o. Cermin yang retak,..

Saudara,…

Cermin Retak

cermin-retak1Rangkaian peristiwa yang kami alami,.. yang tertata tanpa sutradara seorang manusia,.. bagaikan cermin kehidupan yang retak. Sosok manusia lemah tanpa daya. Terperosok kedalam lembah yang kelam, dengan sedikit sinar harapan. Dan yang sedikit ini bukan tidak berarti apa-apa. Tetapi justru merupakan penerang yang menerangi jalannya, sekalipun dengan susah payah ia merangkak, dengan air mata ia bergeser dari lembah kehancuran menuju ke bukit kemenangan. Dengan luka-luka menganga ia tetap berjuang melawan serigala yang membabi buta. Dengan satu tujuan: Kemenangan.

Ada yang ia tangisi, ia sesalkan, dan ia syukuri. Ia menangis saat banyak pendapat yang mengatakan bahwa ia gila, bodoh, pembangkang, tidak menuruti nasehat dari mereka yang biasa memberikan nasehat, dan tidak bisa mengatur otaknya agar mengisi hidupnya dengan Roh Kudus dan menolak apapun dari kuasa kegelapan. Ia ingin lakukan itu semua,.. tetapi ia tidak bisa lakukan itu. Ia lelah. Terkulai. Tidak berdaya.

Ia sesalkan saat banyak pendapat yang mengatakan bahwa ialah trable maker, pembuat masalah, membuat repot banyak orang, menyusahkan banyak orang, terlalu memanjakan diri, bersikap pura-pura, tidak mau belajar. Sedangkan yang ia rasakan, dirinya hanyalah korban. Korban ulah orang dewasa yang egois, yang terlalu bangga dengan kedewasaannya, tanpa mau bercermin bahwa sebenarnya ia belum layak disebut dewasa. Bahwa sebenarnya ada cermin untuk mereka para orang dewasa yang lebih besar yang bisa mereka pergunakan, yaitu Alkitab.

Namun ia tetap bersyukur. Tangan Tuhan selalu tepat menggapai, saat ia ada ditebing kehancuran, saat ia akan memasukkan racun kedalam mulutnya, saat ia terperangkap masuk jebakan yang mematikan. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat bagi mereka yang hatinya senantiasa berpaut erat dengan Sang Pencipta di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Gideon kembali mengais kenangan yang mengubah hidupnya. Merenungkan sedalam-dalamnya apa yang dia alami akhir-akhir ini. Apa yang terjadi pada Samuel anaknya. Dan merenungkan apa rencana Allah bagi dirinya dan keluarganya.

Saudara,.. untuk lebih dalam mengetahui apa yang terjadi pada keluarga Gideon, lanjutkan dengan membuka ” Halaman ” bagian kanan atas dari nomor paling atas ke bawah.

Temukan berkat,.. diantara rangkaian kata dan kalimat serta kesimpulan yang memang tidak mudah diselami.

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.