n. Bahasa roh palsu.

Pukul 05.30 persekutuan doa selesai dan mereka kembali pulang ke rumah masing-masing.
Saat tiba di rumah Gideon dan Samuel langsung tidur. Dan saat ayahnya bangun Samuel nampak ceria dan bercerita bahwa pagi tadi saat berdoa ia mendapatkan karunia yang baru dari Tuhan. Saat Gideon tanyakan karunia apa, Samuel mengatakan bahwa ia mendapatkan “ bahasa Roh”. Tiba-tiba saja keluar dari mulutnya sesuatu dengan sendirinya tanpa bisa dihentikan. Dan ketika membersihkan jin-jin kecil di kamar mandi otomatis bahasa “Roh keluar” dari mulut Samuel, juga saat menyapu bersih makhluk-makhluk yang tidak kelihatan di pohon-pohon dan di tempat-tempat yang lainnya.

Dan ayahnyapun diajak keliling pekarangan untuk membersihkan sekalian dari mahluk-mahluk yang tidak kelihatan. Gideon tidak merasakan hal-hal yang aneh sehingga merasa berkat Tuhanlah yang dirasakannya. Siang hari mereka panjatkan pujian dan ucap syukur ke hadirat Tuhan. Hari ini Samuel berkelakuan seperti terlahir baru kembali, dengan pola pikir baru, sikap dan perilaku baru dan tabiat yang baru pula. Pukul 22.00 kembali mereka mengadakan persekutuan doa keluarga, dan setelah nyanyian peperangan diakhiri dengan doa penutup.

Minggu 14 Nopember 2004 keluarga Gideon kembali mempersiapkan diri ke mesbah Tuhan. Hari ini mulai kebaktian pada pukul 11.30 karena ruangan digunakan untuk kepentingan yang lain ( hari ini tepat hari raya idul fitri ).

Sepanjang pagi sampai pada saat mereka duduk diam di deretan biasa mereka tempati, tidak ada sesuatu yang perlu dicatat. Baru ketika Ev. Srs. mempergunakan Prister Ptr. menyampaikan firman, ada sesuatu yang kalau dinikmati dengan kepikiran manusia lama akan membuat tersinggung.

Diantaranya dikatakan bahwa janganlah ada anak Allah yang merasa lebih pandai dari para pemangku jawatan, jangan juga merasa doanya lebih di dengar dari doa para pemangku jawatan. Gideon sentuh Samuel perlahan sambil menunjuk ke dalam hati dengan berbisik agar mohon hikmat surgawi. Samuel mengangguk perlahan sambil tersenyum dan sesekali terdengar “bahasa Roh” dari mulut Samuel. Gideon katakan jangan keras-keras. Dia berbisik,.. “ bukan maunya Samuel “ mau keras ataupun pelan Samuel tidak bisa mengendalikan. Akhirnya ia menyadari bahwa Samuel hanya menerima dan menerima, tetapi ia percaya bahwa kalau pekerjaan Roh Kudus adalah tertib adanya, tidak akan membuat gaduh. Hanya sedikit orang yang tahu kemana kata-kata itu di tujukan.

Samuel mengatakan perlahan, siapa yang menyertai Ev. Srs., siapa disamping Prister Ptr. kanan dan kirinya. Gideon merasa tidak perlu catat disini, cukup disimpan di hatinya saja apa yang Samuel sampaikan. Disini kembali ia ingat ajakan Tuhan Yesus Kristus. “ Belajarlah dari pada-Ku, karena Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Dan juga di dalam menghadapi “serangan” hendaklah senantiasa menghadapi dengan kasih, memberikan pengampunan dan memberkati. Soal pembalasan bukan hak kita. Itu mutlak hak Tuhan.

Seusai kebaktian Gideon pulang dengan sukacita di dalam hatinya Tidak ada dendam, tidak ada sakit hati dan tidak ada permusuhan. Ia mengasihi para pemangku jawatan, ia mengasihi saudara-saudari yang ada dibawah naungan GKB. dengan setulus hati. Dan dalam doa membawa setiap persoalan yang menggunung ke hadirat Tuhan, karena hanya campur tangan Tuhan sendirilah yang akan membawa kebaikan yang sesungguhnya.

Saat Gideon tanyakan pada Samuel apa yang di sampaikan pemangku jawatan kepadanya, Samuel mengatakan, bahwa ia harus semakin banyak di isi dengan Roh Kudus agar tidak sampai kesurupan. Samuel mengaminkan apa yang disampaikan kepadanya. Memang benar sekali. Roh Kudus harus memenuhi kehidupan Samuel. Agar hanya buah Roh Kudus saja yang nampak di dalam kehidupannya. ( Buah Roh adalah : kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri ).

Kalau setiap anak Allah mampu membuahkan Roh yang demikian, maka tidak ada lagi tempat bagi perbuatan daging di dalam kehidupan kita. ( Perbuatan daging adalah : percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya).

Kalau sudah demikian, mengapa harus ada kekhawatiran di setiap sendi kehidupan ?. Bila bersama Tuhan apa yang perlu di khawatirkan ?.. Perlukah ujian ?,.. sangat perlu untuk kematangan kehidupan iman. Sebagai proses pendewasaan kehidupan rokhani.

Beberapa hari tidak ada peristiwa yang perlu di catat. Hari-hari mereka lalui dengan lebih banyak memuji Tuhan dan berdoa dengan sepenuh hati. Lagu-lagu penyembahan dan bahkan lagu peperarangan senantiasa di nyanyikan bersama dengan seluruh keluarga. Kadang sehari di lakukan pagi dan sore, tetapi terkadang siang haripun dipanjatkan puji-pujian. Banyak perubahan bisa dirasakan khususnya di dalam kehidupan keluarga.

Sekarang setelah ia jatuh bangun di dalam jalan Tuhan yang memang demikian terjal penuh onak dan duri, ia merasa lebih dekat dengan Tuhan, lebih bisa merasakan bahwa Tuhan Yesus ada di sekitarnya. Saat mereka hampir putus asa, mereka bisa rasakan Tuhan Yesus menghibur dan memberikan tenaga yang baru. Saat mereka bimbang, dan memohon hikmat surgawi, tiba-tiba saja terbuka jalan keluar dari setiap persoalan. Bahkan sesuatu yang kelihatan tidak mungkin terungkap, maka dengan mudah Roh Kudus menyingkap sesuatu yang tersembunyi, sepanjang menyandarkan kepada hikmat surgawi dan senantiasa berada dalam tuntunan Tuhan Yesus Kristus.

Yang mereka alami ketika kebaktian hari Rabu 17 Nopember 2004 sore hari. Seperti biasa Samuel dalam pengawalan ayahnya sepanjang kebaktian. Di tengah-tengah kebaktian tidak henti-hentinya Samuel berkomat-kamit sepertinya menggunakan bahasa roh. Kemudian masih dalam suasana khidmad dan hening, Samuel tiba-tiba mohon ijin ke toilet karena perutnya sakit.

Sesudah selesai dari toilet, tiba-tiba bersenandung menyanyikan lagu peperangan sekalipun perlahan, tetapi ayahnya menganggap itu tidak wajar. Kemudian senantiasa memecah perhatian ayahnya dengan berbagai tingkah laku yang lagi-lagi di rasakan tidak wajar. Bagaimana Samuel mengatakan bahwa rohnya sedang di ajak jalan Tuhan Yesus. Terus mengatakan juga bahwa yang sekarang ditubuh Samuel adalah roh kudus. “ Lihat nich murah senyum” demikian katanya berbisik sambil terseyum memaksakan diri sehingga nampak tidak wajar. Muncul pertanyaan besar di benaknya. Apa lagi yang terjadi pada Samuel ?.

Ketika kebaktian selesai ia mengatakan bahwa saat ini roh Samuel masih belum kembali. Seperti biasanya Samuel ngobrol dulu dengan saudara-saudari gereja, entah apa yang di bicarakan. Namun ketika Samuel pulang dan sampai di rumah Samuel mengatakan bahwa rohnya telah kembali. Gideon tidak banyak komentar. Waktu menunjukkan pukul 21.00 mereka komitment mendoakan seorang saudari yang mendapat penyakit kanker. Tidak lupa Gideon mohon hikmat surgawi untuk bisa melihat kuasa apa yang ada di dalam Samuel ketika kebaktian.

Dan ia bersyukur atas karunia Tuhan yang langsung diterima. Dengan jelas Gideon bisa rasakan dan langsung disampaikan kepada Samuel bahwa karunia bahasa roh yang selama ini Samuel terima bukanlah dari Tuhan Yesus Kristus melainkan dari kuasa kegelapan. Ini nampak jelas dari buah buahnya. Bagaimana mungkin karunia roh kudus menimbulkan ketidak tenteraman ? Ketidak tertiban di dalam kebaktian ?,..

Begitu Gideon katakan demikian Samuel nampak down sekali. Frustasi dan patah semangat. Bahkan berguman bahwa tidak mau lagi mendapatkan karunia bahasa roh. Dan tidak lama kemudian nampak lunglai bahkan saat ayahnya mengajak berlutut mohon ampun kepada Tuhan harus dipapah.

Saat Gideon beserta dengan istrinya dan Samuel di dalam kamar mereka bertiga berlutut memohon ampun kepada Tuhan atas segala perilaku mereka yang tidak layak di hadapan Tuhan. Dan khusus untuk Samuel, Gideon pun memohonkan ampunan Tuhan dan memohon hikmat surgawi agar Samuel tidak lagi dikuasai kuasa kegelapan apapun manifestasinya.

Beberapa saat kemudian Samuel menggelepar dan melakukan gerakan seperti ular. Langsung Gideon nyanyikan lagu peperangan bersama sama dengan istri dan anak-anaknya yang lain. Terus bernyanyi dengan semangat dan tekad bahwa Tuhan Yesus pasti menang. Kira-kira sepuluh menit berlalu Samuel nampak mulai tenang dan dari mulutnya ikut menyanyikan nyanyian peperangan. Terus menyanyi agak keras dan akhirnya sadar dan dengan semangat menyanyikan lagu peperangan.

Saat nyanyian di akhiri, Banyak hal di tanyakan pada Samuel. Namun ia sepertinya kehilangan memori sepanjang siang sampai malam hari. Samuel tidak bisa mengingat apa yang terjadi saat di Gereja. Dia hanya ingat pagi hari dan saat nyanyian peperangan tadi, selebihnya tidak bisa ingat lagi. Dan bahasa rohpun Samuel tidak bisa lakukan lagi. Paling tidak saat laporan ini kami tulis.

Ini akhir zaman,.. akan muncul penyesatan,.. tetapi celakalah yang mengadakannya.

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: