n. Aku punya “usus”.

Sabtu 19 Februari 2005 kurang lebih pukul 07.45 Gideon bersama Fetra, HE dan istrinya meninggalkan Bekasi kembali ke Magelang. Dan kira-kira pukul 18.00 sampai di Magelang. Sepanjang perjalanan tidak ada sesuatu yang istimewa sampai tiba dirumah.

Dan saat berbincang dengan Indri anak pertama HR, ada sesuatu yang perlu dibenahi di dalam diri anak tersebut. Sulit baginya untuk memaafkan orang lain yang bersalah kepadanya. Secara teori bisa namun pada kenyataannya sulit sekali memberikan pengampunan.

Dan ketika doa malam nampak sekali ada sesuatu yang tidak semestinya saat melakukan puji-pujian. Kurang semangat bahkan nampak terpaksa ikut bergabung dalam lingkaran doa malam. Juga saat berdoa yang lain duduk bersila dengan khidmat, nampak Ia memeluk kedua lututnya dengan sikap acuh tak acuh. Mulut lebih banyak diam justru saat yang lain memuji Tuhan.

Kemudian setelah doa malam maka sampailah pada doa khusus untuk SYT, istri HE yang nampak lelah dan tiduran ditempat tidur. Namun ternyata ia tidak tidur. Nampak senang sekali dengan Indri. Dan pada saat diberikan minyak urapan pada tempat sekitar pertemuan rahang atas dan rahang bawah kanan dan kiri, ia tolak dengan tangannya, namun tetap dipaksakan sehingga ia berontak, sampai kedua tangan kiri dipegang HE dan tangan sebelah kanan dipegang Indri. Gideon mengolesi minyak urapan sambil terus menengking kuasa kegelapan di dalam nama Yesus Kristus.

Di iringi dengan nyanyian peperangan penengkingan terus dilaksanakan. Dan nampak sekali Indri acuh tak acuh didalam bernyanyi. Nampak sekali mulut malas untuk memuji Tuhan. Sampai HE menegur Indri yang tidak mau membayar kesembuhan ibunya, dengan bernyanyi dan memuji Tuhan dengan sungguh-sungguh. Beberapa menit kemudian dari mulut SYT keluar ungkapan dengan bahasa Jawa, yang kalau bahasa Indonesianya adalah , “ Oh,.. cucuku “

Kemudian Gideon menguji agar ia mengikuti kata-katanya, ia katakan “ Saya milik Yesus “,.. SYT hanya diam.
Kemudian Gideon katakan lagi, “ Saya punya Yesus “ dan tiba-tiba ia menyahut, dengan nada marah, “ Saya punya usus “

Fetra kemudian mengatakan kepada HE ayahnya, “Pah,.. ia bilang saya punya usus “
HE hanya mengangguk karena ia juga mendengar hal yang demikian, kemudian menengking lagi di dalam nama Yesus Kristus, agar kuasa kegelapan keluar dari tubuh istrinya.

Tetapi Indri tiba-tiba mengatakan, “ enggak begitu,.. dia bilang saya punya Yesus “ tetapi apa yang dikatakan Indri tidak dihiraukan oleh yang lain, karena mereka merasa bahwa iblis kembali akan melakukan tipu daya.

Tiba-tiba dengan tajam SYT menatap Fetra, dan tanpa diduga ia tendang Fetra demikian capat. Sampai nyaris mengenai perutnya. Dan tiba-tiba tangan kiri dan kanannya yang nampaknya lemah tak berdaya, melakukan gerakan cepat sekali mencakar ke wajah Gideon, namun segera tangannya bisa ditangkap, dan kemudian kedua tangan di ikat di tempat tidur, dan kakinya juga di dikat. Kemudian nyanyian peperangan terus dilangsungkan, dan secara bergantian Gideon dan HE menengking kuasa kegelapan di dalam tubuh SYT.

Saat kelihatan tubuh SYT tidak berdaya, kembali di uji, dengan menirukan pengakuan bahwa aku punya Yesus. Dan kembali yang dikatakannya adalah aku punya usus.

Kembali Gideon memanjatkan doa dan juga permohonan ampun Tuhan bagi Indri atas sikapnya yang pada tempatnya. Senantiasa mengeluh, mau tidur. Maka setelah doa selesai, Gideon mempersilahkan Indri meninggalkan tempat untuk tidur. Segera ia melompat dan lari ke tempat tidur.

Dalam hati Gideon berkecamuk pertanyaan. Ada apa dengan Indri ?

Doa dan penengkingan terus berlanjut tanpa Indri sampai waktu menunjukkan pukul 23.00. Gideon merasakan kelelahan yang amat sangat. Sehingga mengatakan kepada HE, “ saya istirahat dulu ya ? “. HE mengangguk, sambil mengatakan, “ Iya, biar saya sendiri yang menengking “

Pagi- pagi sekali Gideon bangun dan melihat HE tidur pulas. Nampak ia lelah sekali. Tidak lama kemudian iapun bangun, sambil mengatakan bahwa ia tadi malam sampai jam 01.00 kemudian kecapaian sehingga di tinggal tidur.

Kurang lebih pukul 07.00 Gideon pamit kepada keluarga HE, kembali ke Bekasi. Dan sepanjang perjalanan Gideon merenung dan merenung, atas kejadian yang menimpa keluarga HE.

Masih berlanjut,..

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: