o. Mereka mengawasi,..

Pada suatu kesempatan Gideon mengajak Wilbert mampir ke rumah kawannya yaitu PT, dimana dirumah kawannya inilah Gideon mengalami pelepasan dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Masih jelas terbayang ketika ibu Joko waktu itu meminta dirinya agar mengingat-ingat Gideon sebenarnya keturunan siapa. Ibu Joko melihat ada sesuatu yang menghalang-halangi tekad Gideon yang menghendaki lepas dari kungkungan kuasa kegelapan. Dan proses yang cukup ulet, dari masing-masing kubu sampai pada akhirnya Gideon ingat bahwa terindikasi melalui ingatan beberapa tahun yang lalu pernah ia dengar melalui saudara-saudaranya bahwa aliran darahnya ada hubungan dengan Nyai Ageng Serang.

Dan ketika terjadi kondisi dimana Roh Kudus mengalahkan kuasa kegelapan, istri PT., menyampaikan bahwa dari dalam tubuh Gideon keluar tiga mahluk roh. Yang pertama manusia bertopeng, manusia berkepala babi, dan sosok seorang wanita.

Gideon tidak pernah bisa lupakan ketika dirinya terbebas dari lingkaran setan yang selama ini membuat belenggu atas dirinya. Ia rasakan damai dan sejahtera yang sangat luar biasa. Ia rasakan aliran yang demikian halus dari ujung kepala menyusuri punggung dan kemudian seluruh tubuh. Seperti rasa kesemutan yang menyebar tetapi berdampak sangat nyaman luar biasa.

Samuel juga ketika pelepasan yang pertama di lakukan di rumah PT. Bahkan beberapa kali dilakukan pelepasan karena roh dari kuasa kegelapan sering datang dan pergi, terkadang dalam jumlah yang tidak sedikit dengan berbagai macam jenis dan tabiat dari kuasa kegelapan itu sendiri. Ada yang nyaris tidak nampak, ada yang ganas, ada yang membandel susah dikeluarkan yaitu ketika roh gorilla yang bersembunyi di lutut kaki.

Motor yang dikendarai Gideon yang berboncengan dengan Wilbert akhirnya sampai ke tempat yang dituju. Mereka jumpai PT., ketika sedang di depan garasi, ternyata ia sedang mengawasi tehnisi yang sedang membetulkan AC mobilnya yang ngadat.

Mereka ngobrol santai di depan garasi yang memang ada tempat untuk mereka duduk. Sebenarnya beberapa bulan yang lalu di rumah PT, setiap Jum’at malam digunakan untuk Persekutuan doa semalam suntuk. Namun ada beberapa tetangga yang keberatan dilakukan doa seperti itu, dengan alasan mengganggu ketentraman lingkungan.

Sementara PT dan Gideon asyik dalam sebuah perbincangan, beberapa kali Wilbert menjalankan motor Tiger yang belum lama ini mereka peroleh. Setelah beberapa kali keliling iapun ikut duduk bersama-sama dengan ayahnya, dengan nafas yang masih terengah-engah.

“ Wilbert bisa membuka mata rokhanimu untuk melihat alam roh ? “ tanya Gideon memandang anak keduanya dengan seksama.
“ Ada apa memang ? “ jawab Wilbert polos.
“ Di depan rumah ini ada bangunan tingkat yang kosong, ada apa disana “
“ Oh,.. “ sahut Wilbert pendek sambil langsung mensikapi dengan memperbaiki cara duduk dan kemudian konsentrasi berdoa memohon agar mata rokhani dibukakan oleh Tuhan.

Tidak lama kemudian Wilbert membuka mata dan kemudian mengatakan,
“ Seperti ada perkumpulan para setan dengan bermacam-macam bentuk yang
mengerikan, dan mereka membicarakan kita. Kuntilanak juga ada disana beberapa kali melambai-lambaikan tangan ke arah kita “
“ Di mobil yang diparkir di garasi ada apa disana ?”
“ Ada kuntilanak yang sedang tidur-tiduran “ jawab Wilbert yang masih membuka mata rokhani sehingga dengan sangat jelas menembus alam roh.
“ OK ! kamu bisa mohon tutup lagi mata rokhanimu “ kata ayahnya.

Setelah itu, PT., mengatakan bahwa sebenarnya ia ingin tahu ada apa dirumah tetangganya baik sebelah kanan maupun kirinya, sehingga Gideon meminta Wilbert berdoa memohon kepada Tuhan Yesus Kristus agar mata rokhaninya dibukakan kembali. Wilbert segera berdoa dan mata rokhani kembali terbuka.

Kemudian Wilbert katakan :
“ Yang sebelah kiri justru ada dimobilnya, kuntilanak ada disitu. Kemudian di rumah sebelah kanan komplit sekali. Banyak sekali ada disitu. “
“ Berarti benar apa yang dikatakan pak Desianto beberapa bulan yang lalu yang juga mengatakan bahwa di rumah tetangganya sebelah kanan banyak sekali mahluk-mahluk gaib “ komentar PT., sambil menerawang menatap kegelapan malam.
“ Wilbert apa yang kamu lihat di pohon kembar didekat kita duduk ? “ kata ayahnya.
“ Ada sepasang glundung pringis yang sejak tadi mengawasi kita “
“ Bagaimana rumah pak PT., ? “
“ Bersih “

Tidak terlalu lama mereka tenggelam dalam sebuah perbincangan yang sebenarnya sangat menarik karena berkisar tidak jauh dari firman Tuhan, keajaiban Tuhan dan kebaikan Tuhan yang selama ini mereka terima dan rasakan. Semakin hari justru semakin kental bahwa sebenarnya Tuhan sedang membentuk mereka sedemikian rupa dengan caraNya yang sangat luar biasa.

Dalam pada itu Samuel yang sudah diberi keleluasaan ayahnya menggunakan sepeda motor Megapro, semakin sering tidak ada dirumah dengan berbagai alasan. Dan pernah suatu kali tidak pulang ke rumah. Jujur saja kedua orang tuanya sangat gelisah. Terutama mamanya. Ada apa dengan Samuel demikian berkecamuk didalam benak dan batin mereka.

Setiap ada motor lewat, secara spontan mereka segera memperhatikan kalau-kalau itu anaknya. Dan akhirnya mereka putuskan untuk menyerahkan keselamatan dan keberadaan Samuel kepada Tuhan saja. Mereka berdoa dan kemudian masuk ke tempat peristirahatan.

Beginikah yang dirasakan dahulu oleh kedua orang tuaku ketika waktu itu saya tidak pulang ke rumah selama dua hari ? Gideon menerawang jauh ke masa-masa remajanya. Ia akui dulu ia memang suka nekat dan hoby dengan petualangan.

Apalagi bila dipicu dengan sakit hati, amarah, dan rasa jengkel. Mudah sekali meninggalkan rumah tanpa pamit pada orang tuanya. Sekalipun waktu itu hanya menggunakan sepeda kayuh.

Ia pernah seorang diri menyusuri jalan dari tempat kelahirannya menuju ke Magelang dengan menggunakan sepeda kayuh, pagi harinya dilanjutkan ke Jogjakarta dan kemudian baru kembali ke rumah. Itu dilakukannya hanya karena dimarahi oleh neneknya. Ia mau berlelah-lelah mengayuh sepeda demi mengikuti suara hati.

Dan kenangan lama yang menari-nari di depan matanya semakin lama semakin kabur seiring dengan datangnya kantuk yang mulai menjalar. Akhirnya iapun tertidur dengan seribu satu kenangan menyusul Yulia yang sudah lebih dahulu tidur.

Ketika mereka bangun pagi-pagi benar, mereka dapati kamar Samuel kosong. Artinya Samuel benar-benar tidak pulang. Mereka kemudian duduk diam di kaki Yesus. Dalam doa paginya mereka serahkan Samuel ke tangan yang perkasa yaitu Tuhan Yesus pribadi. Dan mereka sangat percaya bahwa didalam tangan Tuhan maka dipastikan anaknya ada dalam keadaan selamat.

Beberapa saat ketika Samuel sampai ditempat kerja, ia menghubungi telepon yang diperkirakan Samuel menginap disitu. Dan Gideon mendapat jawaban dari orang yang dihubunginya bahwa Samuel mengadakan doa semalam suntuk dirumahnya.

Dan Samuel sudah berusaha menghubungi rumah tetapi ternyata tidak ada yang mengangkat ( memang saat itu telepon rumah sedang rusak )
Pada malam ketika Gideon pulang, ia sudah dapati Samuel ada dirumah beserta dengan Hana ( kawan SAT Gideon ). Sukacita dan sukacita terpancar diwajah mereka. Banyak cerita yang mereka sampaikan pada Gideon.

Menjelang tengah malam Gideon mempersiapkan untuk doa malam. Dan ketika urapan Roh Kudus mulai memenuhi ruang doa, bersaut sautan bahasa roh dari mereka yang sudah mendapatkan karunia roh. Terasa sangat luar biasa indahnya ketika kita rasakan Roh Kudus langsung campur tangan di dalam setiap persekutuan.

Ketika doa selesai, ada satu peristiwa yang tidak diduga sebelumnya oleh siapapun yang hadir malam itu. Samuel ternyata manifestasi kuasa kegelapan. Dengan melalui media tulis menulis, dijelaskan bahwa Roh Samuel sedang diajak Tuhan keatas, dan tubuhnya di ijinkan Tuhan untuk kembali memberikan pengajaran kepada mereka yang hadir disitu.

Samuel tetap duduk bersila, tetapi tangan dan tubuhnya menggambarkan roh apakah yang mengendalikan tubuh Samuel. Kemudian raut wajah Samuel berganti-ganti ekspresi, demikian juga dengan suara dari mulut Samuel. Berganti-ganti bersuara yang aneh-aneh.

Gideon tidak terkesima dengan kejadian itu. Ia duduk diam di kaki Yesus dengan permohonan hikmat dan makrifat. Ia sangat yakin bahwa yang dihadapinya adalah dibawah kendali Tuhan. Tuhan memiliki maksud yang indah. Dan Gideon berusaha menyusuri kehendak Tuhan dengan sebuah pertanyaan sederhana. Apa maksud Tuhan ini semua boleh terjadi ?

Hana, ya Hana ada di tengah tengah mereka. Mungkinkah Tuhan sedang memberikan pengajaran untuk Hana ?. Yes itu jawabnya kata Gideon dalam hati. Maka ketika ia memohon otoritas Tuhan Yesus Kristus untuk menghancurkan kuasa kegelapan, ia tidak lagi ragu-ragu. Pasti Tuhan sedang mendidik Hana langsung.

Maka sekalipun dalam pengusiran yang tergolong sederhana, setan-setan itupun lari tunggang langgang. Dan Samuel segera sadar.
“ Hana pernah melihat ini sebelumnya ? “ tanya Gideon sambil memandang Hana yang masih nampak penuh tanda tanya.
“ Kalau langsung baru kali ini “ jawabnya lugas.
“ Puji Tuhan, hari ini Tuhan karuniakan pengalaman yang sangat indah untuk
Hana “ papar Gideon sambil membereskan alas lantai yang mulai bergeser.
“ Roh apa saja yang tadi masuk ? “ tanya Hana ingin tahu.
“ Dari manifestasinya, itu cukup kumplit. Ada roh harimau, vampir, ular naga, kuntilanak, tuyul, pocong dll “.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: