t. Domba yang tersesat.

Kamis akhir Maret 2005, menjelang doa pagi, Gideon mengamati kursi tamu yang luka robek-robek di sisi pegangan tangan sebelah kanan. Kemudian ia minta anaknya yang terkecil membuka korden ruang tamu. Nampak lapisan tipis yang berwarna putih ada dua baris luka robek terkena sayatan benda tajam.

“ Kemarin Samuel yang melakukannya “ ujar Yulia, istri Gideon perlahan sambil mengatur perjamuan kudus.

Sang suami hanya diam sambil merenungkan apa yang kira-kira terjadi kemarin. Sebenarnya banyak hal yang ingin Gideon tanyakan pada Yulia istrinya, namun ia harus bisa menahan diri.

Ketika anak-anaknya sudah berkumpul, maka Gideon memulai untuk memuji Tuhan beberapa lagu, sebelum dilanjutkan dengan doa. Dan ketika nyanyian berlangsung Samuel ikut bergabung dengan mereka duduk bersila, padahal sebelum doa pagi di mulai, ayahnya beberapa kali mencoba bangunkan dia tetapi tetap tidak bergeming.

Ketika doa selesai, Samuel mendekati ayahnya seakan-akan minta pelepasan. Maka Gideon yang memang ingin melakukannya, segera tergerak mengambil minyak urapan yang sudah diberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, agar memiliki kuasa menyembuhkan yang sakit, menguatkan bagian tubuh yang lemah serta mengusir kuasa kegelapan.

Saat minyak urapan akan dioleskan ke bagian tengkuk, terjadi penolakan secara jasmani, tetapi itu semua sudah di duga, sehingga Gideon lebih yakin lagi dalam menggunakan minyak urapan. Maka segera beberapa titik di dalam tubuh Samuel diolesi minyak urapan disertai dengan doa pelepasan dari kuasa kegelapan, roh nenek moyang siapapun yang tinggal di dalam tubuh anaknya.

Roh kudus palsu, Yesus palsu, nabi palsu, rasul palsu, roh apapun yang bukan berasal dari Tuhan Yesus Kristus, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus semua di tolak keluar, sekarang juga di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Maka yang terjadi kemudian adalah tangan kanan Samuel bergetar keras sekali, mimik wajah menyeringai, dan beberapa kali ketika punggung di raba, terjadi guncangan-guncangan. Hal ini berlangsung kurang lebih 10 menit. Setelah itu semuanya berakhir.

Dan ketika ditanya mengapa kursi dirobek dengan cutter, lapisan korden juga dirobek, ia sama sekali tidak ingat apa-apa. Saat itu dilakukan bukan Samuel yang melakukannya, tetapi roh yang menguasainya.

Dan yang dikatakan Samuel memang tidak mudah mengatakan iya maupun tidak, tinggal percaya atau tidak percaya.

“Anak ini memang luar biasa,” kata Gideon dalam hati.

Beberapa hari yang lalu, waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 22.00, Samuel belum pulang. Siang harinya ia bersama-sama ayahnya mengikuti kebaktian di Hero Bekasi. Memang dia pamit pulang dulu mengantar kawannya. Gideon mengijinkan menggunakan motor. Tetapi rupa-rupanya disambung dengan acara yang lain sehingga sampai pukul 22.15 belum pulang juga.

Menjelang pukul 22.30 terdengar suara motor, dan memang Samuel yang datang bersama kawannya yang belum lama dikenalnya. Gebby ~ gadis muda asal Menado yang masih ada hubungan saudara dengan Stevi tetangga Samuel. Mereka dalam keadaan basah karena kehujanan. Setelah mereka masuk ke ruang tamu, barulah mereka mengatakan bahwa mereka baru dari Ancol karena ada acara di tempat pekerjaan Gabby. Gideon dan Yulia mendengarkan dengan penuh perhatian.

Ternyata Gabby memiliki kesan tersendiri sejak mengenal Samuel. Ia katakan,
“ Saya sangat kaget ketika pertama kali bersalaman dengan Samuel, seperti ada
getaran khusus, kemudian saya melihat Samuel seperti saya melihat orang yang
sangat rohani sekali “ Gabby berhenti sejenak, kemudian ia melanjutkan,
“~ Dalam perbincangan selanjutnya ia senantiasa ingatkan saya bahwa Yesus
sudah menebus saya di kayu salib dan sudah dibayar lunas, bertobatlah,
kembalilah kepada Tuhan, waktunya sudah dekat “

Gideon dan Yulia mengangguk-anggukkan kepala hampir berbareng, kemudian Gabby meneruskan ungkapanya, “ Jujur saja ya, setelah Samuel katakan demikian, hati saya menangis, menjerit, karena sekian lama hidup saya jauh dari Tuhan, tidak lagi mengenal kasih Tuhan, sedangkan beberapa tahun yang silam Tuhan pernah memakai saya untuk kemulian-Nya, dimana Tuhan memberikan karunia pendengaran, karunia nubuat dan beberapa karunia yang lain. Kedua orang tua saya tidak sejalan dengan iman saya, maka saya lari dari Tuhan, saya ikut arus orang-orang dunia, saya terjun ke dunia glamour, dugem, diskotik dan lain-lain yang membuat duka Tuhan Yesus. Dan yang sampai sekarang saya rasakan adalah pukulan Tuhan ketika saya dijalan yang tidak dikehendaki-Nya.”

Gabby menatap Gideon dan Yulia bergantian, ia nampak gelisah sepertinya ingin pulang. Kemudian ia mengatakan, “ Sebenarnya saya ingin lebih lama menceritakan kisah hidup saya tetapi sayang waktunya sudah tidak memungkinkan, tetapi begini ya tan, “ demikian Gabby memanggil Yulia, ~ Waktu Samuel mengajak ke Gereja beberapa hari yang lalu, Firman Tuhan sangat mengena di hati Gabby, “

Demikianlah sekelumit kisah Gabby, dan terpaksa dipotong karena hampir tengah malam. Gideon meminta Samuel mengantar sampai rumah. Baru pukul 01.30 Samuel kembali pulang. Dan yang pagi tadi mengganggu Samuel adalah roh nenek moyang Gabby yang merasa terusik, demikian Samuel mengatakan kepada ayahnya.

Tuhan Yesus sudah mati bagi kita,.. jangan sia-siakan. Ikuti terus kisah ini,…

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: