Menuju Gerbang Kekekalan

Yang percaya adanya kehidupan setelah kematian, yang percaya akan adanya alam roh, yang percaya adanya sorga dan neraka, pasti percaya juga akan adanya kematian. Kematian adalah suatu keadaan yang banyak dihindari orang. Orang merangsek dengan sekuat tenaga untuk sekedar menghindari adanya kematian. Orang mau keluarkan dana sebanyak-banyaknya untuk lepas dari kematian. Bahkan orang mau membunuh untuk tidak sampai pada kematian.

Kematian,… suatu fase yang tidak bisa dihindari dengan cara apapun. Kematian itu sendiri merupakan gerbang yang harus dilewati oleh setiap orang sebelum mengalami tubuh yang disempurnakan. Saya mengajak pembaca untuk konsentrasi sejenak pada titik yang bernama kematian. Banyak cara untuk sampai pada kematian. Bisa dengan cara bunuh diri, bisa dibunuh ketika masih dalam kandungan, bisa terjadi ketika baru saja lahir, bisa juga terjadi ketika sudah mulai menempel pada dinding rahim tetapi kemudian mati karena adanya benda asing di leher rahim. Bisa karena jatuh dari pohon dan kemudian mati, bisa karena kecelakaan lalu lintas, bisa karena berkelahi berebut pacar atau harta warisan, dan banyak lagi cara-cara atau jalan yang berakibat seseorang atau beberapa orang masuk pada gerbang kematian.

Gerbang kematian bisa cepat dan bisa juga lambat, tetapi akan tetap sampai. Apa yang terjadi ketika sampai pada kematian. Bisakah kita katakan, nanti dulu aku belum siap. Atau nanti dulu keluargaku belum semua diselamatkan. Kalaupun ada yang bisa hidup kembali itu karena kasus khusus dimana Tuhan memiliki tujuan tersendiri, tetapi pada umumnya, tidak ada yang mati kemudian hidup kembali hanya karena memang belum mau mati.

Yang mungkin selama ini tidak pernah terpikirkn oleh banyak orang adalah. Kematian ini ternyata seperti ini. Lukas 16 berbicara mengenai kematian yang dialami orang kaya dan Lazarus. Orang kaya yang masuk dalam siksaan itu pasti tidak akan menduga bahwa ia akan mengalami siksaan yang demikian berat.  Mungkin ia tahu mengenai kematian,  tetapi ia tidak peduli dengan kematian yang akan ia alami. Ia sepertinya tidak yakin akan mengalami siksaan, ia tidak mementingkan kehidupan setelah mati. Kalau ia yakin, kalau ia  tahu persis, pasti ia akan mempersiapkan diri  sebaik-baiknya agar ia bisa berada dalam pangkuan bapa Abraham sebagaimana Lazarus.

Penyesalan ketika sudah melewati gerbang kematian adalah kesia-siaan. Adakah yang bisa dilakukan orang ketika sudah mengalami kematian ?. Hanya pasrah, berserah, dan mengikuti apa yang akan dilakukan oleh “yang berwenang”. Ia tidak bisa lagi bertolak pinggang menyuruh-nyuruh orang agar membawanya ke pangkuan Abraham, sekalipun ketika masih hidup uangnya melimpah, rumahnya besar dan mewah, mobilnya banyak semuanya ber AC.  Kalau “yang berwenang” akan membawanya ke tempat siksaan yang sarat dengan penderitaan, ia bisa apa ?. Paling-paling hanya bisa mengumpat, dan kemudian menyalahkan orang lain, atau bahkan menghujat Tuhan. Dan itu kekal, artinya selama-lamanya. Kalau ia hidup di dunia dengan semua kemewahannya, kemegahannya, pesta poranya, keangkuhannya paling-paling hanya 100 tahun. Dia tukar dengan derita selama-lamana.

Artinya simple dan sederhana. Upayakan terlebih dahulu yang abadi, agar ketika masuk gerbang kematian yang tidak dapat diprediksi, kapanpun waktunya tiba, dengan cara apapun, dapat dituntun oleh “yang berwenang” ke firdaus Tuhan atau ke pangkuan Abraham. Kemudian siapakah yang dimaksud dengan “yang berwenang” ?. Ia adalah yang sudah mengalahkan neraka dan kematian, telah mengalahkan maut dan sengat maut. Siapa Dia ?. Tuhan Yesus Kristus.

Ada sekelompok orang yang disebut sebagai orang-orang di luar Kristus. Bagi mereka dunia adalah satu-satunya sorga yang pernah dikenalnya.  Sementara kelompok yang lain yaitu yang dikenal dengan orang-orang di dalam Kristus, justru merasakan bahwa dunia dan kehidupannya adalah satu-satunya neraka yang pernah dikenalnya. Hidup bukanlah perjudian, selembar nyawa tidak seharusnya dipertaruhkan. Kematian akan membawa kekekalan dengan dua tujuan. Yang pertama kekal dalam sukacita bersama Tuhan Yesus Kristus di dalam sorga, dan yang kedua adalah kekal bersama iblis dan kawan-kawannya dalam api yang tidak pernah padam.

Saudara silahkan ambil keputusan sebelum semuanya terlambat.

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: