o. “Pedang” yang tajam.

Gideon ingat saat SYT mengikuti baptis selam. Ketika konseling di kolam baptisan, SYT tidak manifestasi apapun, justru ibu yang konseling SYT mengatakan pada suaminya, bahwa doa suaminyalah yang akan menyembuhkan istrinya.

Kemudian ketika kebaktian di Gereja Tiberias Pluit yang dipimpin oleh Pdt. T. Tabaraka, beliau menengking SYT, tetapi tidak manifestasi juga. Masih tetap tidak ada perubahan, hanya beliau mengatakan ada kepahitan di dalam hidupnya sehingga perlu waktu untuk pemulihannya.

Juga ketika mengikuti kebaktian di Hotel Ibis, dipimpin oleh Pdt. S. Yunus, juga SYT di doakan secara khusus oleh beliau namun tetap juga tidak ada manifestasi apapun, dan masih belum sembuh. Kembali beliau mengatakan bahwa ada akar pahit dalam hidupnya.

Dalam bagian renungan Gideon, dapat ia ukir dalam benaknya, bahwa siapakah kita di hadapan-Nya, siapakah pdt. T. Tabaraka dihadapan-Nya dan siapakah Pdt. S. Yunus dihadapan-Nya. Bahwa rancangan Tuhan bukan rancangan manusia, dan kehendak-Nyalah yang terjadi.

Yang pasti adalah Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk HE dan keluarganya. Dan bagaimana rencana Tuhan ?. Carilah wajah Allah lebih dekat lagi, cari perkenan-Nya, maka Tuhan tidak akan mengecewakan miliknya yang senantiasa mencari perkenan-Nya. Dan Gideon ingat nazar yang diucapkan, kalau SYT kembali sembuh seperti sedia kala maka ia akan bersaksi dihadapan ayah dan ibunya. Ia akan bersaksi bahwa keselamatan hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebagaimana dalam Kis. Para Rasul 4:12

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan “

Selasa, 22 Februari 2005 Gideon menghubungi HE~ Magelang. Menanyakan kondisi terakhir SYT istrinya. HE menjelaskan bahwa masih harus bergumul lebih keras lagi. Istrinya belum bisa bebas dari cengkerangan kuasa kegelapan. Bahkan malam tadi menghambur-hamburkan isi kasur yang dalamnya berisi kapuk, sebagian dimasukkan ke dalam frizer, sebagian berantakan di lantai. Dan terpaksa kedua tangannya di ikat, agar tidak membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Sepulang Gideon bekerja, ia dapati suasana ceria menghiasi wajah anak-anak dan juga istri. Gideon menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan perlengkapan senjata rokhani “ pedang roh “. Ia katakan bahwa pedang Roh adalah Firman Tuhan dan juga Roh Kudus. Pedang Roh sangatlah tajam sehingga bisa memisahkan tubuh jiwa dan roh.

Bila seseorang sudah terbiasa menggunakan pedang Roh ini, maka dalam kehidupan sehari-harinya sangat nampak jelas sanggup memilah dan memilih yang mana berasal dari kuasa kegelapan dan mana yang berasal dari Allah, sekaligus sanggup membuang apapun yang berasal dari kuasa kegelapan, dan hanya meraih serta melaksanakan apa yang berasal dari Allah. Dan kalau sudah demikian,.. apa yang ditakutkan ?,.. Kalau kita menemui kematian,.. pasti kematian di tangan Tuhan Yesus, dan kalau kita tetap hidup,.. pastilah hidup di dalam Tuhan sehingga pastilah Tuhan akan memeliharakan dengan baik segala sesuatu yang masih dibutuhkan.

Kemudian ketika doa malam bersama keluarga, terbersit doa syafaat yang mengingat pembebasan SYT~Magelang agar segera terbebas dari kuasa kegelapan. Samual merasakan bahwa kembali di alam roh mendapat penglihatan mengenai apa yang ada dirumah HE~Magelang. Ia lihat nenek-nenek bongkok sedang menyapu di belakang rumah HE, tetapi kemudian ia rasakan nenek-nenek itu nempel dipunggungnya, sehingga ia segera berteriak,” Pah,.. tengking punggung Samuel, karena nenek-nenek itu nemplok di punggung “ Dan segera Gideon menggunakan minyak urapan mengoles punggung Rio sambil menengking mengusir kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Dan puji Tuhan gangguan segera berlalu, Gideon segera merasakan Samuel kembali terbebas dari kuasa kegelapan, namun ia melihat istrinya menggunakan minyak urapan mengoles di kedua liang telinganya. Kemudian Gideon bertanya, “ Kenapa telinganya ?” Dan dengan santai istrinya menjawab, “ Suara nenek-nenek ha,ha, hi,hi sambil tertawa cekikikan. “ kemudian sang istri menengking suara nyasar di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

“ Itu karunia Tuhan “ kata Gideon menanggapi apa yang di dengar istrinya.
“ Iya sih, tapi ditengking nggak apa-apa khan ?” jawab istrinya yang kemarin tepat berusia 39 tahun.

Kemudian kembali Gideon tumpang tangan atas ketiga anak laki-lakinya. Memohon kepada Tuhan berkat dan perlindungan serta agar senantiasa dikenakan perlengkapan senjata rokhani tetap melekat sepanjang hidupnya. Baik itu ketopong keselamatan, ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, perisai iman, pedang roh maupun tali kasut kerelaan di dalam memberitakan injil Kristus.

Dan setelah selesai berdoa, kembali istri Gideon mengatakan,.. “ pah kok masih ada sich suara nenek-nenek di telinga,.. tertawa cekikikan ? “ tanya istrinya sambil kembali mengoleskan minyak urapan kedalam sekitar liang telinga.

“ Bersyukurlah mama bisa mendengarkan, karena tidak setiap orang mendapat
karunia pendengaran seperti itu “ jawab suaminya tetap santai.
“ Iya sich,.. “ kata istrinya sambil kembali menengking suara-yang mengganggunya
di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan akhirnya suara itupun hilang. Puji Tuhan.
“ Pah,.. besok kita puasa yuk,.. “ tiba-tiba Samuel mengajak ayahnya puasa.
“ OK !,. hayo ajak mamamu sekalian “ sahut ayahnya semangat. Lalu,“ Sasarannya ?
Dan mau menggempur siapa ?”
“ Bulik Yati, kita akan rebut agar segera bebas dari belenggu kuasa kegelapan “ kata
Samuel tegas dan yakin.
Kemudian mereka toast dengan telapak tangan. “ Plak “.

Masih belum usai,… Teruskan.

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: