SAYA,.. DAN KELUARGA SAYA

RUNTUHNYA  KEANGKUHAN

Dulu, saya menganggap bahwa jalan imanku adalah yang paling benar. Jurusannya jelas dan pasti yaitu sorga. Dalam kurun waktu yang cukup lama Aku terbiasa memanggil nama Allah untuk nama Tuhan, dan sukses yang satu beralih ke sukses-sukses yang lain. Semakin yakin bahwa imanku yang membawa kesuksesan dalam kehidupanku.

Hidupku semakin hidup dan tambah hidup, ketika karier di pekerjaanku juga menanjak dengan pesat. Pembantu memang hanya dua waktu itu,.. dan beberapa lempeng kartu kridit menambah tebal dompetku. Dapat mobil baru sebagai inventaris dari kantor tempat aku bekerja, dan soal restoran mana yang terkenal enak,.. saya biasanya tergelitik untuk mencobanya. Ada kartu kridit yang mbayarin.

Suatu ketika saya tergoda wanita yang bukan istri saya, dan singkat kisah, diam-diam saya menjalin kasih dengannya. Lengkap sudah puncak “kejayaan” dalam kehidupan saya. Harta, takhta dan wanita. Sampai suatu ketika,… hampir-hampir saya mengalami kecelakaan saat melaju di Puncak bersama seorang wanita yang bukan istri saya. Pedal gas macet, tidak berfungsi dengan baik, saat gas ditekan kebawah, ketika kaki diangkat gas tidak mengecil, tetapi tetap besar. Betapa panik saat itu. Bersyukur bahwa hari itu Tuhan masih mengasihani saya.

54

Aku tahu selingkuh itu dosa,.. tetapi aku tahu Tuhan adalah maha pengampun. Kalau sudah terlanjur mati tetapi belum sempat bertobat dan minta ampun sama Tuhan, saya juga tidak perlu khawatir, karena ada kebaktian istimewa. Saya leluasa sekali. Apakah ini suatu kepastian ? Iman saya mengatakan demikian. Apa kata Firman Tuhan ?. Peduli amat, pokoknya saat masih hidup nikmati saja, yang merasa nikmat dengan merokok,.. ya merokok saja mumpung masih hidup. ……………

Sejarah,…. Masa lalu. Ada yang menyenangkan, ada yang mengerikan, ada yang konyol dan ada juga yang layak untuk dirindukan kembali.

Garis hidupku menjadi tidak menentu ketika badai ketentraman rumah tanggaku mulai goyah, bahkan sampai terguncang. Badai mulai memperlihatkan gigi-giginya. Aku mulai takut, nyali mulai mengkerut, dan ketegaranku, kesombonganku mulai terkoyak. Aku takut dengan kematian, aku takut kehancuran. Dan memang akhirnya aku jatuh terpuruk. Sekalipun demikian masih tersisa kesombonganku, aku malu mengakui dosa-dosaku dihadapan Tuhan, aku merasa bisa bangkit dari kejatuhanku, aku merasa bisa berdiri dengan tegak kembali. Itulah saat akhir, sebelum kusadari bahwa aku berasal dari debu dan tanah.

Masih terlintas saat aku menjerit kepada Tuhan, untuk mengampuni dosa-dosaku. Saat itu benda yang bernama Alkitab belum tentu saya sentuh sekali dalam setahun. Doktrin yang menancap di hatiku begitu dalam, sangat dalam sehingga sangat sulit bagiku untuk mencabutnya. Paradigma lama begitu kuat dan berakar demikian dalam dimana sulit untuk bergerak diluar paradigma yang telah ada. Namun oleh karunia Tuhan, saya akhirnya terlepas dari belenggu-belenggu yang menjerat saya selama ini.

41

Ada yang berubah dalam kehidupan pribadi, dan juga kehidupan keluarga saya. Alkitab kini menjadi “santapan” sehari-hari. Aku sadar sekarang bahwa bukan agama yang menyelamatkan setiap manusia, melainkan ketaatan pada perintah-perintahNya. Dan aku tidak lagi alergi dengan perubahan, misalnya ketika ada yang memberitahu aku tentang nama pribadi Tuhan yaitu YHWH, aku tidak apriori,.. siapa tahu ini adalah penyingkapan terbaru dari Tuhan. Dan bukan hanya tentang YHWH, saja, juga tentang nama Yeshua Hamasiakh, tentang mengapa tidak lagi memanggil nama Allah lagi. Dan berkat tuntunan Roh Kudus serta anugrah Tuhan, aku bisa mengerti.

