c. Bukan milik dunia lagi.

Selasa 19 April 2005, sengaja Wilbert tidak masuk sekolah karena mengikuti pendaftaran baptis selam di Tiberias Centre. Wilbert sejak semula ketika mengenal baptis selam memang telah mengemukakan bahwa bila genap usianya 13 tahun, maka ia akan mengikuti baptis selam. Pas ulang tahun dia adalah tanggal 18 April sehingga memenuhi syarat bila mendaftar mengikuti baptis selam.

Pendaftaran berlangsung lancar tidak ada hal-hal yang aneh. Termasuk proses counseling tidak ada sesuatu yang luar biasa. Justru ketika ke esokan harinya terjadi suatu yang cukup menggemparkan keluarga. Wilbert yang selama ini dikenal sebagai sosok yang rajin berdoa, rajin ke gereja, otaknya tergolong baik, perilakunya juga tidak mengecewakan, dan bahkan rajin sekolah minggu, mengiktui latihan paduan suara nasional dan pernah menjadi team paduan suara anak-anak nasional, pagi itu kesurupan atau kemasukan roh-roh jahat.

Saat dibangunkan ia manifestasi bermacam-macam gerak dan laku. Dari yang memukul-mukul sekeliling, mencengkeram benda-benda yang ada disekitarnya, sampai kakinya menendang kian kemari. Mulutnya menggeram dan beberapa kali mengerang, tetapi mata tetap tertutup. Gideon, Yulia dan Samuel segera ambil posisi “ perang “ mengusir kuasa kegelapan di dalam diri anak keduanya. Disamping berdoa memohon kekuatan Roh Kudus dan urapan surgawi, menyanyikan nyanyian peperangan juga menggunakan minyak urapan. Dan demi menjaga doa yang sungguh-sungguh dan khusuk, maka kedua kaki Wilbert, dan juga kedua tangannya di ikat.

“ Perang “ roh berlangsung demikian seru, silih berganti saling mengisi. Manifestasi bermacam-macam bentuk dan rupa serta suara. Ketika minyak urapan mulai membasahi tubuh Wilbert, maka tidak ayal lagi tubuh yang terkena tetesan minyak urapan, terkena usapan tangan yang telah dibasahi dengan minyak urapan langsung bereaksi luar biasa. Persis seperti orang yang berusaha mengindari tetesan minyak sayur panas yang menciprat atau jatuh dari tempat penggorengan. Bedanya sekalipun mata terpejam tetapi seakan-akan tahu kemana minyak urapan akan jatuh. Berusaha menghindar, tetapi karena terikat maka tetap terkena tetesan minyak urapan. Maka roh itu meraung kesakitan. Dan terjadi berulang-ulang.

Tiba-tiba gerakan liar Wilbert, berhenti. Ia nampak lemas. Sedikit-sedikit membuka mata, lalu ia berkata, “ tolong lepaskan ikatan “ katanya memelas. Kemudian ayahnya melepaskan ikatan tali yang mengikat tangannya dan Samuel melepaskan tali yang mengikat kedua kakinya. Dan ketika kedua tangan dan kakinya terbebas dari ikatan, tiba-tiba menjadi liar kembali, tangan kembali mencakar dan kakinya menendang-nendang. Setan menggunakan tipu daya. Kembali Gideon dan Samuel serta Yulia mengikat kedua tangan dan kedua kakinya.

Terjadilah pemandangan yang mengerikan. Tiba-tiba satu mata kanan Wilbert dibuka lebar menatap Gideon dengan tatapan kemarahan yang luar biasa, sedang mata kirinya tetap terpejam sangat rapat. Ia beberapa kali menyeringai dan menggeram penuh dendam kesumat, tetapi segera meraung ketika mendapat olesan minyak urapan di kelopak matanya. Dan ketika jari jemari Gideon menyentuh rahang bawah Wilbert menimbulkan penolakan yang seketika, sehingga Gideon menduga keras bahwa setan bersembunyi disitu, maka dengan minyak urapan Gideon menggempur kedua rahang bawah Wilbert. Beberapa kali erang kesakitan keluar dari mulut anak keduanya. Kemudian Samuel juga melihat dan merasakan sebagian bersembunyi di dagu, maka Samuel juga menggempur dengan minyak urapan diserta doa kepada Tuhan.

Tidak lama kemudian Wilbert membuka mata perlahan dengan mimik wajah yang tidak lagi menyeramkan, tetapi sosok Wilbert yang biasa-biasa saja seperti kesehariannya. Maka ayahnya meminta Wilbert ikut menyanyikan nyanyian peperangan. Maka mulai keluar dari mulutnya nyanyian peperangan mengikuti suara kedua orang tuanya dan juga kakaknya yang tidak putus-putusnya menyanyikan nyanyian peperangan. Wilbert menyanyi dengan perlahan dan lembut tetapi lama-kelamaan menjadi keras dan keras bisa mengimbangi suara kedua orang tuannya dan juga kakaknya. Sejalan dengan itu maka kedua tangan dan kedua kakinya dibebaskan dari ikatan.

Terpujilah nama Tuhan. Itulah yang keluar dari kedua orang tua Wilbert dan juga Samuel kakaknya. Kurang lebih satu jam mereka bergumul memenangkan Wilbert dari belenggu kuasa kegelapan. Dan bersama Tuhan Yesus Kristus, dan tenaga Roh Kudus, tiada kuasa apapun di dalam dunia ini yang bisa mengalahkan.
Peristiwa Wilbert sekaligus mematahkan pendapat yang beranggapan bahwa memang Samuel yang ada gangguan kejiwaan sehingga mudah kesurupan. Wilbert sangat normal dari kondisi apapun tetapi mengalami kesurupan. Dan bukan secara kebetulan 2 hari sebelum baptis selam Wilbert, mengalami kejadian seperti itu. Tuhanlah sutradara yang mengatur kejadian demi kejadian termasuk yang boleh Wilbert alami.

Gideon merenungkan kejadian itu. Mencoba menyelami kehendak Tuhan atas Wilbert. Akhirnya ia berpendapat demikian, “ Bukankah Wilbert sebentar lagi akan baptis selam ? “ Suatu peristiwa sakral yang memindahkan Wilbert, dari wilayah kegelapan ke wilayah terang dimana Tuhan Yesus bertakhta diatasnya. Penguasa kegelapan pasti tidak akan begitu saja melepaskan “warga”nya pindah keluar dari wilayahnya, sehingga berusaha sekuat tenaga mempertahankan Wilbert agar tetap berada di wilayah kekuasaannya. Tetapi siapa sanggup mengalahkan Tuhan Yesus Kristus ? Terpujilah nama Tuhan. Halleluya.

Taat kepada Tuhan,.. adalah kunci. Ikuti terus kisah ini,..

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: