r. Mereka di mana-mana.

Kecipak air terdengar menggelitik perasaan Gideon yang sedang membersihkan diri. Ia lelah secara fisik namun di dalam rokhani ia tengah berbinar-binar. Bukan kemegahan diri kalau ia ungkapkan rasa bahagianya kepada siapapun yang mau mendengar ungkapannya. Ia bangga memiliki anak anak yang dikasihi Tuhan, memiliki istri yang dikasihi Tuhan dan sangat bangga senantiasa mendapat tegoran, didikan yang luar biasa indahnya dari Tuhan. Itu semua bukti yang tak terbantahkan bahwa Tuhan sangat mengasihi dirinya dan seluruh isi rumahnya.

Kalau boleh ia menikmati hidup, sepanjang hidup didalam Tuhan itu yang ia inginkan. Tetapi kalau tiba saatnya Tuhan memanggil dirinya, sepanjang mati didalam Tuhan, apa yang harus ditakuti ?. Demikian juga sikap anak-anaknya, mereka rela mati kapanpun juga sepanjang di dalam Tuhan.

Indah sunggung indah, setiap kali mereka sekeluarga memperbincangkan kebaikan-kebaikan Tuhan selama ini. Mereka saling berlomba untuk menyukakan hati Tuhan. Merekapun siap dihukum dengan cara apapun juga kalau mereka jatuh kedalam dosa.

Banyak doa safaat mereka panjatkan. Mereka lebih sering mengingat saudara-saudara sedarah yang masih “ tertidur “, terbuai dengan ajaran-ajaran yang memenjarakan mereka. Mereka tidak mau menguji apakah pengajaran yang mereka terima selama ini adalah benar-benar dari Tuhan ?. Benarkah tidak ada penyimpangan ? Sudah adakah buah-buah Roh di dalam kehidupan mereka ?

Tuhan Yesus adalah pokok anggur itu sendiri, dan siapakah ranting-rantingnya ? Silahkan klaim dari pihak manapun bisa mengatakan sebagai ranting yang menempel pada Sang pokok anggur yang benar. Tetapi ranting yang menempel pada pokok anggur yang benar adalah yang menghasilkan buah. Diluar itu maka akan dipatahkan dan akan dibuang kedalam lautan api yang tidak pernah padam.

Malam semakin sepi, Gideon dan Wilbert masih berbincang-bincang di tempat tidur. Tiba-tiba Gideon bertanya, “ Wilbert apakah disini ada malaikat yang menjaga kita ? “
“ Banyak,.. diantaranya ada yang sedang duduk diatas pohon sukun “
“ Malaikat itu memang punya sayap ? “
“ Iya, dan lebih besar dari tubuhnya “
“ Ada nggak malaikat yang masih kecil ? “
“ Saya pernah melihat, yang tingginya kira-kira 1 meter “

Mereka terdiam sejenak, Gideon sendiri tidak habis-habisnya bersyukur kepada Tuhan atas karunia Tuhan pada anak keduanya yang bisa melihat alam roh yang ada disekitarnya. Hanya memang tidak di ijinkan berkomunikasi. Hanya boleh melihat saja. Tiba-tiba ia ingat akan PT, kawanya yang juga lama bergumul dengan berbagai permasalahannya.

“ Wlb., apakah masih belum mengantuk “ suara ayahnya memecah kesunyian.
“ Belum, kenapa ? “
“ Tolong tanyakan pada Roh Kudus, mengenai permasalahan Om PT, apakah akan kembali ke tempat pekerjaannya yang lama atau ke tempat lain “

Wilbert nampak tenggelam didalam komunikasi yang mesra dengan Roh Kudus. Kurang lebih 5 menit kemudian, ia katakan,
“ Om PT, tidak akan kembali ke tempat pekerjaannya yang lama, dan sebenarnya Tuhan menyediakan berkat yang luar biasa besarnya, tetapi Tuhan tahan dulu sampai Om PT, bisa hidup kudus. “

Tidak mudah memang untuk berusaha hidup kudus. Mematikan manusia lama menjadi manusia ciptaan yang baru. Peperangan yang PT lakukan juga bukanlah peperangan yang ringan, misalnya peperangan melawan rokok, bukanlah sesuatu yang mudah tetapi bukan berarti ia tidak bisa lakukan. Sebenarnya ia bisa lakukan kalau ia menyadari bahwa Tuhan adalah Allah yang Maha Kudus, yang menginginkan tubuh yang menjadi baitNya kudus. Namanya saja Roh Kudus, ia hanya mau bertempat pada tempat yang Kudus.

Perihal kekudusan ini memang kelihatannya sederhana, tetapi sebenarnya sangat vital dan penting sekali. Wilbert bisa senantiasa berkomunikasi dengan Roh Kudus sepanjang ia ada dalam kekudusan. Ia bisa meminta mata rokhani terbuka dan tertutup sepanjang ia ada dalam kekudusan. Dan ia dijanjikan Tuhan akan kembali diajak melihat surga bisa usianya sudah mencapai 17 tahun dan ia tetap menjaga kekudusan.

Mengenai Samuel, anak pertama Gideon ini yang lebih sering menyita perhatian ayahnya. Gebrakan demi gebrakan ia lakukan. Berbagai nubuat dan penglihatan ia sampaikan, tetapi untuk memperjelas apakah yang terjadi dari Tuhan atau dari hantu itu perlu pergumulan yang tidak ringan. Air mata dan gelak tawa bukanlah suatu hal yang langka di dalam keseharian Samuel.

Roh yang keluar dari raganya, kemudian mengembara entah kemana, bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tetapi satu hal yang Gideon yakini adalah segala perkara yang terjadi di kendalikan oleh Tuhan. Tuhanlah sutradara di dalam kehidupannya dan juga kehidupan anak-anaknya, sehingga ia hanya pasrah dan menyerahkan segala sesuatunya kepada kehendak Tuhan saja. Karena Gideon juga yakini bahwa rencana Tuhan sangat baik bagi hidup dan keluarganya. Tuhan tidak pernah mempunyai rancangan yang jahat.

“ Papah, saya dalam kondisi drop,.. “ Samuel tiba-tiba lontarkan perasaannya kepada ayahnya yang baru saja bersiap-siap mandi malam.
“ Jangan pernah berkata demikian “ jawab ayahnya tegas, kemudian ia lanjutkan,
~ Mau tahu apa sebabnya ?. Samuel mengangguk perlahan.
~ Saat kau katakan demikian, maka iblis segera ambil alih apa yang kau ucapkan yaitu ia buat dirimu drop, maka papa harus katakan bahwa jangan ungkapkan kelemahan apapun melalui mulutmu, tetapi sampaikan melalui hatimu kepada Tuhan, mohon tenaga dan kekuatan yang baru agar dirimu menjadi kuat dan tidak lagi mengalami seperti yang kau katakan, yaitu drop. “

Samuel terdiam, sepertinya sedang mencerna apa yang dikatakan ayahnya. Ayahnya segera berlalu seakan membiarkan gejolak perasaan anaknya bebas dan leluasa menentukan apakah kebenaran yang ia dengar dari ayahnya apa justru ungkapan yang membingungkan.

Tetapi ketika ayahnya selesai mandi, Samuel sampaikan beberapa ungkapan kata yang cukup positip, dan segera menyadari perilakunya yang membuka celah bagi masuknya kuasa kegelapan. Bahkan ia kisahkan bagaimana ketika pulang tadi mengalami kecelakaan lalu lintas. Dalam kecepatan 60 km/jam, ia berbenturan dengan mobil dan jatuh. Ia rasakan seperti ada kekuatan yang besar yang menopang tubuhnya sehingga tidak luka sama sekali, hanya motornya yang mengalami kerusakan pada tumpuan kaki kanannya. Bahkan ia pikir ia akan menemui kematian.

“ Itu adalah perlindungan Tuhan yang sangat menakjubkan “ kata ayahnya
singkat. Samuel mengangguk perlahan.

Jauh dilubuk hati Gideon tersembul rasa bangga sekaligus ucap syukur yang tiada terhingga kepada Tuhan Yesus Kristus. Atas didikan Tuhan bagi keluarganya yang sangat menakjubkan. Didikan Tuhan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Mereka yang memiliki kerendahan hati dan senantiasa mencari kehendak Tuhan dan menguji setiap roh yang datang lengkap dengan pengajarannya. Dari Tuhankah atau justru dari antiKristus.

Samuel masih terlalu muda untuk memahami arti sebuah kehidupan, di sana sini masih terdapat celah yang demikian rapuh untuk setiap saat menjadi koyak. Hanya karena perlindungan Tuhan saja, maka setiap dinding yang rapuh itu koyak, segera muncul dinding-dinding yang bersifat ilahi yang tidak akan bisa tertembus kuasa apapun didunia ini. Karena perlindungan Tuhan sangatlah sempurna.

Kalaupun diijinkan sepertinya Samuel menjadi ajang permainan kuasa kegelapan, bukan karena Tuhan meninggalkan dirinya, melainkan Tuhan memiliki maksud yang indah, yang bisa dirasakan khususnya bagi mereka yang dikasihi Tuhan. Semula ia pernah bertanya itu salah siapa ?,.. Tetapi pertanyaan itu akhirnya terjawab dengan sendirinya ketika ia sadari bahwa yang terjadi adalah agar nama Tuhan Yesus Kristus senantiasa dipermuliakan.

Dalam segala perkara letakkan Tuhan Yesus Kristus pada prioritas utama. Carilah kerajaan sorga beserta kebenarannya lebih dahulu, yang lainnya akan ditambahkan kemudian.

Dalam sebuah perbincangan setelah doa malam, Gideon kembali bertanya kepada Wilbert agar konfirmasi ke Roh Kudus,.. siapa sajakah yang ada dirumah ini dan dilingkungan sekitarnya. Wilbert segera berdoa dan tidak lama kemudian mengatakan, “ Banyak malaikat dirumah kita dan ada satu yang duduk di bangku kayu depan rumah “. Ayahnya mengangguk-angguk perlahan.

Tetapi tiba-tiba Wilbert sepertinya kembali berdoa. Dan tiba-tiba ia katakan, “ Pah, tadi tiba-tiba Wilbert dipanggil Roh Kudus beberapa kali, kemudian menyampaikan pesan ke papah agar tidak sering-sering bertanya mengenai malaikat yang ada disekitar rumah, di rumah dan di tempat lain. Kalau bertanya terus berarti papa kurang yakin bahwa dirumah ini sudah dijaga malaikat “

Ayahnya cukup terkejut dengan pernyataan yang ia dengar, tetapi segera menyadari kekeliruannya, dan berjanji bahwa ia akan lebih selektif dalam mengajukan pertanyaan agar imannya justru diperkuat bukan sebaliknya.

“ Wilbert kalau sedang ada pencurahan Roh Kudus di suatu kebaktian, apa yang kamu lihat ? “ suatu ketika ayahnya bertanya.
“ Ada sinar terang melayang-layang diatas jemaat, terkadang hinggap pada
beberapa orang yang ikehendakiNya. Dan saat mengenai kepala jemaat kemudian berubah menjadi api roh kudus “
“ Apa yang terjadi pada seseorang yang tiba-tiba berteriak-teriak, kemudian tangannya bergetar keras tanpa bisa dikendalikan “
“ Di dalam orang itu terdapat unsur kuasa kegelapan, kalau ia membuka diri Roh Kudus masuk kedalam kehidupannya, maka kuasa kegelapan tidak akan bisa bertahan tetap tinggal di dalam tubuhnya, sehingga ia manifestasi dengan berbagai gerak dan sikap.”
“ Jadi kalau tetap diam tidak berarti tidak mendapat urapan Roh Kudus ? “
“ Artinya di dalam dirinya sudah terbebas dari kuasa kegelapan sehingga ketika mendapat urapan Roh Kudus, tubuh tidak mengadakan reaksi apapun “.
“ Oh, begitu “ kata ayahnya sambil menguap. Akhirnya ia tertidur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: