b. Apa yang terjadi ?,..

Sabtu, 2 Juli 2005 kira-kira pukul 20.30, Gideon meminjam kendaraan mobil Andi dan dibawa pulang ke rumah. Setiba dirumah segera bergegas ke tempat arisan Rt., karena kebetulan Gideon adalah bendahara arisan tersebut sehingga ia “ wajib “ datang.

Acara belum selesai ketika ada informasi dari mas Iwan kawan Gideon yang kebetulan seorang polisi, yang mengatakan bahwa dirinya diminta segera pulang karena Samuel mengamuk. Gideon segera limpahkan tugas sebagai bendahara kepada humas, dan segera kembali kerumah.

Setiba dirumah, ia dapati Samuel sedang bermain-main dengan gunting dan dari mulutnya keluar hujatan-hujatan yang merupakan ciri khas adanya kuasa kegelapan. Istrinya mengatakan bahwa Samuel baru saja bertengkar dengan Wilbert adiknya. Gideon menanyakan dimana adiknya, dan di informasikan bahwa adiknya tengah mengunci diri di kamar. Menangis.

Ketika Gideon mencoba membuka kamar dan mengetuk pintu dimana Wilbert ada di dalam, Samuel berteriak keras, “ dasar pengecut,.. pengecut,…!! “. Pintu tetap tidak dibukakan. Akhirnya Gideon konsentrasi menangani Samuel yang ketika itu sudah mulai mengangkat gunting tinggi-tinggi.

Yulia sudah mulai berdoa menengking kuasa kegelapan, namun tidak berusaha mengambil gunting dari genggaman Samuel. Gideon perlahan-lahan mendekati Samuel sambil terus berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus agar kuasa kegelapan dipatahkan segera, dan segera ambil alih peperangan yang sedang terjadi. Gideon sangat sadar hanya Tuhan Yesuslah yang sanggup memberikan perlindungan bagi keluarganya termasuk Samuel.

Beberapa jengkal jarak antara ia berdiri dan posisi tangan yang terangkat memegang gunting dengan keadaan siap dihunjamkan ke segala posisi, segera Gideon ulurkan tangan secara perlahan mengambil gunting. Ajaib,.. sungguh ajaib. Tanpa perlawanan sama sekali, dan dengan mudah gunting segera berpindah tangan. Dan secara perlahan namun cukup jelas, kuasa kegelapan ditengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan seiring dengan amin yang disampaikan Gideon, Samuel membuka mata dan sadar kembali.

Gideon kembali ke tempat arisan yang memang belum selesai, dan ketika ia selesai dengan urusan arisan dan pulang kerumah, ia dapati Samuel sedang sibuk SMS dengan kawan-kawannya. Dan di kamar dimana ada Wilbert., sudah terbuka, namun Wilbert sedang dalam posisi duduk bersila dan berdoa.

Gideon kemudian masuk kamar dimana Wilbert nampak duduk tepekur, dengan kepala hampur menutupi lutur. Ia kunci pintu dan kemudian memposisikan dirinya duduk bersila tepat dihadapan Wilbert ia tuangkan minyak urapan di kepala anak keduanya, ia berdoa memohon singkapkan apa yang terjadi selama ia tidak ada dirumah, dan singkapkan apa yang terjadi antara Samuel dan Wilbert ia serahkan semua peristiwa kedalam rencana Tuhan saja. Ia hanya berserah diri.

Sepanjang Gideon berdoa, ia mendengar Wilbert menangis tetapi tanpa tersedu sedan. Bahkan ketika Gideon memberikan roti perjamuan ia langsung berikan kedalam mulutnya, dan saat memberikan anggur perjamuan ada tetesan air mata bercampur dengan cairan dari dalam hidung masuk kedalam pot anggur perjamuan dan menyatu kembali masuk kedalam mulut dan ditelan habis.

Secara perlahan Gideon menyanyikan lagu Halleluya berulang-ulang dengan syahdu,.. Tangis Wilbert malahan menjadi-jadi sambil ikut menyanyikan nyanyian Halleluya. Demikian terus berlangsung kurang lebih lima belas menit. Tiba-tiba ia rebah kesamping. Gideon terus menyanyikan nyanyian Halleluya yang sering sekali dinyanyikannya ketika doa malam maupun doa pagi, maupun sebagai pengiring ketika yang lain berdoa.

Kira-kira sepuluh menit kemudian, Wilbert kembali duduk bersila sementara itu nyanyian Halleluya terus dikumandangkan dengan syahdu dan dengan penuh perasaan. Kemudian Gideon meraih tangan kanan dan kiri Wilbert masing-masing disatukan dengan tangannya dan digenggam erat-erat, jari bertemu jari saling silang. Nyanyian terus dilantumkan dengan penuh perasaan dan dengan segenap hati dan jiwa. Wilbert, kembali mengikuti nyanyian Halleluya yang dinyanyikan ayahnya.

Kira-kira lima belas menit kemudian, tubuh Wilbert sedikit terguncang kebelakang dan ketika Gideon meminta ia membuka mata, maka mata Wilbert perlahan-lahan dibuka dan dengan segera ia seka kedua matanya dengan mengangkat kaos yang dipakainya sambil mengatakan, “ Lho,.. kok saya menangis ? “

“ Apa yang terjadi yang bisa kau ingat ? “ kata ayahnya.
“ Yah,.. Roh saya diajak Roh Kudus ke suatu tempat yang demikian tenang dan damai, penuh dengan padang rumput yang hijau. Roh Kudus meminta saya merenungkan apa yang terjadi hari ini. Saya lihat apa yang dilakukan mas Samuel yang kemasukan kuasa kegelapan.
“ Oke,.. sekarang buka mata rokhanimu, lihat siapa yang ada didalam mobil om Andi.” Kembali ayahnya bertanya serius. Wilbert, segera mengambil posisi
konsentrasi menembus alam roh. Kemudian ia katakan, :
“ Di bangku tengah dan belakang ada beberapa pocong dan tidak kurang dari
sepuluh kuntilanak. Mereka sedang mencari-cari sesuatu di mobil itu. Ada satu yang memperhatikan Wilbert dan wajahnya sangat menyeramkan, menakutkan.
Dan salah satu dari mereka yang tadi memasuki tubuh mas Samuel “

Kemudian Gideon mengajak Wilbert berdoa khusus, menghancurkan roh apapun, dalam bentuk apapun di mobil Andi yang berasal dari kuasa kegelapan, yang tidak memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus.

Setelah itu Gideon segera mengambil minyak urapan. Diberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kemudian di oleskan di beberapa tempat di dalam mobil Andi di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Dan ketika Wilbert kembali membuka mata rokhani untuk melihat alam roh, mobil Andi sudah benar-benar bersih. Kuasa kegelapan sudah dihancurkan. Terpujilah nama Tuhan. Halleluya.

Deru campur debu. Ini adalah sebuah ungkapan yang tepat bila berada dalam sebuah perjalanan seperti yang tengah Gideon alami sore itu. Jakarta bila tidak tersiram hujan memang demikian full debu, di barengi dengan gegap gempita lalu lalang berbagai macam kendaraan bermotor yang saling tidak mau mengalah, saling merasa lebih memiliki hak menggunakan jalan raya.

Kondisi ini tidak menyurutkan tekad Gideon dalam mengarungi bahtera kehidupan yang semakin hari semakin sarat dengan berbagai peristiwa yang cenderung meningkatkan detak jantung. Ia sadar dirinya sedang ditempa, di godok bahkan dibakar habis habisan demi sebuah kematangan dalam bersikap dan menentukan arah kehidupan yang berlandaskan kebenaran yang hakiki.

Seperti sore itu, ia beberapa kali dihubungi Samuel dan juga Wilbert agar segera pulang. Dirumah sedang digelar peperangan yang dahsyat demikian tutur mereka kepada ayahnya. Ayahnya hanya mengiyakan dan mengatakan bahwa sedang diusahakan segera sampai kerumah.

Kurang lebih pukul 21.00 Gideon sampai. Sudah disuguhi pemandangan yang sangat tidak sejahtera. Di depan pintu Samuel sudah berdiri dengan tatapan kosong, menyeruak akan keluar rumah. Gideon yang belum selesai melepas tali sepatu mencoba memanggil namanya, tetapi tidak ada respon. Kemudian Samuel melang-kahkan kaki memaksakan diri keluar rumah. Gideon segera tahan dengan satu tangan tetapi tidak kuat menahan, sehingga segera bantu dengan tangan yang satunya. Akhirnya berhasil mendorong Samuel masuk ke dalam rumah.

Ketika Gideon masuk kedalam rumah, ia lihat ada seorang pemuda yang biasa dipanggil Samuel dengan sebutan Louis, dan seorang remaja putri yang dianggap Samuel sebagai adik angkatnya yang bernama Rachel. Ketika mereka melihat keadaan Samuel yang mulai melompat lompat dengan kedua tangan menjulur lurus kedepan seperti vampir mereka segera bersatu padu mengusir kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Gideon meneruskan melepas tali sepatu yang sempat tertunda. Setelah selesai kemudian segera masuk ke dalam rumah. Ia lihat Samuel sudah tumbang dan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Gideon menyapu keseluruh ruangan dengan pandangan yang penuh dengan teka-teki. Misteri apa lagi ini demikian pikir Gideon.

Sementara Gideon memperhatikan sekeliling ruangan, kedua remaja yaitu Louis dan Rachel bertubi-tubi menuturkan kejadian yang terjadi sepanjang Gideon belum sampai di rumah. Gideon menyapa mereka dengan senyum selamat datang dan ungkapan sederhana untuk menguatkan iman dan pengandalan mereka hanya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kemudian Gideon sempatkan membersihkan diri sekalipun hanya sebatas kedua tangan dan kakinya. Setelah itu kemudian menggelar alas yang biasa digunakan untuk doa bersama. Perjamuan Kudus dan minyak urapan segera disiapkan. Gideon segera tempatkan diri mengurapi diri sendiri dengan minyak urapan dengan permohonan agar dikuduskan lebih dahulu sebelum yang lain-lainnya. Setelah itu Yulia istri Gideon, dan Wilbert, tetapi berbareng dengan selesainya Wilbert, Samuel tiba-tiba pingsan tidak sadarkan diri. Tetapi kondisi Samuel yang demikian tidak menghalangi Gideon untuk mengolesi tubuh Samuel dengan minyak urapan.

Maka dengan dibantu Yulia dan Wilbert tubuh Samuel segera dilumuri minyak urapan disertai permohonan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus untuk menghalau, menghancurkan kuasa kegelapan apapun bentuknya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Begitu selesai dilakukan pengurapan, Samuel kemudian sadar dan menceritakan banyak hal apa yang terjadi sepanjang ayahnya tidak ada dirumah, termasuk penuturan menyerangan dukun-dukun yang menyerang Rahel dan bentuk manifestasi di depan mata mereka. Mereka lelah, cape dan ingin istirahat demikian inti penuturan mereka. Tetapi mereka tidak bisa lakukan itu karena serangan datang bertubi-tubi dengan berbagai bentuk.

Pada kesempatan yang lain Ragil., menuturkan kejadian pada sore harinya yang juga lebih jelas dilihat dan disaksikan bahkan dialami Yulia. Pada mulanya terjadi komunikasi antara Rachel dan Louis dan juga Samuel. Rachel menuturkan bahwa belum lama ini terjadi pertengkaran antara dirinya dan kawan-kawannya. Rachel tiba-tiba bisa menembus alam roh, ia lihat bagaimana kawan-kawannya menggunakan kuasa kegelapan didalam menyerang dirinya.

Dan tiba-tiba kelakuan Rachel menjadi aneh, menurut Samuel,.. Rachel kemasukan roh genit. Ini didasarkan atas manifestasinya yang tiba-tiba merayu Louis dan Samuel demikian rupa, padahal mereka hanya sebatas sahabat, walaupun bisa tergolong sahabat karib. Kemudian Louis dan Samuel bersama-sama menengking roh tersebut di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Setelah roh genit hilang, kemudian berganti dengan roh silat, sehingga nampak Rachel memainkan jurus-jurus silat, tetapi yang seperti inipun bisa digempur di dalam nama Yesus Kristus.

Kembali pada keadaan Samuel.
Belum lima menit serangan reda, mendadak Samuel bangkit berdiri sambil mengatakan “ ada bau mayat hidup “. Rachel pun mengatakan hal yang sama. Samuel kemudian mendekati pintu depan sambil menunjuk ke suatu arah tertentu di iringi dengan tengkingan yang kuat di dalan nama Tuhan Yesus Kristus. Ia terus mendekati pintu depan tetapi dalam jarak kurang dari satu meter dari pintu yang dituju, tiba-tiba Samuel terpental dan terlempar kebelakang hampir mengenai ayahnya yang masih duduk bersila. Kemudian Samuel kembali roboh pingsan tidak sadarkan diri.

Entah apa yang terjadi kemudian Rachel yang sedang berjalan disamping tubuh Samuel yang tergeletak tiba-tiba jatuh seperti ada yang menyengkat kakinya. Rachel jatuh persis di sebelah Samuel pingsan, dan yang terjadi kemudian adalah Rachel bermanifestasi kuasa kegelapan.

Dengan tatapan matanya yang liar menebar pandangan sekeliling dengan geramnya, tangan dalam posisi mengembang siap dengan serangan. Tetapi kemudian Yulia segera menyergap dari arah kaki sambil mencoba menguasai kedua tangan Rachel sambil menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Sedangkan Gideon segera menebar minyak urapan kedalam tubuh Rachel dari ujung kepala sampai ke bagian tubuh yang lain di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Hujatan demi hujatan terlontar dari mulut Rachel diantaranya dikatakan, :
“ Hai,.. kalian semua,.. dengar ya,.. mengapa dari tadi kalian mengusir aku ?,.. ha,.. ha,.. ha.,.. mengapa ?,..

Saat mulut menganga, segera Gideon guyur dengan minyak urapan kedalam mulutnya,.. Apa yang terjadi kemudian,.. ? Rachel berteriak kepanasan,.. “ Aduh,.. panas, panas,… panas !! “ demikian teriaknya. Hujatanpun berhenti.

Tidak lama kemudian Rachel menjadi tenang dan akhirnya kembali sadar, dan berbareng dengan itu Samuel pun juga sudah sadar dan bersama-sama duduk sambil merenungkan kejadian yang baru saja mereka alami. Saat mereka asyik dalam sebuah perbincangan, tiba-tiba Samuel berkata,
“ Coba kalian perhatikan,.saya seperti mendengar suara hujan rintik-rintik “
“ Itu bukan suara hujan, tetapi suara mobil papah saya “ sahut Rachel yang hafal betul suara mobil ayahnya.

Benar yang dikatakan Rachel, kedua orangtuanya lah yang datang bersama seorang wanita separoh baya yang kemudian diketahui seorang hamba Tuhan yang bernama Ibu Mike dari Manado. Beliau diajak kedua orang tua Rachel agar datang ke alamat rumah Gideon yang mengkhawatirkan kondisi Rachel yang beberapa kali mendapat serangan kuasa kegelapan.

Setelah beberapa saat saling memperkenalkan diri, langsung di gelar doa malam yang dipimpin Ibu Mike yang menurut menuturannya sudah 11 tahun melayani Tuhan sebagai hambaNya. Beliau juga mengatakan bahwa beliau seangkatan dengan bapak Pdt. Y. Pariaji ketika masih kuliah dulu.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Maaf Bapak tadi saya akan sharing tapi anak saya ada disamping saya padahal yang akan saya sharingkan tentang dia.
    begini ceritanya, kira-kira 1 bln yang lalu anak saya seorang remaja klas 3 SMU datang terlambat kesekolah, setelah dia masuk kelas lalu dengan kasarnya guru olah raganya menyuruhnya pulang karena datang terlambat. Dia jadi stress karena merasa dipermalukan didepan temen2. Sejak saat itu mungkin saking depresinya dia mabuk2 an dan berteman dengan geng dan juga suka sekali dg musik-musik yang didalam roh saya amat tidak damai. Saya sebagai ibu begitu terpukul sekali melihat anak saya melakukan hal-hal yang amat tidak berkenan pada Tuhan dan juga amat malu sekali pada tetangga yang katanya keluarga kristen tiap hari minggu pergi kegereja tapi dalam kehidupannya sama dengan orang yang sama sekali tidak mengenal Yesus sebagai Tuhan. Keadaan rumah tangga saya juga amat memprihatinkan dalam arti komunikasi antar orang tua dng anak tidak akrab. yang kata anak saya apabila ada temen yang menginap dirumah apabila malamhari ada mendengar suara kegaduhan yang ganjil padahal seisi rumah pada tidur nyenyak. Rumah tangga juga seakan-akan persoalan timbul silih berganti. Yang saya inginkan dari Bapak yang tak kira rumah Bapak ada di Jogja adalah doa pelepasan didalam rumah saya. Tapi saya yakin melalui keluhan saya ini bapak juga dengan senang hati mau mendukung saya dalam doa tentang situasi rumah tangga saya dan juga tolong saya bantu dalam dukungan doa agar Tuhan membawa saya dan suami saya dalam sudut pandangNya tentang situasi rumah tangga saya saat ini dan apa yang harus saya lakukan sesuai dengan kehendakNya agar kemenangan yang telah Dia sediakan bagi rumah tangga saya betul-betul tergenapi. Saya amat membutuhkan dukungan doa Bapak untuk saat ini didalam situasi yang memanikkan saya dalam menghadapi kemelut ini terutama jiwa anak saya yang baru saja 2.5 bulan yang lalu mengakui iman kepercayaannya dalam bentuk Sidhi. Doa Bapask amat saya tunggu. Trimakasih sebelumnya atas segala dukungan yang kiranya betul-betul terjadi diluar akal dan kemampuan saya sebagai manusia.

    • Ibu Puspa,..
      Saya ikut prihatin dengan apa yang anak ibu alami,.. tetapi satu hal yang perlu ibu ingat adalah bahwa Tuhan tahu setiap pergumulan anak-Nya termasuk anak ibu. Tuhan tahu pergumulan ibu dan Tuhan tahu seberapa mampu ibu menanggung semua itu.

      Bila ibu sudah selesai membaca ” Kesaksian ” yang kami alami, ibu bisa bayangkan betapa hari-hari kami penuh dengan ketegangan dan peperangan, derai air mata dan kesedihan yang demikian mendalam. Tetapi akhirnya kami bisa mengerti bahwa itulah proses yang Tuhan ijinkan terjadi pada keluarga kami agar kami lebih menyadari siapa diri kami di mata Tuhan. Akhirnya kami bersyukur dengan apa yang pernah kami alami karena melalui peristiwa yang saling menyusul, kami diproses Tuhan, kami digembleng, kami dididik, agar kami mengenal Tuhan lebih dalam lagi.

      Ibu Puspa,.. saran saya untuk ibu,.. serahkanlah segala permasalahan yang ibu hadapi di kaki Tuhan Yesus. Rasakan bahwa Tuhan Yesus tengah memproses ibu melalui anak ibu. Raih tangan-Nya dan pegang kuat-kuat, terus minta bimbingan Tuhan melalui doa yang sungguh-sungguh. Akui segala kesalahan ibu semuanya dan mohon ampunan-Nya, tetapi lebih dahulu ibu harus mengampuni siapapun yang pernah menyakiti ibu semuanya tanpa kecuali. Kemudian minta urapan Tuhan, jamahan Tuhan bagi ibu dan seluruh keluarga. Biasakan membuka doa pagi bersama seluruh keluarga dan menutup hari dengan doa malam bersama seluruh keluarga. Jangan lupa minta apa yang ibu butuhkan pada Tuhan. Ingat bahwa ibu adalah anak-Nya. Seorang anak layak meminta kepada orang tuanya. Tuhan senang apabila anak-Nya meminta kepada-Nya.
      Lakukan ini terus menerus bagaikan tarikan nafas kehidupan, dan jangan pernah lewatkan. Kemudian rasakan proses Tuhan selanjutnya. Ikuti apa maunya Tuhan bukan apa maunya ibu. Cari perkenan Tuhan, jangan perkenan manusia. Hiduplah benar dihadapan Tuhan, bukan dihadapan manusia. Gunakan cermin sebagai tolok ukur yang benar yaitu firman Tuhan yang terdapat dalam Alkitab.

      Seberapa lama Tuhan memproses anak-anak-Nya ? Ini adalah waktu Tuhan. Ibu justru layak berbahagia karena sedang mengalami fase peningkatan untuk naik setingkat lebih tinggi. Jangan sia-siakan, terus maju dan rasakan betapa Tuhan sangat mengasihi ibu dan keluarga ibu melalui apa yang dialami oleh anak ibu.

      Tentang suara-suara asing di rumah ibu, tentang keributan rumah tangga yang sering terjadi, tentang apapun yang membuat ibu tidak nyaman, jangan membuat ibu takut, ingat bahwa Roh Tuhan yang ada dalam diri ibu lebih kuat dari roh apapun di dunia ini ( 1 Yohanes 4:4). Ibu sebagai orang percaya memiliki power, memiliki potensi untuk mengalahkan semua bentuk gangguan dari kuasa kegelapan ( Markus 16:16-18, dan Lukas 10:19).

      Teriring doa bagi ibu dan keluarga ibu, kami mohon diri dan Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: