o. Mimpi yang sama.

Sabtu 20 Nopember 2004 malam, kira-kira pukul 21.00 Samuel ke toilet. Dari dalam toilet Samuel menyanyikan lagu peperangan. Diam-diam ayahnya memperhatikan. Pasti ada sesuatu, tetapi apa yang terjadi, ayahnya belum bisa memahaminya hingga Samuel keluar toilet. Ia katakan bahwa baru saja mendapat peringatan bahwa sedang dikirim serangan dari jarak 1000 km menuju kesini. Gideon hanya komentar singkat,
“ Jangan takut disini ada Yesus Juruselamat kita. Walaupun ia katakan demikian namun Gideon berfikir,.. jarak 1000 km adalah Bali,.. ya Bali. Tidak lama kemudian Samuel masuk kamar masih tetap menyanyikan lagu peperangan. Spontan ayahnya bersama sama ikut nyanyikan lagu peperangan. Saat itulah satu keluarga mencium bau gosong seperti belerang terbakar, seperti kabel terbakar sangat menyengat. Gideon mencari sumbernya tetap tidak didapatkan, bahkan ketika melihat keluar rumah, ia pikir ada orang yang sedang membakar sampah. Tetapi tidak mungkin karena ternyata sedang hujan gerimis.

Lama kelamaan bau hilang dengan sendirinya dan Samuel menghentikan lagu peperangan. Misteri ini baru terungkap ketika pada Senin 22 Nopember 2004 Gideon bertemu dengan pak Patrianto yang langsung melontarkan pertanyaan yang cukup mengagetkan. Dia bertanya,
“ Sabtu malam dapat serangan ? “
“ Serangan apa ya ? “ Gideon menjawab dengan kening mengkerut mencoba mengingat ingat kejadian Sabtu malam. Dan ketika ia tercekam dengan bau gosong, disampaikannya kepada pak Patrianto, dia justru tertawa sambil mengatakan,
“ Persis,.. bau itu juga menyerang rumah saya. Dan saya membangunkan istri saya, dan dalam penglihatan roh, istri saya melihat itu adalah asap yang sangat pekat memenuhi rumah hampir masuk ke pernafasan. Langsung mengusir di dalam nama Tuhan Yesus, dan ndak lama asap itupun hilang. “

Akhirnya terungkap sumber bau gosong di dalam rumah. Bagi Tuhan tidak ada yang tersembunyi.

Masih kejadian Sabtu malam. Gideon mendapat mimpi yang nyaris sama dengan mimpi istri nya. Gideon maupun istrinya masing-masing di pestakan dalam rangka pernikahan ditempat yang berbeda, sama-sama dengan orang lain. Pada pagi harinya istri Gideon cerita tentang mimpinya yang ternyata persis seperti mimpinya.

Ke esokan harinya Gideon kembali mendapat mimpi. Kali ini tentang GKB. Dalam kebaktian dengan Rs. D. Alfns T,, Gideon lihat dalam mimpi, Rsl. Distrik duduk sendiri di ruang imam, sedangkan pembantu-pembantunya sibuk dengan urusannya masing-masing. Saat kebaktian dimulai ternyata belum ditentukan nyanyian pembukaan, sehingga Rsl Distrik tidak berdiri di belakang mimbar, melainkan di samping mimbar. Kemudian nampak 3 pria dengan lipatan kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pada Rsl. Distrik. Ketika Gideon lihat lantai gereja ternyata penuh dengan tanah liat, padahal dibawah tanah nampak terlihat ubin yang masih baik.

Malam berikutnya kembali Gideon diberikan mimpi tentang GKB. Sepertinya ada kebaktian yang di hadiri Rsl. Distrik. Ia lihat orang berdesak-desakan masuk ke ruang kebaktian. Ia lihat seorang ibu menggendong ibunya masuk ke ruang kebaktian. Tetapi ketika Gideon lihat kedalam ruang kebaktian ternyata ruang kebaktian dalam keadaan kosong.

Hari Rabu 24 Nopember 2004 Samuel menunjukkan adanya peningkatan di dalam ketertiban di dalam kebaktian. Bisa mengikuti kebaktian dengan lebih tertib.

Minggu 28 Nopember 2004 menjelang kebaktian di mulai, Gideon mendapat pertanda bahwa ia akan melihat sesuatu yang cukup istimewa. Apa itu dia belum tahu, hanya Gideon meyakini bahwa yang akan terjadi pasti di ijinkan oleh Tuhan. Namun apa kehendak Tuhan dibalik kejadian yang nanti akan dilihatnya, dia hanya menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan saja. Memohon hikmat dan kebijaksanaan agar tidak salah dalam bertindak dan mensikapi.

Saat pergantian hamba Allah di depan mesbah, Samuel nampak kesakitan di kedua telinganya, ia merasa seperti ada paku menancap di kedua telinganya. Dia berbisik ke telinga ayahnya yang senantiasa mendampinginya dan menyampaikan apa yang dirasakannya. Gideon telah siap dengan kondisi tsb., sehingga saat perjamuan kudus ia mengajak Samuel ke belakang.

Dan dengan iman Gideon berdoa dan tumpang tangan mengusir roh-roh penyakit yang mengganggu Samuel di dalam nama Tuhan Yesus. Samuel nampak menyeringai kesakitan dan nampak akan rebah ke belakang. Kemudian ayahnya menahannya, sehingga tetap tegak berdiri. Kedua lututnya gemetar. Samuel mengatakan di kedua lututnya ada kucing dan harimau. Gideon segera berdoa dan tumpang tangan pada kedua lutut anaknya mengusir roh apapun yang ada di kedua lutut Samuel di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan seketika itu juga Samuel tegap berdiri tanpa beban apapun. Dan kedua telinganya telah bebas dari rasa nyeri.

Mereka berdua kembali masuk ke ruang kebaktian dengan kondisi sehat, tidak seperti ketika saat menerima perjamuan kudus, beberapa kali Samuel dibantu ayahnya yang berjalan dibelakangnya. Yah,.. Samuel dua kali hampir jatuh. Ayahnya senantiasa mengawasi dan menggamit Samuel agar jangan jatuh dan konsentrasi dengan baik

Sampai di tempat duduk Samuel berbisik pada ayahnya, “ masih ada duri di paha saya “
Ayahnya menjawab, “ tengking sendiri !! “ sambil mengacungkan ibu jari, .. lalu, “ tidak selamanya papa ada dekat denganmu, ada saat dimana kamu tidak lagi bersama-sama dengan papa, “
“ Iya deh,.. tetapi nanti dirumah saja “ jawab Samuel sambil tersenyum.

Proses terus berlanjut,.. ikuti terus kisah selanjutnya,..

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: