b. Harus benar-2 kudus.

Senin 11 April 2005 pukul 18.30 terjadual Rally Doa di Gereja Tiberias Grand Mall Bekasi. Gideon dan Samuel datang pada acara tersebut yang dipimpin oleh Pdt. Y. Tumakaka. Yang sangat istimewa pada acara tersebut justru setelah kebaktian selesai.

Gideon dan Samuel bersama-sama pulang ke rumah. Jam 22.00 sampai dirumah. Pintu dibukakan oleh Yulia istri Gideon. Ketika akan doa malam bersama-sama Samuel nampak sekali ogah-ogahan. Tidak semangat. Bahkan ketika doa terus berlangsung dan selesai dengan amien, Samuel tidak mengaminkan, justru bersikap aneh. Wajah sinis, bibir mencibir dan kedua tangan disandarkan ke belakang. Sama sekali tidak menunjukan bahwa Roh Kudus ada didalam tubuhnya.

“ Rio milik siapa ? “ Gideon bertanya dengan sorot mata tajam menatap anaknya.
“ Lucifer ! “ jawab suara melalui mulut Samuel. Mata nampak liar tidak berani
menatap langsung mata ayahnya.
“ Sekali lagi papa tanya, Samuel milik siapa ? “
“ Saya milik Lucifer ! “
“ Kamu sadar apa yang kamu katakan ? “ tanya ayahnya tetap menahan diri.
Samuel diam, komat kamit sebentar sambil berguman, “ panggil Yesusmu kesini ! “

Gideon dan Yulia terhenyak dengan kondisi Samuel yang selama ini sudah dianggap bebas dari belenggu kuasa kegelapan, ternyata justru saat pulang dari Gereja Tiberias, kemasukan roh yang mengaku Lucifer. Lantas mereka berdua berdoa bersama-sama untuk mengikat, menghancur-kan dan mematahkan kuasa kegelapan yang ada didalam tubuh Samuel. Kemudian menggunakan minyak urapan yang dibawa dari Gereja Tiberias untuk mengoles bagian-bagian tubuh tertentu yang diduga sebagai tempat persembunyian kuasa kegelapan. Atmosfir kuasa kegelapan sangat terasa mereka rasakan. Bulu kuduk meremang tidak habis-habisnya.

Hal ini tidak membuat Gideon dan istrinya rontok semangatnya, justru semakin ngotot berdoa, memohon ampun atas dosa dan kesalahan mereka semua, memohon urapan yang baru, hikmat yang baru dan kekuatan yang baru, otoritas yang baru agar dimenangkan didalam pergumulannya melawan kuasa kegelapan.

Kurang lebih satu jam berlangsung tetap belum ada tanda-tanda Samuel bebas dari ikatan kuasa kegelapan. Sebagai pengaman kedua tangan dan kaki Samuel di ikat dengan selendang. Menjelang tengah malam Gideon dan istrinya merasakan fisiknya demikian lelah yang teramat sangat. Masing-masing menghentikan peperangan. Samuel nampak tidur, tetapi beberapa kali dari mulutnya meluncur kata-kata yang susah ditangkap artinya. Tetapi Yulia mendengar apa yang dikatakan Samuel, yang mengatakan, “ percuma kalian berdoa seperti itu, kalau imammu hanya setengah-setengah, setengah kudus setengah dosa “

Dalam kondisi tangan dan kaki masih terikat, mereka tinggalkan Samuel di ruang tengah sendiri. Mereka perlu istirahat, dan mereka memang benar-benar lelah. Akhirnya mereka beristirahat walau peperangan belum usai. Tetapi sempat Gideon mengatakan kepada Yulia, bahwa malam ini Tuhan sedang memberikan pengajaran yang baru kepada mereka berdua. Sebab yang terjadi pasti dibawah kendali dan ijin Tuhan. Tuhan sedang mendidik kita demikian Gideon berujar.

Pagi-pagi sekali Gideon bangun, berlutut kepada Tuhan mengucap syukur dan terima kasih atas berkat dan didikan Tuhan yang boleh ia terima, serta menyerahkan segala perkara yang menimpa anaknya. Saat ia keluar kamar, ternyata Wilbert sudah bangun terlebih dahulu, demikian juga Yulia juga sudah bangun. Maka tidak berlama-lama mereka mengajak doa pagi bersama. Gideon sempat memperhatikan Samuel yang ternyata bisa membebaskan diri dari ikatan dan masih nampak tidur lelap. Sengaja ia tidak bangunkan.

Ketika doa masih berlangsung, Samuel menyusul ikut bergabung diantara mereka. Tetapi saat doa selesai kembali Samuel tidak meng’amin’kan. Wajahnya masih gelap, muram dan tanpa ekspresi sama sekali. Kembali Gideon, Yulia serta Wilbert dan kawannya menaikan nyanyian peperangan, sementara itu Gideon bergandeng tangan dengan Yulia menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan juga mengoles dengan minyak urapan. Hal ini terus berlangsung kurang lebih 1 jam.

Akhirnya Samuel membuka mata, wajahnya nampak lucu, terheran-heran melihat sekelilingnya. Ia berusaha membuka ikatan yang membelit pada kedua tangannya. Gideon membantu melepas tali yang mengikat. Setelah kedua tangannya terbebas, ia katakan, “ Wah, papah dapat teguran Tuhan “ ujarnya serius.
“ Apa yang terjadi ?” tanya ayahnya tanpa mempedulikan kata-kata anaknya.
“ Kemarin saat kita kebaktian di Tiberias, tiba-tiba roh Samuel diangkat ke atas,
Tuhan mengatakan pada saya, bahwa papamu sebagai imam di rumahmu harus
benar-benar kudus, jangan setengah – setengah. Utamakan kepentingan rumah
tangga lebih dahulu baru menjangkau orang-orang lain.”
“ Apa lagi yang kamu ingat ? “ ayahnya masih penasaran.
“ Saat kebaktian di Grand Mall yang dipimpin Pdt. Y. Tumakaka sampai baru
saja roh Samuel kembali dan ternyata tubuh Samuel dalam keadaan tangan
terikat. “
“ Yang tadi malam makan di warteg siapa ? “ tanya ayahnya mengingatkan anaknya
bahwa sepulang dari Gereja mampir dulu ke warteg mengisi perut karena Samuel
mengatakan dari siang hari belum makan. Saat itu sudah hampir jam 22.00.
“ Makan di warteg ? “ balik Samuel bertanya. Ternyata Samuel tidak ingat apapun
kejadian malam sepulang dari gereja.

Kejadian itu menyadarkan Gideon dan juga Yulia istrinya, bahwa mereka harus mawas diri, bercermin dihadapan firman Tuhan. Mana yang masih mendukakan Roh Kudus, mana yang membuat Tuhan Yesus bersedih. Tuhan menegur mereka melalui Samuel anaknya. Hanya puji dan syukur mereka persembahkan kepada Tuhan atas perkenan Tuhan mengembalikan kesadaran Samuel, serta perkenan Tuhan menegur mereka.

Dan justru karena teguran inilah mereka rasakan begitu besar kasih karunia Tuhan Yesus kepada mereka sekeluarga, agar mereka tidak jatuh ke dalam dosa lagi, karena upah dosa adalah maut. Tuhan mau agar anak yang dikasihi-Nya ditegur, di ajar, di bentuk agar layak dihadirat Tuhan, dan masuk kedalam warga Sorga.

Tiada yang tersembunyi bagi Tuhan. Ikuti terus kisah ini,…

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: