. Binatang tidak memiliki roh sehingga tidak ada binatang yang bisa tertawa ataupun tersenyum.

Akhirnya Wilbert di baringkan ditempat tidur untuk istirahat. Tubuhnya sangat lelah dan lemah karena dikuras kuasa kegelapan. Tiba-tiba Wilbert mengeluh giginya sakit. Kemudian Samuel memperlihatkan anak kunci yang patah dan bengkok yang ternyata di gigit oleh Wilbert. Itu yang menyebabkan gigi Wilbert sakit. Wilbert kemudian meminta disiapkan makan, karena perutnya sangat lapar.

Demikianlah peristiwa menegangkan hari itu yang dimulai kurang lebih pukul 15.00 akhirnya berakhir kira-kira pukul 21.00 malam. Kemudian Gideon mulai melihat kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat ulah setan yang tidak bertanggung jawab. Cukup ganas dan juga penuh dengan ucapan-ucapan tidak senonoh yang beberapa kali ditujukan pada Samuel kakaknya. Tenaganya cukup kuat dan daya rusaknya tinggi dan cukup cerdik sehingga Samuel mengalami kesulitan mengetahui identitasnya. Tetapi dia harus bertekuk lutut di bawah kaki Yesus Kristus. Raja segala raja, yang Maha Tinggi, dan Maha Kuasa.

Kalau saja pernyataan Wilbert yang menyatakan bahwa roh Wilbert ditawan kuasa kegelapan selama satu bulan itu benar, lantas roh siapakah yang selama ini mengisi tubuh Wilbert selama roh Wilbert ada di dalam penjara ? Dan kapan misteri ini terungkap ? Mungkinkah roh Wilbert ganda ? Kalau selama ini bukan Wilbert lantas siapa ?

Apa yang terjadi sebenarnya dan bagaimanakah itu bisa terjadi serta mengapa itu terjadi saat ini masih belum terungkap, atau paling tidak masih dalam batas dugaan, perkiraan ataupun penafsiran. Kebenaran hakiki hanya milik Yesus Kristus saja sesuai dengan Yohanes 14:6. Sedangkan kebenaran manusia berdasarkan pakem atau aturan yang dibuat oleh manusia. Manusia kental dengan keterbatasan sedangkan Tuhan sangat tidak terbatas. Tuhan adalah pencipta alam semesta termasuk isi di dalamnya

Sebagaimana dikatakan tubuh Wilbert sehari sebelumnya, maka pada Jum’at 19 Agustus 2005 pukul 15.00 roh Wilbert kembali memasuki tubuhnya yang saat itu tengah bermain monopoli dengan mamanya. Sang mama tidak memperhatikan fenomena tersebut karena memang tidak memperhatikan dengan baik. Justru menjelang malam ketika ayah Wilbert pulang dari tempat pekerjaannya baru menyadari bahwa roh Wilbert telah kembali memasuki tubuhnya.

Masih menggunakan pakaian kerja Gideon di songsong Wilbert di depan rumah. Ayahnya melihat dengan seksama dengan siapa ia berhadapan. Dengan tubuh anaknya itu pasti, tetapi dengan roh apa dan roh siapa ia berhadapan itu yang sedang digumuli Gideon. Dari berbagai pembicaraan dan perilaku Wilbert, si ayah sementara berkesimpulan bahwa ia sedang berhadapan dengan roh anaknya yaitu Wilbert.

Akhirnya Wilbert mengisahkan kejadian yang dialaminya. Demikian,
Pada tanggal 18 Juli 2005, kurang lebih pukul 11.30 saat itu bertepatan dengan waktu berangkat sekolah, roh saya diangkat oleh Roh Kudus. Kemudian saya uji Roh itu untuk memastikan apakah benar Roh Kudus atau iblis yang menyamar sebagai malaikat terang. Ternyata lulus dan saya meyakini bahwa saya diangkat oleh Roh Kudus asli.

Kemudian roh saya dibawa ke suatu tempat dimana sudah menunggu para setan-setan yang sudah siap berperang. Saya berdua dengan Roh Kudus segera terlibat dalam peperangan yang demikian seru dan dahsyat. Saat saya mulai lemah dan terdesak, Roh Kudus memberikan tenaga baru sehingga menjadi segar kembali. Saya berperang menggunakan pedang roh yang saya miliki yang masih berukuran sedang, belum begitu panjang. Dari hari ke hari setan semakin bertambah jumlahnya bahkan perkiraan saya jumlah mereka ribuan dan saya hanya berdua dengan Roh Kudus. Saya bisa non stop berperang sampai hari ke 12, dan pada hari berikutnya saya terdesak dan merasa sangat lelah sekali, tiba-tiba Roh Kudus meninggalkan saya seorang diri.

Saat itulah saya berteriak : “ Tuhan mau kemana ? “
Jawab –Nya : “ Ini semua sudah kehendak Allah Bapa, dan jadilah kehendak-Nya “ dan berbareng dengan itu saya tertangkap oleh setan-setan itu dan roh saya dibawa ke alam maut. Saya diletakkan ke dalam penjara khusus. Di tempat itu roh saya tidak di siksa, hanya tidak bisa bebas ke mana-mana dan tidak bisa komunikasi dengan siapapun kecuali dengan setan yang menjaga penjara itu. Kemudian roh saya berpesan pada jiwa saya, suatu pesan yang mungkin sangat pribadi, karena hanya orang yang percaya yang bisa mengerti tentang pesan itu. ( Pesan itu adalah : Memberitahukan orang yang percaya bahwa roh Wilbert akan pergi selama 1 bulan. 12 hari berperang dan 18 hari di penjara di alam maut, 1 hari pemulihan ).

Kemudian saya bertanya pada setan panjaga penjara :
“ Hai, setan ini bukankah alam maut ? “
Jawab setan : “ Iya “
“ Mengapa di sini sangat sepi ? “ kembali saya bertanya.
Jawabnya : “ Ini adalah tempat khusus untuk kamu “

Di penjara saya sangat lapar, kemudian saya ingat bahwa makanan roh adalah Firman Tuhan, kemudian saya mengingat Firman yang saya sudah hafal yaitu : Lukas 10:19, Wahyu 20:10 dan Yohanes 3:16 setelah itu barulah roh saya tidak lapar lagi.

Pada hari ke 18 saya dipenjara, saya melihat ada sinar yang sangat terang mendatangi saya. Saya yakin sekali bahwa itu adalah Roh Kudus. Setelah saya diajak keluar dari penjara, maka penghalang atau jeruji besi yang beberapa kali saya coba dobrak dan selalu tidak berhasil, ketika saya bersama Roh Kudus dengan mudah bisa menembus jeruji besi itu.

Setelah saya keluar dari penjara saya bertanya : “ Tuhan, kita mau pulang ? “
Jawab-Nya : “ Tidak, kita mau ke Taman Eden untuk memulihkan stamina kamu, “
Sesampai di sana saya langsung istirahat. Setelah selesai istirahat satu hari saya mau jalan-jalan, tetapi Tuhan berkata : “ Wil,.. saatnya pulang !” lalu rohku terangkat dan kembali ke tubuh saya pada hari Jum’at 19 Agustus 2005 pada pukul 15.00.

Demikian yang Wilbert alami dan diceritakan pada ayahnya.

Kemudian peristiwa apa yang mengikuti kejadian tersebut ? Semuanya serba membingungkan dan bahkan Gideon sendiri tidak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi. Ia mengenal anaknya dengan baik, mengenal kebiasaannya, mengenal kesukaannya bahkan mengenal bentuk tulisan tangannya. Ia tahu makanan apa yang Wilbert tidak suka, dan ia tahu bahwa kebiasaan Wilbert setelah makan adalah menjilati bekas makannya bila masih tersisa. Dan kebiasaan-kebiasaan itu dilakukan oleh Wilbert yang di klaim Wilbert bukan dia yang asli.

Gaya bicara, perilaku dan caranya berjalan, Gideon tahu persis sehingga ketika Wilbert mengatakan bahwa yang selama ini yang dibawa jalan ke neraka, ke alam maut, ke Firdaus Allah, ke Taman Eden dll., adalah bukan Wilbert yang sebenarnya, melainkan duplikat Wilbert, Gideon menjadi bingung dan tidak habis pikir. Secanggih inikah kepribadian seseorang bisa ditiru ? Bisakah seseorang memiliki dua kepribadian yang sama persis ? Apakah ia roh kembarnya Wilbert ?

Memang Wilbert menjelaskan bahwa roh duplikat Wilbert di ciptakan Tuhan sebagai wadah atau tempat Roh Kudus menjaga tubuh Wilbert dan juga wadah kalau tubuhnya dikehendaki Tuhan di tempati kuasa kegelapan untuk menguji keluarga di sini dan setelah tugas duplikat roh Wilbert selesai kemudian di hancurkan oleh Tuhan sendiri. Dan dalam ke tidak mengertiannya Gideon sempat merenungi kejadian yang dialami anaknya seraya berguman perlahan, “ Apa yang mustahil bagi Tuhan ? “

Hari pertama Wilbert kembali dari “ petualangannya “ ia tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya setelah tanggal 18 Juli 2005 sampai tanggal 19 Agustus 2005 pukul 14.59. Ia nampak sekali dalam keadaan bingung dan beberapa kali mengerutkan kening sepertinya berusaha mengingat-ingat sesuatu, namun tetap saja tidak ingat apapun kecuali ketika perang dan disekap di penjara ber hari-hari.

Beberapa kali ayahnya menceritakan peristiwa yang khusus menyangkut dirinya dengan seseorang terutama masa-masa yang dalam kondisi normal adalah menyenangkan dan mengesankan, misalnya ketika meminta Ribka menjadi pacarnya, dan pada hari yang sama bahkan diminta seseorang menjadi pacarnya, tetapi Wilbert tidak bisa menerimanya. Ia sama sekali tidak ingat apapun. Juga ketika begitu rajin saat pagi hari mengendarai motor Tiger ke rumah Stevanie maupun ke tempat Ribka, bahkan ketika memamerkan Ribka pada kawan sekolahnya yang bernama Matias, Wilbert kembali hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Juga saat pelepasan di GMII, juga tidak ingat sama sekali. Bahkan ia tidak mampu mengingat kalau pernah ke GMII. Ia tidak kenal Stevanie, dan tidak ingat kalau beberapa kali pernah ke rumahnya. Ia menjadi orang asing bagi lingkungan yang dikenal setelah tanggal 18 Juli 2005.

Sementara Wilbert mencoba menggali dan terus menggali memorinya yang “ hilang “ kira-kira pukul 21.00 selepas doa malam Samuel manifestasi kuasa kegelapan. Gideon segera siapkan pengaman. Dari mulut Samuel mulai keluar hujatan-hujatan dan tantangan yang langsung mengarah pada Tuhan Yesus sendiri. Segera Gideon, Yulia serta Wilbert mempersiapkan segala sesuatunya termasuk selendang untuk mengikat kedua tangan dan kakinya.

Gideon berusaha mengorek siapakah dibalik Samuel. Dari mana datangnya dan maksudnya apa. Tetapi ternyata tidak mudah untuk melakukannya. Disamping memang yang di sampaikan belum tentu sebuah kebenaran, bisa jadi roh tipu daya yang bisa membuat lebih runyam. Berbagai usaha dan upaya dilakukan untuk menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Belum juga berhasil. Kemudian mengundang kehadiran Roh Kudus dan juga malaikat Mikhael bahkan Tuhan Yesus Kristus, tetapi tetap juga belum berhasil, bahkan hujatan dan ucapan-ucapan tidak senonoh terlontar demikian mudah dari si setan melalui mulut Samuel.

Diminta mengatakan darah Yesus berulang-ulang, dan hal itu di ucapkan dengan lantang berkali-kali tanpa gentar sedikitpun sambil tertawa-tawa terus menantang Tuhan Yesus Kristus dan juga malaikat-malaikatnya. Kemudian di minta menyembah Tuhan Yesus Kristus, itupun dilakukannya dengan spontan dan tanpa ragu-ragu. Sampai Gideon bergidig mendengarnya. Ada setan yang tahan dengan darah Yesus, ada juga setan yang bersedia menyembah Tuhan Yesus Kristus. Kemudian Gideon menggunakan pedang roh. Itupun malahan di ejeknya, dan akhirnya Gideon berdoa beserta Yulia dan Wilbert, bertekuk lutut pada Tuhan Yesus Kristus untuk mengambil alih peperangan ini. Gideon memohon hikmat dan makrifat kepada Tuhan Yesus Kristus. Maka tergeraklah hati Gideon untuk menggunakan minyak urapan.

Pukul 24 sudah lewat, peperangan masih seru dan sangat menentukan. Tetapi tetap Darwanto yakin bahwa roh apapun di dunia ini sudah ditundukkan Tuhan Yesus Kristus. Maka diambilnyalah minyak zaitun sebagai minyak olesan. Kemudian diberkati di dalam nama Tuhan Yesus untuk mematahkan kuasa kegelapan yang membandel.

Selesai di doakan, melalui mulut Samuel, mulai setan berkomentar :
“ Saya sebentar lagi mau pergi,.. suasana ruangan ini mulai panas “
Berbareng dengan itu maka botol berisi minyak zaitun di alirkan ke kepala Samuel. Segera nampak reaksinya.

“ Ya,.. saya akan pergi,…., aduhhh kepalaku sakit sekali ada apa ini di kepalaku ? “ komentar si setan melalui mulut Samuel.

Samuel yang semula nampak ganas, mulai melemah dan nampak tidak berdaya serta lunglai. Ia merintih dan meminta agar ikatan kedua tangan dan kakinya di lepaskan. Segera itu di lakukan. Setelah bebas Samuel mengerang dan memegang kepalanya dengan merintih : “ Lepaskan, lepaskan, lepaskan “ demikian dikatakannya berulang-ulang sambil berjalan ke kamar mandi. Gideon mengikutinya dari belakang, ternyata sampai di kamar mandi Samuel membersihkan rambutnya dengan keramas, berulang-ulang. Setelah itu ia meminta agar ayahnya mencuci tangannya karena mengandung minyak olesan.

Saat itu Gideon dan juga Yulia menjadi bimbang dengan akibat minyak olesan yang diberikan pada kepala Samuel. Satu sisi setannya keluar, dan pada sisi lain Samuel mengalami penderitaan sakit kepala yang amat sangat. Akhirnya Gideon kembali berdoa kepada Tuhan yang menyatakan permohonan ampun apabila perbuatannya salah dan berdosa di mata Tuhan serta mendukakan Tuhan, serta mencabut pengaruh minyak zaitun di kepala anaknya kalau memang itu tidak Tuhan kehendaki di dalam nama Tuhan Yesus.

Tetap saja Samuel mengeluh kepalanya sangat pusing, akhirnya oleh ayahnya di papah dibawa ke tempat tidurnya. Di atas tempat tidur terus merintih kesakitan, sehingga ayah maupun ibunya menunggu di samping tempat tidurnya. Waktu sudah melewati pukul 01.00 Samuel masih terus merintih dan mengerang kesakitan. Dalam keadaannya yang demikian ia lontarkan kata-kata demikian : “ Gara-gara minyak olesan yang papah kasih maka kepala Samuel jadi sakit sekali, dan juga tangan Samuel menjadi sakit “

Akhirnya kembali Gideon dan Yulia berdoa kepada Tuhan Yesus agar menyingkapkan segala sesuatu yang sulit terpecahkan. Dan akhirnya Gideon katakan kepada Samuel :
“ Kalau di dalam tubuhmu tidak ada unsur kuasa kegelapan, maka diberikan minyak olesan berapapun tidak akan berpengaruh apapun, contohnya papamu ini, apakah tangan papamu luka ? “ demikian Gideon sampaikan pada anaknya. Ayahnya berhenti sejenak berbicara, Samuel nampak tercenung dengan kata-kata ayahnya. Kembali Gideon sampaikan :
“ Yang merasakan sakit di kepalamu dan juga ditanganmu adalah kuasa kegelapan yang masih bercokol di tempat itu. Bukan Samuel. Mau dibebaskan ? “
Samuel mengangguk perlahan.

Maka segera Gideon dan Yulia kembali berdoa memohon otoritas Tuhan Yesus Kristus untuk membebaskan Samuel dari belenggu kuasa kegelapan. Setelah selesai berdoa Rio segera mengomando papanya, untuk mengeluarkan berbagai bentuk kuasa kegelapan yang ada di tubuh Samuel. Suara Samuel kali ini tidak lagi lemah melainkan demikian tegas dan meyakinkan.

Mulai Samuel katakan :
“ Di punggung ada banyak paku,.. “ segera paku-paku dilepaskan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Maka setelah satu demi satu disebutkan apa dan di mana tempat kuasa kegelapan bersarang, maka segera dikeluarkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mulai dari punggung, kemudian perut, kaki, tangan, kepala, telinga, tulang ekor, dan ditempat-tempat yang lain.

Berbagai bentuk dan jenis di keluarkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Antara lain :
Roh buaya, roh gorilla, roh kingkong, ekor monyet, burung merak, kelinci, babi, tanda kebesaran kerajaan, pakaian perhiasan di dada, sumping pada kedua daun telinga, selubung kawat pada kedua kaki, gatot kaca ( otot kawat tulang besi ), candi borobudur, gelang pada lengan kaki kanan dan kiri, cincin pada jari-jari kaki dan tangan, antenna pada kepala, paku emas pada kedua kening, paku panjang pada punggung beberapa buah,

Roh kenajisan, zina, cabul, roh rakus, roh genit, kambing, ular berbagai ukuran, naga di punggung, kuda lumping, kotak peti, roh akar pahit, kesedihan, roh patah hati, dan berbagai benda-benda yang lain kesemuanya itu dicabut sampai ke akar-akarnya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Pukul 01.30 Samuel mengatakan selesai dan sudah habis semua.
“ Bagaimana kepalamu ? “ tanya ayahnya sambil tersenyum
“ Enak sekali, pusing dan sakit kepala hilang semua “ jawab Samuel juga sambil tersenyum

Terpujilah Tuhan yang senantiasa memberikan belas kasih-Nya pada anak-anak yang dikasihi-Nya. Dan pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Selalu tepat pada waktunya.

Dari peristiwa itu ada pergumulan di dalam hati Gideon. Khususnya mengenai penggunaan minyak olesan. Hanya hikmat dari Tuhan yang bisa singkapkan mana yang benar dan tepat khususnya mengenai minyak olesan. Samuel katakan, roh-roh itu bisa masuk ke dalam tubuhnya melalui minyak olesan yang di tuangkan di kepala Rio. Tetapi sementara ini Gideon menganggap sebaliknya.

Ketika Yulia mempersiapkan minyak olesan, roh-roh itu sudah berkomentar bahwa mereka akan pergi karena suasana dirumah sudah mulai panas. Ketika minyak olesan dituangkan di kepala Samuel, setanpun segera undur. Dan Samuel mulai sadar sekalipun dengan keluhan yang tidak masuk nalar sehat. Bagaimana mungkin Samuel katakan : “ lepaskan,…, lepaskan,…., lepaskan berulang – ulang. Apanya yang harus dilepaskan. Semua sudah dilepaskan termasuk ikatan kaki dan tangannya. Samuel tidak mau disentuh ayahnya sebelum ayahnya mencuci tangannya dengan sabun agar minyak olesannya hilang.

Gideon berpendapat, yang mengeluh lepaskan lepaskan berulang-ulang adalah kuasa kegelapan yang masih tersisa dan tidak ikut pergi bersama pimpinannya. Setan-setan itu berusaha gerilya dengan berbagai tipu daya.

Sisa malam dilalui Gideon dan istrinya dengan segera merebahkan tubuh mereka masing-masing di tempat pembaringan. Masihkah bisa bermimpi ?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.