a. Kuasanya sudah patah.

Dalam hitungan detik, kuasa kegelapan tidak akan tahan terhadap firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab, khususnya bila disampaikan dengan sungguh-sungguh diresapi dan dihayati. Firman yang tertulis benar-benar penuh kuasa bila dihafalkan diluar kepala.

Kalau ternyata berkali-kali disampaikan dan tetap saja kuasa kegelapan tidak mau pergi, berarti ada sesuatu yang perlu direnungkan, mengapa dan mengapa ?. Mungkinkah hati menjadi ragu dan disertai dengan kebimbangan sekecil apapun ?

Hari-hari sedemikian cepat berlalu seiring dengan berjalannya waktu, dan hanya waktulah yang tidak bisa dikendalikan manusia. Saat kehidupan manusia dibatasi oleh waktu siapakah yang sanggup menembusnya ? Saat kematian menjemput, siapa yang sanggup menghindarinya ?

Satu perkara yang terkadang tertutup oleh kesibukan sehari-hari, yaitu kapan batas waktu kehidupan seorang manusia ? Siapkah bila sewaktu-waktu langkah manusia itu terbentur dengan dinding waktu yang tidak tertembus ilmu pengetahuan secanggih apapun ? Banyak yang sudah menyadari ketidak berdayaan manusia mempertahankan sebuah kehidupan, sekalipun tidak sedikit manusia yang tetap acuh tak acuh, tidak peduli akan kemana setelah kematian menjemput.

Kira-kira pukul 10.00 Rabu, 29 Juni 2005 Yulia memberitahukan suaminya bahwa Samuel mendapat serangan sakit perut yang amat sangat, dan berencana membawa ke Rumah Sakit terdekat. Gideon sedikit heran dengan keadaan Samuel karena ketika pagi-pagi doa bersama tidak menunjukkan gejala sakit sama sekali. Tetapi rasa herannya tetap ia simpan dihati dan segera ia menyetujuinya. Beberapa jam kemudian ia mendapat berita bahwa Samuel dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi di R. Kemuning. Segera Gideon urus Administrasi untuk anaknya.

Tiga hari kemudian Gideon mendapat berita dari pihak RS melalui anaknya bahwa Samuel boleh pulang. Diagnosa akhir yang ia lihat pada status pasien menunjukkan ia terkena “ Viral Infection “ yaitu penyakit yang tidak jelas penyebabnya.

Ketika ia lihat hasil pemeriksaan laboratorium juga tidak melihat adanya kelainan apapun. Baik yang menunjukkan demam berdarah, typhoid, kelainan fungsi hati tidak ada sama sekali. Dan setelah urusan administrasi selesai maka menjelang tengah hari Samuel kembali pulang kerumah.

Jum’at 1 Juli 2005 malam kira-kira pukul 20.00 setelah doa malam tiba-tiba Samuel mengalami serangan sakit perut luar biasa sampai tidak bisa berjalan dengan baik. Wajah meringis kesakitan, mulut beberapa kali mengaduh dan dengan terseok-seok di papah ke tempat tidurnya. Ia minta ditemani mamanya. Dan Samuel menemani adiknya yang paling kecil. Namun belum sampai sepuluh menit, terdengar keluhan tertahan semakin sering dari kamar Samuel.

Kembali Gideon menengok Samuel yang masih dalam kesakitan di kamar tidur. Beberapa kata ia sampaikan pada anaknya untuk menguatkan iman dan meneguhkan pengandalannya kepada Tuhan Yesus Kristus. Sampai akhirnya Samuel tertidur.

Hampir Gideon tertidur disebelah Samuel, ketika tiba-tiba dari mulut Samuel terdengar suara yang cukup serak, demikian, : “ Awas, kamu dukunnya Pnd,.. kamu sudah menyakiti tubuh saya dengan jarum-jarummu,….. “

Gideon segera renungkan apa yang disampaikan Samuel dalam tidurnya. Kemudian segera bangkit menyusun kekuatan menggempur serangan yang sudah mulai menggunakan bentuk yang berbeda dari yang sebelumnya. Ia panggil Yulia dan Wilbert, mempersiapkan minyak urapan dan berdoa terlebih dahulu memohon kekuatan dari Tuhan Yesus Kristus.

Kemudian dengan keyakinan yang penuh bahwa kuasa kegelapan hanya bisa dikalahkan oleh Tuhan Yesus Kristus, segera tangan-tangan yang penuh kasih, menyibak kaos penutup perut dan segera menebar minyak urapan diatasnya dan segera tumpang tangan diatas perut Samuel seraya berdoa dan terus berdoa menghancurkan kiriman kuasa kegelapan dalam bentuk apapun di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus.

Samuel segera bereaksi dengan berteriak, “ panas,.. panas, aduh, panas,.”. dan keluar teriak berkepanjangan yang bisa menegakkan bulu roma bagi mereka yang imannya lemah.

Tidak sampai lima belas menit, Samuel sadar dan terbangun. Rasa sakit di perutnya hilang sama sekali. Bahkan ia bercerita bahwa rohnya melihat adanya seorang dukun yang menggunakan media semacam boneka yang beberapa kali dihunjam dengan benda tajam. Saat benda itu ditusuk, maka perutnya menjadi sakit luar biasa. Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus. Halleluya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: