s. Perang roh kian nyata,..

Saat – saat Gideon terombang ambing kian kemari, ada rekan kerjanya sekaligus sahabat ketika di SMP dahulu, menceritakan pengalaman kepercayaannya kepada Gideon. Istrinya divonis oleh dokter, menderita penyakit LUPUS, tetapi akhirnya penyakit yang oleh dokter dikatakan tidak ada obatnya, ternyata bisa sembuh total bahkan Tuhan telah mengaruniakan anak yang ke dua.

Gideon memperhatikan dengan cermat apa yang di kisahkan sahabatnya, dan ternyata tertarik sekali, sehingga timbul hasrat menceritakan perihal anaknya yang senantiasa ada dalam pergulatan roh. Kawan Gideon yaitu PT, merasa iba dan menaruh belas kasihan kepada anak Gideon sehingga ia berjanji akan mengatur waktunya agar Samuel bisa disembuhkan secara sempurna.

Namun sebelum Samuel di bawa ke rumah kawannya, Gideon ingin tahu terlebih dahulu, kesembuhan macam apa untuk Samuel. Dan dengan kekuatan / roh apakah yang bisa menyembuhkan istri kawan Gideon. Sebab Gideon teringat 1 Yohanes 4 : 1 – 3

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi keseluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah ; setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ia sudah ada di dalam dunia

Ada doktrin yang Gideon anut sejak awal ia menyadari ke kristenannya, dimana di doktrin bahwa hanya Rasul saja lah yang mempunyai wewenang memberikan Roh Kudus melalui tumpangan tangan, tentu saja kecuali beberapa orang yang memang dikehendaki Tuhan untuk dibaptis dengan Roh Kudus oleh Tuhan sendiri. Hal ini membawa pergumulan yang panjang. Benarkah demikian ?. ( Bandingkan dengan Lukas 11:13 ~> Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”).

Kemudian Gideon ditunjukkan pada Alkitab Kisah Para Rasul 2 : 17-18

Akan tetapi terjadi pada hari-hari terakhir demikian firman Allah – bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku keatas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat ; dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, Juga keatas hamba-hambaKu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat

Demikianlah maka kira-kira pada pertengahan Agustus 2004 yang lalu, Gideon berkunjung kerumah PT, kawannya, disana Gideon diperkenalkan dengan suami-istri yang ternyata adalah om dan tante kawan Gideon. Terjadilah shering atau tukar pendapat mengenai banyak hal. Termasuk kesembuhan dari Tuhan Yesus Kristus. Disitu disediakan lembaran lembaran nyanyian dan Alkitab.

Banyak pengalaman-pengalaman kepercayaan atau kesaksian – kesaksian dikisahkan kepada Gideon, dan juga kisah proses bagaimana om Joko ( biasa kawan Gideon memanggil ) yang tadinya adalah penganut berbagai ilmu yang berasal dari kuasa kegelapan, menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus. Dan istri bapak Joko yang semula adalah dari kalangan mayoritas, serta biasa melayani budenya yang sering menggunakan roh-roh kegelapan untuk beberapa pekerjaannya.

Banyak kisah pribadi yang sangat menarik sehingga setelah menyanyikan lagu puji pujian dilanjutkan dengan doa bersama dan juga pembacaan firman dari Alkitab. Saat itu juga Gideon terdorong mohon doa pelepasan. Gideon ingin tubuhnya sebagai bait Allah menjadi kudus, sehingga ia mau tubuh, jiwa serta rohnya bersih.

Dan permohonan Gideon mendapatkan perkenan Tuhan untuk melaksakannya. Melalui penglihatan roh istri kawan Gideon, ternyata ada banyak roh jahat keluar dari tubuh Gideon. Diantaranya, manusia berkepala babi, manusia bertopeng dan seorang perempuan dan beberapa binatang kecil-kecil keluar dari tubuh Gideon. Saat ditanyakan dari mana datangnya roh-roh tersebut ? Mendapat jawaban dari ibu Joko, besar kemungkinan didapatkannya ketika ke alternatif, mengantar orang ke alternatif dan bisa juga dari kutuk nenek moyang yang notabene tanpa kita ketahui sebelumnya.

Dan Gideon kemudian ingat ketika akan merantau ke Jakarta 28 tahun yang lalu, dia diajak ke rumah anak buah ayahnya yang bernama pak Dirdjo. Waktu itu Gideon masih remaja dan akan merantau ke Jakarta. Kepada Gideon diberikan air putih yang telah di doakan oleh pak Dirdjo. Gideon tidak tahu kepada siapa orang itu berdoa. Yang ia masih ingat adalah dia belum mengenal Tuhan Yesus Kristus. Gideon diminta minum air itu untuk keselamatan katanya. Ini terjadi lebih dari 28 tahun yang lalu. Kakek Gideon dari ibunya belum menjadi anak Allah, dan ia pun tidak tahu apakah sekarang masih hidup atau sudah masuk ke alam barzah.

Pada hari ketika Gideon mendapat pelayanan dari tante Joko dan om Joko, adalah hari kelepasan Gideon dari roh-roh yang selama ini menempel ditubuhnya. Dan Gideon merasakan adanya perubahan yang sangat signifikan. Dan malam itu juga diajarkan kepada Gideon bagaimana melaksanakan doa peperangan, penyembahan dan cara mengalahkan kuasa-kuasa kegelapan. Saat itu memang hati Gideon agak gundah gulana, satu sisi ia senang jiwanya terlepas dari ikatan kuasa kegelapan, tetapi pada sisi lain khawatir kalau-kalau jalan yang ditempuhnya, bukanlah jalanNya.

Tetapi akhirnya Gideon tetapkan hati untuk membawa Samuel anaknya pada pelayanan hamba Tuhan yang telah melepaskannya dari belenggu kuasa kegelapan. Dalam hati Gideon, ia memohon pada Tuhan kalau memang ini bukan jalan Tuhan biarlah anaknya tidak sembuh. Tetapi kalau Tuhan sendiri yang berkarya didalam diri beliau suami istri, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. So’al Tuhan akan mengutus siapa terserah Tuhan demikian kata Gideon dalam hati. Bukankah dalam Bilangan 22 : 21 – 35 juga Tuhan bisa membuat keledai berbicara kepada manusia ?

Juga di singgung mengenai tanda-tanda orang percaya seperti yang tertulis dalam Alkitab Perjanjian Baru yaitu pada Markus 16 : 17-18

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya : mereka akan mengusir setan – setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka ; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh “.

Seminggu kemudian Gideon membawa Samuel anaknya ke dalam persekutuan doa pada alamat yang sama. Oleh orang yang sama yang telah melepaskan Gideon dari roh-roh kegelapan. Dan setelah dilakukan doa pelepasan, istri kawan Gideon melihat ada roh berujud seorang wanita keluar dari tubuh Samuel. Dan Samuel nampak lebih segar dan merasa sudah pulih lagi seperti sedia kala.

Demikian yang terjadi sebenarnya sepanjang ingatan Gideon. Samuel telah menemukan kesehatannya kembali dengan baik, bahkan pada awal bulan Oktober 2004 belum lama ini seorang diri ke Semarang menemui kakek dan neneknya dengan menggunakan kereta api.
Ketika malam harinya Gideon menghubungi mertuanya di Semarang mengecek kondisi Samuel. Sepertinya ada keraguan bapak dan ibu mertuanya tentang kesembuhan Samuel cucu pertamanya. Apakah benar-benar sudah sembuh ?

Bapak mertuanya sempat berpesan kepada Gideon : “ tolong nak,.., bapak hanya urun rembug,. Coba dipikirkan masa depan Samuel, mengingat dia sudah tumbuh dewasa, dimana sesuai dengan kodratnya akan memiliki keinginan untuk memiliki pacar. Tetapi kalau Samuel tetap dalam kondisi seperti sekarang ini akan sulit bagi lawan jenisnya untuk menyukainya. Dan kemudian Gideon katakan bahwa ia menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan, karena ia mempercayai bahwa Tuhan pasti memiliki rencana lain untuk masa depan Samuel. Dan rencana Tuhan untuk Samuel pasti yang terbaik untuk masa depannya. Iman yang paling penting demikian pikir Gideon.

Bahkan Samuel memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki SIM C. Dan hal ini segera terealisir, dan sudah berani membawa motor ke rumah om-nya di Perumahan Duren Jaya Bekasi.

Tetapi sungguh Gideon sulit memahami apa rencana Tuhan untuk Samuel.
Dia yang semula sudah terbebas dari gangguan roh-roh kegelapan, beberapa hari yang lalu menurut penuturannya ketika bersepeda menabrak 3 jin dipinggir jalan. Dan ketika Gideon pulang dari bepergian ia merasa ada sesuatu yang aneh pada Samuel anaknya.

Samuel tegak berdiri mematung di depan pintu sehingga ketika mamanya akan lewat terhalangi. Ia dorong anaknya, dan kemudian Samuel berjalan seperti robot menyandarkan wajahnya pada sisi bupet ruang tamu. Gideon melihat anaknya mencengkeram sisi bupet sambil mencakar dan menggeram.

Saat itu Gideon sedang makan, sehingga dia tidak lakukan apapun sampai selesai ia makan.
Dan setelah selesai makan, Gideon menghampiri anaknya dan sambil memohon kepada Tuhan di dalam hati, ia membawa anaknya ke dalam kamar, ternyata Samuel tidak melakukan perlawan sama sekali. Dan didalam kamar Gideon berdoa secara khusus bahkan telah lebih lengkap dalam perbendaharaan doanya. Tidak lama kemudian gangguan lenyap sama sekali, dan Samuel menceritakan bahwa siang tadi ia baru saja menabrak jin. Dan ia mengatakan bahwa roh yang memasuki tubuhnya adalah siluman harimau. Mungkin ini ada benarnya karena manifestasi saat didalam tubuh Samuel gerakan tangannya mencakar-cakar seperti harimau.
( Pada bagian lain tulisan ini, di jelaskan bahwa roh harimau berasal dari karuhun dari pihak istri yang merasa cocok tinggal di lutut Samuel – akibat kutuk dari garis keturunan nenek moyang )

Kejadian itu kembali terjadi pada hari Sabtu 9 Oktober 2004 kira-kira jam 18.00 , dan pada hari Minggu keesokan harinya, saat berdoa didalam kebaktian, tempat duduk Gideon berdampingan dengan Samuel, tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang menimpa badannya, spontanitas Gideon buka mata ternyata anaknya pingsan dan tubuhnya menimpa badan Gideon. Segera ia bantu anaknya, dan didalam doa sidang, Gideon berdoa sendiri mengusir roh-kegelapan. Tidak lama kemudian Samuel tersadar, menceritakan bahwa rohnya ditarik-tarik oleh roh kegelapan.

Pada kebaktian hari Rabu sore/malam tanggal 14 Oktober 2004. Gideon duduk paling belakang. Saat doa pembukaan, kembali Samuel menunjukkan tanda-tanda mendapat serangan. Saat itu pula Samuel dibimbing ayahnya ke kamar kecil. Di dalam kamar kecil ayahnya berdoa secara khusus. Membebaskan Samuel anaknya dari cengkeraman kuasa kegelapan.

Setelah Samuel terbebas dari serangan, ayahnya membawa kembali ke ruang kebaktian dan mengikuti sampai akhir kebaktian tanpa ada gangguan.

Hari Jumat malam Gideon mengikuti persekutuan doa malam dirumah PT sahabatnya. Samuel dibawa serta. Kira-kira jam 22.00 Darwanto sampai ditempat tujuan. Disepanjang perjalanan, Gideon merasakan bahwa sudah ada yang mengganggu anaknya. Dan ketika masuk dalam doa pelepasan, Samuel yang semula ikut berdiri mendadak jatuh berlutut dengan lutut membentur lantai, kemudian jatuh terlentang kebelakang. Tidak lama kemudian ia tersadar dan bersama dengan yang lain ikut menaikkan puji-pujian.

Minggu pagi berikutnya yaitu 17 Oktober 2004, sebelum berangkat ke gereja, Gideon melakukan doa bersama terlebih dahulu dan mohon urapan darah Tuhan Yesus Kristus dan permohonan agar Roh Kudus berkenan membungkus rapat-rapat Samuel agar tidak ada celah sedikitpun bagi kuasa kegelapan mengganggu ibadah di dalam gereja nanti. Hari itu Samuel menggunakan sepeda motor dan membonceng kedua adiknya. Mereka berangkat lebih pagi karena Samuel ikut pelajaran konfirmasi, adiknya sekolah agama dan adiknya lagi sekolah minggu. Sedangkan Gideon dan istri serta anaknya yang paling kecil berangkat agak siang.

Kebaktian dimulai jam 10.00 pagi. Setelah nyanyian pembukaan maka dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh gembala sidang. Namun tidak lama kemudian Gideon merasakan bahwa Samuel kembali mendapat serangan. Setelah pembacaan nats dari alkitab, Samuel mulai bermanifestasi dengan cara yang khas yaitu kedua telapak tangan dikepalkan kuat-kuat, mata menatap liar, sulit diajak berkomunikasi, terkadang mata dipejamkan kuat-kuat dan terkadang menghentak-hentakan kakinya.. Istri Gideon-pun yang duduk tidak jauh dari tempat duduk Samuel ikut memegang tangan anaknya. ( Saat istri Gideon memegang tangan anaknya terasa sekali bulu kuduknya berdiri/merinding )

Gideon mengadakan perlawanan dan berdoa dalam hati, namun tetap tidak mau pergi, tiba-tiba ia minta diantar ke kamar kecil mau kencing. Kemudian Gideon membimbingnya bangkit berdiri. Sesampai di bagian belakang deretan tempat duduk, seorang saudara gereja membantu membimbing Samuel ke kamar kecil, tetapi setelah keluar ruangan Gideon mohon ijin pada seorang hamba Allah (Diaken T), agar bisa menggunakan ruang Imam untuk Samuel. ( Dalam perjalanan ke ruang imam saudara tersebut menanyakan kepada Gideon : “ Tadi waktu kesini pakai motor ? “ . Gideon mengangguk, karena memang anaknya saat berangkat membonceng kedua adiknya. )

Diaken T. mengijinkan, bahkan ikut bersama Gideon keruang Iman. Sesampai di ruang imam, Samuel kami dudukkan pada sebuah kursi. Kemudian dengan hati – hati Gideon setulusnya memohon Diaken T. berkenan mendoakan anaknya yaitu Samuel, namun beliau menjawab : “ nanti saja tunggu penghantar “. Dan tiba-tiba hati Gideon tergerak untuk tumpang tangan ke dahi anaknya dan langsung berdoa dengan sungguh sungguh.

Diawali dengan ungkapan rasa syukur, Gideon mohon otoritas Bapa Surgawi untuk mengikat, mematahkan dan menghancurkan kuasa-kuasa kegelapan dan mengusir keluar segera kuasa kegelapan dari anaknya. Telinga Gideon mendengar dari mulut anaknya teriakan : panas, aduh, panas. ( Perihal ini bisa dikonfirmasikan pada Diaken T dan seorang saudara yang ikut mengantar Samuel ke dalam ruang imam. )

Dan tidak lama kemudian semuanya menjadi hening dan setelah doa selesai, Gideon dapatkan anaknya telah kembali sadar. Samuel yang seperti baru bangun tidur, bertanya :
“ Lho, kok ada disini ?,” Secara singkat Gideon jelaskan kepada anaknya apa yang terjadi. Gideon bersyukur kepada Tuhan Yesus atas pertolonganNya. Dan kembali Gideon mengikuti kebaktian sampai selesai dengan baik. Samuel bisa ambil roti perjamuan ke depan, dan pulang kembali kerumah dengan selamat tanpa ada gangguan apapun.

Dalam hati Gideon berkecamuk pertanyaan tidak menentu atas kejadian saat di gereja. Mengapa seorang hamba Allah tidak berkenan berdoa untuk Samuel anaknya ? Untuk berdoa saja mengapa harus tunggu penghantarnya ?. Bukankah berdoa adalah percakapan antara anak Allah dan Bapanya yang ada di sorga ?. Apakah memang tidak memiliki keberanian untuk melawan kuasa kegelapan ?. Dimana Roh Kudus di dalam dirinya saat itu ?. Sejak kapan Roh Kudus takut melawan kuasa kegelapan ?,.. atau kalau ragu-ragu mengapa tidak memohon hikmat kepada Tuhan terlebih dahulu ? Atau apakah menganggap Samuel mendapat gangguan kejiwaan ?. Atau memang tidak peka dan tidak siap menghadapi peperangan dengan kuasa kegelapan ?. Atau memang tidak pernah memahami dan mengenali tanda-tanda yang menyertai orang yang percaya. ? Mengapa begitu sering saat di gerejapun kuasa kegelapan bisa menyerang Samuel ?. Apa sebenarnya rencana Tuhan untuk dirinya sekeluarga sehingga sepertinya ujian silih berganti tiada henti. ?. Akhirnya Gideon merenungkannya sepanjang perjalanan bahkan saat sampai dirumahpun ia masih mencari jawaban. Hatinya pedih, menjerit kepada Bapa di Surga, memohon belas kasihNya.

Sampai kapan ini akan berakhir ?….
Ikuti terus selanjutnya,…..
Tuhan Yesus memberkati.

Satu Tanggapan

  1. Tolong aku saat ini dan detik ini amat sangat membutuhkan hamba Tuhan yang berkenan untuk dimintai tolong doa pelepasan dan ini sangat mendesak. Kasih tau aku alamat lengkap bapak Gideon

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.