a. Ingin mengakhiri hidup.

Saat hening mencekam tiba-tiba Gideon teringat penderitaan Samuel anaknya sebelum dilakukan pelepasan. Istrinya menceritakan bagaimana selama ini Samuel minta mati saja karena penderitaannya semakin berat. Saat ayahnya tidak dirumah, Samuel sering sekali menangis di dalam kamar.

Dan saat ayahnya pulang barulah penderitaannya ditahan jangan sampai ketahuan menangis, karena khawatir kalau-kalau dalam bekerja ayahnya tidak bisa konsentrasi dengan baik. Begitu sering minta diambil saja nyawanya, dan sering mengamuk dan membentur-benturkan kepalanya sendiri ke tembok.

Setiap kali mendapat serangan dan mata dipejamkan, ia mendengar suara petir yang sangat keras silih berganti, dan saat mata dibuka kepalanya menjadi pusing dan sakit kepala yang amat sangat.

Sehingga pernah tercetus dalam doa Yulia istri Gideon : “ Ya,.. Tuhan kalau memang Bapa, berkenan memberikan kesembuhan biarlah anak kami menjadi sembuh, tetapi kalau Bapa berkenan mengambilnya, kami ikhlaskan anak kami ”. Sikap ini terdorong karena saat itu memang kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak tega melihat Samuel yang selalu terbelenggu rasa sakit yang amat sangat.

Acap kali ketika akan ke Gereja, Samuel sering menangis dan mengeluhkan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh. Beberapa kali mengatakan kepada mamanya, Samuel mohon agar Tuhan memanggil saja agar segera terbebas dari sakit kepala yang teramat sangat.

Dan terkadang juga enggan berangkat ke gereja, merasakan bagaimana sikap saudara-saudari satu iman, satu gereja yang terasa kurang enak dihati, kawan-kawan sebayanya sepertinya dirasakan Samuel sinis, kurang bersahabat, sulit diajak bergaul, bahkan ada kesan takut kalau ngobrol dengan-nya , demikian pula sikap beberapa hamba Tuhan. Mamanya senantiasa menghibur dengan sabar, mengatakan agar tidak perlu memikirkan hal-hal yang demikian, karena tujuan ke gereja adalah menerima firman Tuhan sebagai makanan bagi jiwa kita. Jangan pikirkan yang lain. Barulah Samuel memiliki kekuatan baru untuk berangkat ke gereja. Namun beberapa kali pula ditinggalkan dirumah dengan berbagai pertimbangan, khususnya ketika masih sering “mengamuk”.

Namun pernah pula suatu ketika beberapa hari setelah selesai dirawat di RS, ter “ paksa “ berangkat ke gereja. Dan ketika ayahnya menunggu dibawah ( tempat kebaktian di lantai 2 ) dan Samuel akan mengikuti pelajaran Sekolah agama, tiba-tiba Gideon melihat anaknya turun dan jalan tergesa-gesa keluar dari lingkungan tempat kebaktian menuju ke luar. Gideon melihat sekilas, sepertinya Samuel dalam kondisi tidak stabil. Ayahnya segera kejar melalui jalan pintas. Setelah dekat ayahnya mencoba menegur, tetapi diacuhkannya.

Bahkan ketika tangannya dipegang ayahnya, Samuel mengibaskannya sambil mengatakan dengan galau, “ pah, lepaskan tangan saya, untuk apa papah halang – halangi, saya mau pergi. Untuk apa saya ke gereja kalau ternyata seperti ini yang saya dapatkan. Saya dikira sakit pura-pura. Saya dibilang malas, mengapa banyak orang yang tidak mau memahami kondisi Samuel, Ini menyakitkan sekali pah, biarlah saya menabrakkan diri ke mobil yang lewat.” ratap Samuel sambil menangis dan kemudian memeluk ayahnya.

Dalam kondisi seperti ini tetap ayahnya besarkan hatinya, Gideon katakan bahwa ia sebagai orang tuanya sangat memahami kondisi Samuel, memahami penderitaan Samual. Jangan pedulikan orang lain. Kemudian Godeon balas memeluk anaknya dengan kasih, sehingga akhirnya menurut ketika ayahnya mengajak ke mobil untuk menenangkan hatinya. Beberapa menit kemudian Samuel kembali stabil dan berdua ayah dan anak memasuki ruang kebaktian yang sedang berlangsung.

Dan karena kondisi kesehatan yang sedemikian inilah sehingga tidak melanjutkan sekolah. Samuel berhenti pada saat kelas 1 SMP, karena sudah seringkali mendapatkan serangan.
Tetapi satu hal yang Gideon yakini, adalah bahwa rencana Tuhan untuk Samuel pastilah yang terbaik, bagi dia sebagai orang tuanya, dan terlebih bagi dirinya sendiri.

Samuel sekarang sudah nampak berubah sama sekali, setidaknya itu yang Gideon rasakan sebagai orang tuanya. Bahkan kemarin petang tanggal 19 Oktober 2004 ketika ayahnya sedang santai mendengarkan musik dikamar, tiba-tiba Samuel membuka pintu kamar dan mengatakan dengan riangnya : “ Pah,.. siap-siap pah, sebentar lagi Rasul Yohanes mau datang “. Ayahnya kembali merenungi pernyatannya. Apakah ini asli atau palsu ?,.. Gideon ingin lihat buah roh yang ditimbulkannya, sehingga dia-pun mempersiapkan diri di ruang tamu.

Kemudian Gideon mengumpulkan anak – anak dan juga istri, mulai menaikkan puji-pujian. Dua lagu dinyanyikan, tiba-tiba Samuel bangkit berdiri sudah dengan sikap bukan sebagaimana Samuel pada hari-hari biasanya. Memang tetap suara Samuel tetapi gaya berbicaranya yang berbeda. Ayahnya merasakan nada bicaranya berwibawa tetapi tetap terasa lembut. Di awali dengan ucapan selamat malam untuk seluruh keluarga, seperti hari sebelumnya dari mulut Samuel keluar permohonan ijin akan menggunakan tubuh Samuel menyampaikan pesan Tuhan. Setelah ayahnya meng-iyakan. Kemudian mengatakan : “ Mari, kita mengucap syukur bersama-sama kepada Tuhan. “ Dalam do’anya yang cukup panjang dan lebih lengkap dibanding kalau biasa Samuel berdoa, kembali kami mendengarkan “ damai sejahtera kiranya menaungi keluarga disini “ dan seterusnya.

Setelah selesai berdoa kemudian mulai menyampaikan pesan Tuhan Yesus agar keluarga disini senantiasa bersekutu didalam memuji Tuhan, memelihara hukum hukumNya dan sering membaca alkitab. Jangan khawatir pula mengenai ibu Ktn, Tuhan Yesus yang akan menyelamatkan dan membawa ke Firdaus Allah. Dan masih banyak lagi disampaikan kepada Gideon sekeluarga. Dan ketika akan kembali kepada Tuhan, Samuel mengajak berdoa bersama terlebih dahulu, maka seperti hari kemarin, didahului dengan berpamitan terlebih dahulu. Tidak lama setelah itu gaya Samuel kembali seperti semula.

Demikian yang terjadi pada hari itu. Sebelum Gideon istirahat, ia berbincangkan beberapa ayat alkitab. Terutama mengenai Khotbah Yesus di Bukit di Matius 7 : 21-23.

Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu : Tuhan, Tuhan! akan masuk kedalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu dan mengadakan mujizat demi namaMu juga ? Pada waktu itu Aku akan berterus terang pada mereka dan berkata : Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Selama ini yang Gideon ketahui dari GKB pada pernyataan pembuat kejahatan adalah karena tidak menerima para Rasul. Tentu hal ini bisa benar tetapi bisa juga kurang benar. Tinggal dari sudut mana kita memandang dan siapa yang mengatakan. Tetapi di dalam alkitab tidak ada penjelasan demikian. Gideon kembali merenung dan merenung

Kalau benar demikian, Gideon katakan kepada istrinya ya sampai sekarang kita kan tidak menyangkal Jawatan para Rasul, sepanjang tidak diselewengkan dari jalan kebenaran dan tidak menyimpang dari alkitab.

Karena toh kalau benar, dalam penglihatan Fetra beberapa hari yang lalu, Tuhan Yesus menyatakan, bahwa banyak jiwa-jiwa dari G. K. B. yang sudah dipanggil telah dimenangkan dan ditempatkan di Firdaus Allah, hanya disayangkan sekarang ini banyak terjadi penyelewengan. Dan inilah yang harus dibenahi, demikian Tuhan Yesus menyatakan melalui Fetra. Dan tidak mustahil muncul Yudas Iskariot diakhir jaman.

Kami perbincangkan pula Matius 7 : 15 – 20.

Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri ? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan dibuang kedalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Gideon katakan kepada Yulia, istrinya : “ Kalau Tuhan Yesus dahulu bisa menampakkan diri dihadapan Saulus yang kemudian menjadi Paulus, apakah mustahil di jaman akhir ini Tuhan Yesus berkenan menampakkan diri kedalam diri seorang anak yang memang dipilihNya.” ?.

Bagi Tuhan bukankah tidak ada yang mustahil ?. Dan mustahilkah bila Samuel juga digunakan Tuhan Yesus dan juga Rasul Yohanes sebagai mulut beliau ? “ Dari buahnya kita bisa melihat, merasakan dan menentukan apakah kesemua itu berasal dari Tuhan atau berasal dari kuasa kegelapan. Kemudian di katakan pula : “ Mama lebih suka Samuel kemasukan Jin dan roh-roh kegelapan yang lain seperti yang selama ini dirasakan dengan segala manifestasinya atau lebih suka ia dimasuki Tuhan Yesus atau Rasul Yohanes.” ?
“ Iya tentu yang kedua.” Kata istrinya singkat.

Mereka rasakan pula kalau yang masuk kuasa kegelapan menimbulkan rasa ketakutan, terutama adik-adiknya takut mendekat, tetapi ketika yang masuk Tuhan Yesus atau Rasul Yohanes, maka sangat terasa ada damai sejahtera menyelimuti rumahnya, hatinya , bahkan hal ini dirasakan pula oleh anggota keluarga yang lain. Gideon dan seluruh keluarga senang dan merasa damai serta dengan sungguh-sungguh mendengarkan apa yang keluar dari mulut Samuel bila sedang digunakan oleh Tuhan ataupun Rasul Yohanes. Yang keluar senantiasa membangun iman, kasih dan suka cita serta penghiburan, tetapi juga peringatan peringatan. Tetapi kembali Gideon harus tetap waspada dan memohon hikmat surgawi. Apakah iblis tidak berbuat demikian ?. Bukankah serigala bisa menyamar sebagai domba yang lembut dan penuh welas asih ?. Dan saat sudah terbuai di dalam pelukannya barulah ditelannya bulat-bulat. Waspada dan mohon hikmat sorgawi agar lepas dari jebakan iblis yang sangat licik dan penipu ulung dari mulanya.

Hampir tengah malam Gideon istirahat.

Belum terurai,.. apa yang dihadapi Gideon.
Bayang-bayang didepan mata semakin suram,.. Kapan kekelaman berakhir ?,..
Ikuti terus kisah hidup ini,….
Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: