Akhir September 2009.
Terjadi gempa dahsyat di Sumatera Barat ( 7,6 Skala Richter). Khususnya di Padang dan sekitarnya. Korban jatuh cukup banyak, baik yang luka berat, luka ringan sampai yang meninggal dunia. Sebelumnya juga terjadi gempa di Tasikmalaya, juga memakan korban yang cukup banyak. Demikian juga di daerah Jambi, terjadi gempa yang cukup besar.
Apa yang terjadi, merupakan bagian dari penggenapan akhir zaman. Hal ini menunjukkan juga betapa dunia sudah demikian rusak. Akhir zaman sudah di depan mata. Tinggal sesaat, tidak akan lama lagi. Ibarat bisul sebentar lagi akan pecah.
Andai kita bisa bertanya sesaat sebelum terjadi gempa, kepada mereka yang meninggal pada peristiwa itu. Tahukah engkau bahwa sebentar lagi engkau akan meninggalkan dunia ini ?. Jawabannya pasti mereka tidak tahu, bahkan tidak menyangka sama sekali. Kembali kalau kita bisa bertanya. Siapkah engkau menghadapi kematian ?. Tahukah kemana engkau pergi setelah kematian itu datang ?.
Miris dan sedih serta ironis ketika mereka hanya menjawab tidak tahu.
Saudara,.. hidup bukanlah situasi yang bisa dipermainkan. Hidup ini bukan permainan, hidup bukanlah perjudian, hidup tidak bisa diulang, hidup adalah kesempatan emas untuk meraih kemenangan. Menang melawan kuasa setan-setan, menang atas dosa, menang atas keinginan daging, menang atas tipu daya setan yang menyesatkan. Kemenangan bisa kita raih, ketika menggunakan kekuatan dari Tuhan Yesus Kristus. Kekuatan itu bisa kita dapatkan ketika kita hidup di dalam Dia, hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tanpa itu, kemenangan tidak pernah bisa diraih. Fatal akibatnya. Sengsara di api neraka selama-lamanya.
Ada yang membedakan antara mereka yang menjadi milik Kristus dan mereka yang memang tidak mau menjadi milik Kristus. Yang menjadi milik Kristus memiliki ciri khas mau berubah, mau menyadari bahwa tanpa Tuhan Yesus ia tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga ia percaya bahwa Tuhan Yesuslah satu-satunya yang bisa menyelamatkannya. Milik Kristus mau meninggalkan manusia yang lama, dan melakukan perubahan sebagai manusia yang diperbaharui oleh Tuhan Yesus Kristus. Yang tidak mau diselamatkan, otomatis bukanlah milik Kristus Yesus, ia tidak mau berubah, tetap menyukai dosa, menyukai keinginan daging, jauh dari pertobatan, jauh dari kekudusan dan tidak peduli apa kata firman Tuhan. Dia tidak peduli kapan ia mati, dengan cara apa ia mati, yang ia kejar hanya keinginan daging. Ia tidak peduli kemana setelah ia mati, karena mata hatinya sudah ditutup oleh iblis.
Belum terlambat kita ingat kepada mereka semua. Kita berdoa bagi mereka agar hidupnya tidak menjadi sia-sia. Kita berdoa agar ada kesempatan bertobat.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.