g. Jangan menyerah !!

Adalah maunya setan, semua manusia menjadi pengikutnya. Adalah maunya setan semua manusia memujanya. Adalah maunya setan semua manusia tidak masuk sorga. Adalah maunya setan semua manusia menjadi bertengkar satu dengan lainnya. Adalah maunya setan semua manusia kehilangan damai sejahtera. Adalah maunya setan semua manusia tidak mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat manusia. Adalah maunya setan semua menusia menjadi pendusta.
Tahukah kita bahwa maunya Tuhan tidak demikian ?. Tuhan menghendaki semua manusia bertobat dari dosa-dosanya, dan maunya Tuhan adalah menyelamatkan semua umat manusia, membawa manusia kembali kepangkuan-Nya.
Pilihan ada di tangan manusia itu sendiri, mau mengikut siapa ?. Satu kata,.. jangan pernah menyerah pada iblis dan kawan-kawannya.
Kepada anak-anak-Nya, Tuhan sudah beri kekuatan yang luar biasa ( 1 Yohanes 4:4 )

Tetapi,.. ada saat peristiwa seperti Ayub, Tuhan ijinkan terjadi.

Bila saja Ayub adalah orang yang berlumuran dosa dan telah membuat Tuhan murka sehingga Tuhan tidak berkenan, tidaklah kita menjadi heran mengapa harta bendanya sirna, anak-anaknya mati, bahkan tubuhnya mendapat sakit penyakit yang menjijik-kan, dan sang istri menghasut agar meninggalkan Allah.

Justru Ayub adalah sosok orang yang saleh di mata Allah, memiliki rasa takut akan Allah. Allah begitu bangga dengan ketaatan Ayub. Sekalipun demikian, Allah mengijinkan iblis mengusik kehidupan Ayub dan keluarganya.

Alhasil, Ayub tetap tidak bergeming pada apa yang diyakininya. “ Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambilnya. Terpujilah nama Tuhan “

Dan bila sekarang ini Allah kembali mengijinkan iblis mencobai manusia siapapun dia, apakah secara individu maupun per-keluarga, siapakah kita sehingga bisa kita katakan tidak ? Bisakah kita juga mengatakan, “ Tuhan yang memberi, Tuhan yang berencana, Tuhan juga yang memberikan pertolongan, Tuhan pula yang senantiasa memberikan jalan keluar sepanjang kita mencari wajah Tuhan, mencari perkenan Tuhan. Terpujilah nama Tuhan. ”

Satu perkara yang tidak selayaknya dilupakan, yaitu Tuhan tidak pernah memberikan beban melebihi kekuatan yang ada pada diri kita, karena Tuhan tidak pernah memiliki rancangan yang jahat.

Tuhan mengijinkan pencobaan terjadi sebagai pengujian kepada kita karena Tuhan mau iman dan pengandalan kita meningkat menjadi semakin dewasa dan tidak lagi kekanak-kanakan. Karena Tuhan sangat mengasihi kita, mencintai kita, dan sangat berharap Sorga penuh dengan orang-orang kudus, dan Tuhan mau kita ada diantara mereka.

Sebuah gambaran kehidupan rumah tangga yang sarat dengan kejadian yang bila dicerna dengan akal sehat sangat tidak masuk akal dan sangat tidak mungkin. Tetapi bagi Tuhan apakah ada yang tidak mungkin ?. Justru dengan kejadian demi kejadian yang sangat tidak masuk akal ini bisa membuka hati siapapun juga yang membaca kesaksian ini, bahwa demikian besar kuasa Tuhan dan kepikiran manusia tidak akan sanggup menjangkaunya. Namun dibalik itu semua, nyata benar bahwa Tuhan itu baik, sungguh baik dan sangat baik. Baik bagi kami, dan juga tentunya bagi pembaca semuanya. Mari buka hati, buka mata rokhani, buka telinga rokhani untuk menerima kasih karunia-Nya. Mari kita terima Dia, kita cari perkenan-Nya dan jangan keraskan hati sebelum semuanya terlambat dan hidup menjadi sia-sia. Kemuliaan hanya bagi Tuhan di dalam nama Yesus Kristus. Haleluya.

Kita mulai kembali dengan lanjutan kisah keluarga Gideon,..
dengan judul ” Siapa yang mengetuk pintu ” ( Selamat mengikuti ).

Selasa 11 Januari 2005 pukul 05.00 ketika Gideon tengah memperhatikan tayangan TV, tiba-tiba ia mendengar pintu diketuk dua kali. Segera ia kecilkan volume TV. Kemudian terdengar lebih jelas lagi ketukan dua kali ditempat yang sama. Secara spontan Gideon mendekati pintu, membuka korden jendela terlebih dahulu ternyata tidak ada siapa-siapa. Pintu dibuka dan memang tidak ada siapa-siapa.

Gideon segera memberitahu istrinya dan bergegas menuju kamar Samuel berniat akan membangunkannya. Saat mendekati kamar Rio terdengar lebih keras lagi ketukan dengan nada dua kali, tetapi arahnya dari pintu belakang rumah. Gideon segera lari ke pintu belakang. Dan kembali Gideon tidak melihat siapapun.

Apa yang terjadi pagi itu masih merupakan misteri. Siapa yang mengetuk pintu. Namun ada sebersit pertanyaan dalam hati Gideon. Malaikat Tuhan kah ?. Mengapa ia berasumsi demikian, karena sedikitpun tidak ada perasaan takut, apalagi merinding/berdiri bulu kuduk. Yang dirasakan Gideon dan keluarganya hanyalah perasaan damai dan wajar-wajar saja. Samuel pun mencoba bertanya pada Tuhan melalui doa siapakah yang mengetuk pintu pagi-pagi sekali.

Ketika Gideon pulang bekerja pada sore harinya, istrinya mengatakan bahwa siang tadi pintu kembali diketuk tetapi ketika dilihat kembali tidak ada siapa-siapa.

Gideon membawa beberapa lembar foto diantaranya adalah foto GA, UH, TG, JB, PND. Semuanya diperlihatkan pada Samuel. Ayahnya ingin menguji Samuel mana yang namanya PND pada foto-foto tersebut. Selama ini Samuel sama sekali belum pernah melihat PND. Ia kemudian berdoa di dalam kamar. Dan memberikan jawaban dengan menunjuk lembar foto yang memang foto PND.

Kemudian mengenai ketukan pintu yang terjadi berulang ulang, masih merupakan tanda tanya besar. Siapa yang datang ? Baru terjawab hari Rabu ke esokan harinya. Pukul 05.30 ketika mempersiapkan doa pagi ternyata Samuel susah sekali dibangunkan. Mamanya akhirnya menuntun Samuel dari kamarnya menuju keruang tengah karena yang lain sudah menunggu disitu. Samuel berjalan dengan mata terpejam, nampak seperti robot. Gideon menyambut anaknya, tetapi ketika melihat Samuel masih nampak mengantuk sekali maka ia meminta agar Rio mencuci muka terlebih dahulu. Dan setelah mencuci mukanya, Samuel duduk bersila bergabung dengan adik-adiknya.

Gideon melihat ada sesuatu yang tidak wajar, maka segera ia tumpang tangan diatas kepala Samuel, berdoa kepada Tuhan. Didalam nama Tuhan Yesus menghancurkan kuasa kegelapan, dan meminta kepada Tuhan agar roh Samuel dikembalikan ke dalam tubuhnya. Setelah selesai berdoa, tidak lama kemudian Samuel membuka kedua matanya sambil mengatakan,
“ Wah, pah tadi roh Rio bingung badan Samuel dikamar kok tidak ada, tidak tahunya diruang ini yah langsung kesini “ katanya santai seperti tidak terjadi apapun.
“ Apa yang terjadi ? “ tanya ayahnya serius.
“ Roh Samuel diajak jalan-jalan ke alam lain oleh malaikat Tuhan,.. oh ya pah,.. yang mengetuk pintu beberapa kali ternyata malaikat Tuhan, malaikat Gabril pah namanya “ jawab Samuel.

Gideon hanya mengangguk tanpa bisa menolak maupun mengiyakan. Kalau memang dari Malaekat Tuhan apa buktinya ? dan kalau dari kuasa kegelapan apa buktinya ?,.. Kembali Gideon hanya renungkan sambil memohon kepada Tuhan agar menunjukkan mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang berasal dari kuasa kegelapan. Dan kapan Tuhan akan memberikan jawabannya, terserah Tuhan, bisa seketika, besok, lusa, ataupun bahkan Tuhan tidak menjawab sama sekali.

Terus berlanjut,..

Tuhan Yesus memberkati.

Tuhan Yesus memberkati.
Kembali ke Halaman Utama

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: