Sore hari kira-kira jam 19.00 ketika anak- anak selesai belajar, Gideon lihat Samuel membawa Alkitab dan sebuah buku catatan. Ketika itu ayahnya sedang menonton TV. Gideon lihat Samuel sedang berdoa. Tetapi setelah berdoa cukup lama Samuel menampakan gejala mendapat serangan kembali. Kembali Gideon lakukan doa dengan tumpang tangan menolak kuasa kegelapan ke dahi Samuel. Dan segera Samuel sadar kembali.
Kemudian Gideon mengumpulkan anak-anak dan juga istrinya untuk berbincang-bincang mengenai kondisi terakhir Samuel anak pertamanya. Dan kemudian Gideon menyampaikan pendapat, bahwa sekalipun sudah dibungkus rapat-rapat oleh darah Tuhan Yesus Kristus tetap bisa ditembus oleh dua unsur. Yang pertama yang bisa menembus adalah diri sendiri yang senantiasa keluar dari bungkusan Ilahi, yang senantiasa membuka diri terhadap kuasa kegelapan. Yang kedua adalah kehendak Tuhan sendiri. Tuhan mempunyai maksud-maksud tertentu dimana kita semua belum mampu memahami.
Untuk kemungkinan yang kedua Gideon bertanya-tanya apa maksud Tuhan atas kejadian ini semua. Dan sewaktu Gideon memperbincangkan apa kehendak Tuhan untuk keluarganya, tiba-tiba telpon berdering dan Samuel mengangkat telepon yang ternyata dari dari adik ayahnya yaitu H.E. di Magelang. Langsung telepon diberikan kepada ayahnya, ternyata ada berita yang sangat menggemparkan keluarga Samuel. H.E menyampaikan berita yang mengagetkan dengan sangat antusias, bersemangat berapi-api dan sangat jelas. Demikian kira-kira percakapan antara Samuel dan H.E adiknya di Magelang..
“ Mas,.. Tuhan Yesus sekarang ada dirumah kami. Fetra ( anak ke 2 nya yang berusia kira-kira 9 tahun ) mendapat karunia melihat dan berbincang bincang dengan Tuhan Yesus Kristus “
“ Bagaimana bisa tahu itu Tuhan Yesus “
“ Fetra tiba-tiba terkejut melihat sinar yang sangat terang ada didekatnya. Spontan tangannya menutupi kedua matanya karena silau. Tiba-tiba Fetra merasakan ada tangan yang mengurapi
wajahnya sehingga ia bisa melihat sosok sinar dengan jelas. Fetra melihat jubah Tuhan Yesus kecuali wajahNya. Fetra bahkan bisa berkomunikasi dengan Tuhan Yesus bahkan kadang-kadang digunakan sebagai mulut Tuhan Yesus Kristus.”
“ Sekarang masih ? “
“ Masih, dan Fetra masih terus berbincang dengan Tuhan Yesus, dan kalau mas Gideon mau menanyakan tentang apa saja pada Tuhan Yesus silakan saja. “
“ Tolong tanyakan bagaimana bapak kita di alam sana. “ ( ayah Gideon telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu ).
“ Bapak ada di Sorga ( Firdaus Allah,..) hanya ibu masih di alam maut “
“ Apakah Ibu bisa ditarik agar bisa bersama-sama dengan bapak ? “
“ Tadi sudah saya tanyakan kepada Tuhan Yesus mengenai ibu,. Ternyata saat ibu meninggalkan kita masih ada beberapa susuk yang belum dilepaskan. Ada di rambut, disebelah
kaki, dan di tempat yang dirahasiakan. Dan Tuhan Yesus mengatakan pula bahwa kalau anak-anaknya berada di jalan Tuhan, bersatu didalam doa disertai puasa dari jam 22.00 sampai
18.00 ke esokan harinya hanya boleh minum air putih saja. Artinya jam 18.00 s/d jam 22.00 boleh makan seperti biasa maka besar kemungkinan ibu berkumpul dengan bapak “
“ Tolong tanyakan nasib anak kami yang keguguran beberapa tahun yang lalu yang kami namakan Desi Pramudyawardhani “ ?
“ Tuhan, kakak kami menanyakan tentang anaknya yang bernama Desi Pramudyawardhani ada dimana sekarang ? “
Dari gagang telepon Gideon mendengar bahwa Fetra menjawab dengan lantang : “Ya sudah di Surga “( Firdaus Allah )
“ Tolong tanyakan pula bagaimana anak pertama Andi yaitu Hans ? “
“ Tuhan bagaimana keadaan anak adik kami Andi yang bernama Hans “ ?
Kembali Gideon mendengar suara Fetra mengatakan : “ Ya di Surga ( firdaus Allah ).
“ Mas,.. tadi Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan berada disini sampai jam 11 malam “
“ Apakah bisa memohon agar mampir ke rumah saya ? “ Gideon memohon.
Gideon mendengar adiknya menanyakan kepada Tuhan. “Tuhan, kakak saya mohon, apakah bisa nanti sesudah dari sini mampir ke tempat kakak saya “ Ada jawaban sayup-sayup.
“ Mas, Tuhan mengatakan bisa, tetapi belum tentu ada yang bisa melihat, akan tetapi paling tidak akan ada yang bisa merasakan kehadiran Tuhan “
“ Terimakasih, tolong tanyakan pada Tuhan apakah jalan yang selama kami tempuh dan jalani apakah sudah benar ? “
Terdengar dari gagang telepon adik Gideon menanyakan pada Tuhan atas pertanyaan kakaknya. Kemudian, “ Mas, berita sangat menggembirakan, Tuhan mengatakan bahwa keluarga saya dan keluarga mas sudah diselamatkan. Keluarga kita terlebih dahulu diselamatkan diantara saudara-saudara kita yang lain.” ( Gideon memiliki 5 bersaudara yang masih hidup. )
Mas BD di Jogja dan keluarganya bisa diselamatkan sepanjang bertobat dari banyak hal yang tidak diperkenankan oleh Tuhan, untuk RR. dan keluarganya bisa juga diselamatkan sepanjang bisa mengalahkan kesombongannya, untuk Andi dan keluarganya juga bisa diselamatkan sepanjang membuang jin dan berhala didalam kehidupannya, bertobat kepada Tuhan dan menyesuaikan perilakunya dengan kehendak Tuhan. “
Kemudian Samuel ingin berbincang dengan omnya untuk menanyakan kondisi kesehatannya.
“ Om,. Tolong tanyakan pada Tuhan Yesus, agar saya tidak diganggu oleh kuasa – kegelapan “
Tidak lama kemudian mendapat jawaban : “ Adakan doa pelepasan kuasa kegelapan, urapi dengan minyak urapan, dan kamu harus memiliki iman yang kuat, rajin membaca firman Tuhan, menghormati kedua orang tuanmu, berusaha menjalankan hukum 10 perkara, tidak membaca hal-hal yang bisa membuat dosa perzinahan, tidak melihat film setan, tidak diperkenankan main game, sering memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan. “
Kemudian istri Gideon-pun tergerak ingin menanyakan sesuatu melalui telepon.
“ Dik, tolong tanyakan kepada Tuhan Yesus bagaimana caranya agar persendian yang akhir-akhir ini sering menyerang persendian kaki, punggung dan kedua lengan tangan bisa sembuh “
Kemudian mendapat jawaban : “ Dengan iman, dan minyak urapan “
Setelah istri Gideon selesai berbicara, suaminya menanyakan mengenai gereja mana yang dibenarkan Tuhan,
“ Soal gereja mana tidak menjadi sebab, yang penting tidak menyimpang dari jalan Tuhan, tidak
menyimpang dari Alkitab demikian jawaban Tuhan mengenai gereja.”
“ Mengenai G. K. B ? “
“ Tidak semuanya benar, ada beberapa penyelewengan, dan Tuhan Yesus mengatakan yang paling sulit adalah menyadarkan Rs. A “
“ Mengenai kebaktian istimewa bagi mereka yang di alam barzah ? “
“ Prakarsa itu dari Tuhan Yesus sendiri,. Tetapi dalam implementasinya terkadang terjadi penyimpangan, terutama kalau yang memimpin Rs. A “
“ Jadi G. K. B jalan terus “
“ Ya, tetapi sekarang memiliki misi untuk menyelamatkan banyak orang yang masih dalam keadaan belum terselamatkan “
Setelah hubungan tilpon ditutup dengan pesan kalau ada perkembangan baru agar segera menghubungi, Gideon bersama seluruh keluarga mempersiapkan diri menerima kunjungan Tuhan Yesus Kristus ke rumah. Gideon buka dengan doa ucap syukur kepada Tuhan Yesus, membuka hati untuk kunjungan Tuhan Yesus, dan keluarga ini mulai menaikkan nyanyian puji-pujian. Gideon teringat mengenai minyak urapan.
Maka secara sederhana Gideon persiapkan minyak urapan sebagai sarana yang akan di pergunakan untuk berbagai keperluan. Setelah doa dan mohon kepada Tuhan agar bisa menggunakan minyak yang demikian sederhana menjadi minyak urapan, maka satu demi satu anak-anak Gideon, di olesi pada dahinya dengan minyak urapan.
Sebelumnya Gideon terlebih dahulu memberikan minyak urapan pada anaknya yang pertama yaitu Samuel agar membungkus rapat-rapat dengan darah Tuhan Yesus Kristus, agar tiada celah bagi kuasa kegelapan untuk masuk kedalam tubuh dan jiwanya. Kemudian memberikan minyak urapan pula dan mengoles pada bagian-bagian tubuh yang sakit dari istrinya.
Setelah selesai dengan minyak urapan, di lanjutkan dengan menaikkan puji-pujian, dan kira-kira jam 20.45 tilpon berdering. Setelah di angkat ternyata dari adik Gideon yaitu H.E dari Magelang. Mengatakan bahwa Fetra telah memohon kepada Tuhan Yesus agar waktu kunjungan ke rumah pak-de nya diajukan menjadi jam 21.15. Dan Tuhan Yesus mengabulkan permohonan Fetra. Sehingga tepat pada waktu jam 21.15 dengan menggunakan Kereta berkuda dari Surga ( dilihat oleh Fetra dan menuangkan kedalam ilustrasi gambar ) Tuhan Yesus menghampiri rumah Gideon.
Sebelum Gideon merasakan kehadiran Tuhan Yesus, terlebih dahulu Samuel mengatakan bahwa tubuhnya akan dipinjam oleh Rasul Yohanes yang mengatakan bahwa sebentar lagi Tuhan Yesus akan sampai ditempat ini. Sebelum Rasul Yohanes menggunakan tubuh Samuel maka ada suara melalui mulut Samuel yang memohon ijin terlebih dahulu kepada orang tuanya, dan Gideon katakan ya, maka segera terlihat gaya bicara Samuel menjadi berubah. Lembut tetapi jelas terdengar dan berwibawa. Suara yang terdengar adalah suara Samuel tetapi gaya bicara dan isi pembicaraan yang disampaikan tidak b i a s a terdengar. Sehingga ayahnyapun merasakan pula bahwa sepertinya Rasul Yohanes mendahului Tuhan Yesus datang ke rumahnya .
Sayang Gideon tidak memiliki alat rekam, sehingga dia agak sulit menyatakan disini apa yang disampaikan, tetapi kira-kira adalah pesan agar memperkuat iman, membersihkan diri dari dendam dan agar saling mengasihi, agar mempersiapkan diri karena sebentar lagi Tuhan Yesus akan hadir dirumah ini. Tidak lama kemudian Samuel didalam Roh melihat ada sinar terang didekat pintu depan dan Samuel menanyakan apakah itu Tuhan Yesus ? Yang kemudian dijawab, ya Akulah Yesus anak Daud, dan tangan kanan Samuel ditinggikan dalam posisi memberikati keluarga Gideon, dan dari mulut Samuel, Gideon mendengar bahwa Tuhan Yesus sudah hadir dan akan berbicara menggunakan Samuel, menyapa dengan lembut, “ Selamat malam keluarga Gideon. Ya Rasul Yohanes telah berada disini mendahului Aku. Kalian akan senantiasa dijaga, dan mengenai Samuel jangan khawatir karena Roh Kudus akan senantiasa melindungi dan membimbingnya. Tentang adikmu Andi ingatkan dia agar membuang berhala-berhala agar jiwanya diselamatkan dan untuk Samuel juga perkuat iman, hormati orang tua, perbanyak membaca Alkitab dan seringlah menaikkan puji pujian.
Demikian dan Aku akan kembali kepada BapaKu, biarlah Rasul Yohanes membimbing kalian disini, Aku akan pergi terlebih dahulu, selamat malam.
Dan seketika itu pula gaya bicara Samuel persis seperti ketika digunakan Rasul Yohanes, katanya, “ besok jam 19.00 agar berkumpul dirumah adikmu Andi.”
Dan Samuel kembali pada dirinya sendiri sambil berkata :” Wah, indah sekali pah, bahagia sekali, tadi ada Tuhan Yesus disebelah Samuel dan tumpang tangan di kepala saya. Dan tadi juga Rasul Yohanes berpesan agar kita menuruti hukum – hukum Tuhan, sering membaca alkitab, dan adik-adik tidak boleh main game, nonton film dewasa, dan film setan, serta harus menghormati orang tua “.
Malam itu Gideon lalui dengan kebahagiaan yang demikian besar, dia tidak henti-hentinya membicarakan kejadian yang baru saja dia alami, ia sangat bersyukur atas limpahan karunia yang sangat indah dan menakjubkan. Tiba-tiba tilpon berdering, ada khabar dari H.E, adik Gideon di Magelang, mengatakan bahwa Tuhan Yesus berjanji akan membawanya dan anaknya Fetra melihar Surga ( Firdaus Allah ) dalam waktu dekat. Kemudian ia menceritakan pula ketika mengadakan doa pelepasan istrinya.
Dalam penglihatan Fetra, Fetra melihat ada ular besar di dalam perut ibunya, ular yang sangat besar. Ketika dilakukan doa pelepasan, tiba-tiba keluar kepala si ular yang lantas ditarik keluar oleh H.E, ditarik dan dikeluarkan dan dilempar dan minta agar malaikat melemparnya kedalam jurang maut, yang ternyata panjangnya lebih panjang dari panjang rumahnya.
Kemudian pada saat mohon urapan air surgawi memenuhi tubuh istrinya, Fetra diberikan penglihatan bahwa aliran air berhenti sampai diatas mata kaki, tidak langsung memenuhi kakinya. Kemudian ditanyakan kepada Tuhan, mengapa kakinya tidak teraliri air ?. Tuhan mengatakan bahwa di kaki ada dua ular kecil yaitu anak ular besar yang telah dikeluarkan.
Kemudian H.E. memohon urapan api dari sorga bagi bagian kaki yang di dalamnya ada ularnya. Ketika ditanyakan mengapa tidak mau keluar, si ular menjawab, “ kami ingin keluar tetapi kami lewat mana, karena diatas ada air dan dibawah ada api. Maka untuk mengeluarkan ular-ular itu ia berdoa membuka urapan api di kaki istrinya dan segera meminta ular segera keluar. Dan setelah diperintahkan keluar, maka segera di ikat dan dilemparkan ke tempat ibunya sekarang.
Kemudian tiba-tiba Fetra berteriak sambil tangannya membendung air yang keluar dari sumbernya sambil mengatakan : “ Pak, airnya bocor dari kaki ibu jari kaki ibu,. “ dan dijawab, “ yah biar saja agar semua kotoran ditubuh ibumu terbawa keluar. “
H.E. bertanya kepada Tuhan, “ ular yang besar tadi kemana Tuhan ? “
Dan dijawab, : “ Bukankah diminta agar dibuang ke alam maut, ya sekarang sudah berada dialam maut ”
“ Anak-anak ular tadi kemana Tuhan ?”
“ Dibawa oleh siempunya yaitu iblis “.
H.E pun menanyakan apakah rumahnya dijaga ? Dan Tuhan menjawab, : “ ratusan malaikat ada disekitar rumah ini “
Hampir tengah malam Gideon dan keluarga semua masuk istirahat untuk tidur. Dan kira- kira jam 03.00 terbangun, istri Gideon juga terbangun. Gideon bersama istri kemudian sepakat doa pagi bersama. Setelah doa pagi selesai, anak-anak nya dikamar sebelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk. Anak – anak doa pagi bersama dipimpin oleh Samuel. Dan pagi hari itulah istri Gideon mengatakan pada suaminya : “Pah,.. sudah nggak sakit tuh pak, tulang-tulang ini biasanya sakit sekali kalau bangun pagi. Sekarang nggak ada rasa sakit sedikitpun “
Suaminya menjawab dengan sukacita : “ kepercayaan mamalah yang telah menyembuhkan sakit penyakit mama “.
Ke esokan harinya yaitu Senin 18 Oktober 2004 pada kira-kira pukul 20.00 keluarga Gideon telah sampai kerumah adiknya yaitu Andi di Cililitan. Memperbincangkan banyak hal khususnya kejadian yang dialami kemarin dan juga informasi dari Magelang tentang H.E.
Ditengah-tengah perbincangan yang dilakukan sambil duduk santai, tiba-tiba Samuel membisikkan sesuatu ke telinga ayahnya yang mengatakan bahwa sebentar lagi Rasul Yohanes akan hadir. Dan Gideon tidak punya pilihan lain kecuali mengangguk karena dia tidak melihatnya, dan Samuel mengajak ayahnya menaikkan puji-pujian. Setelah Gideon mohon ijin akan menaikkan puji-pujian kepada tuan rumah dan tuan rumah mengangguk setuju, maka Gideon menyambung puji-pujian yang telah dimulai oleh Samuel.
Ada kira-kira dua judul nyanyian rokhani di nyanyikan tiba-tiba Samuel berdiri sambil mengatakan : “ Selamat malam keluarga bapak Gideon dan keluarga Andi, saya Rasul Yohanes menggunakan tubuh Samuel dalam menyatakan kehadiran kami. Sebelum berdoa saya mohon pintu depan ditutup.” Dan setelah pintu di tutup, kemudian secara lahiriah Samuel mengatakan : “ Mari kita mengucap syukur pada Tuhan “. Mulailah roh yang mengaku Rasul Yohanes didalam diri Samuel memimpin doa..
Setelah doa selesai, keluar kata-kata dari mulut Samuel : “ Mohon disiapkan minyak urapan “ Keluarga Andi segera mempersiapkan minyak urapan. Kemudian katanya lagi, :
“ Bapak Gideon, mohon bisa menggunakan minyak urapan ini untuk kesembuhan dan perlindungan keluarga disini.”
Kemudian Gideon mengambil minyak urapan, memberkati dan memohon minyak yang dari dunia ini bisa menjadi minyak urapan. Tangan Samuel tiba-tiba ikut memberkati minyak urapan tersebut, dan saat di oleskan pada pak D.R mertua adik Gideon, ternyata juga tangan Samuel ikut menaungi tubuh pak DR. Baru kemudian setelah selesai. Roh yang mengaku Rasul Yohanes yang menggunakan tubuh Samuel menyampaikan beberapa pesan Tuhan Yesus.kepada semua yang berkumpul malam itu. Diantaranya yang Gideon ingat adalah pernyataan bahwa kalau ingin diselamatkan maka harus membuang berhala-berhala dan jin yang ada dikeluarga ini.
Tidak lama kemudian roh yang mengaku Rasul Yohanes menyampaikan bahwa akan pulang kembali, mengucapkan selamat malam, dan Samuel-pun kembali seperti semula.
Setelah anak-anak Gideon pulang terlebih dahulu karena sudah hampir jam 21.30, baru Andi menanyakan kepada kakaknya dengan mimik serius : “ Mas siapa yang mengatakan bahwa saya harus membuang jin ?” Dan Gideon menjawab, “ Tuhan Yesus melalui mulut Fetra “. Akhirnya ia menceritakan kejadian beberapa tahun yang lalu dimana dalam acara wisuda beladiri silat, meminum rajah yang disodorkan guru silatnya, dan memberikan benda pribadi agar diisi dengan suatu kekuatan dari kuasa kegelapan. Dan Gideon katakan bahwa tiada yang tersembunyi bagi Tuhan.
Pukul 22.00 lewat, baru Gideon dan istrinya kembali pulang ke rumah, dan tidak berapa lama kemudian mereka istirahat tidur. Dan ketika pagi hari tiba, di laksanakan doa pagi bersama anak-anak nya yang sudah mulai terbiasa bangun pagi.
Kira-kira pukul 05.00 pagi Gideon menghubungi H.E adiknya di Magelang, mendapat informasi yang sangat menggembirakan, dimana pada saat pelayanan kesembuhan, Fetra kembali dipakai Tuhan untuk melihat bagaimana proses penyembuhan terjadi. Untuk orang yang karena penyakit paru-paru, Fetra melihat ada tangan yang mencengkeram paru-parunya. Demikian pula pada bagian-bagian tubuh lain yang sakit. Tangan-tangan dari kuasa kegelapan nampak begitu mengerikan, mencengkeram bagian tubuh sehingga menjadi sangat menderita. Dan dengan doa pelepasan kuasa kegelapan disertai dengan minyak urapan, maka tangan-tangan jahat bisa dihancurkan dan si empunya tubuh merasa tidak sakit lagi. Sembuh.
Apa yang Gideon dan keluarganya alami pada peristiwa seperti tersebut diatas, sangat membingungkan mereka, khususnya Gideon sebagai kepala keluarga. Benarkah Tuhan Yesus sendiri yang menampakkan diri pada keluarga adiknya di Magelang ? Bahkan menyatakan kehadiran-Nya juga pada Samuel anaknya ?…….. Dan kemudian ada lagi sosok yang mengaku Rasul Yohanes ?,..Benarkah ?,… Kemana Gideon meminta konfirmasi atas benar atau salahnya sesuatu yang membuat ia bingung ?..
Saat itu Gideon belum tahu bagaimana harus menguji roh-roh yang datang, apakah dari Tuhan atau justru Tuhan Yesus palsu, Rasul palsu dan suara-suara roh kudus palsu.
Dalam kebimbangannya Gideon memohon hikmat surgawi, agar semua yang tersembunyi dibukakan oleh Tuhan. Walaupun demikian Gideon tidak punya pilihan lain waktu itu untuk mengatakan keraguan yang dirasakannya. Sehingga terus ia bersama istrinya mengikuti perkembangan seperti mengikuti air yang mengalir dengan tetap waspada dan senantiasa memohon tuntunan-Nya.
Sobat,.. semakin bingung ?… Itulah yang dirasakan Gideon saat itu. Misteri semakin menjadi-jadi. Siapakah sebenarnya yang mengaku sebagai rasul Yohanes ?… Siapakah sebenarnya sosok yang mengaku sebagaimana Tuhan Yesus ?…
Jawabannya adalah mengikuti terus,.. kisah lanjutannya,…..
Tuhan Yesus memberkati.