s. Air jadi “darah”

Rabu 8 Desember 2004 pukul 20.00 selepas kebaktian, Gideon pulang bersama Samuel menggunakan sepeda motor berboncengan, dan pada saat sampai di depan Goro – terasa paha ayahnya dicakar-cakar tangan Samuel. Gideon memperlambat laju motornya dan mencoba memanggil anaknya dengan keras tetapi tidak ada jawaban, bahkan pegangan tangannya mulai mengendor. Gideon menyadari bahwa Samuel mendapat serangan.

Gideon sempat bingung harus berbuat apa dengan kondisi seperti ini. Kedua tangannya memegang kemudi motor, sementara yang dibonceng dalam kondisi kemasukan kuasa kegelapan. Mau berhenti dan menengking di perjalanan, apakah nanti tidak menjadi bahan tontonan yang lewat ?,.. kalau mau terus apakah bisa bertahan bisa sampai dirumah ! Berkecamuk berbagai perasaan menjadi satu. Tetapi tiba-tiba terbersit seketika dengan “ Tuhan Yesus “ sang Juru selamat. Sehingga sepanjang jalan Gideon memohon kepada Tuhan dengan mengatakan, “ Tuhan Yesus, tolong saya “ demikian berulang-ulang sampai akhirnya sampai dirumah dengan selamat tidak kurang suatu apapun juga. Tuhan benar-benar memberikan perlindungan yang sangat istimewa, bagaimana mungkin bisa membonceng orang yang dalam kondisi tidak sadar.

Memang beberapa kali tubuh Samuel terlonjak kebelakang, sehingga hati Gideon demikian kecil, apalagi beberapa kali merasa lehernya disodok-sodok helm yang dipakai Samuel, sehingga semakin keras berteriak kepada Tuhan. “ Tolong saya dan anak saya Tuhan Yesus “ hanya itu yang bisa Gideon perbuat. Puji Tuhan hingga akhirnya Gideon dan Samuel selamat sampai dirumah meskipun anaknya masih belum sadar.

Ketika Gideon menyandarkan motor didepan garasi, perlahan-lahan ia turun terlebih dahulu, kemudian membimbing Samuel agar turun dari motor. Perlahan Samuel turun dari jok motor. Mata tetap terpejam tetapi tiba-tiba tangannya bergerak cepat akan memegang knalpot. Tentu saja dengan sigap ayahnya menahan tangan Samuel sehingga selamat dari luka bakar.

Di ruang tamu Samuel dikunci dari luar sementara ayahnya memasukkan motor ke garasi. Setelah Gideon selesai dengan urusan motor berikut sudah melepas pakaian kerjanya, dia lihat Samuel mulai menggeram dan menyeringai minta darah. Kemudian Gideon mengambil air minum dalam sebuah cangkir plastik. Dan secara sungguh-sungguh berdoa dan memberkati air tersebut, mohon berkat dan pengubahan dari air biasa menjadai darah Tuhan Yesus Kristus.

Sementara itu Samuel mulai mencakar-cakar kursi tamu dan mulai menggigit pinggir kursi. Kemudian Gideon menyodorkan air minum yang sudah diberkati didalam nama Tuhan Yesus dan diubahkan menjadi darah Tuhan Yesus Kristus sambil mengatakan,.. “ nih,. Minum nih katanya minta darah “ kata Gideon sambil menyodorkan gelas plastik yang berisi air yang telah diberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yang terjadi sungguh sangat menakjubkan. Nyata benar kuasa Allah boleh di alami Gideon. Begitu cairan masuk kedalam mulut dan kemudian ditelan, maka Samuel “ kelojotan “ di kursi panjang sambil menggeram sepertinya marah. Tidak lama kemudian Samuel membuka mata dan sadar kembali. Yang dia ingat sewaktu dilampu merah di rawa panjang. Selebihnya dia tidak ingat apapun. Tahu-tahu sudah ada dirumah. Puji Tuhan.

Lima menit kemudian istri dan anak-anak Gideon baru sampai dirumah. Masing-masing mengajukan pertanyaan yang sama, “ Samuel kenapa ? “ dan akhirnya Gideon menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Hari ini kembali Tuhan memberikan pengajaran yang baru dimana kuasa kegelapan tidak kuat menelan air yang sudah diberkati menjadi darah Tuhan Yesus Kristus, dan sangat-sangat nyata bagaimana Tuhan memberikan perlindungan yang sangat istimewa sepanjang perjalanan pulang. Dan nyata benar bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat.

Kira-kira pukul 21.00 Samuel tidur-tiduran dikursi panjang di ruang tamu. Gideon yang sedang ngobrol dengan tetangga di depan rumah memperingatkan, “ Hayo kalau sudah mengantuk tidur saja dikamar “ Lalu, Samuel dengan patuh melangkahkan kakinya kekamar.

Belum lama Samuel masuk kamar, adiknya Stevanie yang paling kecil mendatangi ayahnya yang masih ngobrol di depan rumah mengatakan, “ papah, mas Samuel badannya goyang-goyang terus ditempat tidurnya “ Dan ayahnya menjawab dengan santai, “ ya tidur sambil mendengarkan musik jadinya goyang-goyang “ Dan rupa-rupanya Stevanie telah puas dengan jawaban ayahnya sehingga langsung diam. Dan Gideon merasa bahwa bukan karena kemasukkan sehingga badannya goyang-goyang melainkan karena musik yang disetel di kamar Samuel.

Tetapi perkiraan Gideon meleset, karena istrinya memberitahu bahwa Samuel menggeram keras sekali walaupun dalam posisi dan kondisi tidur. Rupa-rupanya kuasa kegelapan menyerang saat Samuel sedang tidur. Gideon segera mendatangi kamar Samuel. Dan memang benar Samuel menggeram sambil tangannya mencakar-cakar kasur. Lalu turun dari tempat tidur meraih kursi plastik, menghentak-hentakan ke lantai dengan kuat sehingga menimbulkan suara gaduh.

Kemudian Gideon teringat air minum yang diberkati didalam nama Tuhan Yesus. Segera dipersiapkan. Dan bersama istrinya, kemudian meminumkan air tersebut kemulut Samuel. Maka kembali air itu diminum. Dan langsung “kelojotan” lagi sebentar, kemudian Gideon memaksa agar menghabiskan air minum.

Dan setan rupanya sudah mendapat pengalaman, dan cepat belajar dari kejadian beberapa menit yang lalu, sehingga ternyata air yang diminumnya tidak langsung ditelan tetapi ditampung di dalam mulutnya. Ketika Samuel tetap belum sadar, maka Gideon segera tumpang tangan ke kepala Samuel. Dan yang terjadi sangat diluar dugaan Gideon maupun istrinya.

Tiba-tiba air minum yang disimpan didalam mulutnya di ”semburkan “ keluar persis dimuka ayahnya, maka tak ayal lagi Gideon “ naik pitam “ kepada kuasa kegelapan yang ada didalam diri Samuel. Maka Gideon bersama istri segera menengking didalam nama Tuhan dan memerintahkan “ diam dan jangan bermanifestasi apapun “ di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Dan Samuel digiring ketempat tidur dan Gideon segera mengerahkan bala bantuan dari kamar sebelah yaitu ketiga anaknya yang lain, menyanyikan lagu peperangan.

Kurang lebih pukul 23.00 Samuel perlahan ikut menyanyi, sehingga terus bernyanyi sampai akhirnya Samuel sadar kembali. Dan seperti yang terdahulu, maka atas apa yang terjadi, Samuel tidak tahu satupun, termasuk ketika “ menyemprot ” muka ayahnya dengan darah Tuhan Yesus Kristus.

Gideon berkomentar pendek mengenai “ penyemprotan “ diwajahnya. Katanya, “ Terimakasih Tuhan Engkau telah melumuri wajahku dengan darahMu untuk kekuatan yang sangat istimewa.

Peristiwa menegangkan masih terus berlanjut entah sampai kapan,.. ya ikuti terus kisah berikutnya,..

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: