Andai,.. hal itu terjadi.

Waktu itu hampir tengah malam,.. ada anak muda yang mengatakan pada penulis, katanya:  ” Tidak akan lama lagi Bekasi sampai Jakarta akan diguncang gempa,.. gempa yang sangat besar. berulang kali saya sampaikan pada kawan-kawan saya,.. dan mereka tidak percaya. ”

Waktu hal itu disampaikan pada penulis,.. penulis menjawab: ” Akan terjadi apapun di Bekasi sampai Jakarta, sebesar apapun gempanya, apapun akibatnya, bukan sesuatu yang layak dikhawatirkan”. Bukankah dunia ini sudah tua ?,  dan sudah saatnya nubuat tentang akhir zaman digenapi ?.

Yang terpenting bukan mengapa ada gempa.  Jauh lebih penting adanya kepastian kemana kita ada setelah kematian datang. Bersama Yesus Kristuskah ?,.. atau bersama yang lain. Kematian sampai detik ini masih merupakan misteri yang tidak terpecahkan. Kapan kematian itu datang kepada kita, kapan hari terakhir kita menggunakan tubuh kita.

Ada yang masih dalam kandungan nyawa sudah melayang. Ada yang sempat beberapa saat ada tanda-tanda kehidupan kemudian meninggal. Ada yang baru mencapai balita,.. nafas berhenti. Ada yang masih remaja mengalami celaka sampai merenggut nyawanya. Ada yang tabrakan massal sehingga banyak yang menjadi korban sampai meninggal dunia. Ada juga yang yang sudah demikian tua baru meninggal. Peristiwa gempa di Padang yang merenggut banyak jiwa merupakan bukti bahwa kematian tidak bisa diprediksi.

Kematian memang bukan idaman setiap orang, tetapi kematian tidak mungkin dihindari. Kematian merupakan masa peralihan untuk menuju kekekalan. Kekal yang diharapkan setiap orang adalah kekal bersama Tuhan di sorga. Sementara kekal yang dihindari orang adalah kekal bersama iblis di neraka. Selembar nyawa yang melayang-layang setelah lepas dari tubuhnya tidak bisa memilih,.. ke sorga atau ke neraka. Nyawa itu hanya menurut kepada yang menuntun. Kalau yang menuntun kemudian membawa ke sorga dia tentu sangat sukacita. Tetapi kalau yang menuntun membawa ke neraka, kalaupun nyawa itu tidak mau, bisakah ia berontak dan melarikan diri ?,.. Hmm. ini tidak mungkin terjadi. Karena yang menentukan kemana nyawa itu mengarah adalah Tuhan, Tuhan yang menciptakan segala mahluk, juga yang menciptakan nyawa.

Kalau kita tahu demikian mengapa kita dari awal tidak menyerahkan hidup kita kepada Tuhan ?. Bukankah Tuhan sudah membuka tangan-Nya untuk semua manusia yang mau diselamatkan ?. Bukankah Tuhan sudah berikan Anak-Nya sebagai Juruselamat kita ?. Anak-Nya sudah mati di kayu salib, agar kita hidup kekal bersama-Nya. Anak-Nya sudah tertikam tertombak dan tergantung di bukit Golgota, mengalami derita yang luar biasa agar kita berbahagia, karena oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. Derita Anak-Nya karena memikul dosa-dosa kita.  Bukti ini baru sebagian betapa Tuhan sangat mengasihi kita, Tuhan mau semua manusia diselamatkan.

Renungkan kebaikan dan maksud baik Tuhan kepada setiap manusia. Satu langkah kita berjalan menuju hadirat Tuhan berlangkah-langkah Tuhan berjalan mendekat dan terus mendekat. Air mata penyesalan yang disertai dengan pertobatan akan membuat Tuhan menangisi kita dengan dekapan yang begitu mesra. Bagaikan seorang ayah yang merindukan anaknya yang pergi bertahun-tahun dan kembali pulang.

Jangan terlambat bertobat,.. jangan sia-siakan waktu yang masih tersisa di dalam hidup kita. Karena memang ada saat penyesalan tidak akan ada gunanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: