p. Roh Kudus tidak tidur.

Rabu 23 Februari 2005. Sekitar pukul 22.00 Gideon dan Samuel sengaja berkunjung ke kediaman ibu Joko. Banyak yang mereka bicarakan, diantaranya informasi terakhir kondisi SYT istri HE. Beliau sangat prihatin dengan kondisi keluarga HE. Dan pak Joko menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini akan ke Klaten, ada saudara yang menderita penyakit kanker dan akan doa syafaat disana. Dan kalau Tuhan berkenan, maka nanti akan mampir ke keluarga HE~ Magelang.

Pak Jokopun menyampaikan kesaksian menantunya yaitu Mas Budi yang belum lama ini menikah dengan mbak Arta, dimana belum lama ini ketika mas Budi terbangun dari tidur melihat istrinya berdoa dengan sangat khusuk dan terdengar jelas istrinya berdoa untuk Samuel, tetapi ketika istrinya bangun pada pagi harinya ia tidak bisa mengingat apa-apa. Rohnya berdoa sekalipun tubuh dan jiwa tidak menyadarinya.

Ibu Joko juga menyampaikan kesaksian seseorang 2 tahun yang lalu, ketika berjuang berjalan di dalam jalan kebenaran. Suatu ketika ia di jumpai Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa Akulah “sirotol mustakim”. Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup. Kemudian secara diam-diam ia menjadi percaya. Secara sembunyi-sembunyi ia membaca Injil di tengah-tengah kebun. Ia tidak berani terbuka karena ia adalah menantu seorang Haji yang mengelola pondok pesantren. Suatu ketika ada seorang bibi yang menderita penyakit kanker. Ia tawarkan kepadanya apakah ia mau sembuh ?, yang tentu saja dijawab mau. Kemudian ia berdoa kepada Tuhan Yesus memohon keajaiban agar si bibi ini sembuh. Dan dari peristiwa itulah terbongkar bahwa ia sudah mengikuti ajaran yang lain. Gemparlah seluruh keluarganya. Sampai ia dihukum sedemikian beratnya. Dipermalukan keliling kampung. Kemudian dia disiksa demikian berat serta dikurung dalam suatu tempat selama enam bulan. Dan luka-luka yang masih membekas sembuh dengan sendirinya di dalam ruang kurungan. Dan justru di dalam kurungan itulah ia merasa lebih dekat dengan Tuhan Yesus, bahkan berhasil menggubah beberapa lagu sunda dengan syair dari Injil Kristus. Dan ibu Joko mengatakan bahwa suaranya memang sungguh bagus sekali. Dan kondisi fisiknya sungguh diluar dugaan orang yang tidak mengenal pribadinya. Saat itu ia berusia 60 tahun, tetapi ibu Joko menduga bahwa ia masih berusia 30 an tahun.

Akhirnya iapun bebas dari kurungan dan istri serta bibi yang telah sembuh dari penyakit kanker mengikut Yesus. Tetapi iapun masih harus menghadapi masalah demi masalah dikehidupan selanjutnya, termasuk dipanggil Pemda setempat. Namun ia katakan bahwa bersama Yesus mengapa harus takut ?

Sebelum pulang Gideon mohon agar ibu Joko berdoa terlebih dahulu untuk menguatkan iman semua yang hadir serta memohon perlindungan serta tuntunan-Nya agar semakin dikuatkan khususnya didalam menjalani hari-hari yang penuh peperangan yang semakin berat. Dan setelah selesai berdoa Gideon dan Samuel pamit pulang.

Sesampai dirumah sudah hampir tengah malam, sehingga mereka segera mempersiapkan diri istirahat. Tetapi baru saja Gideon serta istri merebahkan diri di tempat tidur, terdengar dari kamar sebelah, Samuel menggunakan bahasa roh yang cukup keras sehingga menggelitik Gideon serta istrinya untuk mengetahui apa yang ia lakukan. Perlahan-lahan Gideon membuka pintu kamar Samuel yang memang tidak dikunci. Gideon melihat Samuel tidur nyenyak sekali dengan nafas teratur sebagai tanda bahwa fisiknya sedang tidur, tetapi dari mulutnya keluar bahasa roh yang cukup keras, diselingi beberapa kata yang menyebut bulik Yati, Indri dan ungkapan yang menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Akhirnya Gideon kembali masuk ke kamar sambil mengatakan pada istrinya bahwa roh kudus di dalam diri Samuel sedang memerangi kuasa kegelapan yang membelenggu keluarga HE~ Magelang.
“ Iya memang benar “ kata isterinya spontan.
“ Kok tahu ? “ tanya Gideon sambil melihat mimik wajah istrinya.
“ Terdengar jelas sekali melalui telinga kiri,. Dimana suara nenek-nenek teriak
kepanasan “ kata sang istri menjelaskan.
“ Nggak takut ? “ tanya suaminya kemudian.
“ Enggak,.. biasa saja kok “ kata istrinya santai.
“ Kalau takut nanti kita mohon pada Tuhan agar menutup telinga kiri mama agar
tidak mendengar suara-suara tersebut “ kata Gideon memberikan alternatif.
“ Jangan,.. biar saja “ sahut istrinya tetap dengan tenang.

Dan ketika pagi tiba mereka bangun dengan tubuh yang segar. Segera mereka persiapkan doa pagi bersama untuk menyongsong hari di depan mereka dengan suatu pengandalan bahwa Tuhan ada di dalam hati mereka masing-masing, dan telah memperlengkapi mereka dengan pedang roh yang sangat tajam. Di barengi pula dengan penggunaan perisai iman, ketopong keselamatan dan tali kasut di dalam kesukaan memberitakan Injil Kristus. Mereka siap bersaksi kepada siapapun, bahwasanya di dalam Tuhan senantiasa ada kemenangan, apalagi setelah mereka gunakan juga baju zirah keadilan dan ikat pinggang kebenaran.

Senin akhir bulan Februari 2005, ketika Gideon pulang dari tempat pekerjaannya, mendapati rumah dalam keadaan berserakan. Sepertinya belum disapu dan di bersihkan. Kemudian ia mandi dan sesudah itu mengambil sapu, lantas menyapu rumah sekaligus mengepel. Ia perhatikan Samuel duduk dibangku kayu di depan rumah, nampak murung, kusut dan kumal. Rambut acak-acakan dan pandangan mata kadang kosong kadang liar.

“ Samuel belum mandi ? “ ayahnya menyapa dengan nada datar.
“ Belum “ jawab anaknya singkat.
“ Ayo sana mandi sudah malam !” kata ayahnya. Samuel tidak menjawab hanya pandangan matanya nanar tidak terarah. Sesekali menatap ayahnya sambil melotot, kemudian dari mulutnya Samuel mengatakan, “ Saya sedang kesal,.. kesal dengan seisi rumah ini “ jawab Samuel sambil menyeringai beberapa kali.

Gideon tanggap dengan apa yang tengah Samuel alami, dan siapa yang berbicara melalui mulut Samuel, kemudian dengan hati-hati Gideon mengajak Samuel masuk kedalam rumah. Tidak ada perlawanan sama sekali, Samuel menurut ketika diajak masuk dan diminta duduk di kursi tamu. Kemudian Gideon mengunci pintu depan dan menyingkirkan benda-benda yang potensi melukai tubuh.

Kemudian Gideon mempersiapkan selendang~kain panjang untuk mengikat kaki dan tangan Samuel. Sesudah kedua tangan dan kedua kaki di ikat, kemudian Gideon mempersiapkan minyak urapan dan memberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan dari mulut Samuel ia mengatakan, “ percuma saja pakai minyak-minyak kaya gitu “ sambil menatap liar”. Ayahnya tetap diam sambil mempersiapkan minyak urapan.

Kemudian Gideon beserta istrinya, duduk bersila memuji-muji Tuhan. Terus memuji Tuhan, dan kemudian Gideon menggunakan bahasa Roh dan istrinya menyanyi sendiri. Tetapi kemudian terdengar suara Samuel ikut menyanyi bersama mamanya, terus berlangsung kurang lebih 2 jam.

Atmosfir kuasa kegelapan yang semula sangat pekat, menyingkir selapis demi selapis sampai pada keadaan yang benar-benar bersih. Samuel berhasil melepaskan diri dari ikatan dan kemudian bergabung dengan lingkaran ayah dan ibunya ikut bernyanyi dan juga berbahasa roh. Dan setelah Samuel benar-benar kembali menyadari keberadaannya tiba-tiba Samuel berlutut menyembah Tuhan Yesus Kristus memohon ampun atas kelemahan-kelemahan dan kesalahannya sehingga berakibat kurang mampu menguasai diri ketika kuasa kegelapan menyerangnya.

Pukul 22.00 barulah selesai semua, dan Samuel menceritakan bagaimana ia sangat kecewa ketika martabak yang menjadi jatahnya dimakan sebagian oleh ayah dan adik-adiknya. Dan ini diakuinya sebagai kelemahannya sehingga ia mudah ditembus oleh kuasa kegelapan. Banyak nasehat diberikan ayahnya, diantaranya adalah usaha untuk mengalahkan nafsu kedagingan. Ini harus dilawan.

Sang istri kali ini angkat bicara, mengatakan bahwa ia dimampukan Tuhan untuk melihat bagaimana lingkaran kuasa kegelapan mengelilingi depan rumahnya dengan berbagai bentuk namun semuanya menyingkir setelah kehadiran Roh Kudus semakin memenuhi rumah mereka. Puji Tuhan. Satu karunia lagi istri Gideon dapatkan hari ini. Di ijinkan Tukan melihat bentuk-bentuk roh dari kuasa kegelapan, walaupun sebagai manusia ada sedikit rasa takut, tetapi setelah ingat bahwa Roh Kudus didalam dirinya lebih besar dari mahluk apapun di dunia ini, maka rasa takutpun sirna, bahkan berani menengking mereka semua di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan merekapun pergi.

Tuhan Yesus sangat luar biasa,.. ikuti terus kisahnya,..

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: