Never Give Up

Jangan pernah menyerah,… itulah suatu prinsip ketika menghadapi kuasa kegelapan.

Sore itu Gideon dan Wilbert melayani seorang pemuda yang bernama Yoseph di daerah Bekasi. Beberapa hari terakhir ini sering manifestasi kuasa kegelapan dengan berbagai macam bentuk. Terkadang berlarian di dalam rumah, mengamuk tanpa bisa dikendalikan. Yoseph tinggal bersama ayahnya dan ibunya telah meninggal dunia. Beberapa informasi disampaikan oleh ayahnya Yoseph, awal mula bagaimana Yoseph manifestasi kuasa kegelapan, dan penanganan yang sudah dilakukan terhadap Yoseph, serta kemungkinan penyebab mengapa Yoseph sampai demikian.

Gideon dapat merasakan apa yang dirasakan oleh ayahnya Yoseph, karena beberapa tahun yang silam Gideon mengalami perasaan yang sama ketika menghadapi Samuel. Dengan pengandalan diri sepenuhnya kepada Tuhan, Gideon mendatangi Yoseph yang saat itu sedang mengerang kesakitan. Yoseph meringkuk seperti udang menahan sakit di punggungnya.

” Yoseph,.. Yoseph,.. lihat kemari ” Gideon memanggil dengan lembut. Yoseph mengerling, merespon suara yang didengarnya tetapi tiba-tiba menutup mata dan kembali ke posisi semula menghadap tembok.
Gideon berdoa kepada Tuhan mohon otoritas Tuhan, mohon hikmat Tuhan, mohon agar Yoseph tidak manifestasi yang liar tidak terkendali. Dan beberapa saat setelah selesai Gideon berdoa Yoseph menjadi tenang, bahkan nampak seperti tidur.

Gideon kemudian dibawa oleh Clify yaitu kakaknya Yoseph untuk melihat kamar yang dianggap misterius dimana Yoseph sangat terikat dengan kamar itu. Gideon mengajak Wilbert untuk memperhatikan kamar yang dimaksud dengan seksama.
” Kamar ini pernah di urapi ? ” Gideon bertanya pada Clify.
” Sepengetahuan saya belum, bahkan kalau tidak salah pernah ada orang pintar yang memberi sesuatu pada kamar ini ” Clify mencoba memberikan penjelasan. Kemudian Gideon mengajak yang ada di kamar itu bergandeng tangan berdoa bersama-sama. Gideon menyanyikan nyanyian penyerahan diri pada Tuhan dan berdoa agar Tuhan singkapkan segala sesuatu yang tersembunyi. Selesai berdoa terdengar suara cekikikan yang datangnya dari kamar dimana Yoseph terbaring. Segera Gideon, Wilbert serta Clify bergegas mendatangi sumber suara itu. Yoseph manifestasi lagi.
” Hi,.. hi,.., hi,..” suara perempuan dari mulut Yoseph,.. kemudian kembali terdengar suara, ” saya disuruh orang untuk kesini,.. dan saya dibayar ”
” Siapa yang membayar kamu ” hardik seseorang di samping Gideon.
” Kamu tidak perlu tahu siapa yang mengirim aku ” jawab roh yang ada dalam diri Yoseph sengit.
” Siapa yang mengirim kamu kesini ? ” kembali bentakan ditujukan pada roh itu.
” Memang siapa kamu, mau tahu siapa yang menyuruh aku,.. hi,..hi,..hi,… ” tertawanya membuat suasana semakin menyeramkan.

Tidak lama berselang Gideon memimpin puji-pujian seperti yang biasa ia lakukan ketika Samuel manifestasi. Tidak lupa menyanyikan nyanyian peperangan dan kembali meminta otoritas Tuhan untuk menghadapi kuasa kegelapan yang ada di tubuh Yoseph. Akhirnya Yosep lunglai, tidak lagi menyeringai,.. dan menjadi tenang. Gideon dan beberapa orang di ruangan itu kembali mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menolong Yoseph. Akhirnya mereka bersama-sama ke ruang tamu, sambil menunggu nasi goreng yang dipesan di depan rumah, terjadilah pembicaraan yang cukup hangat di antara mereka.

” Apa Yoseph sudah dibaptis selam ? “

” Belum pak,.. dan bapaknya juga belum “

” Ada baiknya ikuti perintah Tuhan yang sangat simple ini “

” Iya pak “

” Isi hidup Yoseph dengan Firman Tuhan, buka mesbah doa keluarga, renungkan Firman Tuhan siang dan malam, jadi pelaku Firman Tuhan, hidup dalam kekudusan, maka Yoseph akan segera dipulihkan Tuhan”.

Perbincangan berhenti sejenak, karena pesanan nasi goreng sudah siap disantap.

” Wilbert,.. apa pesan Tuhan untuk keluarga kami, agar Yoseph segera di pulihkan ” Clife tiba-tiba bertanya pada Wilbert.

” Ikuti proses Tuhan,.. jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri,.. percaya hanya pada pertolongan Tuhan saja, jangan pada yang lain ” lalu kembali Wilber menjelaskan, ” kalau tidak taat pada Tuhan, Tuhan akan ulangi proses dari awal, kasihan Yoseph “

Hampir tengah malam Gideon dan Wilbert sampai di rumah, Tuhan Yesus sungguh luar biasa dan dahsyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: