p. Berbagai “media”.

Malam hari kira-kira pukul 21.00 kembali Gideon mengumpulkan anak-anak dan istrinya. Doa malam. Saat nyanyian di nyanyikan Samuel menampakkan tanda-tanda dimasuki kuasa kegelapan. Kali ini mereka semua dengan lebih tenang mengusir di dalam nama Tuhan Yesus. Sambil terus menyanyikan lagu peperangan. Ditengking dalam nama Tuhan Yesus Kristus tetap belum menampakkan tanda-tanda Samuel bebas, bahkan mulai nampak agresif, dengan mendadak meraih tangan adiknya Wilbert, dan akan dimasukkan ke dalam mulutnya.

Segera Gideon ingat minyak urapan. Ya dengan minyak urapan. Kemudian Gideon dengan dibantu istri dan anaknya yang lain menggunakan minyak urapan. Belum juga nampak ada hasilnya, sekalipun hampir 30 menit dilakukan doa dan ditengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Akhirnya dilakukan kombinasi methode pengusiran kuasa kegelapan. Disamping tumpang tangan dengan sepenuh iman masing-masing pendoa juga menggunakan minyak urapan serta dibarengi dengan nyanyian-nyanyian peperangan. Baru 30 menit kemudian Samuel tergolek lemas, sambil berteriak, “ Pah, aku dimana ? “ Kemudian ayahnya mengatakan : “ ikut bernyanyi lagu peperangan “

Samuel ikut bernyanyi nyanyian peperangan mulanya perlahan kemudian keras dan terus mengeras dengan penuh semangat. Puji Tuhan Samuel akhirnya terbebas. Kemudian ia mengatakan : “ di dalam roh tangan kanan saya di tarik oleh “ Tuhan Yesus “ dan di tangan kiri saya juga ditarik oleh “ Tuhan Yesus “ juga. Ada Tuhan Yesus kembar. Yang mana palsu dan yang mana aslinya Samuel tidak tahu..

Kemudian Samuel di dalam roh berbicara dengan hati kepada masing-masing “ Tuhan Yesus “ katanya dalam hati : “ siapapun Tuhan Yesus yang asli, pastilah tahu isi hati saya dan tahu apa keinginan saya “. Kemudian Samuel tahu bahwa yang memegang tangan kiri Samuel yang bisa mengetahui isi hatinya sehingga dengan segera tahu bahwa Yesus palsu adalah yang menarik tangan kanannya. Dan segera ditengking di dalam nama Tuhan Yesus. Hancur seketika itu juga.

Minggu 5 Desember 2004 pukul 22.00 anak-anak Gideon sudah mempersiapkan diri untuk istirahat setelah doa malam bersama. Kecuali Samuel yang saat dibangunkan tidak bisa bangun entah mengapa. Gideon masih membaca buku, dan sementara itu istrinya masuk kamar untuk istirahat. Namun tiba-tiba Ragil lari keluar kamar ketika baru saja melangkahkan kakinya memasuki kamar dimana Samuel di dalam sambil teriak, “ pah, mas Samuel pah “ kata Ragil sambil mendekati Gideon ayahnya.

Gideon kemudian memperhatikan pintu kamar dimana Samuel ada di dalamnya, perlahan terbuka, dan Samuel perlahan berjalan keluar kamar. Gideon melihat mata anaknya tetap terpejam dan mulut tertutup rapat. Begitu akan keluar ruangan yang lain tidak bisa membuka pintu sehingga tetap berdiri mematung di depan pintu. Gideon meminta Ragil memamnggil mamanya dan juga Wilbert., agar keluar dari kamar masing-masing.

Dengan sigap Ragil segera membangunkan mamanya dan juga Wilbert kakaknya, dan segera mempersiapkan perlengkapan “ perang “. Samuel segera dibimbing memasuki ruang yang telah dipersiapkan.

Gideon memperhatikan dengan seksama kondisi Samuel. Nampak seperti orang yang sedang tidur sangat nyenyak, hanya kaki dan tangannya dalam kondisi aktif selalu bergerak dan tidak bisa diam. Kemudian nyanyian peperangan segera dinyanyikan. Samuel tetap berdiri dan senantiasa ingin bergerak. Kemudian di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Gideon memerintahkan agar tetap diam dan berlutut di dalam nama Tuhan, dan Samuel mematuhinya..

Hampir 30 menit nyanyian dinyanyikan, tetapi nampak Samuel pasif. Tidak merespon apapun. Kemudian Gideon dan juga istri serta anak-anaknya yang lain menggunakan minyak urapan yang diambil dari minyak zaitun. Setelah dilakukan pemberkatan, segera dilakukan pengurapan, namun tetap tidak bergeming. Tidak ada respon apapun.

Samuel nampak berusaha berdiri dan dibiarkan demikian, kemudian dalam kondisi seperti tidur, berjalan akan memasuki ruangan lain. Dan Gideon segera menuntun kembali keruang semula. Lalu ia terusik dengan pemikiran yang diyakini dari Roh Kudus, agar menggunakan air es sebagai minyak urapan.

Demikianlah segera Gideon mengambil air es. Diberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan mohon diubahkan menjadi minyak urapan untuk mengusir kuasa kegelapan. Kira-kira 10 menit pengurapan dengan media air es digunakan, tubuh Samuel terguncang beberapa kali, kemudian mengambil posisi duduk dan menggeram dengan hebat, lalu Gideon menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan secara perlahan Samuel merebahkan tubuhnya dalam posisi miring.

Kemudian tersenyum dan tertawa kecil. Ditengking di dalam nama Tuhan Yesus dan dilarang bermanifestasi dalam bentuk apapun. Samuel diam dan berusaha berdiri. Sengaja dibiarkan demikian, sementara itu nyanyian peperangan terus dinyanyikan dengan penuh semangat. Kembali secara terus menerus ditengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Saat itu terdengar suara kucing berkelahi dari arah depan rumah, seperti suara bayi yang menangis, sampai Ragil khusus mendengarkan dengan seksama. Dan tiba-tiba ada suara diatas eternit yang bunyinya mirip benda keras beradu berulang-ulang.

Kemudian Godeon mengarahkan telunjuk tangan kanannya kearah suara tersebut, dan menengkin di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Suara itu langsung berhenti. Tetapi berselang beberapa detik kemudian terdengar kembali. Ditengking lagi, langsung berhenti, dan beberapa detik kemudian terdengar lagi. Ditengking lagi sampai berulang-ulang hilang dan muncul. Gideon dan istri serta anak-anaknya merasakan hawa yang sangat tidak mengenakkan dari atas eternity.

Kurang lebih pukul 23.00 suara dari atas eternit berhenti sama sekali. Samuel mulai membuka mata, melihat ke sekitar ruangan dan komentar, “ Saya bagaimana bisa pindah kesini ?.., bukankah saya tadi tidur di kamar ? “ Ayahnya memberitahukan apa yang terjadi.

Gideon dan keluarga sangat bersuka cita dan segera mengucap syukur ke hadirat Tuhan yang mengasihi mereka dan memberikan pula pengetahuan yang baru. Hari ini kembali mendapat pengajaran baru dari Tuhan yang berbeda bentuk dan ragamnya dalam mengusir kuasa kegelapan.

Ternyata perihal pengurapan tidak tergantung dari minyak atau sarana apapun yang digunakan, tetapi tergantung dari iman dan kesungguhan di dalam pengandalan kepada Tuhan Yesus Kristus. Kembali keluarga ini merasakan bahwa setiap kejadian yang boleh mereka alami, Tuhan memiliki maksud-makdus tertentu dan mereka merasakan bagaimana Tuhan mengasihi mereka dan merasakan bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat.

Selepas doa ucap syukur, Samuel merasa betapa punggungnya merasa nyeri seperti ada banyak duri tertancap di dalamnya. Gideon mengambil air es kembali, membarkati di dalam nama Tuhan Yesus agar menjadi minyak urapan untuk kesembuhan Samuel. Dan saat tangan Gideon yang telah siap dengan minyak urapan menyentuh punggung Samuel, maka Samuel nampak kesakitan. Namun terus dilakukan bahkan kebagian-bagian tubuh yang lainnya.

Setelah Gideon menganggap semua telah tuntas, masing-masing kembali kekamar untuk istirahat. Sepuluh menit kemudian Samuel memanggil ayahnya yang masih membaca-baca buku. Dan saat ayahnya menghampirinya Samuel menceritakan bahwa baru saja ia mendengarkan suara air terjun yang deras sekali, sampai airnya melimpah – limpah. Itu pertanda baik kata ayahnya singkat sambil tersenyum. Dan akhirnya seisi rumah menjadi sepi dan hening, tidak nampak bekas pertempuran sengit melawan kuasa kegelapan.

Jangan ragu,.. ikuti terus kisah selanjutnya.

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: