m. Roh Harimau muncul.

Kembali tentang keluarga Gideon.
Ketika sore hari dan Samuel ke kamar mandi, untuk mandi dan juga B-A-B, terdengar dari luar Samuel mengatakan “ dalam darah Yesus, darah Yesus demikian berulang-ulang. Dan Gideon sempat cemas, kalau-kalau terjadi sesuatu. Begitu keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk tergopoh – gopoh segera kekamar sambil mengatakan kepada ayahnya yang memang sudah menunggu di luar kamar mandi, “ wah Lucifer menyerang waktu lagi B-A-B badan Samuel didorong ke belakang. Langsung saja Samuel bilang dalam darah Yesus terus terusan jangan sampai pengaruh Lucifer masuk.
“ Ya,.. bagus, kamu sudah benar “ komentar ayahnya singkat.

Setelah menggunakan pakaian lengkap Gideon beserta istri segera tumpang tangan di atas kepala Samuel, agar ia terbebas dari pengaruh kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Samuel terdorong kebelakang dengan sendirinya. Gideon pikir karena manifestasi kuasa kegelapan tetapi ternyata bukan. Walaupun Samuel sendiri tidak menyadari mengapa tubuhnya terdorong kebelakang. ia merasa bingung mengapa bisa terjadi demikian.

Segera Gideon tinggalkan Samuel mengurusi hal yang lain. Tetapi ketika ia tidak sengaja menyentuh punggung Samuel mendadak teriak kesakitan sambil mengatakan,.. “ Ah,.. kok di punggung ada duri sih, “

Kembali Gideon beserta istrinya bergandeng tangan dan menengking kuasa kegelapan dalam manifestasi duri-duri yang sangat mengganggu di punggung Samuel. Dan setelah selesai berdoa di dalam Nama Tuhan Yesus duri-duri yang mengganggu saat itu juga lenyap. Tiada habis-habisnya mereka mengucap syukur ke hadirat Tuhan yang telah menebus keluarga ini termasuk juga Samuel di dalam darah Tuhan Yesus di kayu salib. Dan mengagumi kuasa Tuhan Yesus Kristus yang sangat luar biasa yang Tuhan nyatakan di dalam kehidupan mereka.

Bukan hanya itu. Bahkan ketika Gideon sedang tiduran santai, tiba-tiba ada rasa nyeri di perut bagian kiri. Ia tidak tahu apa dan mengapa, tetapi Gideon memiliki iman bahwa kuasa Tuhan Yesus mampu mengatasi penyakit apapun. Ia berdoa sendiri dan menengking rasa sakit di perut sendiri di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Spontan rasa sakit itu hilang.

Saat dikatakan bahwa Samuel sebelum berangkat mengikuti persekutuan doa di rumah pak Patrianto R agar disiapkan minyak urapan, Samuel nampak berguman berkali kali mengatakan, “ dalam darah Yesus berkali-kali. Segera minyak urapan di berkati bersama-sama dengan istri Gideon dan anak anaknya bersama-sama tumpang tangan. Saat itu di lakukan, Samuel berjalan dengan mata terpejam menjauhi mereka. Setelah selesai di lakukan persiapan, segera Samuel di kejar dan menumpangkan tangan diatas kepala Samuel memberikan minyak urapan pada dahi, dan bagian-bagian tubuh yang lain. Tidak lama kemudian Samuel buka mata dan kembali bingung, kok tiba-tiba tubuhnya pindah tempat tanpa dia sadari. Lagi-lagi roh kegelapan ingin menarik rohnya keluar dari tubuh Samuel. Puji syukur Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Terimakasih Tuhan Yesus.

Jam 20.00 akhirnya Gideon berangkat ke rumah bapak Patrianto bersama Samuel. DI daerah Kemang mereka mampir dulu di Hero Supermarket. Samuel berkeingininan membeli kaset Natal dan kaset Nikita yang terbaru. Setelah mereka dapatkan segera melanjutkan perjalanan.

Sepuluh menit kemudian sampai ke tempat yang di tuju. Masih nampak sunyi, ternyata hanya ada tuan rumah. Yang lain sepertinya belum sampai. Saat mereka ngobrol dengan pak Patrianto di teras depan rumahnya, ibu dan bapak Joko serta cucunya tiba dengan kendaraannya. Gideon sampaikan perkembangan Samuel sepanjang hari ini. Samuel ada bersama-sama dengan ayahnya ketika dikatakan bahwa peperangan masih berlangsung entah sampai kapan. Beberapa kali ayahnya memperhatikan Samuel terkadang menyeringai menahan rasa sakit.

“ Ada duri dilengan pah,.. “ bisik Samuel sambil memperhatikan lengan kanannya.
Ibu Joko memberikan tanda, agar ayahnya melepas duri yang dirasakan Samuel. Dan segera Gideon lakukan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Sungguh ajaib Tuhan, rasa sakit di lengan lenyap seketika. Demikian pula ketika rasa sakit itu dirasakan pula di dada, di punggung dan lain-lain tempat, dilakukan hal yang sama di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan lenyap seketika itu juga. Tidak lama kemudian datang lagi bapak Desianto, bapak Bambang dan Bapak Deni beserta nyonya.

Saat Gideon memperhatikan bapak Desianto agak unik menurut pendapatnya, ketika beberapa kali bersikap seperti konsentrasi mencoba melihat dengan indra ke sekian dari satu tempat satu ke tempat yang lain. Bahkan bapak Desianto mengajak bapak Deni ke pintu rumah bagian belakang. Di tempat itu ada kesan bapak Desianto akan mendemontrasikan ke bapak Deni kemampuan “ lebihnya” . Saat di depan pintu Bapak Desianto meminta bapak Deni konsentrasi, kemudian diminta pula “ mengosongkan “ pikiran. Namun Gideon dengar permintaan mengosongkan pikiran tidak di lakukan bapak Deni dengan mengatakan : “ saya tidak bersedia mengosongkan pikiran, justru pikiran saya harus selalu di isi dengan firman Tuhan. Bapak Desianto nampak memahami dan tidak mendesak.

Akhirnya mereka dikejutkan oleh ulah Samuel yang bermanisfestasi kuasa kegelapan ditengah-tengah kerumunan mereka yang bersiap-siap memulai berdoa dan memuji nama Tuhan. Berbagai usaha dilakukan untuk menengking kuasa kegelapan yang sangat mengganggu. Silih berganti dengan berbagai gaya dan model muncul pada perilaku Samuel, bahkan di munculkan pula ancaman yang sekaligus penyampaian informasi yang pernah “ Samuel “ sampaikan.

Sambil meronta saat ditahan gerakan extrimnya, Samuel menggeram dan mengatakan, “ Tidak tahukah kalian semua bahwa saya datang kesini atas perintah atasannya bapak Patrianto “ . Segera di tengking bersama-sama di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Sebentar kemudian sadar kembali. Tetapi masih nampak “ seperti orang linglung “.

Saat Samuel mencoba berjalan kedua kakinya tetap lurus, lutut tidak bisa di bengkokkan . Masih ada yang mengikat di kedua lututnya. Kembali mereka bersatu hati sambil menyanyikan nyanyian peperangan, sementara ibu Joko, bapak Joko, bapak Patrianto R , bapak Desianto dan ayah Samuel silih berganti dan kadang-kadang bersama-sama saling mendukung menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Berkali – kali kuasa kegelapan itu dikalahkan karena kuasa Tuhan Yesus Kristus , namun segera berganti dengan gaya dan perilaku yang berbeda. Merekapun segera menengkingnya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Hal seperti ini berlangsung kira-kira 2,5 jam. Dan ketika pukul 01.30 nampak Samuel kembali normal dan tidak menunjukkan aktivitas yang aneh-aneh lagi.

Tetapi saat puji-pujian berlangsung, sungguh Gideon tidak kuasa membendung air mata ketika terbayang kembali nasehat Prister Ptr. untuk membawa Samuel ke ahli Jiwa atau Psikiater. Entah berapa banyak air mata yang telah mengalir untuk keselamatan Samuel. Bahkan ibu Joko yang “ bukan apa apanya Samuel “ demikian tulus mengulurkan tangan kasihnya untuk Samuel, bahkan air mata berkali kali tercurah setiap kali membawa Samuel dalam doa yang sungguh-sungguh, memohon belas kasih-Nya untuk kebebasan Samuel, dari belenggu kuasa kegelapan yang sudah tiga tahun lebih menyiksa tubuh Samuel.

Tiba – tiba muncul dalam benak Gideon. Kawanan domba-domba di tengah padang belantara. Ada satu domba muda yang gemuk dan menggemaskan yang sedang di intai serigala yang ganas. Hingga suatu ketika domba ini sakit karena ada bagian dari tubuhnya yang tengah di koyak-koyak serigala. Dan domba muda ini senantiasa ketakutan pada saat melihat dan merasakan serigala mulai menyakiti bagian tubuhnya. Domba ini menjerit kesakitan memohon pertolongan. Sang induk ikut pula kebingungan memikirkan anaknya yang tidak bisa lagi berdiri tegak. Sang induk membawa anaknya ke gembalanya. Dia pikir anaknya akan segera mendapatkan belaian kasih sayang, dan segera terbebas dari ancaman serigala. Tetapi sang gembala tidak mencoba mencari tahu mengapa domba mudanya sakit, bahkan ada kesan bahwa salah domba itu sendiri mengapa sampai sakit.

Sementara itu ada gembala dari kawanan domba yang lain yang tidak jauh letaknya dari kawanan domba yang senantiasa terancam serigala. Dulunya beberapa kelompok kawanan domba itu adalah satu kesatuan. Karena ulah pengacau maka akhirnya terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok yang meng- klaim bahwa berdasarkan ini dan itu, masing-masing merasa yang paling benar, yang paling berhak atas upah dari pemilik domba ini.

Sang induk mencoba mencari tahu kepada siapapun yang bisa memberikan jalan keluar agar anaknya segera terbebas dari ketakutan, dan rasa sakit yang bertahun-tahun menyiksanya. Seiring dengan berjalannya waktu bertemulah dia dengan gembala kawanan domba tetangganya. Dia sampaikan permasalahan dan derita anaknya. Sang gembala kemudian mencoba melihat domba muda yang tengah kesakitan.

“ Lho,.kasihan sekali, domba muda ini sedang sakit, mengapa tidak di obati ?,.. dan kemudian mengatakan bahwa sebenarnya setiap gembala sudah diberikan bekal untuk mengobati domba ini. Sang gembala tetangga memberikan tanggapannya sambil tanpa ragu memberikan obat kepada domba muda yang tengah tersiksa. Bahkan kemudian mengatakan bahwa sebenarnya setiap gembala di lengkapi pula dengan pedang istimewa yang sanggup memberikan perlawanan terhadap serangan serigala. Semua dilengkapi dengan perlengkapan dari sumber yang sama. Tinggal gunakan.

Lain waktu, domba muda yang kembali mendapat serangan ini, dibawa induknya ke gembala aslinya. Sang induk memohon belas kasihan agar sang gembala mau mengobati sakit anaknya. Ia ingin anaknya segera terbebas dari penderitaan panjangnya. Namun kembali sang gembala mengatakan, “ bawalah ke ahlinya, saya tidak bisa mengobati anakmu, karena saya tidak pernah di ajarkan mengobati penyakit seperti itu.”

Dengan sabar induk domba membawa anaknya kembali pulang. Sambil merenung.
“ Apakah sang gembala tidak mau menggunakan perlengkapan dari pemilik kawanan domba ini, dan menggunakan obat untuk mengobati luka domba – domba yang menjadi tanggung jawabnya ?, Tetapi apakah justru belum tahu bahwa sebenarnya perlengkapan yang disediakan untuknya sangat lengkap guna menunjang pekerjaannya ?. Dan induk domba hanya bisa menyerahkan segala sesuatunya kepada sang pemilik kawanan domba ini.

Satu jam pujian terus dilantunkan dengan penuh keyakinan akan hadirnya Roh Kudus di tengah-tengah mereka, karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan di dalam Matius 18:20 sbb.: “ Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Setelah sesi doa pembukaan puji-pujian serta pembacaan firman Tuhan, sekali lagi Rio terpancing olah sesuatu sehingga bermanisfestasikan dari kuasa kegelapan. Saat ayahnya berusaha tumpang tangan, tiba-tiba pak Joko melarang untuk dilakukan. Ia menurut. Samuel di biarkan tetap seperti itu. Bahkan saat melanjutkan dengan nyanyian pujian, ulah dan perilaku Samuel yang mulai aneh-aneh mereka anggap tidak ada. Terus mereka naikkan puji-pujian.

Satu jam kemudian mereka lihat Samuel nampak ikut menyanyi bersama sama. Awalnya perlahan, namun kemudian bisa keras dan keras sambil tersenyum mengikuti irama setiap lagu yang di nyanyikan. Dan kurang lebih pukul 02.30 pujian berhenti. Dilanjutkan dengan doa penutup dan setelah itu dilanjutkan shering dengan yang hadir.

Saat itulah Gideon mendapatkan penjelasan dari bapak Desianto, mengenai Samuel. Dikatakan bahwa malam ini paling sedikit 8 roh yang berhasil di keluarkan dari dalam tubuh Samuel. Dua diantaranya yang paling membandel di lutut kiri dan lutut kanan, yang berupa harimau dan gorilla. Yang kesemuanya itu Samuel dapatkan melalui keturunan nenek moyang.

Dan ketika Gideon tanyakan mengapa mereka suka tinggal di tubuh Samuel, bapak Desianto mengatakan bahwa, mereka merasa cocok dan nyaman tinggal di tubuh Samuel. Tetapi yang bisa menangkal setiap kali akan kemasukan roh asing, hanyalah Kuasa Roh Kudus di dalam diri Samuel. Orang lain hanya membantu, dan sifatnya hanyalah sementara. Banyak nasehat diberikan untuk Samuel, sebagai upaya agar dari diri Samuel sendirilah berusaha sekuat tenaga menggunakan Roh Kudus di dalam diri Samuel. Bahkan dikatakan oleh bapak Desianto, bahwa Samuel memiliki karunia yang istimewa dari Tuhan, bisa melihat melalui mata rokhaninya/batinnya roh-roh asing yang ada di tempat tempat tertentu. Dan justru melalui penglihatan yang istimewa dari Tuhan inilah yang harusnya digunakan Samuel mengusir kuasa kegelapan tentu melalui kuasa Roh Kudus di dalam dirinya.

Sebagai tantangan dan pendewasaan iman Samuel maka di sampaikan oleh bapak Joko, bahwa setelah persekutuan doa ini, Samuel harus berusaha sendiri mengatasi setiap persoalan khususnya mengenai pengusiran kuasa kegelapan yang akan menyerang dirinya.

“ Sekarang tidak ada lagi tumpang tangan dan ngelus-elus demit yang nemplok di tubuh Samuel “ demikian ujar bapak Joko sambil tertawa kecil.

Dan mereka semua mendukung apa yang dikatakan bapak Joko, dengan harapan Samuel bisa lebih teguh di dalam kepercayaan dan pengandalannya pada Roh Kudus di dalam dirinya.

Perang belum usai,…
Ikuti kisah selanjutnya,..

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: