l. Sahabatku,..

Malam kian merayap akhirnya keluarga ibu Joko pamit pulang dengan suka cita yang besar. Dan keluarga Gideon pun mengiringi kepulangan beliau dengan perasaan sukacita yang besar pula. Hampir tengah malam mereka masing-masing istirahat tidur setelah doa malam bersama-sama.

Pagi hari Jum’at 12 Nopember jam 04.30 Gideon bangun pagi. Nampak terlihat Samuel tidur begitu nikmat tanpa igauan sama sekali. Baru setengah jam kemudian istri Gideon dan Samuel ikut bangun dan mengajak doa pagi bersama. Setelah doa pagi mereka tanyakan keadaan Samuel, dan Samuel mengatakan bahwa tubuhnya masih terasa pegal setelah kemarin hampir sehari penuh tenaganya dikuras habis habisan di dalam peperangan melawan kuasa kegelapan.

Saat matahari semakin menampakkan keberadaannya, Samuel merasakan masih ada gigi asing tertanam di dalam mulutnya. Segera Gideon bergandeng tangan dengan istrinya memohon kepada Tuhan agar menghilangkan gigi asing tersebut. Dan mereka lakukan dengan doa dan tumpang tangan dan di dalam nama Tuhan Yesus kami menengkingnya dengan keras. Saat itu juga Samuel terbebas dari gigi asing yang mengganggunya.

Setelah Samuel mandi, karena masih terasa lelah dan mengantuk, maka Samuel mengajak Stevanie ( anak ke empat Gideon yang masih berusia 3,5 tahun ) tidur di kamarnya. Saat itu Gideon di kamar sebelah, Stevanie tiba-tiba masuk ke kamar ayahnya sambil berkata dengan mimik serius ,.. yang maksudnya adalah kira-kira seperti ini, “ papah,.. lihat mas Samuel di kamar sebelah,.. tadi mengatakan “tidak !!” keras sekali “. Ayahnya segera ke kamar Samuel dan menanyakan ada apa. Samuel membuka mata dan mengatakan bahwa ia mimpi akan di urapi oleh iblis. Dan di dalam mimpi Samuel menolak dengan kuat. Dengan mengatakan “ Tidak !! “. Dan suara itulah yang didengar Stevanie.

Segera Gideon berdoa dan memohon kepada Tuhan agar menutup mimpi dan memory dalam otaknya yang berasal dari kuasa kegelapan. Sesaat kemudian Samuel kembali tidur dengan nyenyaknya.

Terbayang kembali saat awal mula Gideon berbincang-bincang dengan sahabatnya Patrianto. Dan ia merasa bersyukur telah bertemu dengan sahabatnya.

Ternyata keluarga Patrianto telah lebih dahulu ini menjadi ” sasaran tembak “ oknum yang tidak menyukai keberadaannya di tempat pekerjaan. Dengan berbagai cara ia lakukan untuk melaksanakan keinginannya, dan disinyalir menggunakan kekuatan iblis dan kawan-kawannya. Memang “ kejahatan “ ini sulit dibuktikan secara manusiawi, tetapi dalam dunia roh sangat jelas.

Ketika itu beberapa kali Gideon bertemu dangan Patrianto, melihat sosok sahabatnya begitu loyo, lelah dan nampak kurang tidur. Gideon bertanya, “ Kok lesu amat “
“ Kurang tidur “ jawabnya singkat.
“ Kenapa ? “ tanya Gideon ingin tahu.
Mulailah mereka berdua terlibat dalam pembicaraan yang hangat. Tahulah Gideon ternyata keluarga Patrianto telah beberapa kali mendapat “serangan” dari kuasa kegelapan.

Suatu ketika dalam sebuah persekutuan doa, Debi anak pertama Patrianto berteriak, “ ada kelabang 4 di kasur “ , yang tentu saja membuat sibuk yang hadir di rumah itu. Kasur segera dibongkar, dan memang ditemukan 4 kelabang. Puji Tuhan.

Pada ketika yang lain Patrianto melihat ada kelabang melintas di dalam rumahnya, segera dihancurkan, dan berubah menjadi abu.

Dahulu, demikian Patrianto menceritakan pada Gideon, “ kalau kegereja ya hanya sekedarnya sebagai orang Kristen, tetapi sekarang tidak bisa seperti itu lagi. Harus lebih mengenal siapa Tuhan Yesus, siapa Roh Kudus dan lebih mengenal firman Tuhan di dalam Alkitab. Banyak ternyata tersimpan di dalam Alkitab sesuatu yang sangat dahsyat yang sangat ditakuti kuasa kegelapan.”

Istri Patrianto ternyata memiliki karunia ilahi berupa penglihatan roh, walaupun hanya sewaktu-waktu saat Tuhan mengijinkan. Dalam suatu persekutuan doa sering mendapat penglihatan-penglihatan, kemudian terkadang juga mendapat firman yang ditunjukkan Roh Kudus. Dan karunia ini yang menyingkapkan siapa dibalik “serangan” selama ini.

Diantara serangan dahsyat yang dirasakan adalah suara seperti petir yang sangat kuat diatas rumah sampai terdengar seperti ada reruntuhan atap yang jatuh. Ledakan lebih dari satu kali.
Tetapi yang sering membuat kurang tidur adalah bila serangan dalam bentuk penglihatan. Beberapa kali muncul dalam rumah suatu gambaran dalam bentuk lingkaran yang mirip teletubis dengan sebuah gambar wajah manusia dilingkaran tersebut. Benar-benar gambar manusia, kemudian tiba-tiba berubah menjadi gambar yang sangat mengerikan dan menakutkan berubah-ubah dengan cepat. Yang bisa melihat adalah istri Patrianto, sehingga ialah yang sibuk menengking. Kemudian berganti dengan gambar kepala manusia yang lain, lalu berubah menjadi gambar-gambar yang menakutkan dengan berbagai gerakannya yang mengerikan, terus berubah-ubah dengan cepat. Dari peristiwa penglihatan gambar-gambar yang muncul, maka ada paling tidak 8 wajah manusia muncul. Tidak satupun wajah-wajah itu dikenal istri Patrianto.

Tetapi mereka yakin bahwa itu kuasa kegelapan yang “ dikirim “ oleh seseorang atau lebih. Ada dugaan siapa mereka yang menginginkan kehancurannya. Kemudian Patrianto memperlihatkan bulletin “Kontak “ . Sebuah majalah khusus intern Perusahaan dimana Patrianto bekerja. Ternyata ada foto orang-orang yang gambarnya muncul pada lingkaran seperti teletubis. Sehingga memperjelas siapa kawan siapa lawan.

Gideon dengan seksama mendengarkan penuturan sahabatnya, kemudian ia mengatakan,
“ Kalau sudah tahu siapa yang mengirim, mengapa tidak dikembalikan saja “
“ Pembalasan bukan hak kita, tetapi hak Tuhan. Apapun yang terjadi “
“ Terus akan diam saja dibuat sengsara dan disiksa sampai kurang tidur “
“ Kita hanya boleh mengampuni dan memberkati mereka “

Kata-kata sahabatnya direnungkan Gideon. Ia simpan dihati. Benar juga sikap Patrianto kalau bisa demikian. Tetapi apa yah bisa ya ?,..

Memang pernah suatu ketika hampir ia mengobrak abrik kepentingan orang-orang yang telah mencoba mencelakainya dengan cara halus. Tetapi pada pukul 00.30 bapak Joko dan istrinya datang memberikan pengetahuan rokhani agar tidak bersikap dan bertindak demikian. Biarlah segala sesuatunya diserahkan kepada Tuhan saja. Kita hanya boleh mengucap syukur dan memuji-muji Tuhan. Selebihnya serahkanlah kepada Tuhan. Dan Patrianto mendengarkan nasehat bapak dan Ibu Joko.

Serangan demi serangan bertubi-tubi menyerang keluarga Patrianto. Tetapi yang dirasakan hari demi hari pengetahuan peperangan melawan kuasa kegelapan senantiasa ditambahkan. Apalagi setelah secara rutin mengadakan persekutuan doa keluarga.

Waktu itu Patrianto sedang menyapu teras depan rumahnya. Ia lihat ada binatang merayap akan memasuki rumahnya. Ia segera sapu keluar agar tidak memasuki rumahnya. Tidak lama kemudian terlihat merayap lagi akan memasuki rumah. Disapu lagi. Dan pada kesempatan yang ketiga binatang itu merayap, Patrianto mulai curiga dengan binatang tersebut. Setelah diperhatikan ternyata berbentuk babi kecil. Segera mengambil benda keras dihancurkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Banyak nubuat untuk keluarga Patrianto khususnya yang berhubungan dengan pekerjaannya.
Dan tentu saja Patrianto meng-imani dengan sungguh-sungguh. Bisa dikatakan Tuhan sedang meratakan jalannya, menghajarnya, membentuk hatinya, sikapnya, dan tingkah lakunya. Pendek kata Tuhan sedang memberikan pengajaran rokhani dengan sangat istimewa.

Tidak lama setelah berbagai serangan mengganggu keluarga Patrianto, maka salah satu wajah orang yang pernah muncul di rumah Patrianto mengundurkan diri dari Perusahaan.

Sejak Patrianto serta Gideon menyadari bahwa mereka menjadi “sasaran tembak” dari orang-orang yang menggunakan kuasa kegelapan, maka mereka menjadi semakin dekat. Saling mengisi dan memberikan informasi serta saling menguatkan. Sering mengadakan persekutuan doa bersama, berdoa pagi ditempat kerja sebelum banyak orang datang. Gideon banyak belajar mengenai cara-cara persekutuan doa, belajar nyanyian peperangan, belajar menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan, belajar berdoa yang benar, belajar mengampuni dan memberkati semua musuh sejahat apapun, dan banyak pengetahuan yang baru yang Gideon dapatkan dari sahabatnya ini. Sering Patrianto mengingatkan bahwa pembalasan adalah hak Tuhan.

Pedih,.. ketika kita menerima ketidakadilan. Namun pembalasan bukan hak kita. Mari,.. ikuti terus kelanjutannya.

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: