d. Siapa “dia” ?

Hari Rabu 27 Oktober 2004 sore menjelang malam, tepatnya saat Gideon sekeluarga mengikuti kebaktian di Hotel Santosa. Ketika itu saat nyanyian pembukaan dan dilanjutkan doa pembukaan yang dipimpin oleh prister penghantar, Samuel terlihat menampakkan gejala yang berbeda lagi. Saat yang lain duduk, ia harus diingatkan duduk, baru duduk. Tetapi tiba-tiba pandangannya lurus kedepan tanpa expresi, semula ayahnya menduga kemasukan roh-roh jahat lagi, tetapi ketika tangannya akan dipegang, dia menolak sambil berbisik ke telingan ayahnya,
“ Jangan khawatir, Roh Samuel akan dibawa oleh Kudus sebentar, tolong jaga badan Samuel.” Tiba-tiba tubuhnya lunglai sampai saudari di sebelah kiri agak jauh, terkejut dan mengatakan kepada Gideon, “ awas mau jatuh, “ dan Gideon menanggapi hanya dengan mengangguk sambil tubuhnya di jaga agar tidak jatuh. Mengenai orang yang tidak di diami rohnya, ia pernah melihat. Ia hidup, sulit berkomunikasi, bisa berjalan dan aktivitas yang lain tetapi senantiasa dikerjakan tanpa expresi spontan. Persis seperti robot yang jalan.

Gideon memperhatikan selama roh Samuel diambil dari tubuhnya, persis seperti yang pernah di lihatnya. Ia rasakan pula bahwa tidak ada perasaan merinding seperti kalau kemasukan roh kejahatan. Tetapi Gideon masih ragu-ragu, benarkah demikian atau demikian liciknya iblis sehingga berusaha dengan segala cara mengecohkannya. Beberapa lama kemudian tiba-tiba tangannya meminta ayahnya membawanya keluar dari ruang kebaktian. Ayahnya mengikuti apa kemauannya, Samuel dibimbing keluar. Gideon melihat para Diaken duduk manis dibelakang tanpa ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Samuel. Dan pada tangga diluar tempat mereka kebaktian mereka berhenti dan Samuel duduk ditangga. Kemudian ayahnya mencoba panggil namanya. Dan Samuel berbisik perlahan, “ sebentar lagi Tuhan akan mengembalikan Roh Samuel “

Tepat seperti yang dikatakannya, tiba-tiba tubuh Samuel terguncang kebelakang. Mata terbuka dan menyampaikan bahwa baru saja rohnya dibawa oleh Tuhan Yesus. Samuel melihar Firdaus Allah begitu indah, ia melihat ada mbah kakung dan mbah putrinya sedang sibuk mempersiapkan sesuatu, hanya kurang jelas apa yang dikerjakannya. “ Ada pesan dari Tuhan Yesus, tetapi nanti saja, kita ikuti kebaktian dulu, “ kata Samuel sambil dengan gagah kembali memasuki ruang kebaktian dengan kondisi yang sehat seperti semula.

Setelah kebaktian usai dan kembali kerumah, Gideon berbincang santai dengan anak-anak. Kepada Samuel, ia tanyakan, “ bagaimana ceritanya waktu kamu dibawa oleh Tuhan Yesus “
“ Begini,.. pas waktu doa pembukaan, tiba –tiba saya mendengar Tuhan Yesus memanggil nama
saya, Samuel katakan “ ya Tuhan saya mendengarkan.” Kemudian Tuhan mengatakan
bahwa Roh Samuel akan dibawa keatas sebentar, ya saya menurut saja “
“ Kamu yakin bahwa yang membawamu adalah Tuhan Yesus “ tanya ayahnya.
“ Yakin sekali, karena yang datang itu dengan sinar yang terang sekali dan suaranya sudah
sering saya dengar, terus ada pesan dari Tuhan Yesus, bahwa hari Jum’at 29 Oktober 2004
jam 22.00 diadakan doa bersama dirumah kita. Supaya di kumpulkan, Om HR dan Fetra,
mbak Tiwi, om Andi dan keluarga, pak de Joko dan budhe, om Patri dan keluarga “
“ Kalau pada nggak mau “
“ Saya hanya menyampaikan pesan Tuhan “

Kemudian dalam keraguannya Gideon tergerak telepon HR adiknya di Magelang. Di sampaikan yang terjadi pada Samuel dalam kebaktian tadi, dan mohon adiknya tanyakan kepada Tuhan ( konfirmasi ) melalui Fetra benarkah roh Samuel dibawa oleh Tuhan, dan benarkah Tuhan berpesan demikian ? Kemudian setelah melakukan pesan kakaknya dan selesai berdoa HR menjelaskan demikian, “ benar mas, memang Tuhan Yesus sendiri yang datang kepada Samuel, juga mengenai “pesan-pesanNya” adalah benar. Dan kami akan ke Jakarta besok Jum’at . “

Tetapi pada Kamis malam Gideon mendapat konfirmasi dari Fetra bahwa tidak jadi ke Jakarta, karena setelah sampai di Purwokerto, kembali lagi ke Magelang. Mungkin kelelahan secara fisik. Kurang tidur, dan mengemudikan mobil sendiri. Tetapi apa yang direncanakan untuk doa bersama dirumah tetap akan di realisasikan, sekalipun hanya Gideon sekeluarga.

Jum’at pagi 29 Oktober 2004 sebagaimana biasa pada hari kerja, Gideon berangkat ke tempat pekerjaannya. Ia lihat Samuel sudah siap siap pergi. Ketika ayahnya tanya akan kemana sepagi ini, dia menjawab, “ Saya tidak tahu akan jalan kemana terserah Tuhan. Tuhan menyuruhku pergi ya saya pergi. Sekarang saya belum tahu mana yang saya akan tuju.

Baru ketika Gideon pulang, Samuel menceritakan bahwa ia disuruh oleh suara yang mengaku roh kudus menuju ke Terminal Bekasi, diminta terus berjalan sampai akhirnya ketemu pada titik dimana Samuel menjumpai pengemis yang lumpuh. Samuel diminta tumpang tangan pada orang tsb. Samuel menolak suara tersebut dengan mengatakan bahwa Samuel tidak sanggup. Kemudian suara tsb. Meminta Samuel segera pulang kembali ke rumah.

Saat Gideon berbincang dengan Samuel dan seluruh keluarga menganalisa setiap kejadian dari waktu kewaktu. Gideon menyimpulkan bahwa ia meragukan bahwa suara yang sering muncul didalam hati dan kepikiran Samuel dari Tuhan, melainkan dari iblis yang menyamar sebagai suara roh kudus ataupun dari Tuhan. Karena mereka tidak merasakan damai sejahtera. Melainkan perasaan risau, gelisah dan perasaan tidak menentu.

Dan Gideon nyatakan bahwa kalau Tuhan ataupun Roh Kudus memerintahkan apapun kepada Samuel haruslah Gideon sebagai orang tuanya diberi pertanda dari Tuhan. Bisa melalui penglihatan, pendengaran, ataupun mimpi. Sepanjang tidak ada tanda-tanda yang dimaksud maka semua itu dari iblis yang menyamar sebagai roh kudus. Tiba-tiba Wilbert memberitahukan ayahnya yang saat itu sedang dikamar. Wilbert mengatakan bahwa Samuel kemasukan roh lagi. Ayahnya segera menghampiri Samuel yang memang nampak bermanisfestasi kuasa kegelapan. Samuel mengadakan perlawanan dengan menolak ketika ayahnya menyuruh mundur. Akhirnya dipaksa mundur dan Samuel terjatuh di kursi panjang. Mereka berdoa mengikat, menghancurkan dan mematahkan kuasa kegelapan didalam nama Tuhan Yesus. Dan segera Samuel sadar kembali. Di lanjutkan dengan berbagai perbincangan mengenai perkembangan dan tingkah laku Samuel akhir-akhir ini.

Jalan semakin terjal dan berliku,..
Ikuti terus kisah nyata ini,..

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: