h. Kembali dibuka.

Masih pada hari yang sama, ketika itu Gideon pulang dari SAT kurang lebih pukul 21.30. Menjumpai Yulia istrinya yang sudah sangat mengantuk dan lelah sehingga ketika doa malam tidak ikut serta. Mereka akhirnya walaupun bertiga yaitu Samuel, Wilbert, dan ayahnya mengadakan doa malam. Setelah doa malam selesai Gideon bertanya kepada Wilbert, “ apakah ingin penglihatan alam roh dan pendengaran alam roh dibuka kembali ?” Wilbert, mengangguk, kemudian bertanya “ Apakah masih bisa ? “
“ Papa akan memohon kepada Tuhan “ jawab ayahnya perlahan. Tetapi kembali
bertanya, “ Kamu tidak takut lagi ? “ ayahnya mencoba meyakinkan anaknya.
“ Tidak, kan ada Yesus !” jawab Wilbert sambil tersenyum.

Segera Gideon memohon kemurahan dan karunia Tuhan untuk Wilbert, anaknya. Dan Tuhan berkenan mendengar doanya sehingga ketika selesai dengan amin, Wilbert, mengatakan, “ wah,.. menyeramkan buanget “ sambil pandangannya menebar kesegala arah.

Gideon menawarkan juga kepada Samuel seperti apa yang disampaikan pada Wilbert, adiknya. Samuel tidak menolak. Kembali Gideon berdoa memohon kepada Tuhan hal yang sama bagi anak pertamanya. Dan setelah selesai Samuel mengatakan bahwa disekitar mereka dipenuhi dengan malaikat-malaikat Tuhan yang kudus.

“ Wilbert, juga melihat mereka, wah terang sekali !” ujar Wilbert, terkagum kagum.

Demikianlah karunia demi karunia mereka dapatkan dari Tuhan dengan catatan bahwa mereka harus hidup kudus, barulah karunia karunia itu akan turun atas diri mereka.

Samuel sudah masuk ke kamar, demikian juga Wilbert, sedangkan Gideon masih menikmati makan malam dengan nasi dan tempe goreng yang ditemani dengan sambel kecap. Beberapa sendok sebelum habis, Gideon mendengar Samuel sedang berbincang bincang dengan pihak ke 2. Siapakah pihak ke 2 ? Inilah yang mempercepat proses makan malam Gideon. Karena yang ia tahu dikamar tidak ada orang lain selain Samuel.

Setelah selesai makan, bergegas Gideon menghampiri Samuel dengan hati-hati. Dan terlihat ia sedang berbicara sepertinya seorang diri. Ayahnya bertanya, “ Kamu sedang berbicara dengan siapa ? “
“ Malaikat Mikhail “ jawab Samuel santai.
“ Oh,.. ya sudah “ jawab ayahnya sambil merebahkan badannya ke tempat tidur
disamping Samuel.

Pada awalnya tetap mengikuti pembicaraan Samuel dengan lawan bicaranya, tetapi lama-kelamaan tidak tahu apa lagi yang mereka perbincangkan, karena kemudian ia tertidur dan yang Gideon ingat adalah pagi hari ketika dibangunkan Yulia yang mengatakan bahwa sudah tiba saatnya doa pagi bersama.

Rabu 11 Mei 2005, setelah mengikuti SAT Gideon tidak langsung pulang. Waktu sudah mendekati pukul 21.30 ia mengarahkan motornya ke rumah ibu Joko ibu rokhaninya. Sesampai di tempat yang dituju, ia bertemu dengan ibu maupun bapak Joko yang baru saja pulang dari mengatar anaknya ke dokter kandungan.

Gideon sampaikan banyak hal khususnya peristiwa hari-hari terakhir yang keluarga Gideon boleh alami. Dan dengan seksama ibu Joko maupun bapak Joko mendengarkan apa yang disampaikan Gideon pada malam itu. Dan tanggapan ibu Joko atas apa yang dialami Wilbert adalah sangat positif dan bersyukur kepada Tuhan atas karunia yang turun atas dirinya. Tetapi mengenai para malaikat yang menggunakan mulut anak-anak Gideon, ibu Joko mengatakan dengan hati-hati sekali bahwa sebaiknya di uji kembali. Apakah benar dari Tuhan ataukah salah satu bentuk tipu daya kuasa kegelapan.

Sebelum Gideon pamit pulang, ibu Joko mengajak berdoa bersama. Dan dalam doa malam itu Ibu Joko mendapatkan nubuat dari Roh Kudus mengenai masa depan anak-anak Gideon. Samuel dan Wilbert dengan jelas akan dipakai melayani Tuhan, Ragil akan diberkati dari sisi duniawinya, akan menjadi orang sukses luar biasa dari sisi kedagingan, sedangkan Stevanie akan menjadi singer atau penyanyi di gereja. Puji Tuhan.

Pukul 23.00 Gideon tiba dirumah. Ia dapati Yulia dan Samuel belum tidur. Sedangkan Wilbert., sedang tidur di kamar sebelah ruang tamu dengan nyenyaknya. Sambil Gideon melepas pakaian kerjanya Yulia menuturkan kejadian pada hari itu. Ia katakan bagaimana saat tidur siang Wilbert kemasukan kuasa kegelapan. Manifestasi berbagai bentuk, dengan tindakan yang mencerminkan bahwa itu adalah pekerjaan kuasa kegelapan.
“ Sekarang bagaimana ? “ kata suaminya sambil melepaskan kaos kaki.
“ Ya, setelah beberapa kali membanting gelas plastik, mencorat-coret gambar yang
tertempel di tembok-tembok, juga menolak dengan keras ketika diminta menyapu
dan mengepel rumah, ia lalu tidur lagi sampai sekarang “ papar Yulia.
“ Jadi belum terbebas dari pengaruh kuasa kegelapan ? “ tanya suaminya santai.
“ Kemungkinan belum “ jawab Yulia perlahan.

Gideon merenung sejenak memohon hikmat dan makrifat kepada Tuhan untuk menyingkap peristiwa yang menimpa Wilbert sangat aneh dalam pikiran Gideon, bukankah baru kemarin Wilbert mendapat karunia melihat sorga maupun suasana neraka, tetapi mengapa hari ini masih bisa kemasukkan kuasa kegelapan ?.

Akhirnya Gideon mempersiapkan doa malam yang memang belum dilakukan Yulia dan Samuel. Setelah semuanya siap termasuk perjamuan kudus, Gideon menghampiri Wilbert dan membangunkan dengan hati-hati. Tubuh Wilbert menggeliat beberapa kali kemudian membuka mata tetapi kembali mata dipejamkan. Gideon dengan penuh kasih kembali mengguncang tubuh Wilbert sambil memanggil namanya serta mengajak doa malam. Kali ini Wilbert benar-benar membuka mata separo, memandang ayahnya sambil berguman, “ ngantuk sekali pah “ yang dijawab ayahnya, “ tengking roh ngantuk di dalam nama Tuhan Yesus.

Tidak lama kemudian, Wilbert masuk dalam lingkaran doa. Dan setelah doa malam selesai barulah Wilbert mengisahkan apa yang ia alami dari siang hari sampai saat ini.

“ Selama ini Wilbert kurang begitu yakin apa yang mas Samuel alami, termasuk ketika roh mas Samuel dibawa ke atas gunung-gunung dan ditawan disana. Nah, sewaktu siang tadi Wilbert tidur, tiba-tiba roh Wilbert, terangkat dari tubuh Wilbert, Saya melihat tubuh saya yang sedang tidur, roh saya menembus beton kamar, dan roh saya mengikuti Roh Kudus yang saya lihat sebuah sinar putih yang menuntun saya. Saya bisa langsung komunikasi dengan Roh Kudus, sehingga saya tahu bahwa sinar terang itu adalah Roh Kudus. Saya selalu komunikasi dengan hati dan pikiran sehingga saya yakin sekali bahwa saya sedang bercakap-cakap dengan Roh Kudus asli. Karena setan tidak bisa membaca pikiran dan hati.

Saya dibawa kepuncak gunung yang begitu tinggi, tetapi tiba-tiba saya seperti dilempar ke jurang yang amat dalam. Saya tiba-tiba saja berada dalam wilayah setan setan yang akan menangkap saya. Untuk melawan mereka saya tiba-tiba merasa ada sebilah pedang di pinggang, kemudian saya cabut. Saya terkejut karena pedang roh yang saya cabut kecil dan pendek, tetapi saya terus menggunakan pedang itu sebisa bisa saya. Saya kemudian berlari dan terus berlari kearah puncak gunung tetapi terasa berat sekali. Dan pada saat-saat kritis datang Roh Kudus dalam sinar putih yang mengatakan, “ Wlb., sekarang kamu percaya apa yang sudah dialami kakak kamu ? “ Spontan Wlb., berteriak, “ Ya Roh Kudus sekarang saya percaya, saya mohon ampun “ dan tiba-tiba saya mendengar ada panggilan ditelinga Wlb., yang memanggil nama Wlb., berkali-kali. Begitu membuka mata ternyata papah yang memanggil saya. “

Puji Tuhan Haleluya. Suatu pengajaran yang sangat luar biasa. Bagaimana pedang Roh sedemikian kecil dan pendek karena pedang roh adalah Firman Tuhan itu sendiri. Wilbert menyadari bahwa selama ini jarang sekali membaca Alkitab. Mereka kembali merasakan kasih karunia Tuhan tertumpah atas diri mereka. Kemudian Wilbert berdiri memperhatikan gambar-gambar yang penuh dengan “ modifikasi “ Kening Wilbert mengkerut sambil tangannya merobek gambar-gambar tersebut. Yang begini membuat Yulia bertanya-tanya mengapa Wilbert merobek gambar-gambar yang banyak tertempel di berbagai tempat.

“ Kenapa gambarnya Wilbert robek-robek ? “ tanya Yulia.
“ Lihat, apa yang ada digambar ini !! “ jawab anaknya sambil menunjuk gambar
-gambar yang dimaksud.
“ Siapa yang melakukan itu ? “ kembali Yulia bertanya sambil memperhatikan
gambar demi gambar. Ternyata setiap gambar dengan obyek manusia, dimulutnya
dilengkapi dengan taring-taring dan pada posisi kepala ditambah dengan gambar
tanduk dua dikanan dan disebelah kiri.
“ Tadi Wilbert kaget ketika melihat gambar-gambar itu, lalu Wilbert bertanya pada
Roh Kudus, siapa yang melakukan itu semua. Dan Roh Kudus memberitahu saya
bahwa itu adalah ulah setan yang menggunakan tubuh Wilbert. “

Malam itu juga kertas-kertas yang sudah terkumpul dirober-robek lalu dikumpulkan pada suatu tempat. Kemudian Samuel memohon otoritas Tuhan Yesus Kristus untuk menghancurkan kuasa kegelapan yang terkandung pada kertas itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ketika selesai dihancurkan, Wilbert mengatakan bahwa ada asap putih keluar dari gundukan-gundukan kertas itu.

Kertas-kertas itu kemudian dibakar dengan api yang bisa di lihat. Samuel dan Wilbert mengatakan bahwa banyak berloncatan kuasa kegelapan keluar dari kertas yang sudah mulai habis terbakar. Puji Tuhan.

Masih berlanjut,… ikuti terus kisah ini,..

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: