j. Perjalanan ke neraka.

Inilah kesaksian Obaja Wilbert Brilliant. Dan kesaksian saya adalah benar. Dan kalau ternyata saya dusta, maka saya siap dihukum Tuhan, sampai mati sekalipun.

Pada saat roh saya terangkat dari tubuh saya, roh saya menembus beton ( pada saat ini atap kamar dari beton ) dan setelah itu saya diangkat melewati awan-awan, setelah itu saya pun mendengar suara yang amat sangat lembut “ Wilbert, inilah Neraka jadi apakah kamu mau berjalan jalan di Neraka? ” jawab saya “ Ya, Tuhan.”

Pada saat saya berjalan-jalan saya melihat dibawah kaki saya banyak tulang-tulang dan daging yang busuk, dan baunya pun bukan main, sangat menyengat. Lalu kami berjalan ke kaki kiri neraka, di sana banyak orang yang tidak dapat selamat, banyak orang minta tolong, berteriak, dan menangis, sayangnya saya tidak diijinkan oleh Tuhan untuk berbicara dengan orang-orang yang ada di neraka itu.

Lalu sayapun melihat ada orang yang tubuhnya hanya tulang saja, tetapi ada dagingnya sedikit, dagingnya sedikit karena ditubuhnya ada semacam ulat yang menggerogoti dagingnya ( dagingnya dimakan ). Dan setiap detik selalu ada api yang membakar daging tersebut, daging tersebut tidak habis-habis karena setiap daging itu mulai habis, daging (tubuh) itu akan tumbuh lagi dan akan terkelupas lagi.

Dan setelah itu saya diajak pulang, karena pada saat itu saya belum tidur sama sekali jadi Roh saya mulai lelah dan saya pun memejamkan mata saya, dan sadar-sadar saya sudah ada di rumah.

Demikian kesaksian Obaja Wilbert Brilliant.

Sabtu 14 Mei 2005 pagi, mestinya Wilbert sekolah tetapi sepertinya tidak mungkin itu ia lakukan karena jam 04.00 belum tidur, tidak lama kemudian Gideon menengok Wilbert di kamarnya. Ketika pintu dibuka, ia lihat Wilbert dengan mata terpejam dan posisi tidur melambaikan tangannya, meminta Gideon masuk kamar lebih mendekat. Gideon segera mendekati anaknya, dan ia meminta kertas dan pulpen. Tertulis demikian,

“ Syaloom,.. anak ini rohnya sedang pergi ke kaki kanan neraka jadi pak Gideon tak usah cemas karena selama tubuh ini kosong Tuhan tidak menghendaki anak ini bermanifestasi. Jadi tenang saja. Syaloom Tuhan memberkati.

Kemudian Gideon melihat betapa nyenyak ia tidur, tanpa gangguan sama sekali. Pukul 09.55 ia nampak menggeliat beberapa kali tiba-tiba melompat bangun sambil berteriak, “ Oh, ya sekolah, !! “
Ayahnya yang ada didekatnya menjawab, “ hari ini tidak perlu kesekolah dulu. “ Kemudian Wilbert mengisahkan perjalannya ke Neraka sebelah kanan. Demikian.

Pada saat kira – kira pukul 04.30 saya tidur di kamar saya, sementara itu ayah saya di depan komputer untuk menulis kejadian yang perlu di catat. Dan tiba-tiba cahaya itu muncul kembali, lalu dengan segera Roh saya terangkat ke atas, lalu saya tiba di kaki kanan neraka dan saya pun sempat kaget, karena di sana diterowongan ada dinding yang membentuk setan-setan.

Lalu saya berjalan-jalan melihat kaki kanan neraka disana ada orang-orang yang dulunya hamba iblis ( paranormal, dukun, dsb ) sangat tersiksa disana, dan saya pun juga melihat orang yang dulunya taat pada Tuhan ada di sana karena dia cinta uang ( lebih menyayangi uang dari pada saudara-saudaranya ). Sayapun tahu dari Tuhan bahwa dia adalah hamba Tuhan.

Setelah itu saya dibawa digunung yang amat sangat tinggi dan Tuhan pun berkata “Wil, kamu mau pulang engga?” lalu saya menjawab “Ya,Tuhan” lalu dengan segera saya pun berada dirumah dan tersadar bahwa sudah jam 09.55, apa boleh buat saya tidak sekolah, tapi saya mementingkan Tuhan dari pada hal-hal Duniawi.

Demikianlah kesaksian saya, dan kesaksian saya adalah benar. Bila saya dusta, saya siap dihukum Tuhan. Sampai mati sekalipun.

Minggu, 15 Mei 2005, selepas senja, Gideon mengunjungi Andi adiknya di Cililitan. Banyak yang diperbincangkan disana, terfocus pada peristiwa peristiwa yang sangat sulit diterima akal sehat, tetapi secara iman, sangatlah indah dan menakjubkan.

Kurang lebih pukul 20.00 Samuel menyusul kerumah Andi omnya. Dan tidak diduga sama sekali bahwa Tuhan mengijinkan Samuel manifestasi kuasa kegelapan. Setelah beberapa lama ngobrol dengan asyiknya, tiba-tiba nampak tanda-tanda roh Samuel meninggalkan tubuhnya dan di isi dengan roh yang lain. Ia minta kertas dan pulpen sebagai media komunikasi.

Dalam tulisan yang tergores dikatakan bahwa rohnya sedang menyongsong roh nenek moyang bulik Yati ( istrinya HE – Magelang ). Mereka terlibat pergumulan didepan pintu rumah. Saat itulah Gideon sampaikan pada Andi bagaimana Tuhan juga mengaruniakan keluarga Andi. Tuhan berkenan Andi melihat bagaimana kuasa kegelapan menguasai seseorang.

Gideon mengatakan,
“ Perhatikan Samuel,.. dengan seksama “ tutur Gideon serius sambil mendorong meja tamu kesamping. Andi nampak diam dan ada kesan tertegun. Sepertinya ada pergumulan sengit di dalam hatinya. Kemudian kembali mengatakan, “ Apakah yang seperti ini nampak sebuah sandiwara ? Sebuah rekayasa ? “ Kembali Andi tetap diam dan diam.

Kemudian Gideon meminta disiapkan minyak urapan dan juga air putih. Segera Andi siapkan apa yang di minta kakaknya. Dan setelah semuanya siap. Mulailah Gideon duduk dilantai dengan bersila, di ikuti Andi dan juga Samuel ikut duduk di lantai berdampingan dengan ayahnya. Gideon segera persiapkan untuk menengking kuasa kegelapan dengan minyak urapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Di dahului dengan doa penyembahan dan penyerahan diri, serta ucapan syukur yang demikian besar, Gideon menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kemudian terdengar dari mulut Samuel mengatakan dengan parau,.. “ Emoh,.. emoh aku metu,.. “ dan kemudian beberapa kali menyeringai, kemudian Gideon memohon kepada Tuhan agar roh Samuel dikembalikan kedalam tubuhnya, maka tidak lama kemudian Samuel membuka mata dan kembali normal seperti sedia kala.

Dari peristiwa itu Gideon mengatakan kepada Andi, bahwa Tuhan mempunyai maksud tertentu atas di ijinkannya Andi melihat fenomena ini justru di tempat tinggalnya sendiri. Apa maksud Tuhan ? Waktulah yang akan mengantar apa yang Tuhan kehendaki atas ini semua. Tuhan memiliki rencana yang indah atas keluarga Andi melalui proses tentunya.

Gideon kemudian pamit sebentar akan ke rumah keluarga Bibi Murni yang sudah lama tidak dikunjunginya. Banyak berita negatif tentang dirinya yang ia dengar dari Samuel. Tetapi apapun yang akan didengarnya nanti, biarlah akan ia ikuti seperti air yang mangalir. Sekalipun demikian dia akan sampaikan suatu kebenaran bila ia rasakan alur ceritanya sudah menyimpang dari kebenaran itu sendiri.

Banyak perbincangan yang cukup “ hangat ”. Setelah Gideon kisahkan apa yang terjadi pada Samuel beberapa bulan terakhir ini sampai hari ini, ternyata sulit diterima pada akal mereka, nalar mereka, bahkan ada kesan seakan-akan ini sebuah permainan yang harus diwaspadai. Kalau Samuel yang sakit dan mendapat kesembuhan, mengapa yang lain ikut-ikutan tidak aktif di GKB ?.

Apa yang Gideon alami memang sudah dalam perkiraannya. Tidak mudah memang mengatakan bahwa yang selama ini diyakini benar dan benar, harus tertindih oleh suatu kebenaran yang lain walaupun sebenarnya kebenaran yang berikutnya adalah sangat alkitabiah. Ada dasarnya. Ada ayatnya.

Tetapi Gideon merasa senang sekali saat itu. Paling tidak sudah diperkenankan Tuhan menabur benih kebenaran. Biarlah Tuhan sendiri yang membuat kebenaran itu tumbuh dan berkembang. Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Segala sesuatunya sangat mungkin.

Beraneka peristiwa yang tak terduga,.. Ikuti terus kisah ini,….

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.