e. Mereka mulai terluka.

Sabtu 18 Desember pukul 04.30, Samuel sudah sibuk membangunkan ayahnya dan juga adik-adiknya. “ Ayo bangun,.. !! waktunya doa pagi !!“ kata Samuel sambil mengetok-ketok pintu kamar. Dan serentak mereka semua bangun termasuk Stevanie anak yang paling kecil.

Saat Gideon di kamar mandi, ia mendengar Samuel dan mamanya tertawa terbahak-bahak di ruang makan. Ketika Gideon mencari tahu mengapa mereka tertawa, menjadi ikut tertawa setelah mengetahui apa yang mereka tertawakan. Mereka mendengarkan siraman rokhani dari Radio Pelita Kasih dalam konteks merayakan Hari Natal. Dibawakan begitu menarik oleh pembicara. Dia contohkan kejadian yang sehari-hari terjadi dialami oleh manusia. Begitu luar biasa perilaku yang dicontohkan sehingga membuat orang yang mendengarnya tertawa tanpa bisa ditahan lagi.

Hari ini adalah harinya Tuhan. Carilah perkenan-Nya. Jangan lakukan apa yang membuat Tuhan Yesus berduka. Jangan lakukan yang membuat Roh Kudus menangis. Dekatkan dirimu kepada-Nya maka Dia akan mendekat kepadamu. Di manapun kita berada, dalam kondisi apapun bila bersama Yesus, maka kehidupan kekal bersama Yesus nyata didalam hidup kita.

Gideon pagi ini merencanakan pergi ke Rengasdengklok ada perlu bertemu dengan seseorang dalam rangkaian bisnis. Dan kurang lebih pada pukul 09.00 baru berangkat.

Saat sampai di daerah Krawang, Wilbert menghubungi Gideon melalui Hp. Kawan Gideon yang ikut bersama ke Rengasdengklok. Wilbert, mengatakan bahwa mas Samuel mendapat serangan lagi, mohon berdoa untuk mas Samuel. Dan seketika itu juga Gideon melipatkan tangan, berdoa mohon perlindungan bagi istri dan anak-anaknya semua agar tidak mengalami luka akibat ulah kuasa kegelapan. Dan bisa menghancurkan kuasa kegelapan yang sedang menyerang Samuel.

Setengah jam kemudian Wilbert, telpon lagi mengatakan, “ roh yang masuk kedalam tubuh Samuel sangat ganas mohon berdoa terus untuk kami semua ya pah “ kata Wilbert dengan nada khawatir.
“ Di ikat saja agar aman “ pinta ayahnya.
“ Nggak kuat pah,.. mas Samuel jadi kuat sekali “
“ Serahkan kepada Tuhan saja dan papah akan senantiasa mengingat kalian semua di
dalam doa papah agar Tuhan memberikan pertolongan tepat waktu. Percaya saja
kepada Tuhan “

Kurang lebih pukul 23.00 Gideon kembali kerumah. Ia lihat Samuel tangannya terbalut verband. Dan ketika ayahnya bertanya kenapa dengan tangannya, Samuel menjawab bahwa ada luka gores kena kuku sendiri.

Ada beberapa yang disampaikan istri Gideon pada suaminya. Diantaranya adalah rasa lelah yang amat sangat, demikian juga Samuel. Dan ketika tiba doa malam bertiga, Samuel kembali bermanifestasi sehingga doanya tidak selesai. Lalu Gideon bersama istrinya menengking mengusir keluar kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kemudian dilanjutkan dengan pengurapan dengan minyak yang sudah diberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus pada bagian-bagian tertentu.

Tidak lama kemudian Samuel masuk kamar dan tidur. Gideon sempat menengok ke kamarnya, kelihatan lelah sekali. Gideon sangat prihatin dengan kondisi anaknya yang senantiasa menjadi sasaran tembak dari seseorang yang sebenarnya ditujukan kepada dirinya. Dan ketika menjumpai istrinya di kamar, istrinya mengatakan,
“ Hari ini pengajaran Tuhan sangat luar biasa, mama benar-benar capai sampai
istirahat dua kali. Wilbert juga begitu ” tutur istrinya.
“ Bisa ceritakan apa yang terjadi sepanjang papa tidak dirumah ? “ pinta suaminya.
“ Tadi pagi begitu papa berangkat, beberapa kali Samuel colak-colek mama, padahal dia nggak
biasa begitu.
Lalu matanya mulai kelihatan lain. Tidak nampak seperti Samuel maka mama tengking di dalam nama Tuhan Yesus, dan juga diberi minyak urapan. Eh,.. malah menarik baju mama dan berusaha memegang payudara mama lagi, ya secara spontan mama tampar pipinya dua kali kanan dan kiri. Eh,.. dia malah tambah beringas, dan begitu cepat Samuel menampar pipi mama dua kali kanan dan kiri. Mau mama ikat tetapi tenaganya begitu kuat luar biasa, walaupun sudah dibantu Wilbert.

Akhirnya Stevanie. Diamankan dikamar sebelah dan dikunci, mama dan Wilbert dikamar komputer dan dikunci. Sedangkan Samuel di ruang tengah. Tiba-tiba tercium bau sesuatu yang terbakar. Ternyata ia membakar majalah keluarga kita. Kemudian kedapur menggoreng telor dan dimakan. Mama lelah sekali kemudian istirahat di kamar komputer dengan Wilbert. Dan setelah kekuatan pulih lagi Samuel ditengking lagi dan diberikan minyak urapan didalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Dia nampak lebih beringas lagi, mulai mengadakan serangan secara fisik. Lengan tangan mama sakit sekali kena tinjunya dia, nih sampai biru. Kemudian kakinya menendang Wilbert sampai kakinya kesakitan, kemudian menendang tungkai kaki kanan mama, juga sampai biru dan banyak lagi serangan serangan diarahkan ke mama dan adiknya dan dia berhasil memegang payudara mama sampai dua kali.

Setelah itu dia kekamar mandi. Ternyata dia benar-benar mandi. Tetapi setelah selesai dari kamar mandi, dia ke ruang tamu dan satu demi satu pakaiannya dilepas didepan mama dan adiknya. Hanya tinggal celana dalam. Mama dan Wilbert akhirnya lari keruang komputer sebab ada kekhawatiran kalau – kalau terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi. Samuel di kamar tengah.

Tetapi tiba-tiba Samuel mengeluh kedinginan. Mama tidak tega juga akhirnya keluar menemui Samuel yang mama kira sudah sadar. Wilbert memberikan handuk kepada kakaknya. Tetapi handuk yang dia gunakan justru untuk menutupi wajahnya. Tidak berani memandang mama, maka mama tengking lagi di dalam nama Tuhan Yesus. Barulah dia berteriak,.. panas, panas,.. panas demikian berulang-ulang.

Hal yang tidak diduga oleh kuasa kegelapan di dalam diri Samuel adalah bahwa air bak yang digunakan mandi sudah diberkati menjadi darah Tuhan Yesus Kristus. Maka wajar kalau dia kepanasan. Dan kurang lebih pukul 17.30 akhirnya Samuel sadar kembali seperti semula justru dengan air bak yang digunakan mandi menghancurkan kuasa kegelapan, karena sudah diberkati lebih dahulu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. “

Dan ketika istrinya selesai menceritakan kejadian yang sangat melelahkan, Gideon kembali menyerahkan segala sesuatunya kedalam rencana Tuhan. Tuhan yang memberikan keturunan kepada Samuel dan istrinya, dan mereka yakini, imani bahwa Tuhan pula yang merencanakan segala sesuatunya bagi anak-anak mereka. Dan rencana Tuhan bagi mereka adalah pasti yang terbaik. Itulah iman mereka.

Luka-luka mulai terjadi pada mama dan adik Samuel,.. sampai kapan ?..
Ikuti terus kisah selanjutnya.

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: