q. Sulitkah masuk Surga ?

Beberapa jawaban bisa kita dapatkan dalam sekejap. Bisa mudah, bisa saja sulit bahkan bisa jadi sangat sulit.
Apapun jawabannya, abaikan saja,.. mari kita lihat bahwa ternyata ada tahapan yang sebenarnya mudah untuk dibaca dan dimengerti dengan baik.
Dua langkah penting untuk diperhatikan, yang pertama hidup dalam pertobatan setiap saat dan
yang kedua menjadi pelaku Firman Tuhan setiap saat.

Selanjutnya,..
Kami akan paparkan proses pembentukan keluarga kami yang penuh dengan peperangan rokhani,..

Pendahuluan.
Sebagaimana lazimnya orang tua, kami sangat berharap anak pertama kami, bisa berkembang layaknya anak anak yang lain. Berkembang selain tubuh jasmaninya, juga rokhaninya. Kalau dari segi tubuhnya wajar-wajar saja bahkan overweight, tetapi tanpa dibarengi perkembangan pikirannya. Sejak awal memang anak kami nampak dalam hal sekolah kurang maju. Walaupun demikian kami tetap memiliki kepercayaan bahwa saat Tuhan mengaruniakan anak kepada kami, pasti Tuhan telah menentukan kelak akan menjadi apa. Kami meyakini pula bahwa anak yang dikaruniakan kepada kami akan membawa berkat yang indah kepada kami.

Apa yang terjadi kemudian sangatlah membuat hati kami sebagai orang tuanya prihatin sekali. Kami menjadi demikian resah, galau dan bahkan hampir-hampir kami hilang harapan. Anak pertama kami justru menunjukkan perkembangan yang jauh dari sesuatu yang membuat kami bangga. Tetapi justru membuat kami sangat kecewa. Cawan yang harus kami minum demikian pahit dan getir.

Siapakah yang mau peduli pada anak kami selain kami sebagai orang tuanya ?.. Siapa ?.. Siapakah yang memiliki kasih yang sejati pada anak kami saat tenggelam kedalam kubangan penderitaan ?,.. Siapakah yang meneteskan air mata saat berdoa untuk anak kami ?,.. Kami percaya banyak sekali yang katanya peduli. Banyak yang katanya mengasihi anak kami. Akan tetapi benarkah demikian ?,..

Saat anak kami merintih merasakan kepedihan hatinya, memegang kepala menahan sakit yang luar biasa, saat menggeliat ditengah – tengah penderitaan panjangnya, terulur tangan yang sangat kuat yang juga penuh kasih, menggapai dengan tulus dan meraih tangan anak kami dengan kasih sayang tanpa curiga dan syak wasangka apapun. Dialah Tuhan Yesus Kristus.

Apakah benar Tuhan Yesus sendiri yang turun tangan menyelamatkan anak kami ?,.. Selalu ada yang tidak rela bila “miliknya” di ambil sekalipun itu bukan haknya. Tetapi kuasa Tuhan sangat menakjubkan, dan Tuhan tidak pernah mengecewakan milik-Nya yang dengan segenap hati menyerahkan hidupnya ke dalam tangan kasih-Nya yang demikian sempurna. Kami hanya berserah dan pasrah seutuhnya kepada uluran tanganNya. Karena kami percaya didalam tanganNya anak kami pasti sentosa. Dalam kondisi apapun.

Sampai akhirnya kami boleh buktikan bahwa iman kami, harapan kami tidaklah sia-sia dan kami bisa rasakan sebagian rencana Tuhan untuk anak kami yang sangat kami kasihi dengan setulus hati kami. Dan kami yakini pula bahwa rencana Tuhan untuk anak kami, untuk keluarga kami pasti yang terbaik. Baik bagi kami maupun bagi anak itu sendiri serta bagi pekerjaan Tuhan Yesus Kristus.

( Orang tua yang senantiasa mengasihi.)

HOME

6 Tanggapan

  1. apakah benar adanya sorga,dan kalau itu ada,apakah gunanya pengampunan dosa?mengapa juga di suruh bertobat sementara ada pengampunan dosa.buat apa lagi bertobat sementara dosa sudah di tebus.maaf bukan meragukan hanya ingin bertanya.

    • Sorga itu jelas ada, berdasarkan iman, untuk dapat membuktikan adanya sorga, dapat dilalui melalui gerbang kematian. Jadi kalau sdr, ingin membuktikan sorga, lewati dahulu proses kematian. Namun jangan salah langkah, karena untuk sampai ke sorga, ada syarat-syaratnya. Dan syarat-syaratnya yang menentukan adalah pengusa sorga. Apa syaratnya ? Alkitab merupakan nara sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Mari kita lewati gerbang kematian setelah tahu syarat-2 masuk sorga, dan tanpa itu sorga memang hanya sebuah ilusi. Gerbang kematian akan dilalui setiap orang termasuk saudara dan saya. Jangan sampai ketika kita memasuki gerbang kematian yang tidak bisa diprediksi, justru dihadapkan dengan neraka. Saat hidup adalah kesempatan satu-satunya untuk dapat masuk sorga, maka dari itu hidup ini jangan disia-siakan.

      • Mengapa perlu pengampunan dosa ? Kalau sudah ditebus mengapa perlu bertobat ?
        Tanpa pengampunan dosa tidak seorangpun dapat masuk sorga ( bandingkan dengan Roma 3:23 ~> Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,, dan Roma 6:23 ~> Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.)
        Penebusan hanya kesia-siaan ketika tidak hidup dalam pertobatan ( Yehezkiel 33:12 ~> Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa. )

  2. tuhan,katanya yesus adalah tuhan,sementara kalau kita kaji,tiada satupun perkataan yesus di injil yang mengatakan kalau ia adalah tuhan,lantas atas dasar apa yesus di katakan tuhan? mohon maaf saya cuman bertanya.dan ingin adanya pengabaran.

    • Sdr. Doni,.. rindu kerajaan sorga ?,.. Sdr. rindu diselamatkan ?,.. Sdr. rindu mengenal Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat semua manusia yang percaya ?,.. Ambil Alkitab dan buka ayat-ayat di bawah ini dengan hati yang berserah kepada tuntunan Tuhan.

      Perhatikan Roma 6:23b ~> …. tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

      Filipi 2:11 ~> dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

      Yohanes 21:12 ~> Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.

      Yohanes 13:13 ~> Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

      Yohanes 13:14 ~> Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

      Tuhan Yesus memberkati saudara.

  3. Pak Gideon Agus, tulisan anda sungguh memberkati saya. Terima kasih atas karya yang “luar biasa” ini. Tuhan Yesus memberkati bapak sekeluarga.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.