Tentang nama Allah.

Dari beberapa sumber yang saya dapat dan kemudian saya pelajari, ternyata bahwa pada awalnya gereja mula-mula sama sekali tidak pernah memakai kata Allah dan juga tidak pernah memanggil nama Allah. Hal ini berdasarkan fakta sejarah berdirinya gereja mula-mula dan dari dokumen teks asli Kitab Suci yang tidak ada kata Allah dalam bahasa aslinya, baik bahasa Ibrani, Aramaik dan Yunani, tidak ada satu ayat pun kata Allah atau ALLAH untuk memanggil nama Diri Tuhan yang disembah.

IMG01012-20111211-1823

Bagaimana tiba-tiba orang Kristen itu memakai nama Allah ? Sejak kapan orang-orang Kristen mulai menyeru, memanggil dan menyembah Tuhan Allah ?. Yaitu sejak orang-orang Kristen pergi ke wilayah Arab dan sekitarnya. Mereka yang pergi ke wilayah Arab tidak semua memliki dasar iman yang benar yaitu Kitab Suci, dan mereka mengadopsi nama Allah Tuhan bangsa Arab pra Islam. Jadi orang-orang Kristen di Arab sebelum Islam datang mereka sudah memanggil nama Allah Tuhan bangsa Arab. Mulai dari sinilah nama Allah Tuhan bangsa Arab pra Islam itu dipanggil oleh orang-orang Kristen. Dari sinilah iman orang-orang Kristen di daerah Arab dan sekitarnya mulai terkontaminasi sinkretisme (menyatukan imannya) memanggil nama Allah sesembahannya bangsa Arab pra Islam.

Kini,.. bagaimana sejarahnya orang-orang Kristen di Indonesia memakai kata Allah dan memanggil nama Allah?.

Pertama kali ajaran agama Kristen masuk ke Indonesia dibawa oleh misionaris dari Eropa. Waktu misionaris datang ke Indonesia mengabarkan berita Injil membawa Kitab Suci berbahasa orang Eropa, dan waktu itu masyarakat Nusantara sebagian besar sudah memeluk agama Islam, tetapi mereka tidak bisa bahasa orang Eropa, akhirnya Kitab Suci bahasa orang Eropa itu oleh para misionaris diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia – Melayu.

Dan pada waktu menterjemahkan dibantu oleh Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi seorang sastrawan Islam yang notabene tidak memahami tentang ilmu Theologia Kristologi. Maka ketika menterjemahkan ketemu kata “God/Sesembahan” beliau mengalami kesulitan, namun karena agama Islam sudah menggunakan kata Allah serta memanggil dan menyembah Allah lantas dengan dasar kontekstualisasi akhirnya setiap ketemu kata God/Sesembahan diterjemahkan “Allah” diambil dari agama Islam yang sumbernya dari Al Qur’an dan hadis. Itulah sebabnya sampai hari ini orang-orang Kristen di Indonesia memakai kata Allah dan memanggil nama Allah yang digunakan oleh orang-orang Kristen di Arab berdasarkan kontekstualisasi mengadopsi nama Allah sesembahan bangsa Arab dan orang-orang Kristen di Indonesia menggunakan kata Allah berdsarkan dari terjemahan kontekstualisasi mengadopsi nama Allah Tuhan orang Islam di dalam Al Qur’an dan Hadis. Itulah sejarahnya orang-orang Kristen di Arab dan di Indonesia memanggil nama Allah sampai hari ini.

Dapat disimpulkan bahwa orang-orang Kristen mula-mula tidak menyebut, memanggil, dan menyembah Allah, baik dalam konteks ibadah, memuji, menyembah dan baca Alkitab. Kalau sekarang orang-orang Kristen menyebut, memanggil dan menyembah Tuhan Allah, itu adalah ajaran dari orang Kristen sinkritisme, jadi bukan ajaran dari Tuhan Yesus Kristus, bukan dari teks asli Kitab Suci, juga bukan dari gereja mula-mula.

Di Malaysia lagu rokhani “ALLAH PEDULI” dicekal dan tidak boleh beredar, dan 15.000 Alkitab bahasa Indonesia terdapat kata “Allah” telah disita. Tuhan jauh sebelumnya telah melarang, lihat Keluaran 23:13 ( Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.”), tetapi umatNya tetap nekat terus memanggil Allah.

Tentang YHWH.

Awalnya dapat dilihat dalam Keluaran 3:15 ( Selanjutnya berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.) ~> ini bunyi dalam Alkitab LAI. Apakah TUHAN adalah nama pribadi ?. Kemudian bila dilihat dalam Kamus di belakang Alkitab,.. yang dimaksud TUHAN adalah Salinan dari nama Allah Israel, yaitu Yahweh (bd. Kel. 3:15). Apakan nama pribadi bisa disalin/diterjemahkan/diubah?

Penggunaan nama Allah,.tidak tepat,… mestinya menggunakan Elohim bila mengacu dari Alkitab bahasa aslinya, nama Allah jelas bukan asli dari Kitab suci.

Untuk Keluaran 3:15 lebih tepat berbunyi: Selanjutnya berfirmanlah Elohim kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YHWH, Elohim nenek moyangmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Teks Alkitab LAI Mazmur 140:8 (Ya ALLAH, Tuhanku, kekuatan keselamatanku, Engkau menudungi kepalaku pada hari pertarungan senjata) YHWH, diubah menjadi ALLAH. Teks Alkitab LAI Yesaya 42:8 (Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.) YHWH, diubah menjadi TUHAN.

Perhatikan Kejadian 33:20 ( Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: “Allah Israel ialah Allah.”) Pertanyaannya; sejak kapan bangsa Israel menamai Allah Israel adalah Allah ?. Ingat,.. ingat,.. Allah adalah nama diri Tuhan di Al Qur’an yang sangat dihormati oleh orang Islam.

Para hamba Tuhan sering mengatakan bahwa kata Allah/ALLAH berasal dari bahasa Ibrani Eloah atau Elohim. Benarkah ? Kenyataannya kata Allah juga disalin dari kata YHWH, terbukti dalam Kejadian 15:2 (Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.”)

Dalam Ulangan 8:3 ( Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN) dari teks asli YHWH diubah jadi Tuhan.

Sekarang, setelah aku mengerti tentang nama Bapa yang sebenarnya, aku sungguh berbahagia bahwa aku tidak terlambat mengerti. Aku mengubah paradigma lama yang memang telah usang. Dan aku percaya bahwa dikemudian hari mungkin ada pengertian atau penyingkapan yang lain lagi.

Saya dan Keluarga,..

Pertengahan tahun 1975,.. saya masih ingat, seorang Priester yang dengan rajin membaca Berita Jawatan. Waktu itu saya mencoba mengintip apa sich yang dibaca ayah saya. Spontan ayah saya “menghardik” dan kemudian menjelaskan bahwa itu bukan bacaan sembarangan.

Bertahun-tahun kemudian, saya menjadi Diaken, dan akhirnya boleh membaca buku kecil yang berjudul berita jawatan. Kakakku juga seorang Priester di daerah Jetis Jogjakarta, dan beberapa tahun kemudian adikku juga mengemban jawatan Priester bahkan menjadi Priester Penghantar. Adik iparku juga seorang Preister dan bahkan menjadi Penghantar di Lirap, Banjarwinangun, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah – Indonesia. Sedangkan adik ipar dari istri juga seorang pemangku jawatan dengan panggilan Priester Penghantar untuk wilayah Bekasi. Dan adik ipar dari istri memiliki suami yang juga menjadi pemangku jawatan dengan panggilan Evangelis untuk daerah Pekalongan.

Kakek kandungku bernama mBah Atmo domisili di Lampung adalah hamba Tuhan dengan Evangelis sebagai jabatan terakhirnya di Gereja Kerasulan Baru. Saya memiliki mertua yang bernama bapak Wiyono yang juga seorang hamba Tuhan dengan panggilan Herder. Rasul Yusak adalah masih urutan pak de dan sekaligus kakek saya.

Saya berasal dari keluarga Gereja Kerasulan Baru. Saya mengeyam pengajaran Gereja Kerasulan Baru sejak kecil. Saya mengenal  ” seluk beluk ” Gereja Kerasulan Baru. Dan akhirnya saya berterimakasih pada Tuhan karena saya memiliki kedua orang tua yang adalah dari Gereja Kerasulan Baru.

Tuhan Yesus memberkati.

Satu Tanggapan

  1. window.location(“https://gideonagusswt.wordpress.com/2010/06/09/jatidiri/”);

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: