e. Ulah iblis,..

Tidak lama mereka berbincang kira-kira pukul 20.00 adik Gideon yaitu HR dari Magelang menelpon, mengatakan bahwa sekarang ini harus waspada dan sangat berhati-hati menjaga Fetra dan Samuel. Mereka sangat peka. Mudah bagi Roh Kudus masuk dan berbicara kepada mereka, dan mudah juga bagi iblis masuk kedalam hati dan kepikiran mereka serta penglihatan mereka. Segera Gideon iyakan, karena ia-pun sedang memperbincangkan hal tersebut dengan istri dan anak-anaknya. Dan Gideon senantiasa berdoa memohon hikmat dari Tuhan agar bisa membedakan mana yang berasal dari Tuhan dan yang berasal dari iblis. Ia tidak ingin dikelabuhi iblis dan kawan-kawannya yang menyamar sebagai roh kudus, dan menyamar sebagai rasul Yohanes dan bahkan Tuhan Yesus sendiri.

Gideon pertanyakan pula apa yang menjadi penglihatan Samuel dan perintah yang katanya dari Tuhan, yang memerintahkan ia ke Magelang dan ke Jogjakarta tanggal 3 Nopember 2004. Ayahnya mengatakan bahwa ia mohon pertanda dari Tuhan apakah suara itu berasal dari Tuhan atau justru berasal dari iblis. Kalau berasal dari Tuhan maka ia atau istrinya akan mendapat pertanda dari Tuhan. Bisa melalui penglihatan, pendengaran ataupun dari mimpi. Kalau tidak ada tanda yang di maksud maka kesimpulan Gideon adalah, itu bukan suara Tuhan melainkan suara iblis yang harus di-lawan. Kalau benar Tuhan yang memberikan penglihatan kepada Samuel, mengapa Tuhan tidak bisa memberikan pertanda kepada Gideon sebagai orang tuanya ? demikian pendapatnya. Jam 22.30 saat Gideon menaikkan puji pujian ke hadirat Tuhan, tiba-tiba Samuel mendapat serangan kembali. Ayahnya mengatakan, “ Samuel berdoa ya ? “
“ Berdoa ? “ Samuel bertanya ulang.
“ Ya, berdoa pada Tuhan “
“ Saya tidak bisa berdoa “
“ Kamu siapa ? “ Gideon membentak keras, karena ia merasa bicara dengan kuasa iblis.
“ Tidak tahu “
“ Kamu dari mana ? “
“ Tidak tahu “
“ Untuk apa kamu kesini ? “
“ Saya ingin menempati tubuh anak ini “
“ Kamu tidak takut pada Tuhan Yesus ? “ kami kembali bertanya.
“ Tidak “
“ Siapa namamu “
“ Dewi “
“ Dengan siapa kamu kesini ? “
“ Ada 4 kawan saya diluar “
“ Mengapa kamu mengganggu anak kami Samuel ? “ ayahnya kembali membentak.
“ Karena keluarga disini sudah membongkar rahasia atasan kami “
“ Siapa atasan kamu “?
“ Lucifer “

Gideon segera mengajak istri dan anak-anaknya yang lain berdoa mengikat, mematahkan dan menghancurkan kuasa kegelapan didalam nama Tuhan Yesus. Tidak lama kemudian Samuel kembali sadar. Samuel mengatakan bahwa roh yang masuk di dalam tubuhnya berasal dari Magelang di dekat rumah om HR.

Sabtu 30 Oktober 2004 sepanjang pagi sampai sore hari tidak ada kejadian yang perlu di tulis disini. Malam harinya Andi telepon memberikan beberapa ayat dari 1 Raja-Raja 22 : 1 – 40 dan Tawarikh ( Gideon lupa pasal dan ayatnya ). Untuk dibaca. Dan Andi mengatakan bahwa ketika di Kebumen memperingatkan kakaknya yaitu HR agar jangan lekas percaya dengan apa yang dilihat Samuel maupun Fetra. Harus di uji terlebih dahulu. Dan Andi mengemukakan perasaannya yang ingin menangis ketika di Purworejo lambang Adiputro di kaca depan dan kaca belakang mobilnya di hilangkan dengan cara yang kasar seperti kesetanan sehingga menggores kacanya. Ingin berontak namun sepertinya tidak ada kekuatan untuk melakukannya. Hanya “ meneng mekeh “ dan kalau nanti ada uang cukup akan mengganti dengan kaca yang baru. Gideon sangat memahami perasaan Andi. Dia nampak sangat terpukul.

Minggu pagi 31 Oktober 2004 jam 07.00 Samuel, Wilbet dan Ragil berangkat terlebih dahulu ke gereja. Samuel akan mengikuti pelajaran katekisasi, Wilbert mengikuti sekolah agama dan Ragil ikut sekolah minggu. Jam 09.00 baru kami menyusul.

Sesampai di lokasi tempat kebaktian, Gideon mendapat kabar dari Wilbert bahwa Samuel kemasukan lagi, dan sekarang ada dibelakang. Gideon segera datangi tempat yang dimaksud. Ia dapati Samuel anaknya sedang dalam keadaan bengong, tanpa expresi dan tidak bisa berkomunikasi. Hanya diam.

Gideon berdoa memohon belas kasihan Tuhan atas anaknya, mengikat, mematahkan dan menghancurkan kuasa kegelapan yang mengganggu anak ini di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Gideon ucapkan berkali-kali, sampai akhirnya Samuel sadar dan bersedia masuk ke ruang kebaktian yang sudah dimulai dengan nyanyian pembukaan. Sebelum memasuki ruang kebaktian, Samuel kekamar kecil terlebih dahulu. Dan sesudah keluar dari kamar kecil, Samuel menutup kedua telinganya dengan mimik wajah ketakutan. Segera Gideon bawa Samuel menjauhi ruang kebaktian. Gideon lakukan komunikasi kembali, dan keluar dari mulut Samuel, “ bulzam “.

Gideon lakukan doa mengikat, mematahkan dan menghancurkan kuasa kegelapan yang menguasai Samuel di dalam nama Tuhan Yesus Kristus tetapi tidak juga keluar. Dan Samuel tetap tidak bisa diajak bicara. Hanya menggunakan bahasa tubuh. Tiba-tiba tangannya menunjuk ke beberapa arah dengan mengatakan “ disini banyak jin-jin yang akan menyerang Samuel, bawa anak ini pulang karena disini banyak sekali roh-roh jahat “.

Setelah sekian lama tidak juga sadar, Gideon tidak mungkin membawa Samuel ke ruang kebaktian dalam kondisi yang demikian. Ia berpikir keberadaan Samuel dalam kondisi seperti sekarang ini akan mengganggu saudara-saudari yang tengah mengikuti kebaktian, maka ia ambil keputusan membawa pulang Samuel ke rumah.

Sesampai dirumah, kembali Gideon berdoa dengan lebih sungguh-sungguh dan menangis dihadapan Tuhan atas penderitaan panjang yang dialami anaknya. Tetap Samuel tidak sadar. Kemudian ada suara dari mulut Samuel yang mengatakan bahwa yang bicara adalah roh kudus yang ada di dalam diri Samuel, dan mengatakan bahwa roh Samuel ditawan Ratu Pantai Selatan. Ayahnya tidak langsung percaya. Bahkan didalam kamar, yang lampunya tetap menyala, ayahnya minta kepada roh yang mengaku roh kudus didalam diri Samuel, kalau benar-benar roh kudus ia minta matikan lampu kamar tanpa mematikan saklarnya. Dia menyanggupi, ya tunggu sebentar saya akan berusaha, demikian katanya.

Gideon pun memohon kepada Tuhan, sekiranya memang benar Roh kudus didalam diri Rio adalah berasal dari Tuhan biarlah lampu mati tanpa saklar dimatikan. Gideon saat itu yakin bahwa kalau Roh Kudus itu asli dari Tuhan maka sangat mudah melakukan permintaannya. Tetapi setelah lebih dari 10 menit, lampu tak kunjung padam. Dan Gideon sadar kembali bahwa ia berhadapan dengan kuasa kegelapan yang berpura-pura menjadi roh kudus. Gideon segera berdoa, mengikat, menghancurkan dan mematahkan kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Dan dari mulut Samuel keluar kata-kata, “ saya hanya sebentar disini, dan saya akan segera pergi “ Dan seketika itu pula kembali mulut Samuel terkunci tidak bisa bicara. Tetapi tetap masih belum sadar. Bahkan Samuel tidak bisa mengenali lagi mana kamar mandi, kamar tidur dan tiap bagian rumah dirumahnya sendiri. Kesimpulan Gideon, Samuel masih dikuasai roh iblis yang sangat bandel. Kira-kira pukul 12.30 Wilbert dan Stevanie. datang dari gereja. Samuel masih dikuasai iblis, mulai agresip, senantiasa gelisah. Samuel menggunakan komunikasi melalui tulisan. Selalu minta agar segera dibawa ke Magelang malam ini juga dengan menggunakan bus. Harus tumpang tangan paling sedikit 10 orang, baru Samuel akan sembuh. Soal biaya bisa ambil di ATM BCA yang sekarang ini ada dananya Rp. 550.000,-

Gideon tidak pedulikan apa permintaan Samuel dan tetap di jaga dengan ketat. Kira-kira pukul 13.30 istrinya pulang dengan Ragil setelah mengikuti malaman bapak dan ibu. Istri Gideon memang telah mempersiapkan beberapa pertanyaan mengenai menjelasan ayat-ayat dalam Alkitab yang berkaitan erat dengan kondisi Samuel. Ketika di tanyakan bagaimana jawabannya, dikatakan bahwa karena pertanyaan terlalu panjang maka akan dijawab kemudian hari dan akan menjadi PR demikian kata pemimpin malaman.

Gideon beserta istrinya kembali bergumul di dalam doa bagaimana mengatasi keadaan Samuel yang masih dikuasai kuasa kegelapan. Kemudian telepon HE di Magelang mengenai apa yang harus dilakukan, dan HE memberikan alamat RDSB, tetapi tidak ada nomor teleponnya. Istri Gideon menghubungi Andi tetapi mendapat jawaban : “ Saya tidak akan datang kerumah Samuel, karena Samuel adalah pembohong “ . Istri Gideon nampak sedih. Mereka berdua suami istri bingung mesti kemana.

Terpikir juga dalam benak Gideon, apakah harus membawa anak ini ke rumah sakit jiwa ?. Sementara ia tahu penyebabnya adalah dari kuasa kegelapan. Kemudian dalam kepedihannya Gideon menerawang jauh. Mengapa para jawatan GKB, di tempatnya berkebaktian seakan akan masa bodoh ?. No action, tidak ada tindakan apa – apa. Apakah Samuel ini memang sudah dianggap sampah yang senantiasa menyusahkan gereja ? membuat sibuk para diaken ? mencemarkan ketentraman suasana kebaktian ? Beliau – beliau ini tetap tidak mau tahu. Gideon percaya beliau-beliau itu melihat dengan jelas saat Samuel bermanisfestasi kuasa kegelapan. Saat mengamuk di ruang iman, disaksikan oleh jawatan. Saat mengamuk digereja mereka melihat sendiri bagaimana kondisi Samuel. Juga saat bagaimana di dalam nama Tuhan Yesus, Gideon melepaskan kuasa kejahatan di ruang imam beberapa hari yang lalu. Seorang anggota dan seorang jawatan menyaksikannya. Juga saat berjalan memasuki ruang kebaktian dalam kondisi normal setelah sekian menit yang lalu harus dipapah keluar.

Gideon menangisi Samuel yang senantiasa menjadi ajang datang dan perginya kuasa-kuasa kegelapan. Dia bingung, akan kemana lagi ?,..
Kemudian Gideon ingat ibu Joko yang pernah mengusir kuasa kegelapan dalam diri Samuel saat persekutuan doa dirumah Patrianto sahabatnya. Segera Gideon memacu motornya ke rumah ibu Joko. Sesampai di rumah beliau, beliau baru saja sampai setelah memberikan pelayanan rokhani. Gideon sampaikan kondisi Samuel. Beliau berdua bersedia datang. Tetapi mungkin agak sore. Gideon menjadi tenang dan sepanjang perjalanan dari rumah ibu Joko ia seakan menemukan setitik harapan kesembuhan bagi anaknya.

Kurang lebih pukul 17.00 ibu Joko dan suaminya benar-benar datang kerumah Gideon. Setelah di persilakan masuk, kemudian semua memberi salam dengan cium pipi kecuali Samuel yang nampak beringas. Mereka panjatkan puji-pujian beberapa nyanyian dan kemudian dilanjutkan dengan do’a. Kemudian dilakukan pengikatan, penghancuran dan mematahkan kuasa kegelapan yang menguasai Samuel, yang dilakukan oleh ibu Joko sementara Gideon dan yang lainnya terus menaikkan puji-pujian peperangan roh dengan penuh semangat. Tiba-tiba dari mulut Samuel keluar teriakan keras, sebentar kemudian tubuh menjadi lunglai dan lemas. Dan dari mulutnya mulai keluar nyanyian lagu peperangan dengan perlahan. Tubuh Samuel mulai kembali bangkit dan berlutut sambil terus ikut menyanyikan lagu peperangan iman. Tiba-tiba kedua kaki Samuel bergerak dengan sendirinya bergetar dan tidak bisa dikendalikan. Kemudian oleh ibu Joko dibentak dengan keras agar diam didalam nama Yesus. Dan kaki Samuel-pun diam pada saat itu juga.

Beberapa menit kemudian Samuel ikut berdiri dan terus menyanyikan nyanyian ucap syukur. Mereka kembali melihat senyum Samuel. Ya Samuel kembali normal. Mereka sangat bersyukur melihat kesemuanya ini. Tuhan, terima kasih atas kesembuhan yang telah Engkau berikan pada Samuel. Demikian Gideon mengucap syukur dalam hati.

Setelah Samuel kembali normal, dilanjutkan dengan tanya jawab. Istri Gideon yaitu Yulia banyak melontarkan pertanyaan yang selama ini disimpan di hati. Bu Joko menjelaskan dengan senang hati. Dan setiap penjelasan ibu Joko selalu disertai dengan refrensi Alkitab. Dan dari bu Joko pula Gideon tahu bahwa penglihatan Samuel maupun Fetra selama ini adalah palsu. Semua itu ulah iblis dan kawan-kawannya. Ketika Gideon tanyakan kepada ibu Joko mengapa roh yang masuk kedalam tubuh Samuel kali ini tidak bisa Gideon hancurkan, walaupun sudah berdoa bersama sama dengan istri, juga sudah dengan nyanyian peperangan, malahan ditertawakan.

Bu Joko menjelaskan bahwa ketika roh itu pergi dari tubuh orang itu, tetapi mendapatinya dalam keadaan kosong, maka roh itu akan mengajak 7 orang kawannya yang lebih jahat untuk masuk dan menyerang. Demikian setiap kali diusir dan kembali maka akan menjadi lebih kuat lagi. Kalau yang kemarin-kemarin di ibaratkan sebagai letnannya, kaptennya, dan sekarang ini adalah jendralnya.

Apa yang dikatakan mengenai penampakkan Tuhan Yesus Kristus, Rasul Yohanes dan suara-suara yang senantiasa terdengar pada telinga Fetra maupun Samuel dikatakan tidak benar. Karena tidak tercantum dalam Alkitab. Kemudian bu Joko memberikan beberapa ayat dalam Alkitab yang harus di hafal, karena ayat ayat itulah pedang Roh, yang sangat dibutuhkan saat serangan kuasa kegelapan datang.

Dan kalau seisi rumah hafal dengan ayat – ayat tersebut maka Samuel akan selalu tertutup bagi serangan kuasa kegelapan. Dan Samuel tidak akan kemasukan roh iblis lagi. Tetapi kalau Samuel membuka kunci dirinya sendiri, membuka pikirannya sendiri maka dengan mudah iblis akan masuk. Dan hal itu tentu tidak di inginkan. Maka pada 1 Nopember 2004 pagi hari, hubungan telepon di putus. Dan Gideon melarang Samuel keluar rumah tanpa ijin ayahnya sebagai orang tuanya. Hanya mendengar apa yang ayahnya katakan. Melakukan apa yang ayahnya minta. Diluar itu berasal dari kuasa kegelapan. Gideon bersyukur, seisi rumah sangat memahami karena semua tidak ingin Samuel menjadi ajang datang dan perginya kuasa kegelapan.

Siapapun yang membaca kisah nyata ini, dimohon pemahaman secara dewasa. Sikap Gideon pada setiap kejadian waktu itu memang demikianlah adanya. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, dan mengikuti setiap perkembangan yang terjadi, sikap yang di yakini sangat mungkin berubah 180 derajat. Karena sekalipun roh kuat tetapi daging adalah lemah. Kisah ini akan menjadikan pengalaman dan sekaligus pelajaran yang sangat berarti. Ia menyadari bahwa telah banyak membuat luka saudara-saudara sendiri. Telah mengakibatkan perpecahan sesama saudara sekandung. Gideon sangat pedih bila mengingat hal yang demikian. Mana yang benar dan mana yang kurang benar, hanya waktulah yang akan membuktikan ini semua ini. Semoga polemik ini segera berakhir dengan suka cita bersama saudara-saudara sekandung lengkap dengan keluarganya masing-masing.

Kerinduan dipulihkan,.. sangat besar. Tetapi kalau belum waktunya Tuhan ?,.. Tunggu kelanjutannya,..

Tuhan Yesus memberkati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: