q. Siapa pembawa motor.

Kamis 16 Juni 2005 terjadual kebaktian di Hero Kalimalang. Gideon dan keluarga tidak melewati kesempatan yang demikian indah. Gideon dari tempat pekerjaannya, Samuel entah dari mana, dan yang lain berangkat dari rumah.

Sepulang kebaktian ada kejadian yang unik sekaligus sangat menarik luar biasa.
Pasalnya demikian, ketika Gideon di tempat parkir Samuel menjumpainya dan meminta uang parkir. Ayahnya memberikan secukupnya. Tidak lama kemudian Hana mengatakan bahwa pulangnya jangan jauh-jauh dari Samuel. Gideon masih belum memahami apa maksud perkataan Hana. Gideon tergerak ingin melihat kondisi Samuel, apakah dia cukup siap menggunakan sepeda motor pulang ke rumah.

Ketika ayahnya sudah cukup dekat, ia panggil anaknya. Tetapi tidak ada respon sama sekali. Ayahnya cukup terkejut melihat kondisi anaknya. Apa yang harus dilakukannya ?. Kegundahan Gideon disampaikan pada Wilbert Wilbert hanya komentar bahwa roh Samuel tidak ada dalam tubuhnya. Terus bagaimana ia pulang tanpa roh dirinya sendiri ?. Dan roh siapa nanti yang akan mengisi tubuhnya ? Wilbert mengatakan bahwa Roh Kudus nanti yang akan mengisi tubuhnya.

Gideon malam itu pertaruhkan imannya kepada Tuhan. Ia serahkan sepenuhnya Samuel kepada Tuhan Yesus Kristus. Semua kekhawatiran yang menggelayut dihatinya dikikis habis, digantikan dengan iman dan iman serta iman.

Gideon lihat Samuel lebih dahulu keluar dari tempat parkir dan Hana membonceng dibelakangnya. Gideon menyusul di belakang bersama Wilbert, Ragil., dan juga Stevanie,
Menurut Hana Samuel sempat menabrak pagar pembatas parkir, tetapi tetap juga tanpa komentar apapun dari mulut Samuel.

Beberapa kali Gideon pada posisi didepan Samuel, tetapi pada kesempatan yang lain Samuel dengan kecepatan cukup tinggi meluncur mendahului ayahnya. Sampai pada lokasi penjual nasi goreng dimana biasa Gideon mampir disitu, Gideon membelokkan motornya dan langsung berhenti. Samuel menyusul dibelakangnya dan juga langsung berhenti tepat di belakang ayahnya menghentikan motornya.

Gideon memperhatikan wajah Samuel ketika kaca helm mulai dibuka. Samuel masih tanpa ekspresi, tampak bukan Samuel dan tetap duduk di motor. Gideon kemudian melangkahkan kaki ke warung nasi goreng di ikuti oleh Wilbert, Ragil, dan juga Stevanie.

Kira-kira 5 menit kemudian Samuel dan juga Hana nampak turun dari motor dan segera masuk ke warung dimana Gideon dan adik-adiknya yang lain ada disitu.
Dan kali ini ia sudah berubah menjadi Samuel dengan gaya bicara, sikap dan juga tertawanya yang khas.

“ Wilbert tahu nggak siapa yang membawa motor tadi ?” tanya Samuel pada adiknya.
“ Roh Kudus ? “ tebak adiknya. Samuel menganggukkan kepalanya kemudian katanya,
“ Tidak salah “
“ Pantes saja kadang pelan, tetapi tiba-tiba kenceng banget “ sahut Hana yang
sudah mulai terbiasa dengan suasana keluarga Gideon.
Hana juga menceritakan keadaan di jalan tadi, bagaimana mobil-mobil menyingkir ketika motor yang dinaikinya ngebut.

Benarkah Roh Kudus yang ambil alih kendali motor yang dinaiki Samuel dan Hana ?,.. Jujur Gideon mengakui bahwa ia perlu waktu untuk mengatakan ya atau tidak atas apa yang dialami oleh anaknya. Secara manusia ia bingung dan penuh dengan teka-teki yang tidak mudah menjawabnya.

Hanya ada dua kemungkinan. Dari Tuhan atau dari hantu. Itu prinsip. Apakah yang mengendalikan motor adalah hantu ?. Kemungkinan itu tidak dirasakan Gideon. Ia sama sekali tidak rasakan adanya atmosfir kuasa kegelapan ketika dekat dengan Samuel, bahkan tatapan matanya demikian teduh sekalipun tanpa ekspresi dan kata-kata. Apakah ini bentuk tipuan kuasa kegelapan untuk mengelabuhi Gideon ? Atau memang benar bahwa yang mengendalikan motor adalah Roh Kudus ?

Kalau memang demikian Gideon belum menemukan acuan dalam Alkitab, bahkan contoh-contoh riil yang terdapat didalamnya. Memang ada kisah Filipus yang dibawa Roh ke tempat Sida-sida, juga ketika Roh membawa Tuhan Yesus ke suatu tempat untuk di cobai iblis, tetapi seperti yang dialami Samuel belum ditemukan. Perlu waktu untuk mendapatkan kebenarannya.

Sampai kapan ? Gideon tidak mau tergesa-gesa. Ia tidak mau gegabah dalam menentukan sebuah kebenaran. Akhirnya ia sandarkan kepada hikmat dan makrifat Tuhan saja, agar ia tidak terjebak kedalam perangkap kuasa kegelapan. Karena sangat jelas Alkitab mengatakan bahwa terkutuklah orang yang mengan-dalkan manusia dan mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi diberkatilah orang yang mengandalkan kepada Tuhan saja.

Mengapa cobaan ataupun ujian silih berganti di alami keluarga Gideon ?. Tuhan yang mengetahui jawaban pastinya. Sampai kapan ? Tuhan pula yang tahu dengan persis. Apakah Gideon siap dengan waktunya Tuhan ? Tidak ada pilihan lain kecuali harus mengatakan siap dengan sepenuh hati.

Apakah keluarganya juga telah siap ?. Itu tidak diragukan lagi, justru atas sikap keluarganya inilah yang mendorong Gideon untuk tetap semangat mengiring Tuhan Yesus Kristus apapun yang terjadi, sampai kapanpun. Dengan satu ha-rapan pasti, kelak mereka akan berkumpul juga di sorga bersama dengan Tuhan Yesus Kristus selama-lamanya.

Malam hari setelah doa malam, Wilbert, berbincang dengan ayahnya. Diantaranya pertanyaan benarkah Rsl. Dist. A, pernah ke para normal ? Jawabnya adalah ya benar. Kemudian ditanyakan apa rumah om Bd di Bekasi di penuhi juga dengan malaikat seperti rumah kita ?. Dan Wilbert, mengatakan, bahwa benar banyak malaikat disitu, tetapi bukan malaikat yang Kudus.

Dan ketika ditanyakan kepada Roh Kudus melalui Wilbert mengapa di GKB Samuel mengalami kesurupan beberapa kali ? Roh Kudus mengatakan bahwa sebenarnya yang terjadi adalah dalam rangkaian rencana Tuhan tentang GKB. Semula Tuhan menginginkan agar melalui Samuel, GKB tersentak dan segera menyadari bahwa banyak jemaat GKB sudah menyimpang dari kebenaran Allah, ini terbukti dari banyaknya anggota GKB yang dengan tenangnya mempercayai benda-benda mati, seperti gelang magnetic, dan ke paranormal. Kemudian dengan tenangnya mencemarkan tubuh mereka dengan rokok.

Sedangkan pemerintah sudah memperingatkan di dalam tulisan bungkus rokok bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan, menimbulkan kanker dan perkembangan janin. Artinya adalah tubuh manusia kalau dengan sengaja dibuat menderita sama dan sebangun dengan tidak menghargai karya Allah. Sedangkan Tuhan menghendaki agar tubuh anakNya menjadi baitNya. Bagaimana mungkin bait Allah menjadi cerobong asap rokok ?.

Jangan heran kalau dalam kalangan GKB yang mengklaim penerus gereja awal jarang sekali ditemukan kuasa Tuhan, kesembuhan ilahi, pengusiran setan sebagaimana gereja awal. Karena sangat jelas mereka yang diberikan kuasa adalah mereka yang berusaha senantiasa hidup kudus sebagaimana Tuhan Yesus Kristus adalah kudus.

Kemudian kalau berbicara tentang Roh Kudus yang juga Tuhan, semakin akan membuat kita tercengang, dan timbul tanda tanya yang sangat besar. Besar sekali. Roh Kudus yang diyakini dimiliki setiap anggota GKB yang sudah dimeteraikan melalui tumpangan para Rsl., sudah semestinya bisa dikenali dengan baik. Yang pertama dari buah-buahnya, kemudian kuasaNya.dan kemudian setiap terjadi peristiwa apapun juga, apakah peran Roh Kudus yang diyakini ada di dalam dirinya sudah dominan menguasai hidupnya ?.

Seorang Evangelish bukanlah tingkatan jawatan yang rendah, bahkan cukup tinggi. Jiwa-jiwa yang dipercayakan pada pundaknya demikian banyak. Tetapi layak dipertanyakan kalau lari terbirit-birit ketika melihat manifestasi setan di hadapannya. Berlari dan kemudian mengunci diri di dalam kamar.

Kembali pada peristiwa kesurupan Samuel di GKB, ternyata Tuhan mau membuka mata para pekerja, bahwa setan jaman sekarang ini sudah tidak lagi sembunyi-sembunyi melainkan sudah nyata secara fisik mampu mempengaruhi kehidupan seseorang. Karena di GKB keadaan Samuel tidak mendapat tanggapan yang serius dari para pekerja, maka Tuhan sendirilah yang membawa Samuel ke gereja yang lain seperti yang terjadi sekarang ini demikian Wilbert, menjelaskan kepada ayahnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: