j. Peperangan meluas,.

Awal Februari 2005 Gideon mengontak HE adiknya di Magelang. Ia tanyakan bagaimana kondisi SYT, istrinya. Dan Gideon mendapat jawaban dari adiknya yang membuat Gideon bersimpati. Istrinya masih dalam kondisi memprihatinkan. Masih belum sembuh dari sakitnya. Kemudian Gideon memberikan solusi jalan keluar untuk istrinya katanya, “ Bagaimana kalau di bawa ke Bekasi ? “
“ Itupun pernah saya bayangkan “ jawab adiknya.

Akhirnya mereka membuat janji akan membawanya ke Bekasi. Sehingga pada tanggal 9 Februari 2005 Gideon menjumpai HR adiknya, dan kemudian mereka bersama dengan Fetra meluncur ke Kebumen, karena saat itu istri HE ada di Kebumen tepatnya desa Nampudadi.

Saat mereka sampai dirumah yang dituju, Gideon merasakan nuansa okultisme yang begitu kental. Demikian pula saat berdoa di ruangan dimana istri HR tidur, sepertinya banyak mata yang mengintip. Tetapi Gideon bersama HE tidak peduli apa dan siapa disekeliling mereka.

Nampak tubuh istri HR demikian lemah. Beberapa hari sudah tidak mau makan, hanya beberapa teguk susu demikian ibunya memberikan penjelasan. Dan sudah lima hari tidak buang air besar tambahnya. Gideon sempat merenung beberapa saat ketika mertuanya HE mengatakan, “ Masa dalam keadaan seperti ini dibawa ketempat yang jauh “ ? Dan HE menjawab dengan tegas, “ Ya,.. akan kami bawa ke Bekasi “.

Demikianlah maka pada hari itu hampir tengah hari mereka bersama HE berikut istrinya dan anaknya Fetra meluncur ke Bekasi. Dari spion Gideon yang memperhatikan adik iparnya, tiba-tiba mengatakan : “ Ada yang mengikuti kita “

Kemudian mereka kecuali SYT, istri HE menyanyikan nyanyian peperangan terus menerus diulang dan diulang sampa suara Gideon terdengar parau.

Ternyata beberapa kali istri HE kadang-kadang tertawa kecil, kemudian tersenyum dan mempertahankan roti yang tadinya akan dibuka untuk dimakan bersama-sama, seakan-akan mengatakan : “ Jangan diminta, ini roti saya “

Mobil terus meluncur menyusuri Jawa Tengah bagian barat dengan nyanyian rokhani terus keluar dari mulut Gideon, HE dan Fetra. Namun beberapa kali Fetra tidak ikut bernyanyi. Dan ketika pada sela lagu, Fetra mengatakan pada Gideon demikian, “ Pak Dhe,.. pak Dhe,.. waktu saya tadi diam, saya merasa ada keanehan di mobil ini, Fetra mendengar ada suara perempuan. Tadinya saya pikir ibu ikut menyanyi, tetapi ternyata bukan suara ibu. Dan ternyata bukan hanya mendapat tambahan satu suara perempuan, tetapi banyak tambahan suara yang seperti suara laki-laki, dan ternyata melalui penglihatan roh, saya melihat bahwa malaikat-malaikan Allah ikut bernyanyi.

HE ayahnya spontan menghentikan gitarnya sambil mengatakan, “ Wah saya pikir hanya saya yang mendengarkan, Fetra juga dengar suara tadi ? “
“ Iya,.. dan semakin lama semakin banyak malaikat Allah yang bernyanyi “ jawab
anaknya serius.

Demikianlah perjalanan mereka pada hari itu, diliputi kebahagiaan yang demikian besar. Bagaimana tidak, karena perjalanan mereka dikawal malaikat Allah, disertai dengan keikut sertaan para malaikat saat memuji Tuhan.

Tetapi ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati Gideon pada saat Fetra mengatakan bahwa ada visi yang mengandung teka-teki. Ia mengatakan 9,5 penyembahan urapan baru. Maksud Tuhan apa Fetra mengatakan pada HR ayahnya seperti memberikan ujian.

Akhirnya ayahnya mengatakan ~ 9 berarti mulai jam sembilan, 5 berarti sampai jam 5, penyembahan berarti kita harus larut dalam penyembahan, dan urapan baru berarti Tuhan akan memberikan urapan yang baru ketika selesai menyembah Dia.
“ Benar-benar sekali pah,.., itu jawabannya “ jawab Fetra spontan.

Tetapi ternyata sampai di Bekasi kira-kira jam 00.30 mereka semua nampak lelah. Dan ketika Gideon bertanya pada Fetra mengenai visi ketika mereka dijalan tadi, ia katakan, “ Bagaimana Fetra kita jadi menyembah Tuhan ? “
“ Nggak deh pak Dhe,.. mau tidur saja “ jawabnya ringan.
“ Baik, pak Dhe juga mau istirahat, soalnya nanti kan mesti mengantar ke Hotel
Gading, untuk baptis selam ayah dan ibumu jadi perlu mengistirahatkan badan “!

Kemudian tibalah saat istirahat. Mereka semua mencari posisi tempat tidur masing-masing. Demikianlah mereka istirahat dengan nyenyaknya. Dan saat Gideon melepas lelah setelah lebih dari 10 jam menyetir mobil dari Kebumen ke Bekasi, ada sesuatu yang mengusik pikirannya. Benarkah Visi yang didapat Fetra berasal dari Allah ?. Kalau dari Allah mengapa tidak tepat ? Tetapi kalau bukan dari Allah mengapa juga ada visi ikut bernyanyinya para malaikat ?.. Dan sebelum terjawab Gideon telah terlelap, dan terbangun ketika hari sudah siang.

Kamis 10 Februari 2005 jam 10.00 adalah rencana dimulainya baptis selam di Hotel Gading Indah yang dipimpin oleh Gembala sidang Bapak Pariaji.

Setelah kebaktian singkat di lantai 2 mulai baptis selam dilakukan di kolam renang Hotel Gading Indah. HE dan istrinya mendapat nomor awal.

Saat pagi hari ketika baru sampai dan akan turun dari mobil memasuki Hotel, SYT, istri HR demikian sulit untuk turun dari mobil. Ia tidak mau turun sampai akhirnya diangkat oleh suaminya. Tetapi saat mengikuti baptis selam ia justru kelihatan seperti orang yang lain, tertawa kecil, tersenyum dan ikut berbaris menunggu giliran dilakukan pelepasan sebelum dibaptis oleh bapak Pariaji.

Saat dilakukan pelepasan oleh team, dikatakan bahwa kepahitan hati yang nampak jelas diwajahnya akan sembuh karena doa suaminya. Kesehatannya akan dipulihkan oleh karena doa suaminya. Juga saat dicelupkan kedalam kolam renang. Bapak Pariaji meminta agar ia diselamkan agak lama sebelum kepalanya diangkat ke permukaan.

Dan setelah berganti pakaian dengan pakaian kering, mukjizat nampak terjadi. Yang semula ketika turun dari mobil digendong suaminya dan tidak lagi mengenali siapa yang berada disekelilingnya sekalipun mereka semula sangat dikenalnya, dan setelah mengalami baptis selam. Ia berjalan sendiri ke mobil, dan naik sendiri ke mobil. Dan didalam mobil ia mengenali satu persatu siapa mereka yang ada disekelilingnya.
“ Ini Samuel ?,.. apakah sudah menikah ? “ katanya perlahan.
“ Ini Fetra ?,.. sambungnya lagi ketika melihat anaknya.

Demikianlah kemukjizatan terjadi saat istri HE mengalami baptis selam.

Ke esokan harinya Gideon, HE dan istrinya serta Fetra dan Samuel ke rumah ibu Joko.
Istri HE nampak berkelakuan aneh lagi. Tidak mau duduk diam di kursi tamu, ingin senantiasa bergerak sehingga senantiasa dikawal suaminya.

Beberapa saat kemudian mereka ditemui ibu Joko. Dan saat doa bersama berlalu dengan khidmadnya, setelah dikatakan Amien, SYT, istri HE tiba-tiba menangis dan secara spontan memeluk ibu Joko, ibu Joko membelai rambutnya dan mengiburnya. Dan kemudian ibu Joko mengatakan bahwa ada sesuatu yang keluar dari punggungnya. Sosok mahluk demikian tinggi dan besar keluar dari punggungnya.

Dan ketika lewat tengah hari Gideon mengajak pulang, dan yang terjadi adalah istrinya tidak mau pulang. Ia seakan tidak mau lepas dari bantal yang senantiasa dipegangnya. Namun akhirnya digendong suaminya masuk kedalam mobil.

Sore hari ketika doa bersama keluarga, ada kejadian yang tidak diduga sama sekali. Setelah puji-pujian dan penyembahan, Gideon tergerak mengumpulkan anak-anak duduk melingkar bergandengan tangan saling silang. Kemudian mulai menyanyikan nyanyian peperangan.

Hal ini berlangsung terus berulang-ulang nyanyian dinyanyikan dan selang saling dengan bahasa roh, kemudian dilanjutkan dengan doa oleh Gideon sebagai imam keluarga, dan pada saat dalam doa ditengking roh kudus palsu, rasul palsu, nabi palsu, terdengar jeritan melengking tinggi demikian panjang. Fetra bermanifestasi. Kemudian Gideon dan HE tumpang tangan dan mengusir kuasa kegelapan di dalam tubuh Fetra, lengkingan semakin keras.

Terus menggunakan bahasa roh dan ditengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Gideon melihat kedua mata Fetra, terasa kaget melihat kedua matanya. Ada sinar kebencian demikian dalam menatap tajam kearah Gideon. Tetapi Gideon terus menatap lebih teguh, bahwa yang dilihat adalah mata kuasa kegelapan yang selama ini bersembunyi dibalik tubuh anak kecil. Terus berlangsung sampai kira-kira 30 menit berlangsung, akhirnya Fetra sadar.

Dan ketika ditanyakan apa yang terjadi, ia mengatakan bahwa tiba-tiba rohnya diajak malaikat jalan-jalan ke Nampudadi. Dan Gideon kemudian meminta Samuel duduk bersila untuk dibungkus rapat-rapat dengan darah Yesus, demikian juga Fetra. Lagi-lagi terjadi sesuatu yang tidak terduga.

Ketika dalam doa dikatakan diputuskannya rantai kutuk nenek moyang, roh dukun-dukun, Fetra kembali menjerit melengking berulang-ulang. Kembali Gideon bersama HR menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tiba-tiba muncul manifestasi penyakit ashma. Nafasnya nampak susah, dan sesak. Kemudian ditengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kira-kira 30 menit kemudian semuanya berakhir.

Fetra terbebas dari cengkeraman kuasa kegelapan yang selama ini bersembunyi dibalik tubuh kecilnya, menipu dengan berbagai penglihatan dan Visi. Akhirnya Tuhan Yesus Kristus menyingkap sesuatu yang tersembunyi. Serapat apapun, terpujilah nama Yesus yang ajaib.

Terus lanjutkan,…

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: