i. Yesus palsu,..

Pada pukul 06.15 saat Gideon siap berangkat bekerja, Samuel putar kaset nyanyian rokhani. Dan tidak lama kemudian Samuel menampakkan tanda-tanda kemasukan kuasa kegelapan. Segera Gideon ajak Yulia istrinya dan Wilbert menyanyikan nyanyian peperangan. Di tengking di dalam Nama Tuhan Yesus berkali-kali dan dengan memberikan minyak urapan, bahkan untuk yang pertama kali Gideon lihat, bahwa saat istrinya tumpang tangan diatas kepala Samuel sambil terus menengking di dalam Nama Tuhan dengan bercucuran air mata.

Samuel yang semula mengadakan perlawanan fisik akhirnya lunglai lemas dan terbebas dari belenggu kuasa kegelapan. Kembali Samuel berceritera bahwa rohnya dibawa pergi entah kemana dan tidak tahu oleh siapa. Ayahnya tidak habis pikir mengapa begitu mudah Samuel kemasukan roh kegelapan ? Mengapa ? Siapakah yang membuka pintu untuk mereka ?,..

Setiap kali Gideon berdoa, ia telah mohon agar pribadi Samuel dibungkus rapat-rapat dengan salutan darah Tuhan Yesus Kristus. Kalau ia sampaikan demikian Samuel selalu menyahut bahwa adik-adiknya selalu membuka jalan masuk dengan saling berteriak, marah – marah dan saling bertengkar.

Tiba-tiba Gideon tergerak memohon hikmat surgawi memohon petunjuk Tuhan Yesus Kristus, pintu mana yang sering menjadi arena keluar dan masuknya kuasa kegelapan. Ia segera berlutut di hadapan Tuhan Yesus Kristus menyampaikan tangisan dan jeritan hatinya. Dan setelah selesai berdoa, tiba-tiba pikirannya terbuka dan mendapat jawaban atas pintu mana yang senantiasa terbuka.

Bukankah Samuel sering cerita bahwa “Tuhan Yesus” senantiasa berbicara kepadanya mengatakan banyak hal termasuk ayat-ayat dari Alkitab yang di pasang di dinding-dinding ruangan. Karena seringnya mengatakan seperti itu timbullah komunikasi dua arah antara Samuel dan suara yang mengaku sebagai “ Tuhan Yesus “ bahkan saat tidurpun ia sering memperhatikan Samuel yang terus berguman seperti berbicara dengan seseorang. Apakah iblis tidak bisa melakukan yang demikian ? segera Gideon katakan,
“ Samuel dan mama,.. Tuhan telah memberikan jawaban kepada papa,.. soal pintu masuk kuasa
kegelapan ke dalam pribadi Samuel. “
“ Maksud papa ? “
“ Lagi – lagi kita terkecoh dan tertipu oleh iblis,.. bukankah kita pernah katakan kepada Samuel
bahwa kalau Tuhan Yesus yang berbicara biarlah melalui orang tuanya, karena Samuel masih
dalam tanggung jawab kita berdua ?,..
“ Jadi yang selama ini mengaku Tuhan Yesus itu adalah palsu ? “ Samuel kaget.
“ Iya, benar “
“ Tetapi kok semua tulisan di dinding hafal semua dan dibacakan untuk Samuel ? “
“ Apakah iblis tidak tahu alkitab ? “
“ Wah tertipu lagi,.. “ Samuel akhirnya menyadari bahwa selama ini tertipu dan membuka pintu
bagi kuasa kegelapan masuk ke dalam pribadinya.
“ Sekarang apapun yang Samuel dengar, jangan hiraukan, jangan ajak bicara, jangan di respon,
jangan tanggapi, karena semua itu dari kuasa kegelapan yang menyamar menjadi malaikat
terang, menyamar sebagai Tuhan Yesus. Tengking dalam Nama Tuhan Yesus berkali-kali
sampai tidak lagi terdengar panggilan-panggilan yang menyesatkan.
“ Iya pah “ jawab Samuel yang beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa sangat kasihan melihat mama dan papa serta adik-adiknya yang senantiasa dibuat repot dirinya. Dan mereka berdua hanya tersenyum, karena mereka tahu bahwa Samuel hanyalah korban. Sekali lagi korban. Saat Samuel jatuh tidak seharusnya menimpakan tangga diatasnya, melainkan harus di dukung dengan sepenuh hati, di bangkitkan kembali dengan kasih yang tulus.

Waktu menunjukkan pukul 06.45 Samuel mengatakan, “ Papa berangkat kerja aja sekarang, sudah kebanyakan terlambatnya. Saya nggak apa-apa kok “
“ Yakin ? “ ayahnya memastikan.
“ Iya,.. jangan khawatir “ jawab Samuel meyakinkan.
“ Begini,.. papa akan berangkat sekarang, dan kalau siap berperang, enggak apa-apa putar lagu rokhani, tetapi kalau merasa tidak siap,.. sementara ini jangan putar kaset lagu rokhani terlebih dahulu. Ia katakan demikian, karena setelah ia renungkan, nyanyian rokhani sangat mudah mengundang kuasa kegelapan masuk ke dalam pribadi Samuel, terutama saat pintu terbuka.
“ Iya pah,”.. jawab Samuel dengan wajah berseri.
“ Jam 12.00 tolong telepon dipasang karena papa akan telepon kerumah. Kalau lewat 5 menit,
tidak telepon telepon saja ke kantor papa, mungkin papa lupa. “
“ Iya pah, hati-hati di jalan “ pesan Samuel dengan nada ceria.

Gideon pun akhirnya meninggalkan rumah dengan hati tetap was-was dan jantung berdebar-debar. Ada rasa khawatir saat ia tidak ada, bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bagaimana jadinya dengan keluarganya ?,.. kepada siapa ia berteriak kalau tidak kepada Tuhan Yesus pribadi ?,.. Akhirnya begitu ia sebut Tuhan Yesus hatinya menjadi lebih tenang. Bukankah selama ini Tuhan Yesus senantiasa membimbing dan memberikan banyak hal kepadanya khususnya dalam menghadapi kondisi Samuel ?.

Satu demi satu,.. tersingkap.
Bagaimana kisah selanjutnya ?.. ikuti terus,…

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: