i. Gempur iblis,..

Awal Februari 2005. ketika itu eyang putri Samuel ke rumah Gideon. Beliau juga disertai putri bungsunya yaitu Rina, dan kedua anaknya serta menantunya yang juga seorang hamba Tuhan Ev.WRG.

Kurang lebih pukul 19.00 saat itu Gideon sedang ngobrol dengan adik iparnya. Tiba-tiba Yulia, istri Gideon mengatakan bahwa Samuel kemasukan. Gideon segera bergegas mendapatkan anaknya. Dan berbareng dengan itu muncul Samuel dari dalam kamarnya dengan wajah menakutkan, sinar mata mengerikan sambil tangannya berusaha mencekik ayahnya. Beberapa kali Samuel menepis tangan Samuel yang mulai merayap di lehernya.

Gideon berusaha membawa Samuel keruang yang lebih luas, agar lebih bebas bergerak. Samuel terus dipancing keruang tamu, sambil Gideon bersuara keras, “ Bu,.. lihat nih, kalau cucu ibu sedang mendapat serangan, lihat cucu pertama ibu, mohon lihat dengan mata kepala sendiri.” Kemudian kepada adik iparnya Gideon mengatakan, “ Lihat dik WRG, kalau orang sedang kemasukan kuasa kegelapan “

Saat itu adik iparnya melihat dengan mata kepala sendiri ketika Samuel beberapa kali menghantamkan kepalan tangannya ke arah ayahnya, namun ayahnya hanya menangkis dan menangkis serta menggunakan perisai iman. Kemudian kedua tangannya memporak porandakan deretan buku-buku di bupet ruang tamu, sehingga berantakan ke lantai, belum puas dengan itu kemudian mengangkat kursi plastik tinggi-tinggi kemudian dibanting kelantai dengan keras.

Namun yang terjadi adalah diluar dugaan Gideon. Mertuanya bukannya menengking kuasa kegelapan yang menyerang cucu kesayangannya, tetapi lari ke kamar dan mengunci kamar. Demikian juga dengan ipar Gideon yang adalah seorang hamba Tuhan dengan Jawatan Evangelis, juga masuk ke dalam kamar serta mengunci di dalam.

Apa yang Gideon harapkan tindakan dari Mertuanya, dan adik iparnya untuk mengatasi kondisi darurat yang terjadi di keluarganya ternyata meleset dari perkiraannya. Akhirnya setelah Samuel memporak porandakan isi rak buku, membanting kursi dan mengancam akan membanting beberapa gelas yang memang ada di meja tamu, serta mulai berteriak “ Mana Yesusmu,.. mana Yesusmu “ berulang-ulang, maka Gideon dengan segera memohon otoritas Tuhan Yesus Kristus untuk mengusir kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kurang lebih sepuluh menit kemudian Samuel jatuh terjerembab kedepan seiring dengan perginya kuasa kegelapan, dan setelah itu perlahan-lahan bangkit mencoba duduk di lantai. Dan Gideon lihat Samuel sudah nampak normal, barulah Gideon mengetuk pintu yang terkunci dimana ada eyang putrinya Samuel dan Sdr. WRG dengan kedua anaknya mengunci diri. Pintu tetap tidak dibukakan.

Tetapi setelah Gideon yakinkan bahwa Samuel sudah sadar dan ingin berbicara dengan eyangnya, barulah pintu dibukakan. Gideon melihat ada rasa takut menggelayut di raut wajah eyang Samuel, demikian juga dengan Sdr. WRG.

Kembali Gideon mengajak mereka keluar, barulah secara perlahan-lahan mereka keluar menemui Samuel yang sudah duduk di kursi sambil tersenyum. Dan setelah mereka lihat Samuel tersenyum barulah mereka yakin bahwa Rio sudah sadar, sehingga mereka duduk dengan tenang.

Akhirnya dengan panjang lebar Gideon mengisahkan perjalan hidup Samuel semenjak menjadi ajang datang dan perginya kuasa kegelapan, serta beberapa pengajaran yang keluarga Gideon dapatkan dari satu peristiwa ke peristiwa yang lain. Eyang putrinya mendengarkan dengan seksama dan kemudian mengatakan dengan jujur bahwa beliau sangat takut melihat Samuel seperti itu, dan sisa gemetar masih nampak jelas pada tangan beliau.

Demikian juga dengan Sdr. WRG, yang melarikan diri ke kamar serta menguncinya mengatakan bahwa, ia justru memberi kesempatan kepada anak dan ayah untuk saling berkelahi, saling pukul. Gideon sambil tersenyum mengatakan bahwa ia tidak membalas sama sekali, ia hanya menangkis dan mempertahankan diri, bukan balas menyerang, karena ia sadar bahwa yang ia hadapi kuasa kegelapan yang menumpang pada tubuh anaknya. Bagaimana mungkin ia menyakiti tubuh anaknya sendiri ?.

Dan Gideon mengatakan kepada Sdr. WRG, bahwa sebenarnya ia ingin agar WRG melihat bagaimana kuasa kegelapan menyerang dengan nyata, riil, bukan hanya teori, sangat jelas dan nyata bisa menyerang siapa saja, serta melihat bagaimana kuasa Tuhan Yesus Kristus menghancurkan kuasa kegelapan melalui sosok Gideon yang di ijinkan Tuhan menggunakan otoritas-Nya.

Dan sebenarnya Gideon pun ingin memberi kesempatan pada seorang hamba Tuhan dengan level Evangelis untuk menghadapi kuasa kegelapan. Bagaimana para anggota yang selama ini mengandalkan diri kepada hamba-hamba Tuhan yang berdiri didepannya mendapatkan perlindungan kalau sang pelindung itu sendiri lari tunggang langgang ketakutan ?.

Kalaupun tulisan ini terungkap bukan bermaksud untuk mengecilkan seorang hamba Tuhan, tetapi semata-mata untuk membuka mata segenap umat manusia bahwa tidak seharusnya seorang gembala ketika melihat domba yang dijaganya akan dirampas serigala justru lari ketakutan ketika melihat serigala itu datang.

Dan hari itu Gideon merasa telah menunaikan sebagian tugasnya menjadi seorang menantu kepada mertuanya, dimana dengan gamblang menjelaskan keadaan Samuel dan kejadian yang mengikutinya, serta menjelaskan bahwa tidak ada sejarahnya bahwa Roh Kudus takut melawan kuasa kegelapan. Menjadi pertanyaan besar kalau seorang yang merasa memiliki Roh Kudus, justru lari saat kuasa kegelapan berdiri didepannya.

Dan juga bersaksi dihadapan seorang Evanglish, bahwa tidak seharusnya ia masuk kamar dan mengunci diri dengan alasan apapun. Lawan Iblis maka ia akan lari.

Anak-anak-Nya telah diberi kuasa untuk menjadi pemenang.

Terus berlanjut,..

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: