a. Bau yang busuk,..

Senin 13 Desember 2004 saat ditempat kerja. Gideon mendapat tilpon dari kawannya PT bahwa tengah ada serangan. Ia dan istrinya merasakan bahwa serangannya begitu kuat. Gideon segera hubungi rumah menanyakan kepada istrinya. Ternyata aman tidak terjadi apa-apa. Tetapi pada pukul 16.00 Samuel memberitahu ayahnya bahwa serangan sudah sampai. Ada suara kucing yang sangat lain dari biasanya, lalu mencium bau belerang diruang tamu yang sangat tajam. Ayahnya mengatakan jangan takut. Roh Kudus di dalam Samuel lebih kuat dari roh apapun di dunia ini.

Pukul 18.30 Gideon sudah sampai dirumah. Ia merasakan ada sesuatu yang kurang enak. Sepertinya ia begitu gelisah. Tetapi ketika dirumahnya ada tamu yang memang sudah biasa datang kerumahnya, ia segera ngobrol dengan tamu tersebut mengenai bisnis sampingan mereka.

Sedang mereka asyik ngobrol, istri Gideon mengajak Samuel dan adik-adiknya membaca Alkitab. Mula-mula terdengar keras tetapi tiba-tiba diam dan sepi. Tidak terdengar suara apapun di ruangan dimana mereka membaca Alkitab. Gideon memperhatikan suasana yang kurang wajar sehingga meninggalkan tamunya dan menjumpai mereka diruang yang lain. Ternyata Samuel sudah nampak telentang serta tidak sadarkan diri. Istri Gideon tengah mengoles dengan air minum yang sudah diberkati menjadi air urapan.

Wilbert tiba-tiba jongkok dan membuat gerakan memegang perut Samuel “ mengitik-itik “ beberapa kali.Ternyata Samuel tertawa kegelian, tetapi mata tetap tertutup. Ayahnya curiga kalau ini hanyalah sebuah permainan, maka segera menarik tangan Samuel sambil mengatakan, “ Kamu jangan guyon, ayo bangun, masa tiduran dilantai,.. “ Tetapi Samuel tetap diam dan ketika di “ kitik-kitik “ kembali tertawanya mulai terdengar aneh, sehingga sadarlah Gideon bahwa yang tertawa bukan Samuel yang asli melainkan roh kegelapan yang ada di dalam tubuh Samuel. Akhirnya mereka membawa Samuel ke kamarnya. Langsung rebah ditempat tidur.

Gideon kembali mendapat pengajaran baru dengan situasi dan bentuk serangan yang baru juga. Dengan menggunakan air minum kemudian diberkati di dalam nama Tuhan Yesus dan permohonan agar diubahkan menjadi darah Tuhan Yesus Kristus untuk menghancurkan kuasa kegelapan di tubuh anaknya.

Segera Gideon meminumkan air urapan yang sudah diberkati, ke mulut Samuel. Seteguk dia minum. Ditunggu beberapa saat, ternyata tidak ada respon. Nampak gelisah dengan membuat gerakan memutar-mutar gerakan tubuh di tempat tidur. Kemudian Gideon memercikkan air urapan itu sedikit demi sedikit ke kepala Samuel, tangan Samuel dan bagian-bagian lain yang terbuka.

Saat air menetes di tangan kanannya tiba-tiba tangannya digetarkannya dengan cepat seperti sedang membunyikan angklung. Hal ini berlangsung kurang lebih 2 menit. Dan tidak berapa lama Samuel sadar, dan apa yang terjadi, Ia tidak tahu apa-apa.

Mengapa bisa kemasukkan lagi ?,.. Istri Gideon menjelaskan : “ ketika giliran Samuel membaca ayat Alkitab, tiba-tiba Samuel hilang konsenterasi dan tidak ingat apa-apa, sehingga badannya ambruk ke lantai.”

Gideon kembali menjumpai tamu-tamunya. Dan para tamunya membuat analisa mengenai kondisi Samuel sekarang ini. Seorang tamu mengemukakan bahwa ia bisa melihat apa yang sering masuk ke tubuh Samuel, bahkan saat sebelum masuk ke dalam tubuhnya. Ia seorang wanita, telah berada disini lebih dahulu daripada Gideon dan keluarganya. Ia menyarankan agar membuat bersih rumah dan lingkungannya agar dia tidak betah tinggal disini. Dan ada beberapa saran yang tidak perlu di ikuti Gideon karena, ia merasa bahwa nuansa tipu daya iblis begitu kental dirasakannya.

Rabu 15 Desember 2004 seperti biasa Gideon kebaktian di Hotel Santosa. Sebelum berangkat, ia bersama Samuel anaknya berdoa terlebih dahulu memohon berkat dan perlindungan. Seusai berdoa Gideon menyiapkan air minum dalam gelas plastik, diberkati di dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian Samuel meminumnya sampai habis.

Tidak ada yang aneh sepanjang perjalanan menuju ke tempat kebaktian. Namun ketika menaiki tangga untuk mencapai tingkat kedua, tiba-tiba Samuel tidak bisa melangkahkan kakinya ketangga berikutnya. Ayahnya yang jalan disampingnya menanyakan mengapa berhenti, Samuel mengatakan kakinya tidak bisa digerakkan. Gideon segera menengking di dalam nama Tuhan Yesus dan mengusap kedua kaki anaknya bergantian, dan Samuel bisa melangkahkan kakinya kembali. Puji Tuhan.

Tidak lama kemudian kebaktian dimulai dipimpin oleh Ev. Srs.. Setelah nyanyian pembukaan dilanjutkan dengan berdoa. Saat berdoa inilah terdengar suara seperti bangkis tetapi bukan bangkis, seperti orang yang berusaha menghilangkan bau yang menyengat hidung. Gideon mencari sumber bunyi, ternyata dari Samuel yang dalam posisi berdoa tetapi hidung sibuk dengan suara-suara yang mengganggu. Akhirnya daripada mengganggu konsentrasi saudara-saudari yang tengah berdoa maka Gideon bermaksud membawa Samuel keluar ruangan, sambil mencari tahu mengapa Samuel berbuat seperti itu. Belum sampai ayah Samuel menyentuh anaknya, tiba-tiba badan Samuel limbung dan dalam posisi jatuh kedepan, dan dengan cepat ayahnya menggapai badan anaknya agar tidak jatuh. Dan perlahan-lahan dituntun keluar ruang kebaktian.

Sampai diluar bertemu dengan Prister Msk. dan istri serta anaknya. Mestinya melihat kondisi Samuel dalam posisi tangan berdoa, mata tertutup tetapi hidung berbangkis-bangkis. Dan hal itu sepertinya tidak membuat beliau tertarik, sehingga dianggap biasa-biasa saja, dan langsung bergabung dengan anggota di ruang kebaktian.

Gideon berusaha memanggil anaknya perlahan, tetapi tidak ada respon. Tetap berbangkis. Kemudian tumpang tangan berdoa memohon otoritas Yesus Kristus untuk mengusir kuasa kegelapan. Dan mulai Samuel bisa komunikasi. Dengan mata tetap terpejam ia mengatakan kepada ayahnya,
“ Ada serangan pah, baunya busuk sekali, seperti bau darah yang sudah lama, dari tadi Samuel berusaha memerangi tetapi tetap bau itu tidak mau hilang. “

Gideon sudah menduga ada sesuatu yang menimpa anaknya. Kemudian melihat gayung di wastafel kamar mandi. Ia tergerak mengambil dari kran dan ditampung di dalam gayung. Kemudian air didalam gayung diberkati di dalam nama Tuhan Yesus agar menjadi darah Tuhan Yesus, untuk menghancurkan kuasa kegelapan. Maka dengan air yang telah diberkati, dioleskan pada wajah, termasuk hidung, telinga, dan beberapa bagian tubuh yang lain. Dan spontan Samuel bisa membuka mata dan bisa komunikasi dengan lancar seperti semula. Ia katakan, “ wah,.. saat baru mulai naik tangga,.. rasanya kuasa kegelapan sudah mengintai. Didalam ruang kebaktian rasanya sangat tidak enak. Tiba-tiba tercium bau yang sangat menyengat, sampai saya tidak sadari kalau bangkis-bangkis. Berkali-kali ditengking dalam nama Tuhan Yesus, tetap saja bau itu muncul.

Akhirnya Gideon mengambil keputusan pulang ke rumah, daripada Samuel mengganggu konsentrasi banyak anggota yang lain.

Kurang lebih 5 km sebelum tiba dirumah, Samuel minta motornya dipercepat larinya. Ia katakan sebentar lagi ada serangan. Dan ketika tiba dirumah Samuel mengatakan bahwa tadi ada harimau yang berusaha masuk kedalam tubuhnya, namun segera mental keluar dari tubuh Samuel.

Tanpa Dia,.. kami hanya tinggal nama.
Ikuti terus kisah ini,….

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: