f. Saya menolak iblis.

Senin 1 Nopember 2004. Sampai saat Gideon kembali dari kantor kira-kira jam 19.00. Aman-aman saja tidak ada kejadian yang istimewa. Sampai keesokan harinya. Pada hari Selasa sore sepulang dari bekerja, setelah makan sore, Gideon sekeluarga mulai memuji-muji nama Tuhan dan menyanyikan lagu peperangan iman.

Beberapa lagu mereka nyanyikan dengan penuh semangat. Nampak Ragil dan Wilbert berapi-api dalam menyanyikan lagu “kumenang” Samuel kembali menampakkan gejala bermanifestasi. Hal itu terjadi didepan mata. Yang tadinya menyanyi dengan penuh semangat, tiba-tiba lehernya lunglai tanpa daya. Tidak sadarkan diri.

Beberapa kali dilakukan panggilan dan sentuhan yang agak mengagetkan, tetap tidak ada respon. Gideon melihat Samuel persis seperti hari Minggu kemarin. Tetapi kali ini Gideon minta anak-anak dan istrinya terus menyanyi dengan lebih semangat lagi dan sungguh-sungguh, sementara itu Gideon lakukan pengikatan, kuasa kegelapan yang mengganggu Samuel. Tiba-tiba Samuel berteriak keras sambil menutup telinga.

Tetapi tidak lama kemudian perlahan-lahan mata terbuka dan mulut ikut bernyanyi. Kemudian perlahan-lahan berdiri dan terus berjalan berkeliling sambil menyanyikan lagu peperangan dengan penuh semangat dan dengan bertepuk tangan. Hal ini terus berlangsung sampai lebih kurang 5 menit.

Tiba-tiba nyanyian dari mulut Samuel berhenti, mata terpejam tubuh limbung. Gideon sadar bahwa masih ada kuasa kegelapan yang belum merelakan Samuel bebas. Nyanyian terus dikumandangkan, dan Gideon kembali mengikat, mematahkan dan menghancurkan serta menolak kuasa kegelapan dari tubuh Samuel didalam nama Tuhan Yesus.

Kembali Samuel roboh dan pingsan tubuhnya segera Gideon menopangnya dan diletakkan di lantai perlahan-lahan. Nyanyian terus dan terus dinyanyikan oleh anak-anak Gideon yang lain dan juga istrinya. Kira-kira 5 menit kemudian Samuel kembali sadar dan segera bangkit berdiri ikut menyanyi dan terus bernyanyi sampai keringat membasahi kaos yang dipakainya. Baru setelah Gideon yakin bahwa tidak ada serangan lagi, semua istirahat bernyanyi. Dan setelah itu nampak kegembiraan di wajah mereka semua. Iblis sudah dikalahkan. Samuel telah dimenangkan karena darah Tuhan Yesus Kristus. Dan menjelang pukul 22.00 Gideon beserta semua keluarganya mengucap syukur kepada Tuhan dengan doa bersama, dan masing-masing mempersiapkan diri istirahat.

Rabu pagi, 3 Nopember 2004 sebelum Gideon berangkat bekerja, kepada seluruh anggota keluarga berpesan, agar nanti sore Samuel dirumah saja dulu tidak perlu ke gereja, dengan ditemani ia atau istrinya. Gideon khawatir kalau kalau Samuel mendapat serangan lagi ketika mengikuti kebaktian. Mereka semua mengangguk mengiyakan.

Tetapi ketika sore hari Gideon pulang bekerja didapati Samuel telah berangkat ke Gereja. Ia tanyakan kepada istrinya mengapa Samuel boleh berangkat ke Gereja ? Istrinya menjawab : “ Mengapa harus takut ? bukankah roh yang ada didalam diri Samuel lebih besar dan lebih kuat dari roh manapun di dunia ini ? “

Dan Gideon menjawab, “ betul demikian bagi kita, tetapi bagi Samuel ? , bukankah masih perlu diisi dengan firman Tuhan lebih dahulu sebelum dilepaskan keluar rumah “
“ Bukankah ada nyanyian, – Slalu brani maju lawan rintangan ! – sudahlah, tadi juga sudah berdoa terlebih dahulu memohon perlindungan pada Tuhan”

Dalam hati Gideon, ia bersyukur, bahwa iman istrinya akan pengandalan kepada Tuhan jauh meningkat dibandingkan sebelumnya, walaupun justru di hati kecil Gideon timbul kekhawatiran akan keselamatan Samuel. Dan ternyata kekhawatiran Gideon tidak menjadi kenyataan. Samuel bisa mengikuti kebaktian dari awal sampai selesai dan pulang kerumah tidak mengalami gangguan apapun juga.

Kamis ke-esokan harinya tidak ada kejadian yang perlu di catat, kecuali ketika sore hari kira-kira pukul 20.00 saat menaikkan nyanyian peperangan iman, Samuel tiba-tiba tutup telinga. Gideon menengking di dalam nama Tuhan Yesus. Segera sadar dan meminta diberikan minyak urapan pada daun telinganya serta pintu depan dan setiap pintu masuk juga jendela. Gideon pikir tidak ada salahnya di lakukan.

Setelah selesai memberikan minyak urapan dan selesai bernyanyi, Samuel mengatakan bahwa banyak teriakan dari kuasa – kuasa kegelapan didepan rumah mau masuk. Jumat pagi, jam 05.00 Gideon bangun tidur, tetapi kali ini punggung sebelah kanannya dirasakan pegal kalau digerakkan, bahkan cenderung sakit kalau untuk tarik nafas apalagi bila batuk. Apa yang terjadi dengan punggung Gideon, saat itu ia belum tahu. Apakah hal ini wajar atau tidak wajar. Yang dirasakan tidak beritahu orang seisi rumah, Juga termasuk istrinya tidak diberitahu.
Apakah karena sedang giat membaca “ Bebas dari cengkeraman setan karya Rebecca Brown ?”
Kini saatnya menunggu apa yang akan terjadi kemudian.

Sabtu 6 Nopember 2004 Sepanjang hari sampai hari Senin 8 Nopember 2004 tidak ada kejadian yang perlu dicatat. Semuanya berjalan dengan aman dan tidak ada gangguan apapun, termasuk saat Gideon sekeluarga pada Minggu 7 Nopember 2004 ke Gereja-pun tidak ada kejadian yang istimewa. Inilah yang mereka impikan dan mereka usahakan sepanjang hari. Mereka berdoa pagi memohon agar Tuhan mengenakan senjata rokhani kepada mereka dan anak-anak nya.

Sore hari ketika Gideon pulang kerja, ia dapati anak-anak tengah bersenda gurau. Tetapi tidak terlihat Samuel. Baru setelah masuk ia tahu bahwa Samuel sedang membersihkan kamar mandi. Tidak lama kemudian ia lihat Samuel keluar kamar mandi, tetapi ketika ia perhatikan wajahnya agak murung. Gideon pun segera membersihkan diri. Mandi.

Saat ia akan makan sore, sang ayah ini menanyakan siapakah yang belum makan, dan mereka termasuk Samuel mengatakan bahwa sudah makan semuanya. Akhirnya Gideon makan sendiri.

Menjelang pukul 19.00 Gideon memperhatikan Samuel yang sedang menuliskan sesuatu dari Alkitab, yang menurut keterangannya ada banyak PR dari pelajaran katekisasi. Saat Gideon meneruskan membaca buku karya Rebecca Brown “ Bebas dari cengkeraman Setan “ ia putar lagu-lagu rokhani. Belum selesai satu halaman, Wilbert memberitahu bahwa Samuel sepertinya tutup telinga ketika mendengarkan nyanyian rokhani. Gideon segera hampiri Samuel anaknya. Nampak berusaha keras menguasai diri dengan menengking iblis di dalam dirinya. Sambil tetap menutup telinganya Samuel berguling-guling sepertinya sedang dalam pergumulan yang dahsyat. Gideon segera sadar apa yang tengah Samuel hadapi. Kuasa kegelapan sedang menyerang Samuel. Gideon segera minta segenap keluarga menyanyikan nyanyian peperangan dengan semangat.

Gideon panjatkan ucap syukur kepada Bapa di Surga, atas perlindungan dan kasih Tuhan selama ini, dan dilanjutkan dengan mengikat, mematahkan dan menghancurkan kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus. Demikian berkali-kali dilakukan, dan dengan lantang pula di usir kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Samuel nampak semakin tidak bisa menguasai diri, berontak, meronta dan mendengus, tangan mencakar-cakar baik ke lantai maupun ke tubuh ayahnya dengan tatapan liar. Sepanjang di tengking di dalam Nama Tuhan Yesus, nyanyian terus dikumandangkan dengan lebih semangat.

Kurang lebih satu jam berlangsung, akhirnya Samuel lunglai dan ikut bernyanyi bersama. Dan Gideon istirahat bernyanyi, menanyakan apa yang terjadi. Samuel justru bingung. Samuel katakan bahwa waktu pagi hari melihat dengan tidak sengaja buku karya Rebecca mengenai “ Bebas dari cengkeraman setan “ yang seharusnya dibawa ayahnya ke kantor, tetapi rupanya ayahnya lupa membawanya, tertinggal diatas TV. Dan Samuel tergerak untuk membuka buku tersebut. Dan Samuel merasa rohnya dibawa ke alam lain. Dia katakan terkejut tiba-tiba sudah ada dirumah lagi. Jadi yang dilakukan sepanjang pagi hingga pada saat Samuel sadar, sama sekali tidak ingat apa-apa. Adik-adiknyapun mengatakan bahwa siang tadi mereka bertiga berenang di kolam renang umum. Tetapi Samuel justru bingung, karena merasa tidak pernah kesana. Bahkan tidak mengakui dirinya sudah mandi dan sudah makan. Yang Samuel tahu dirinya belum mandi dan belum makan, walaupun mamanya mengatakan bahwa Samuel sudah mandi, menyikat kamar mandi, mengangkat jemuran, mengerjakan PR katekisasi dengan menuliskan beberapa ayat dari Alkitab, menyiram tanaman dan juga sudah makan siang dan juga makan sore. Aneh tetapi nyata. Roh siapa tadi yang mengisi tubuh Samuel.

Gideon ingin menguji kembali apakah di dalam tubuh Samuel memang sudah bersih. Ia putar lagi kaset rokhani. Kemudian minta Samuel membaca kuat-kuat tulisan di dinding dari Lukas 10:19. Samuel membaca kuat-kuat, tetapi suaranya semakin melemah dan tidak sampai 5 menit kemudian, kembali Samuel menutup telinga. Dan kali ini manifestasi yang nampak seperti gerakan ular, mengesot di lantai. Di tengking di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Anak-anak dan istrinya di minta menyanyikan lagu peperangan. Gideon minta agar tubuh Samuel diam dan di larang bermanisfestasi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Samuel tiba-tiba diam. Namun kembali bangkit berdiri tetapi pandangan masih nampak liar dan ganas.

Beberapa tulisan mengenai ayat-ayat di dalam Alkitab akan dirobeknya. Memberontak ketika ayahnya memegang tangannya. Berlari mencoba keluar sambil membuka kunci. Ayahnya menarik dari pintu, Samuel mengadakan perlawanan fisik, berusaha melepaskan pegangan tangan ayahnya. Samuel berlari kearah pintu dan menendang pintu depan dengan kuat. Gideon perintahkan dalam nama Tuhan Yesus agar diam dan berlutut di hadapan Tuhan.

Luar biasa, Samuel segera diam dan berlutut. Gideon segera tumpang tangan bersama istri dan adik-adiknya. Bersama sama menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Samuel membuka mata sambil perlahan menyanyikan lagu “kumenang-kumenang “. Samuel menggeliat sambil memegang kepala dengan mengatakan bahwa kepalanya pusing sekali. Telunjuk Samuel menunjuk punggungnya sambil mengatakan bahwa masih ada beberapa roh kegelapan yang ada di punggungnya. Gideon segera tumpang tangan ke kepala dan menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus. Tiba-tiba Samuel meloncat berdiri. Dan kedua kakinya meloncat loncat mundur sambil meta terpejam dan dari mulut Samuel mengeluarkan suara, hi, … hi,.. hi,… berulang-ulang. Gideon bentak kuat-kuat, “ diam dan berlutut, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus “. Samuel pun diam dan berlutut. Ayahnya minta Samuel menirukan kata-katanya.

Gideon katakan, “ Saya menolak iblis, “
Samuel menjawab. “ Saya menolak Yesus,”
Gideon ulangi dengan lebih keras, “ Saya menolak iblis “
Samuel menjawab dengan tatapan liar dan lebih keras lagi “ Saya menolak Yesus “

Akhirnya Gideon sadar bahwa kuasa kegelapan yang menyerang Samuel kali ini sangar membandel dan segera, ia minta istrinya mempersiapkan minyak urapan. Setelah minyak urapan siap, di berkati di dalam nama Tuhan Yesus, lantas digunakan untuk mengurapi Samuel. Ia berontak namun tangan ayahnya dan juga tangan mamanya dan adik-adiknya tetap menekan kepala Samuel agar tetap tunduk di dalam nama Kuasa Tuhan Yesus Kristus. Setelah berlangsung kira-kira 5 menit menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, terlihat Samuel tidak lagi mengadakan perlawanan. Gideon kembali katakan pada Samuel agar menirukan apa yang di ucapkan.

Gideon katakan, “ Saya menolak iblis ! “
Samuel menirukan, “ Saya menolak iblis,”

Demikian berulang – ulang di sampaikan dan Samuel “ lulus “ dalam pengujian ayahnya. Samuel kembali sadar dan menceritakan perjalanan rohnya sepanjang pagi hingga sore dia sadar sampai dirumah. Gideon kembali putar kaset lagu-lagu rokhani. Ayahnya heran Samuel masih tutup telinga. Samuel kembali dikuasari oleh roh-roh kegelapan. Masih dalam posisi duduk, tiba-tiba meraih tangan ayahnya dan berusaha menggigitnya. Adik-adiknya mencoba membantu ayahnya dengan menarik tangan ayahnya. Tangan Wilbert berhasil ditangkap tangan Samuel dan akan menggigitnya. Wilbert berontak dengan kuat, agar tangannya tidak masuk kedalam mulut Samuel. Ini berakibat pergelangan Wilbert mengalami kesakitan karena mungkin “keplitek”. Ragil mencoba menghalangi dengan menarik kepala Samuel kebelakang. Setelah tangan Gideon terbebas, segera di berikan minyak urapan pada dahi Samuel sambil ia berteriak, “ katakan, Saya Samuel milik Tuhan Yesus,”
Roh di dalam Samuel menyahut, “ saya milik iblis “
Kembali ayahnya teriak, “ saya Samuel milik Yesus Kristus “
Lagi-lagi jawabannya adalah, “ saya milik iblis “

Gideon ternyata tidak akan pernah menyerah pada iblis, ia minta semua tumpang tangan di kepala Samuel dengan mengatakan, “ di dalam Nama Yesus Kristus, kami ikat, patahkan dan hancurkan roh setan yang ada didalam diri Samuel dan kami perintahkan keluar sekarang juga. Terdengar suara parau dari mulut Samuel dengan nada mengancam. “ Awas kalian semua, akan saya hancurkan nanti disana”.

Tetapi Gideon tidak gentar dengan ancamannya. Demikian berulang-ulang menggunakan otoritas Tuhan Yesus untuk menengking dan mengalahkan kuasa kegelapan, sampai akhirnya, ketika ayahnya minta Samuel menirukan kata-katanya, Gideon katakan, “ Saya milik Yesus Kristus, “ Samuel pun ikut mengatakan, “ Saya milik Yesus Kristus”, Akhirnya Samuel sadar keberadaannya dibawah tangan-tangan ayah dan mama serta adik-adiknya. Hal ini berlangsung kurang lebih 2 jam sampai kaos yang Gideon pakai basah kuyup karena keringat. Kepala terasa agak pening, dan tubuh jasmaninya terasa lelah sekali. Gideon merenung sejenak. Akhirnya ia putuskan akan ke rumah bapak/ibu Joko malam ini juga.

Sesampai di rumah bapak/ibu Joko Gideon lihat ibu Joko baru pulang dari pelayanan di daerah Jatibening. Dan kedatangan Gideon berdua dengan Samuel disambut dengan hangat. Setelah beberapa lama saling menanyakan keadaan masing-masing, akhirnya disampaikan peristiwa yang baru saja mereka alami. Samuel saat diperhatikan menunjukkan sikap yang kurang wajar. Gideon beri tanda pada ibu Joko dan ternyata ibu Joko sudah mengetahuinya.

Segera semua turun ke bawah ( kelantai ), berdoa pelepasan untuk Samuel. Sambil ibu Joko berdoa tumpang tangan di kepala Samuel, Gideon bersama bapak Joko terus menyanyikan lagu peperangan. Tangan ibu Joko ditepis Samuel tetapi akhirnya diam ketika didalam nama Tuhan Yesus dikatakan “ diam “.

Beberapa lama berselang ibu Joko menanyakan, “ Bagaimana Samuel apakah sudah enak ?”
Samuel menjawab, “ sudah enakan bu dhe,.. tetapi sepertinya belum semuanya keluar, Samuel merasakan giginya bertaring, sambil tangannya meraba giginya “
Gideon perhatikan ibu Joko menggunakan otoritasnya mengikat, mematahkan dan menghancurkan kuasa kegelapan dan melarang roh siapapun juga dari kuasa kegelapan memasuki tubuh Samuel, selanjutnya Gideon tidak bisa menyampaikan disini, karena ibu Joko menggunakan bahasa roh. Dan ketika secara roh ibu Joko mencabut taring-taring yang dirasakan Samuel. Akhirnya Samuel terbebas dan merasa taring yang dirasakannya sudah hilang.

Peristiwa aneh,.. tetapi nyata. Terus ikuti kisah selanjutnya,..

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: