g. Mendengar suara Tuhan.

Suasana yang hening tiba-tiba terguncang dengan ucapan Samuel yang mengatakan bahwa ia akan diajak malaikat Mikhail ke Jogja memerangi roh nenek moyang yang masih membelenggu saudara sepupunya. Tubuhnya terguncang kemudian mata terpejam dan tangan memberi tanda meminta kertas dan pulpennya. Menoreh beberapa garis tulisan yang menjelaskan bahwa sementara ini yang menjaga tubuh Samuel adalah malaikat Mikhail.

Belum selesai rasa terkejutnya, tiba-tiba dari mulut Samuel terdengar kata-kata demikian, “ Syaloom, ..damai sejahtera kiranya melingkupi keluarga ini,.. saya di tugaskan malaikat Mikhail untuk menjaga keluarga ini karena roh Samuel sedang bersama malaikat Mikhail di Jogjakarta “,. Kemudian Gideon bertanya, “ Dengan siapakah saya berkata-kata ? “ Kemudian dari mulut Samuel terdengar jawaban, “ Saya malaikat Mikha, dan saya menyatakan bahwa benar saya sekarang ini sedang ditugaskan malaikat Mikhail untuk menjaga tubuh Samuel ”

“ Apakah bisa di uji, dan bagaimana cara mengujinya ? “ tanya Gideon hati-hati.
“ Bisa,.. dan dipersilahkan menanyakan kepada malaikat Obaja yang sejak Wilbert, baptis selam terus mendampingi Wilbert “

Gideon segera memperhatikan Wilbert, tidak lama kemudian dari mulut Wilbert, terdengar, “ Syaloom,.. damai sejahtera kiranya memenuhi keluarga disini. Saya malaikat Obaja, saya membenarkan apa yang disampaikan malaikat Mikha, bahwa roh Samuel sedang dibawa malaikat Mikhail ke Jogjakarta “ .
“ Benarkah yang sekarang menempati tubuh Samuel adalah malaikat Mikha ? “ tanya Gideon seperti yang disarankan suara yang mengaku sebagai malaikat Mika.
“ Benar sekali “ jawab suara melalui mulut Wilbert, yang mengaku sebagai malaikat Obaja.

Tiba-tiba tubuh Wilbert terguncang beberapa kali dan ia membuka mata memandang ayahnya dengan tatapan keheranan. Gideon kemudian bertanya, “ Wilbert, apa yang terjadi ? “
“ Memang apa yang terjadi ? “ Wilbert, justru melempar pertanyaan yang serupa.
Kemudian Gideon menyampaikan apa yang baru saja mereka alami.
“ Oh,.. “ ujar Wilbert pendek.

Sementara itu Samuel masih dalam kondisi diam tepekur duduk bersila dengan mata terpejam. Sebentar-sebentar tersungging bahkan tersenyum. Dan Wilbert kembali berdoa dengan bahasa roh, sedangkan Yulia dengan perlahan menyanyikan lagu-lagu pujian dan ucapan terima kasih, atas karunia Tuhan yang dilimpahkan kepada anak-anaknya.

Tidak lama kemudian Wilbert, membuka mata dan mengatakan,
“ Pah,.. benar pah, Wilbert, mendapat karunia Tuhan yang baru “ kata Wilbert, mencoba meyakinkan ayahnya.
“ Apa ? “ tanya ayahnya pendek.
“ Tuhan berbicara langsung melalui telinga Wilbert “
“ Telinga kanan atau kiri ? “
“ Kedua-duanya “
“ Bagaimana suaranya ? Keras, perlahan atau mirip suara siapa ? “
“ Suaranya indah banget, lembut tetapi jelas terdengar, enak sekali ditelinga “
“ Kamu tanya mengenai apa waktu Tuhan menjawabmu ? “
“ Mengenai Matias, teman Wilbert, dan teman-temanku di sekolahan “
“ Terus apa lagi yang kamu tanya ? “
“ Wilbert, tanya mengapa sekarang saya bisa mendengar suara Tuhan langsung “
“ Jawab Tuhan ? “
“ Tuhan menjawab, karena kamu hari ini rajin membersihkan rumah, dan berusaha hidup kudus “
“ Berarti sekarang kamu masih bisa bertanya pada Tuhan ? “
“ Iya, tetapi Tuhan mengatakan bahwa kesempatan bertanya pada Tuhan hanya sampai jam 05 pagi “.

Yulia dan Gideon hanya saling pandang, dengan ucap syukur tidak ada habis-habisnya kepada Tuhan yang begitu besar kasih-Nya mengaruniakan pendengaran yang luar biasa kepada Wilbert, anak keduanya.

Waktu kira-kira pukul 03.00. Gideon memperhatikan Samuel yang masih duduk diam tepekur, tetapi diyakini tidak dalam kondisi tidur. Kemudian ia duduk dibangku panjang, tetapi tiba-tiba ada suatu kondisi dimana ia tergerak berdoa kepada Tuhan. Lalu segera ia tundukkan kepala berdoa tetapi dalam kondisi kaki saling tindih atau bersimpuh. Tiba-tiba Wilbert, berkata,
“ Doa papa tidak diterima Tuhan “
“ Mengapa ? “ tanya ayahnya spontan
“ Berdoalah dengan sikap yang baik “ jawab Wilbert, tegas.

Segera Gideon menyadari posisinya berdoa. Segera turun ke lantai dan berdoa memohon ampun serta memohon pengajaran yang benar kepada Tuhan. Setelah selesai kemudian ia menengok ke arah Wilbert, yang juga selesai berdoa. Sejenak mereka saling pandang, ayahnya bertanya dengan hati-hati,
“ Apakah sekarang Tuhan sudah menerima doa papa ? “
“ Iya “ jawab Wilbert, singkat.

Bersamaan dengan itu Samuel membuka mata dan berkata,
“ Saya pulang duluan,.. sekarang ini malaikat Mikhail masih menghadapi roh dukun dukun di Jogjakarta yang mengganggu keluarga pak de Bd.

Tidak terasa waktu terus merambat memasuki pukul 04.00 Gideon ingat batas waktu yang diberikan kepada Wilbert, untuk bertanya hanya sampai pukul 05.00.

“ Wilbert, apakah kamu sudah bertanya bagaimana masa depan keluarga ini, termasuk masa depanmu ? “
“ Sudah, dan jawab Tuhan adalah bahwa keluarga ini akan dipakai Tuhan secara luar biasa sepanjang menjaga selalu hidup kudus. Dan Tuhan akan memberikan berkat yang melimpah bagi keluarga kita. Dan kalau keluarga ini sudah dipakai Tuhan maka Wilbert, akan diajak melihat sorga lagi. Terus mengenai masa depan Wilbert, Tuhan mengatakan tunggu saja bila saatnya tiba. “
“ Tanyakan kepada Tuhan gereja mana yang benar dihadapan Tuhan “

Kemudian Wilbert, segera tundukkan kepala berdoa dengan sepenuh hati bertanya kepada Tuhan mengenai apa yang disampaikan ayahnya. Ya, sepanjang komunikasi dengan Tuhan, Wilbert, berbicara dengan hati atau batin. Tidak pernah terucap, dan jawaban Tuhan melalui pendengaran rokhani dan langsung terdengar melalui telinga jasmani.

“ Tuhan tidak sebut gereja mana, tetapi Tuhan mengatakan bahwa gereja yang benar adalah gereja yang memiliki kuasa seperti gereja yang awal, ada minyak urapan, memiliki kuasa mengusir setan, memiliki kuasa menyembuhkan orang sakit dan mengajarkan senantiasa hidup kudus.”

“ Dimana roh embah kakung dan emah putri sekarang ini ? “ tanya ayahnya.
Wilbert, kembali berdoa kepada Tuhan, kemudian mengatakan,
“ Kedua-duanya ada di alam maut, karena beberapa kali terlibat ke paranormal, ke alternatif, ke dukun-dukun serta mengandalkan diri tidak sepenuhnya kepada Tuhan tetapi lebih mengandalkan diri kepada manusia. “
“ Apakah masih bisa diselamatkan ? “
Kembali Wilbert, berdoa. Tidak lama kemudian mengatakan,
“ Akan tiba saatnya, tetapi sekarang belum waktunya “
“ Mengenai GKB ? “ Kemudian Wilbert, berdoa lagi, lalu menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata, “ Uskup Widodo benar dimata Tuhan, tetapi yang lain banyak yang sudah menyimpang dari jalan Tuhan. Banyak yang mengandalkan manusia sehingga tidak ada kuasa untuk menyembuhkan orang sakit serta mengusir kuasa kegelapan. Banyak yang masih ke alternatif, paranormal, dukun-dukun serta tidak mau berusaha hidup kudus.
“ Apakah Tuhan juga memakai pendeta untuk menjadi hambaNya yang dipakai Tuhan “? Kembali Wilbert berdoa kepada Tuhan. Dan jawabannya adalah,
“ Tidak semua pendeta, hanya pendeta yang berusaha hidup kudus, yang memiliki kuasa dari Tuhan saja yang dipakai Tuhan.”

Tiba-tiba Yulia bertanya, “ Wilbert, tanyakan kepada Tuhan bagaimana caranya agar keluarga kita tidak selalu mendapat serangan dari kuasa kegelapan ? “ Wilbert, kembali berdoa, tidak lama kemudian mengatakan, “ Buka Masmur 121 : 1-3 “

( Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku ? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia tak kan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. )

Kemudian segera dibuka ayat yang dimaksud dan dibaca dengan keras. Tepat sekali.
“ Dari mana kamu tahu ayat itu ? “ ayahnya bertanya.
“ Tuhan yang mengatakan “ jawab Wilbert, sambil terseyum. Puji Tuhan.

“ Wilbert, tanyakan pada Tuhan bagaimana agar bisa mendidik anak-anak dengan benar “ Segera Wilbert, berdoa. Kemudian mengatakan, “ Buka Efesus 6 : 1-4 “

( Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu-ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasehat Tuhan ).

Segera juga dibuka ayat yang dimaksud. Dan setelah dibaca tepat sekali.
“ Juga Tuhan yang mengatakan ? “ tanya ayahnya.
“ Benar “ jawab Wilbert, pendek.

Sementara itu waktu terus merambat menyongsong pagi hari. Jam sudah menunjuk-kan pukul 04.30. Tinggal 30 menit lagi bisa langsung bertanya serta mendapat jawaban dari Tuhan. Yang mengherankan sekalipun belum tidur sama sekali tetapi badan tetap segar, semangat dan sangat bersukacita. Urapan Roh Kudus sangat terasa melingkupi ruangan dimana mereka duduk.

“ Wilbert, tanyakan pada Tuhan mengapa Samuel terkadang masih bisa kemasukkan kuasa kegelapan.” Tanya ayahnya yang tidak mau kehilangan kesempatan emas.
Wilbert, segera berdoa, kemudian ia katakan, “ Ada 3 kemungkinan. Yang pertama adalah karena ia tidak kudus, yang kedua dengan sengaja mengundang, dan yang ketiga adalah dikehendaki Tuhan untuk pengajaran pada keluarganya. Kemudian Tuhan juga mengatakan bahwa serangan dari kuasa kegelapan hanya sampai jam 06.00. “

“ Apakah Ibu Joko dipakai Tuhan ? “ tanya ayahnya yang tiba-tiba ingat ibu rokhaninya. Wilbert, kembali berdoa. Lalu mengangguk sambil mengatakan,
“ Benar “

Pukul 04.50 Gideon masih sempat menanyakan beberapa pertanyaan, demikian pula Yulia menanyakan beberapa permasalahan yang dihadapinya. Dan sungguh sangat menakjubkan jawaban Tuhan melalui telinga Wilbert, Beberapa jawaban dengan telak dan jelas melalui ayat-ayat Alkitab. Mengenai beberapa pertanyaan masa depan Tuhan mengatakan “ belum saatnya “ dan juga beberapa jawaban lain yang mengatakan bahwa yang penting dan terutama adalah hidup senantiasa berusaha kudus dalam kondisi apapun termasuk menjaga tubuh agar senantiasa dijaga kekudusannya, karena tubuh adalah bait Allah. Termasuk bebas dari rokok. Saat tubuh tidak lagi kudus, maka Roh Kudus akan meninggalkan tubuh itu sendiri. Karena tidak mungkin Roh Kudus tinggal pada tubuh yang tidak dijaga kekudusannya.

Pukul 05.00 akhirnya terlewati. Wilbert, mencoba berkomunikasi dengan Tuhan dan memohon jawabannya. Dan Tuhan menepati janji. Saat membuka mata Wilbert, mengatakan, “ Tuhan tidak menjawab pertanyaan Wilbert. “

Waktu yang tersisa sebelum pukul 06.00 saat serangan kuasa kegelapan berakhir mereka pergunakan untuk berbincang-bincang mengenai kemurahan Tuhan yang baru saja mereka terima. Tidak ada rasa lelah, tidak juga mengantuk walaupun belum tidur sekejappun. Bagi Wilbert, ini untuk yang pertama kali tidak tidur semalam suntuk. Dan sebelum pukul 05.00, ia bertanya pada Tuhan apakah boleh hari ini tidak masuk sekolah ? Dan ia mendapat jawaban boleh, sehingga itu yang disampaikan pada ayahnya, dan tentu saja ayahnya mengijinkan hari ini tidak masuk sekolah.

Pukul 05.20 Samuel tertidur, sehingga ketika Gideon, Yulia dan Wilbert, doa pagi yang disertai dengan perjamuan kudus, Samuel tidak ikut serta. Dan setelah doa pagi selesai, tiba-tiba ada suara dari luar ribut-ribut. Ternyata mobil tetangga terhalang lewat karena ada mobil parkir yang menghalangi. Spontan Gideon keluar rumah demikian juga Wilbert, dan Samuel tiba-tiba juga terbangun segera keluar rumah ingin tahu apa yang terjadi diluar.

Ternyata kejadian yang sepertinya wajar-wajar saja ini membuka mata Gideon bahwa serangan kuasa kegelapan masih mengintai sampai pukul 06.00. Sedangkan saat itu baru pukul 05.30. Apalagi kalau mengingat penglihatan Wilbert, yang menjelaskan bahwa rumah mereka dikepung roh-roh dari kuasa kegelapan termasuk roh Toronto blessing menunggu mereka lengah. Hal ini baru disadari oleh Gideon ketika hiruk pikuk diluar rumah selesai. Masing-masing kembali masuk kedalam rumah, terlihat Samuel “ lain “.

Sewaktu Gideon selesai mandi, Samuel tertawa bebas berkepanjangan. Gideon ingat bahwa Samuel belum makan perjamuan kudus dan minum anggur perjamuan saat keluar rumah tadi. Dan segera Gideon menyadari bahwa ketika Samuel keluar rumah tadi adalah sebelum pukul 06.00 artinya begitu keluar rumah, langsung disambut demikian banyak roh-roh dari kuasa kegelapan.

Langsung Gideon dan Yulia membereskan Samuel yang kembali kemasukkan kuasa kegelapan. Berdoa, dan berserah diri kepada Tuhan, itulah yang mereka lakukan. Hampir satu jam mereka bergumul, sampai Samuel memberikan tanda dengan tangannya bahwa banyak paku yang menancap pada punggungnya. Gideon ingat ketika akan mandi sempat melihat Samuel menyeringai kesakitan sambil memegang pundak kirinya, seakan-akan menahan rasa sakit yang dahsyat. Maka untuk lebih jelas apa yang dikatakan anaknya, di dalam doa Gideon memohon kepada Tuhan agar Samuel bisa berbicara dan dibebaskan dari cengkeraman yang mengganggu mulutnya. Tidak lama kemudian Samuel bisa berbicara, dan mengatakan,
“ Wah ratusan paku dan susuk dipunggung saya pah,.. “ kata Samuel masih sambil mengeluh kesakitan.

Maka Gideon segera memohon otoritas Tuhan Yesus Kristus agar diberikan kuasa melepaskan anaknya dari paku kiriman kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan puji Tuhan doa Gideon didengarNya sehingga kira-kira sepuluh menit kemudian, paku-paku bahkan susuk yang masuk ke pundak Samuel semua bisa diambil di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Haleluya. Puji Tuhan.

Ikuti terus kisah ini,..

Tuhan Yesus memberkati.

Satu Tanggapan

  1. tolong kami pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: