p. Siapa takut ?,..

Pada kesempatan yang lain Gideon bertanya kepada Roh Kudus melalui Wilbert mengapa roh-roh itu “ cukup jinak “ dan tidak terlalu membandel, serta tidak terlalu sulit mengusirnya. Wilbert menjawab sesuai apa yang dikatakan Roh Kudus melalui batinya, ia katakan, “ Ini kan masih taraf sederhana, dan roh-roh yang diijinkan Tuhan masuk adalah roh-roh yang juga masih kecil sehingga mas Samuel tetap tidak bergeser dari posisi duduknya.

Beberapa hari yang lalu tepatnya 15 Juni 2005, Gideon sepulang dari SAT sudah pukul 22.00 kurang sedikit. Segera mempersiapkan doa malam. Dan selesai kira-kira setengah jam kemudian. Belum lama selesai, terdengar suara motor di depan rumah. Ternyata Samuel dan Hana. Mereka segera masuk dan tanpa basa-basi Samuel sampaikan kepada ayahnya agar mempersiapkan diri malam ini juga ke rumah Hana karena ada sesuatu yang perlu dibereskan.

“ Oke, siapa takut ! “ kata ayah Samuel sambil tersenyum.
“ Wilbert mau ikut papah ? “ tanya Gideon sambil melirik Wilbert yang masih belum beranjak dari tempat ia duduk bersila.
“ Mau !” jawabnya singkat sambil bangkit berdiri mempersiapkan segala
sesuatunya.

Kurang lebih pukul 23.00 malam itu juga dua motor meninggalkan rumah Samuel, menembus kegelapan malam diiringi dengan gerimis hujan yang menusuk tangan yang tidak tertutupi pakaian.
Hampir tengah malah mereka sampai ketempat yang dituju. Tuan rumah yang adalah bapak Nugroho, menyambut kedatangan kami. Sekalipun terucap kata yang cukup ramah dan bersahabat, tetapi Gideon rasakan kegetiran yang tersembul di sela-sela perkataan dan sapaannya. Gideon hanya serahkan kepada yang beracara yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri. Juga menyerahkan kepada tuntunan Tuhan saja, apa-apa yang nanti akan diucapkan dan diperbincangkannya.

Setelah saling sapa dan menanyakan keselamatan masing-masing, tuan rumah akhirnya sampaikan rasa kekhawatirannya atas perilaku Samuel. Gideon mendengarkan dengan seksama dan sesekali memberikan tanggapan.
Dalam kondisi demikian Gideon memohon hikmat dan makrifat kepada Tuhan secara diam-diam. Biarlah Tuhan sendiri yang menuntun apa yang harus dilakukannya. Semula Gideon berharap tuan rumah segera menggelar alas lantai, kemudian duduk melingkar, menaikkan puji-pujian, penyembahan, pembacaan firman, shering pengalaman masing-masing dan mungkin disertai tanya jawab. Namun yang terjadi tidak seperti yang diharapkannya. Akhirnya ia berketetapan bahwa sebaiknya ia segera mohon diri. Waktunya tidak tepat demikian Gideon berguman dalam hati.
Terdorong apa yang berkecamuk dalam hatinya, maka ia segera mohon diri kepada tuan rumah karena memang sudah lewat tengah malam. Wilbert pun pagi harinya akan mengikuti ulangan di sekolahannya. Tetapi setelah Gideon pamit kepada tuan rumah dan siap berdiri, seketika itu juga Gideon lihat Samuel bermanisfestasi. Wilbert menggamit ayahnya sambil menunjuk ke arah Samuel. Ayahnya mengangguk perlahan tetapi tetap berdiri.

Gideon perhatikan suasana sekeliling, termasuk Rahel anak pertama keluarga Nugroho yang saat itu disebelah Samuel. Gideon meminta agar Rahel dibawa saja kekamar, kemudian meminta gelas-gelas disingkirkan.
“ Siapkan minyak urapan “ pinta Gideon pada Hana kawan SATnya. Dan Hana segera mempersiapkan minyak urapan yang ternyata diambil dari minyak goreng.

Gideon tidak langsung ambil tindakan apapun. Lebih cenderung membiarkan Samuel dalam kondisi demikian. Ini rencana Tuhan demikian kata Gideon dalam hati. Dirinya malam-malam begini menembus gerimis dan kegelapan, mengorban-kan rasa kantuk dan berada ditempat ini pastilah ada maksud Tuhan. Gideon sadar akan hal itu, sehingga ia ikut apa kehendak Tuhan saja.

Sementara Gideon bermain dengan alam pikirannya, kuasa kegelapan yang di ijinkan Tuhan memasuki tubuh Samuel mulai menunjukkan eksistensinya. Diawali dengan raut wajah yang menyeringai mengerikan, kemudian dengan suara parau mengintimidasi yang ada diruangan itu. Kemudian ia dengan lantang memperke-nalkan diri, bahwa ia adalah Lucifer. Gideon tidak terkejut dengan apa yang dilihat dan didengarnya. Musuh lama kata Gideon dalam hati. Tetapi mas Nugroho dan juga Hana nampak kurang siap menghadapi kondisi yang tiba-tiba saja muncul dihadapan mereka.

Mulai secara fisik Samuel melangkahkan kaki dengan tatapan nanar dan wajah kebencian yang luar biasa. Tidak ada senyum, keramahan, kasih tidak ada sama sekali. Yang nampak adalah wajah yang sangat gersang, sangar, penuh dengan dendam kesumat. Ia mulai menghujat Tuhan Yesus Kristus, menghujat mereka seisi rumah dan masih banyak lagi hujatan yang berasal dari roh yang mengaku Lucifer.

Gideon mulai menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus sambil beberapa kali memercikan minyak urapan kewajah Samuel. Mendapat perlakuan demikian Samuel justru tertawa lebar sambil mengatakan, “ He,.. minyak urapan itu bukan ini tetapi minyak zaitun “ Gideon sedikit tertegun dengan kata-kata itu. Roh itu tahu bahwa itu bukan minyak zaitun.

Anehnya Samuel justru berjalan ke tasnya dan mengambil sesuatu dari tas itu. Ternyata ia mengeluarkan minyak zaitun, dan meletakkan diatas meja. Selanjutnya Gideon menggunakan minyak itu untuk mengusir kuasa kegelapan yang masih menguasai Samuel. Kemudian terjadilah benturan fisik ketika ia berusaha menyerang Hana, Gideon segera melompat memposisikan diri berdiri ditengah-tengah antara Samuel dan Hana. Dan tangan Samuel segera menyerang ayahnya dengan hantaman, pukulan dan usaha mencekik leher ayahnya.
Gideon cukup sibuk dengan menangkis setiap serangan termasuk usaha melindungi lehernya dari cekikan Samuel. Mas Nugroho dan Wilbert mulai menyadari bahaya yang bisa terjadi atas Gideon, sehingga seperti berjanji mereka segera merangsek maju mendekati Samuel dan segera menangkap pergelangan tangan Samuel.
Seperti orang bingung Hana barlarian kian kemari, dan segera ia ambil air putih ketika Gideon memintanya.
“ Tahan kedua tangannya “ kata Gideon ketika menerima air putih dari Hana.

Gideon segera memberkati didalam nama Yesus Kristus agar air itu menjadi darah Yesus Kristus. Segera diminumkan ke mulut Samuel. Tetapi mulutnya terkunci tidak mau dibuka. Segera menggunakan otoritas Tuhan Yesus akar mulutnya bisa dibuka. Setelah berhasil dibuka, segera diminumkan. Nampak diminum dengan cepat, tetapi segera disemburkan keluar mengenai siapapun yang ada didekatnya.

Lantai menjadi basah, Zipora istri mas Nugroho akhirnya terbangun dan mengatakan agar meminumkan minyak urapan ke mulut Samuel. Segera dilakukan. Tetapi belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kembali ia lepas dari pegangan tangan mas Nugroho dan Wilbert tetapi sengaja dibiarkan demikian. Mulai ia bermanifestasi ular naga dengan berjalan mengesot seperti ular, kemudian berganti lagi dengan melompat-lompat seperti vampir sambil meminta darah dengan suara besar dan serak, “ Aku mau minum darah, aku minta darah “ demikian berulang-ulang keluar suara dari mulut Samuel.

Kembali disiapkan air minum yang sudah diberkati di dalam nama Tuhan Yesus agar menjadi darah Yesus. Dan setelah diminumkan barulah ia seperti kehilangan kekuatan, tidak lagi meronta-ronta dan segera rebah di kursi tamu. Persis seperti wayang kulit tanpa penjapit. Tetapi tidak lama kemudian ia segera bangkit dan pandangan matanya masih nanar. Ia minta alat tulis. Hana segera mempersiap-kan.

Dalam tulisan tersebut ia sampaikan bahwa roh anak ini sedang dibawa Tuhan keatas, dan Tuhan mengijinkan tubuhnya dipakai kuasa kegelapan untuk menguji keluarga disini. Beberapa lembar ia tulis dan kemudian ia kembali rebah.
Sementara tulisan dibaca oleh Hana maupun mas Nugroho, Gideon melirik jam dinding, yang ternyata sudah menunjukkan pukul 02.30. Lumayan lama perang yang baru saja mereka alami.

Kejadian di depan mata mereka, sangat effektif membuka mata tuan rumah. Sangat mendasar pernyataan mas Nugroho, bahwa sikap awalnya didasari karena rasa tidak enak dengan masyarakat. Soalnya kita masih hidup dilingkungan masyarakat. Tetapi sekarang ia harus lebih dahulu memahami kehendak Tuhan lebih dahulu, mementingkan kehendak Tuhan lebih dahulu sebelum memikirkan hal-hal yang lain.
Samuel masih terlelap di kursi panjang, ditemani beberapa nyamuk yang ingin mencicipi darahnya. Wilbert masih nampak segar dan belum terlalu mengantuk demikian ia sampaikan pada ayahnya yang menanyakan keadaan dirinya.

“ Wilbert ada 3 pertanyaan yang mohon ditanyakan pada Roh Kudus, tanyakan dengan suara hati, dan sampaikan dengan urutan yang teracak. Yang pertama tanyakan apakah langkah kita malam ini dalam rangkaian rencana Tuhan ?.
Selanjutya tanyakan apakah kedekatan Samuel dan Hana juga dalam rangkain pekerjaan Tuhan ? Dan yang terakhir adalah kejadian malam ini, apa maksud
Tuhan ?”

Wilbert berdoa dengan mesra sekali. Yah, Gideon sangat rasakan bahwa hubungan anak keduanya dengan Roh Kudus sangat dekat. Sepanjang ia menjaga kekudusan hidupnya, maka Roh Kudus selalu menjawab setiap pertanyaannya. Namun demikian ayahnya tetap waspada, jangan sampai ia tertipu oleh kelicikan iblis. Karena Wilbert pun pernah beberapa kali manifestasi dari bermacam-macam roh dari kuasa kegelapan

Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang, secara jelas bisa dibaca dalam Alkitab. Iblis senantiasa berkeliling menunggu mangsanya lengah, sehingga berkali-kali Tuhan mengingatkan agar para umat pilihannya senantiasa berjaga-jaga dan waspada serta jangan lengah dan menjadi lelah.

Dari buahnya ia akan lihat apakah itu berasal Tuhan Yesus Kristus, atau dari kuasa kegelapan. Apakah menimbulkan damai sejahtera atau tidak. Apakah ada penyimpangan dari Alkitab atau tidak. Dan kemudian suatu pertanyaan apakah ada pertumbuhan iman atau tidak. Ranting pohon yang menempel pada pokok pohon, maka akan tumbuh dengan sempurna dan akhirnya menghasilkan buah.

Setelah selesai berdoa Wilbert mengatakan : “ Mengapa Tuhan ijinkan kejadian malam ini, karena Tuhan mau keluarga disini lebih mendekatkan diri pada Tuhan, Tuhan sedang mempersiapkan keluarga disini agar lebih kuat imannya, Tuhan sedang mendidik keluarga disini agar pengetahuannya meningkat. Kemudian mengenai mas Samuel dan mbak Hana kalau mereka berjalan seiring, itu adalah kehendak Tuhan, untuk kemuliaan dan pekerjaan Tuhan, untuk pelayanan Tuhan. Sedangkan mengapa kita malam-malam seperti ini, ini juga kehendak Tuhan sendiri. ”

“ Wilbert mohonlah kepada Roh Kudus agar mata rokhanimu terbuka. Kau lihat siapa saja dirumah ini, dan siapakah diluar sana “ ayahnya memohon.

Segera Wilbert berdoa seperti yang dipinta ayahnya. Kemudian ia katakan,
“ dirumah ini sudah bersih, bahkan penuh dengan malaikat Tuhan yang kudus, dan di depan rumah ada juga malaikat yang menduduki motor tiger, dan juga di motor mega pro, terus pada radius 1 km dari sini baru ada setan-setan dengan berbagai bentuk yang mengerikan “

Pukul 04.00 hampir terlewati, mulai datang serangan ngantuk. Maka atas seijin tuan rumah Gideon merebahkan badannya ditempat itu juga bersebelahan dengan Wilbert yang lebih dahulu terlelap. Tak terbayangkan sebelumnya bahwa malam itu ia menggelar peperangan yang lumayan dahsyat.

Baginya itu bukanlah yang pertama, tetapi bagi keluarga Nugroho merupakan kejutan yang luar biasa. Masih terbayang wajah pucat dan sikap gugup ketika melihat Samuel demikian ‘ganas’. Apalagi Hana, rasa takutnya masih jelas membayang di raut wajahnya. Beberapa kali secara fisik terjadi benturan kekuatan. Tarik menarik tangan, saling berusaha menguasai, bahkan lontaran pukulan beberapa kali dilayangkan Samuel.

Bahkan kedua tangan Samuel berhasil memegang leher ayahnya dan berusaha untuk mencekik dengan sekuat tenaga, namun ayahnya juga sudah siap dengan kondisi demikian sehingga tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika melepaskan diri dari cengkeraman tangan Samuel. Dan itu semua terjadi bukan karena kebisaan Gideon dalam tata berkelahi, tetapi karena sangat yakin bahwa Tuhan Yesus sudah mengenakan perlengkapan senjata rokhani dengan sangat sempurna.

Dinding bangunan dan ceceran minyak urapan dilantai adalah saksi yang tidak bisa bicara atas tumbangnya kuasa kegelapan di tangan Tuhan Yesus Kristus. Iblis, bisa saja pongah sesumbar dengan angkuhnya, tetapi ia tetap pecundang yang beraninya sama anak ingusan. Demikian Gideon merenungkan kejadian yang baru saja di alaminya sampai akhirnya ia tidak tahu apa yang terjadi karena tertidur.

Kurang lebih satu jam kemudian Gideon bangun dan segera bersiap-siap pulang. Tuan rumahpun juga terbangun dan Gideon pamit pulang, demikian juga dengan Wilbert yang sebentar lagi menghadapi ulangan. Samuel sengaja tidak dibangunkan karena secara fisik ia begitu lelah setelah tubuhnya digunakan kuasa kegelapan.

Tetapi ketika Gideon mulai menghidupkan mesin motor, Samuel ternyata sudah berdiri diambang pintu dengan senyumnya yang khas. Ayahnya mengatakan bahwa ia pulang lebih dahulu. Samuel mengangguk dan mereka berpisah untuk sementara.

Apakah Samuel tahu apa yang terjadi beberapa jam sebelumnya ? Seperti yang terdahulu, ia tidak ingat apapun yang terjadi, yang ia tahu saat ia datang dan ketika bangun tidur. Selebihnya ia tidak ingat apapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: