f. Perjalanan ke Firdaus,.

Ke esokan harinya Gideon beraktivitas seperti biasa. Bekerja dan mengisi kekosongan job dengan berbagai kegiatan. Sore harinya selain ke rumah Ibu Yeni juga ke Bulak Kapal untuk urusan bisnis seperti komitmen mereka. Menjelang tengah malam baru Gideon kembali.

Gideon agak heran anak-anak kecuali Ragil dan Stevanie., belum tidur. Samuel dan Wilbert serta Yulia masih bersantai diruang tamu entah apa yang mereka perbincangkan. Sekilas Gideon mengerling ke arah Samuel, dirasakan sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada diri Samuel. Sambil membereskan pakaian kerja Gideon bertanya apakah mereka sudah doa malam ?. Hampir berbareng mereka mengatakan belum.

Segera mereka siapkan tempat untuk doa malam bersama. Disiapkan juga roti perjamuan, anggur perjamuan serta minyak urapan. Segera mereka duduk melingkar dengan kaki kanan kiri saling disilangkan atau duduk bersila. Nyanyian dipimpin Wilbert kemudian rally doa dengan giliran pertama Samuel. Rangkaian nyanyian dilalui dengan mulus tidak ada gangguan apapun, tetapi ketika Samuel membawakan doa, mulai nuansa kuasa kegelapan selapis demi selapis menyusup di tengah-tengah doa.

Wilbert beberapa kali menengking Samuel di dalam nama Tuhan Yesus diselingi dengan bahasa Roh, demikian juga Gideon. Sementara itu Yulia dengan gencar mengumandangkan nyanyian peperangan. Mulailah dari mulut Samuel terdengar gelak tertawa yang semakin lama semakin keras sampai tubuh terguncang hebat. Ditengking beberapa kali, telinga sudah di isi dengan minyak urapan tetap tidak bergeming. Tertawa tergelak-gelak dengan hebat sekalipun mata tetap terpejam.

Di sela-sela tertawanya dari mulut Samuel keluar hujatan-hujatan terhadap Gideon dengan berbagai tuduhan yang tidak mungkin keluar dari mulut Samuel pribadi. Gideon tidak banyak menanggapi kecuali meyakini bahwa yang ia dengar adalah tipu daya iblis. Berbareng dengan itu Wilbert beberapa kali terhentak kaget dengan apa yang dilihat matanya. Ia berbisik kepada ayahnya bahwa ia melihat banyak sekali roh-roh jahat di luar rumah, baik didepan maupun dibelakang rumah. Wajah mereka sangat mengerikan. Ia juga bisa menembus pandangan ke arah plafon. Ia katakan yang selama ini sering bunyi seperti orang berjalan di plafon adalah kuntilanak yang senantiasa mencari anaknya.

Wilbert nampak demikian ketakutan, sehingga Gideon berusaha menguatkan Wilbert dengan mengatakan bahwa jangan takut, justru berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah memberikan karunia penglihatan dunia roh. Tetapi tetap saja terbersit dalam hati Gideon seakan-akan memohon kepada Tuhan agar menutup mata batinnya agar jangan dulu bisa melihat dunia roh. Dan tidak lama kemudian Wilbert terbebas dari pandangan mata rokhani yang menakutkan.

Tetapi tiba-tiba saja Wilbert mendapat karunia Tuhan yang lain yaitu bisa langsung komunikasi dengan Tuhan atau Roh Kudus. “ Uji dulu jangan sampai kena tipu daya iblis “ bisik ayahnya. Wilbert mengatakan bahwa ia sudah mengujinya.

Pada mulanya Wilbert mendengar ada suara ditelinganya yang mengatakan “ Jangan takut, Akulah Tuhanmu. Ujilah Aku agar kamu yakin apakah Aku asli atau palsu.” Kemudian Wilbert menguji dengan berkata-kata dalam hati berulang-ulang mengatakan darah Yesus, darah Yesus. Dan suara itu mengatakan apa yang ada didalam hati Wilbert, barulah Wilbert, yakin bahwa yang ia dengar adalah suara Tuhan sendiri, karena hanya Tuhan Yesus yang aslilah yang bisa mengetahui hati seseorang.

Sementara itu Samuel dengan sangat perlahan mulai membisikkan nyanyian Haleluya beberapa kali. Yang lain segera tanggap dan segera mengumandangkan nyanyian Haleluya. Kembali perhatian tertuju pada Samuel yang sudah mulai ikut bernyanyi. Beberapa kali nyanyian di ulang, Samuel berjalan perlahan ke arah bangku kayu. Kemudian berdoa sambil berlutut.

Kurang lebih 10 menit kemudian Samuel bergabung lagi dalam lingkaran yang pertama sambil terus menyanyikan puji-pujian. Wilbert, ketika itu sedang berbahasa roh, tiba-tiba kepala Wilbert, nampak lunglai tak berdaya. Tegak lagi tetapi kali ini tangannya membuat tanda meminta kertas dan alat tulis. Gideon segera siapkan kertas dan pulpen. Dari tangan Wilbert, tertulis “ roh anak ini sedang dibawa Allah ke tempat tertentu, kalau manifestasi kuasa kegelapan, tengking saja di dalam nama Tuhan Yesus Kristus “. Tiba-tiba tubuhnya rebah kesamping. Masih sempat Gideon menahan tubuhnya sehingga tidak seketika sampai ke lantai.

Tubuh yang lunglai tiba-tiba bergerak liar dengan tangan mencakar – cakar lantai. Gigi gemeretak dengan gerakan tubuh menggeliat ke kiri dan ke kanan. Gideon bersama Samuel serta Yulia segera menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kembali tubuh Wilbert, menjadi tenang tetapi tetap belum sadar. Kembali Gideon meraih kertas yang ada tulisan tangan Wilbert. Ada peperangan di dalam hatinya. Yang terbaca benar demikian atau tipu daya iblis. Akhirnya Gideon berdoa kepada Tuhan memohon tanda. Kalau benar roh Wilbert, di dalam Tuhan, kehendak Tuhan jadilah, tetapi kalau itu tipu daya iblis, maka biarlah kuasa setan dipatahkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan roh Wilbert, di kembalikan kedalam tubuhnya.

Kurang lebih lima menit kemudian masih belum sadar, maka Gideon meminta Samuel agar melacak roh Wilbert, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Maka Samuel segera konsentrasi berdoa memohon petunjuk Tuhan tentang keberadaan roh adiknya. Tiba-tiba Samuel berkata, “ saat ini masih di Tangkuban Perahu “

Tidak lama kemudian perlahan-lahan Wilbert, membuka mata. Mencoba duduk sambil bersila dengan tatapan mata yang agak aneh. Ayahnya segera ingin tahu apa yang terjadi pada dirinya. Langsung dihujani dengan berbagai pertanyaan.
“ Apa yang terjadi Wilbert, ? “
“ Tiba-tiba saja roh saya diangkat dari tubuh saya. Setelah roh saya lepas dari tubuh saya, saya melihat tubuh saya sendiri, saya melihat papa, mama, dan mas Samuel yang sedang berdoa. Kemudian roh saya dengan mudah menembus eternit dan genteng, kemudian terus dibawa oleh Roh Kudus ke sorga “
“ Kamu yakin yang membawamu Roh Kudus ?”
“ Ya, karena saya diberitahu seperti itu “
“ Bentuknya seperti apa ?”
“ Sinar terang sekali dan terus membimbing saya “
“ Ketemu dengan siapa disana ? “
“ Hanya sampai di Firdaus saja enggak ketemu siapa-siapa, tetapi suasananya damai sekali, enak sekali rasanya dan sangat betah tinggal disitu, tetapi Roh Kudus kemudian membawa saya ke neraka sebentar “
“ Ada siapa di neraka “?
“ Hanya mendengar jerit kesengsaraan dan penderitaan, lalu roh saya dibawa kembali melewati Gn. Tangkuban perahu dan disitu saya akan ditinggal sendiri. Di situ saya sempat protes mengapa saya tidak ditemani, kemudian dijawab bahwa sudah waktunya saya perang sendiri. Hadapi sendiri, dan akhirnya setelah mengalahkan banyak iblis ditengah jalan, akhirnya sampai kerumah lagi “ urai Wilbert, sambil menghela nafas panjang.

Ikuti terus kisah selanjutnya,…

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. alert(“Haleluya”);

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: