b. Jalan terjal dan berliku,..

Kira-kira jam 04.00 Gideon do’a pagi bersama dengan istri dan Samuel. Banyak hal yang di sampaikan kepada Tuhan, termasuk juga permohonan kelepasan jiwa-jiwa yang masih belum mendapat kelepasan.

Tidak lama sesudah itu istri Gideon menelpon orang tuanya di Semarang. Menceritakan apa yang terjadi akhir-akhir ini di rumahnya, khususnya yang berkaitan dengan Samuel. Bagaimana “Tuhan Yesus” hadir di rumahnya dan bagaimana “Rasul Yohanes” mendahului kehadiran Tuhan Yesus.

Kesan tanggapan ayahnya mengenai kejadian yang di alaminya, masih menjadi teka-teki, tidak banyak menanggapi, tetapi ibunya sepertinya senantiasa mengatakan : “ Masa sih,.. “ tetapi apapun tanggapan beliau tetap harus di hormati, karena ia percaya kalau Tuhan Yesus sudah mempunyai rencana dan kehendak pasti selalu ada jalan dan cara yang terkadang sulit dipahami.

Pada sore hari 20 Oktober 2004 Gideon dan keluarganya kembali mempersiapkan diri mengikuti kebaktian di Hotel Santosa – Bekasi. Tidak ada yang aneh. Tidak ada serangan dari kuasa kegelapan. Justru mereka dan juga Samuel bisa merasakan hadirnya Roh Kudus. Kebaktian sore itu dipimpin oleh Hrd. SS. Gideon bisa konsentrasi dengan baik dan banyak berkat bisa diraihnya. Dan berkali-kali Hrd SS. menyinggung mengenai Sdr. Sts. yang sedang mengalami sakit di RS.Mitra Kel. Jatinegara. Karena mengalami gagal ginjal. Hrd. SS. menghimbau agar para saudara/I melipatkan tangan untuk kesembuhan sdr. Sts. yang sekarang ini kata dokter dalam kondisi kritis dan tinggal menunggu waktu.

Setelah selesai kebaktian Samuel membisikkan kepada ayahnya : “ Ada berita dari Rasul Yohanes. Kira-kira jam 21.00 mau datang kerumah. Kembali Gideon menanggapi dengan penuh tanda tanya di dalam hatinya. Benarkah ?,.. tetapi ia hanya bisa menunggu dan menunggu apa yang akan terjadi lagi.

Sesampai di rumah dan mendekati pukul 21.00 Kembali Samuel mengingatkan akan kedatangan Rasul Yohanes, sambil mempersiapkan lembaran kertas berisi nyanyian pujian. Dalam hati Gideon kembali bergolak dengan seribu satu pertanyaan. Benarkah ?,.. Baru saja selesai kebaktian mendengarkan firman Tuhan, badan masih terasa lelah, kok langsung menerima kedatangan Rasul Yohanes, tetapi apapun suara hati kecilnya , tetapi tetap menaikan puji-pujian karena Samuel sudah memulainya. Inisiatip datang dari Samuel.

Dan kejadian seperti kemarin terulang kembali. Setelah berdoa dan menyampaikan beberapa pesan dari Tuhan, juga dikatakan mengenai sdr. Sts. bisa disembuhkan kalau memiliki iman yang kuat. Gideon kembali perbincangkan tentang demikian banyak peristiwa yang boleh dialaminya.

Gideon minta pula kepada adiknya yaitu H.E. di Magelang agar menanyakan kepada Tuhan Yesus, apakah benar Rasul Yohanes yang masuk ke dalam tubuh Samuel. Dan pada pagi hari 21 Oktober 2004 jam 05.00 mendapat jawaban dari H.E yang mengatakan bahwa benar Rasul Yohanes sendirilah yang masuk menggunakan tubuh Samuel. Bahkan H.E juga menceritakan bahwa baru saja dari Kebumen, karena tiba-tiba Tuhan memerintahkan kembali ke Kebumen setelah belum lama ini ia pergi ke Kebumen. Tuhan menjelaskan bahwa ada tugas menunggu disana. H.E menurut dan memang ada 4 orang yang mohon kesembuhan dari Tuhan. Dan ke 4 orang yang sakit Tuhan perkenankan untuk sembuh melalui doa doa anakNya.

Samuel tiba-tiba tergerak ingin menjumpai sdr. Sts. yang tengah dirawat di RS. Mita Kel. Jatinegara. Samuel ingin berdoa untuk kesembuhan sdr. Sts.. Namun ayahnya mengatakan: “ Kita semua boleh memohon apapun dari Tuhan, tetapi akhirnya harus menyerahkan kepada Tuhan terkabul atau tidaknya, karena kita tahu bahwa yang terbaiklah yang Tuhan akan berikan kepada anak-anakNya. “

Sore hari Gideon ingin membagi kebahagiaan dengan Ibu dan bapak Joko, tetapi sesampai pada alamat yang di tuju, beliau tidak ada dirumah karena sedang memberikan pelayanan. Gideon hanya menitipkan lembaran-lembaran kesaksian yang belum selesai mengenai kejadian-kejadian yang di alaminya kepada mas Diar anak pak Joko.

Saat hening kembali Gideon ingat ibunya yang “katanya” masih dialam maut. Dahulunya ibunya memang dari kalangan mayoritas.. Sejak remaja sudah ditinggal pergi ayahnya yang pergi untuk menikah lagi. Pada kira-kira tahun 1991 mendapat serangan struk, sehingga mengalami kelumpuhan sebelah badannya. Beberapa waktu dirawat akhirnya pulang kembali kerumah dengan segala keadaannya yang belum pulih kembali. Dari waktu kewaktu penderitaan dijalani ibunya, sambil mencari jalan bagaimana caranya agar bisa pulih kembali seperti sedia kala. Maka dari mulut satu kemulut yang lain bila terdengar berita adanya alternatif yang ampuh, maka ibunya dibawa ke alamat tersebut. Gideon ingat ibunya pernah dibawa ke alternatif di Temanggung, lantas ke Jogya, ke Jakarta, bahkan pernah pula dipasang susuk agar tidak selalu gelisah.

Saat ibunya akan dipanggil Tuhan ada beberapa kesaksian dari seorang saudara bahwa dari badan ibunya sudah dikeluarkan 3 susuk. Baik susuk yang sengaja dipasang, maupun susuk yang kemungkinan didapatkan melalui keturunan, atau saat masih remaja dahulu.

Jum’at 22 Oktober kira-kira jam 20.00 Gideon sekeluarga dan juga Andi merencanakan berangkat ke Magelang ke tempat adiknya H.E. Namun ada keinginan mampir terlebih dahulu ke tempat bapak Joko. Banyak yang diperbincangkan diantaranya mengenai sikap hati-hati dan kewaspadaan yang tinggi dengan segala sesuatu yang akhir-akhir ini Samuel boleh alami.

Bahkan ibu Joko memberikan beberapa catatan mengenai beberapa ayat Alkitab. Agar Gideon membaca :

1 Samuel 28 : 6 – 7 ; 1 Samuel 25 : 1 ; Imamat 20 : 27 ( kerasukan ) ;
Bilangan 27 : 21 ( Roh-roh & arwah – arwah ) ;
Ulangan 18 : 10 – 12 ( tenung & roh peramal ) ;
Yeremia 17 : 5 ( Beginilah firman Tuhan : “ Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia,
yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada
Tuhan ! ).

Hampir pukul 22.00 Gideon baru berangkat setelah doa bersama memohon perlindunganNya sepanjang perjalanannya. Dan kira-kira pukul 09.00 pada hari Sabtu 23 Oktober 2004, mereka sampai di rumah kediaman H.E. Mereka disambut dengan sukacita. Banyak hal yang diperbincangkan, terutama mengenai pekerjaan Roh Kudus akhir-akhir ini. H.E menceritakan kembali bagaimana “Tuhan Yesus” menampakkan diri pada Fetra.

Dan juga menceritakan bagaimana “Rasul Yohanes” hadir disitu. Dan mengatakan bagaimana sampai saat ini Fetra masih tetap bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan sekalipun hanya mendengarkan suaraNya saja. Dan mengisahkan pula bagaimana kesembuhan terjadi dimana-mana khususnya pada saat diadakan doa penyembuhan kepada orang-orang yang dalam keadaan sakit.

Dan sesuai pesan ibu Joko maka Gideon pertanyakan kembali mengenai kehadiran Tuhan Yesus dan Rasul Yohanes yang juga ketempat rumah Gideon di Bekasi. Tetapi sebelumnya mereka bersama-sama berdoa selain mengucap syukur atas perlindungan yang boleh mereka terima sepanjang perjalanan, juga di ikat, hancurkan dan patahkan didalam nama Yesus kuasa-kuasa kegelapan di rumah H.E, dan juga membungkus rapat-rapat setiap pribadi yang hadir dengan kuasa Tuhan dan salutan darah Tuhan Yesus Kristus agar tidak mendapat serangan dari segenap penjuru.

Dan melalui Fetra, mereka mendapat jawaban bahwa benar yang hadir adalah Tuhan Yesus sendiri dan juga rasul Yohanes.

Tiba-tiba mereka kakak beradik tergerak untuk ke Kebumen ke tempat R R. dan keluarganya. Dan mereka segera mempersiapkan diri. Dan setelah mereka berangkat, didalam perjalanan, H.E bertanya kepada Tuhan melalui Fetra apa yang sebaiknya dilakukan ketika sampai di Kebumen. Dan mendapat jawaban. Jangan bicara dahulu mengenai kesaksian-kesaksian yang selama ini telah terjadi, karena keluarga ini belum siap mendengarkan dan menerimanya.

Mereka menurut saja apa yang Tuhan sampaikan. Dan kira-kira pukul 21.00 sampailah rombongan kecil ke rumah RR adik Gideon yang juga tempat masa kecil mereka 6 bersaudara. Didalam kamar, Gideon mendengar bahwa adik H.E sedang membersihkan Andi, sedang melakukan pelepasan dan mohon urapan kuasa dari sorga. Dan Gideon pun mengajak Samuel berdoa. Ia mohon Tuhan mempertajam penglihatan rokhani Samuel, mempertajam telinga rokhani Samuel agar lebih peka. Demikian sampai hampir tengah malam Gideon baru istirahat tidur.

Sesuai rencana maka pada pagi hari mereka mempersiapkan diri kembali ke Magelang. Maka kira-kira pukul 07.00 pagi rombongan kecil berangkat ke Magelang.

Pada saat mereka memasuki daerah Kutowinangun, mereka menjumpai gambar pada bak truk didepan kendaraan yang mereka gunakan, yang terasa sangat kuat dengan kuasa kegelapan. Hal ini disampaikan H.E., yang segera berdoa menghancurkan pengaruh kuasa kegelapan didalam Nama Yesus dan minta agar segera melewati truk yang bergambar mengerikan. Segera kendaraan yang dipergunakan menyalip truk dan mendahului dengan cepat. Tetapi tidak lama kemudian Samuel terlihat bermanifestasi kuasa kegelapan. Sangat khas, dimana tatapannya kosong, tidak bisa diajak berkomunikasi. Gideon sampaikan pada adiknya H.E dan segera tumpang tangan ke dahi Samuel. Di dalam doa kemudian mengikat, mengancurkan dan membuang kuasa kegelapan ke jurang maut di dalam nama Tuhan Yesus.

Kemudian Samuel kembali sadar dan menceritakan bahwa Jin-lah yang telah memasuki tubuhnya. Di sepanjang perjalanan di isi dengan puji-pujian ke hadirat Tuhan.

Kemudian ketika sampai di Pom Bensin, Samuel turun ke toilet untuk buang air kecil tetapi setelah kembali dari kamar kecil jalannya terseok-seok. Kaki kirinya sakit sekali untuk berjalan. Kemudian Gideon meminta Fetra melihat dan bertanya kepada Tuhan apa yang menjadi penyebabnya. Jawaban Tuhan adalah ditempat yang sakit ada tangan. Segera Gideon berdoa pelepasan kuasa kegelapan didalam nama Yesus. Dan spontan rasa sakit hilang. Mereka segera melanjutkan perjalanan.

Setelah lewat Purworejo, Samuel tiba-tiba ingin muntah, dan minta mobil berhenti. Dan ketika mobil berhenti Samuel turun kemudian berjalan beberapa langkah dari mobil, kepinggir dalam posisi akan muntah, H.E dari belakang menumpangkan tangan diatas kepala Samuel sambil berdoa kepada Tuhan. Gideon yang tidak jauh dari Samuel, melihat anaknya akan roboh ke belakang, yang segera ia topang tubuhnya agar tidak terjatuh. Mereka papah masuk kedalam mobil. Mobil segera melanjutkan perjalanan.

Dan didalam mobil H.E segera menumpangkan tangan diatas kepala Samuel sambil terus berdoa dan menggunakan bahasa Roh, tidak lama kemudian keluar kata-kata yang aneh keluar dari mulut Samuel. H.E segera bertanya pada Fetra, roh siapa yang ada didalam tubuh mas Samuel. Fetra segera memohon jawaban dari Tuhan, dan mendapat jawaban, : “ Glundung pringis “.

Segera mereka semua dalam mobil terkonsentrasi mengusir kuasa kegelapan didalam tubuh Samuel. Tiba-tiba Samuel sambil memejamkan matanya menepis tangan omnya yaitu H.E , tetapi mereka tidak gentar, terus berdoa. Nampak H.E semakin bersemangat menggunakan bahasa Roh, dan terus menengking kuasa kegelapan dan meminta hanya roh dari Tuhan saja yang boleh mendiami tubuh Samuel, demikian berulang-ulang.

Sampai cukup lama mereka lakukan, tiba-tiba Samuel menunjuk ke arah depan dengan telunjuknya sambil mengatakan : “ Di depan ada jin yang selalu membayangi mobil “ , dan juga menunjuk ke belakang sambil mengatakan : “ di belakang ada banyak tuyul – tuyul yang selalu mengikuti mobil. Kemudian mereka usir di dalam nama Tuhan Yesus. Tetapi mereka juga konfirmasi terlebih dahulu, menanyakan kepada Fetra benarkah yang dilihat Samuel, dan benar tepat sekali yang dilihat Samuel sama seperti yang dilihat Fetra.

Tiba-tiba jari telunjuk kiri menunjuk ke arah kiri luar mobil, dan jari telunjuk tangan kanan menunjuk ke arah kanan luar mobil, sambil mengatakan : “ Di sebelah kiri mobil ada ular besar mengikuti mobil, dan disebelah kanan ularnya lebih kecil tetapi dua, mengikuti mobil “. Dan Fetra tiba-tiba menyela : “Ya,.. benar yang dikatakan mas Samuel. “ Mereka segera menengking bersama-sama. Tidak lama kemudian Samuel menunjuk ke bawah mobil sambil mengatakan : “ Dibawah mobil juga banyak kiriman dari Nyai Roro Kidul,. Dan diatas juga ada banyak mahluk akan menyerang mobil ini” Kembali Fetra mengatakan kebenaran seperti apa yang terlihat oleh Samuel.
Dan kembali di tengking didalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Perjuangan besar-besaran mereka lakukan disepanjang perjalanan. Mereka demikian lelah dan dalam kondisi mobil masih tetap melaju, mereka tumpang tangan di dahi Samuel mohon dipertajam kembali penglihatan rokhaninya agar lebih jelas melihat alam roh yang Tuhan perkenankan Samuel boleh melihatnya. H.E. pun memohon urapan kuasa dari surga agar mengalir kedalam diri Samuel. Saat permohonan dipanjatkan H.E bertanya : “ Samuel, apa yang kamu lihat ? “ dan ia menjawab :
“ Air turun deras sekali ke dalam tubuh Samuel. “
“ Apakah sudah penuh ? “
“ Belum sedikit lagi “
Tiba-tiba tangan Samuel tergerak seperti menangkap tumpahan air dengan kedua belah telapak tangannya yang disatukan sambil berteriak : “ sudah cukup – sudah penuh. “

Dan kemudian mereka yang ada dalam mobil, masing-masing memohon air dari Surga memenuhi semua pribadi lepas pribadi. Dan Samuel dan Fetralah yang memonitor apakah pengisian air surgawi sudah cukup atau belum.

Sangat luar biasa bisa mereka rasakan. Yang tadinya demikian lelah menjadi segar kembali. Samuel semakin memiliki ketajaman penglihatan rokhani dan sangat mudah menangkap suara Tuhan. Samuel bisa spontan bertanya kepada Tuhan. Dan bila Tuhan berkenan memberikan jawabanNya, maka segera Samuel mendapatkan jawabannya.

Terbukti ketika sampai di rumah H.E, mereka tidak langsung turun, karena kembali Samuel berkomunikasi dengan Tuhan menanyakan beberapa hal. Antara lain bagaimana kondisi rumah Gideon di Bekasi. Mendapat menjelasan bahwa ada 3 jin yang tinggal di loteng ( ini di rasakan ketika ia baru menempati rumah, maka setiap jam 23.00 selalu ada suara seperti suara tikus besar berjalan dan menjatuhkan barang-barang diatas eternit – dan hilang setelah Gideon berdoa mengusirnya ).

Ditanyakan pula bagaimana kondisi rumah BD kakak Gideon di Jogja. Dan mendapat jawaban bahwa ada banyak sekali jin – jin di sekeliling rumahnya . ( Perihal ini Gideon konfirmasi kepada kakaknya ketika sampai di rumahnya pada siang harinya – Gideon tanyakan bagaimana rumah ini. Tanpa ia katakan apa yang di lihat Samuel – BD kakak Gideon langsung bercerita, banyak yang melihat keganjilan di depan rumah kalau malam-malam tertentu, dimana ada pohon nangka yang kalau ada orang lewat digoyang-goyang dengan kuat. Dan BD menceritakan bahwa dahulu pemilik tanah ini adalah seorang dukun.)

Ketika Samuel di minta melihat rumah omnya yaitu Andi menjelaskan, ada nenek – nenek tua yang selama ini mengganggu anaknya yang paling kecil, tetapi ketika melihat pada sisi yang lain, tidak jelas, karena hanya nampak sinar yang kadang ada kadang tidak. H.E tergerak tumpang tangan diatas kepala Samuel memohon dipertajam penglihatan rokhaninya. Dan tiba-tiba Samuel bisa melihat bahwa sinar yang kadang tampak dan kadang tidak itu adalah sosok orang berkepala gundul.

Demikianlah mereka mengusir kuasa kegelapan di semua tempat yang dilihat Samuel di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Fetra selalu menjadi alat kontrol, baik ketika Samuel melihat sesuatu, ataupun ketika Samuel menyatakan sudah bersih. Dan selalu sinkron.

Dan sebagaimana direncanakan sebelumnya mereka mempersiapkan diri ke Jogjakarta menjumpai BD kakak mereka. Mereka biasa memanggil mas BD dan juga menjumpai adik mereka AB.

Hampir jam 14.00 rombongan kecil tiba di kediaman rumah kakaknya. Setelah makan siang bersama, mereka ngobrol dengan mas BD, dan H.E dan Samuel serta Fetra ke rumah AB, adik mereka yang paling kecil. Rumah kakak mereka mas BD dan adik mereka AB kebetulan tidak terlalu jauh letaknya sehingga hanya berjalan kaki mereka kesana. Mereka banyak mendengar kisah mas BD dengan petualangannya menjadi orang usil, banyak mengganggu orang-orang yang sering bermain dengan arwah, kemudian beberapa kali pergi ke tempat yang kata orang angker. Mengisahkan pula dampak dari puasa yang selama ini sering di lakukannya.

Di rumah AB, ternyata kembali kuasa Tuhan Yesus Kristus dinyatakan pada keluarga ini. Mertua AB. telah bertahun-tahun mengalami sakit pinggang. Sudah banyak usaha penyembuhan dilakukan tetapi tidak kunjung sembuh. Ketika HE dan Andi serta Samuel dan Fetra datang ke rumah. Maka Andi untuk yang pertama kalinya berdoa dengan tumpang tangan ditempat yang sakit. Memohon kesembuhan bagi mertua AB. Dan puji Tuhan penyakit yang selama ini mengganggu berangsur-angsur hilang.

Dan dalam penglihatan roh Samuel melihat banyak babi-babi kecil di kolong tempat tidur AB.

Kurang lebih pukul 15.00 mereka kembali ke Magelang. Di dalam perjalanan, kembali Samuel mengatakan bahwa di belakang mobil dikejar mahluk yang menyerupai kakek-kakek. Fetra kemudian mengatakan : “ Hayo sekarang mas Samuel yang usir dia “ dan kemudian Samuel menengking didalam nama Tuhan Yesus. Dan pengejaranpun berakhir. Tetapi hampir mendekati rumah H.E, istri Gideon nampak cemas ketika melihat Wilbert ( anak ke 2 Gideon ), yang bersikap tidak seperti biasa. Dalam kondisi tidur, dibangunkan tidak bangun-bangun, tetapi mengigau – awas, jangan takut semua sudah dikalahkan. Gideon minta Samuel dan Fetra melihat siapa didalam Ibert sekarang. Satu jawaban : “ Kakek, kakek “

Mereka panjatkan doa pelepasan. Tiba-tiba Wilbert, batuk – batuk. Di tepuk beberapa kali. Dia membuka mata dan ketika di tanya mimpi apa dia menjawab : “ Tadi ada kakek-kakek mau mengganggu Stv. dan Rgl ( anak Gideon no.3 dan 4 ), dan saya katakan : Jangan takut semua sudah dikalahkan “ begitu. Artinya sinkron apa yang dilihat Samuel dan Fetra dan mimpi yang dialami Wilbert. Gideon kemudian komentar, : “ sayang sekali tidak ada yang punya handycam untuk merekam kejadian dua hari belakangan ini yang sangat luar biasa. “

Terus ikuti kisah ini,..

Tuhan Yesus memberkati.

3 Tanggapan

  1. mbok tolong hubungi saya di no. (0274) 896510 untuk siapapun yang mengetahui alamat Bapak Gideon Sudarwanti ini karena saya ingin sekali berkonsultasi. SaYA MOHON DENGAN SANGAT DAN DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI

  2. Mbok Tolong bagi siapapun saudara seiman yang mengetahui alamat Bapak Gideon Sudarwanto ini habungi saya di no. (0274) 896510. Saya amat saat ini dalam kondisi rumah tangga yang seperti isekarang ini memerlukan sangat memerlukan Bapak Gideon Sudarwanto atau siapapun yang bersedia mendukung doa bagi rumah tangga saya. SAYA MOHON DENGAN SANGAT DAN DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI. TRIMAKASIH Tuhan Yesus Memberkati

  3. Alamat saya di Gang Teras, Kp. Kebantenan 1 Rt.05/10 No.17 A.
    Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Bekasi 17423.

    Telpon : 021-94048982

    Tuhan Yesus memberkati

    Gideon Agus Sudarwanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: