f. Jari yang tertinggal.

Ke esokan harinya, yaitu Jum’at 8 Juli 2005 ketika selesai doa pagi, Gideon merasakan ada sesuatu yang nggak beres pada punggungnya. Kepada Wilbert ia katakan, “ Coba lihat ada di punggung papa,.. sepertinya ada yang mampir,.. “

Kemudian Wilbert berdoa dan setelah selesai berdoa ia katakan, “ Ada tangan yang mencengkeram,.. “. Dan segera Wilbert, menggunakan otoritas Tuhan Yesus untuk menghancurkan tangan-tangan kuasa kegelapan. Dan seketika itu juga punggung Gideon menjadi enteng.

Tetapi ketika tiba di tempat pekerjaannya, saat ia menarik nafas dalam-dalam ada merasakan nyeri pada punggung kanan sebelah dalam. Dan ketika ada kesempatan menghubungi Wilbert melalui tilpon, Gideon meminta agar Wilbert kembali melihat punggung ayahnya. Maka tidak lama kemudian Wilbert mengatakan bahwa dipunggung papa, ada jari yang ketinggalan dan bersembunyi di sela-sela tulang punggung.

“ Minyak urapan ! “ jawab Wilbert ketika ayahnya bertanya penanganannya.

“ Nggak ada minyak urapan disini “

“ Nanti sore Wilbert bawakan “

Hari itu seorang Gideon yang selama ini giat menggempur kuasa kegelapan, biasa tumpang tangan pada keluarganya yang sakit, mendapat giliran terkena tangan-tangan si jahat. Apakah Gideon dalam kondisi yang lelah dan lemah sehingga bisa ditembus panah api sijahat ?,.. hanya Tuhan yang tahu.

Akan tetapi, bukankah tidak tertutup kemungkinan bahwa yang seperti itu di ijinkan terjadi oleh Tuhan Yesus sendiri agar Gideon bisa merasakan sakitnya mendapat serangan yang diakibatkan pekerjaan kuasa kegelapan.

Dan ketika sore harinya, Wilbert menjumpai ayahnya. Kembali ia cek langsung, dan dengan minyak urapan yang berasal dari minyak goreng kemudian di doakan dan diberkati di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, di oleskan pada punggung ayahnya, dan jari yang masih bersembunyi di punggung di hancurkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Seketika itu juga rasa sakit berpindah ke depan di daerah dada. Kemudian masih dengan minyak urapan di dada kiri dioles dengan diserta doa. Dan berangsur-angsur rasa sakitpun hilang. Puji Tuhan.

Sore itu memang Wilbert ada di Poliklinik GKD untuk menunggu dalam rangkaian perjalanannya ke Kebumen dan Samuel menunggu untuk ikut doa semalam suntuk di Kondominium yang dimulai pukul 22.00. Dan ketika Samuel sudah terbebas dari rasa sakit di punggung dan dada, disaksikan oleh Wahyu W, Wilbert diminta melihat di ruang Poliklinik, siapa saja yang ada di situ. Sejenak Wilbert konsentrasi berdoa agar dibukakan mata rokhani, maka setelah membuka mata ia jelaskan siapa saja penghuni ruangan Poliklinik. Di ruang Dokter dikatakan ada banyak sekali tuyul dan kuntilanak, diruang sebelahnya, ada juga pocong dan kuntilanak, dan di ruang administrasi juga banyak tuyul, kuntilanak dan pocong, demikian juga di ruang gawat darurat. Banyak pocong dan kuntilanak. Wilbert mendapat menjelasan dari Roh Kudus, bahwa sebenarnya ada jin yang memang di minta keluar dari ruangan Poliklinik karena Wilbert, belum siap untuk melihatnya.

Bahkan ketika Wilbert, akan berjalan ia menginjak satu tuyul yang tidak mau menyingkir. Si tuyul itu menjadi gepeng tetapi setelah bebas dari injakan segera normal kembali menjadi sosok anak kecil dengan kepada gundul dan wajah mengerikan dan hanya memakai celana pendek.

Apa yang pernah dilihat Dewi di Poliklinik ketika itu memang benar sama seperti yang Wilbert lihat, bahkan bertambah banyak.

Sementara Wahyu yang masih nampak terkesima dan tidak menduga demikian banyak kawan-kawan yang tidak nampak di Poliklinik. Gideon dan Wilbert segera tinggalkan Jakarta dengan menggunakan Sumber Alam menuju ke Kebumen. Sepanjang jalan Wilbert demikian asyik mempermainkan Hp., ayahnya. Sepertinya ia tidak punya beban apapun dengan apa yang baru saja terjadi di Poliklinik.

Menjelang pagi Gideon terbangun, Wilbert menceritakan pengalamannya ketika ia beberapa saat membuka mata rokhani. Ia lihat ada rumah kosong, memang benar-benar rumah kosong, tetapi ia lihat seperti ada rapat besar yang dihadiri para setan, dedemit dan sebangsanya dengan berbagai bentuk yang sangat mengerikan. Ada beberapa yang memperhatikan Wilbert tetapi mereka tidak berbuat apa-apa, karena Wilbert meminta Roh Kudus agar jangan ada satupun yang mengikuti perjalanannya. Ada satu yang sempat terbang mendekati bus yang dinaikinya tetapi segera pergi dihalau oleh Roh Kudus.

Pukul 06.00 kurang sedikit, sampai ke tempat yang dituju. Sruweng. Disitu sudah ada HE yang memang menjemputnya pagi itu. Dan kira-kira setengah jam kemudian sampai ke rumah yang dituju. Gideon dan Wilbert demikian juga HE sampai dirumah leluhur. Lirap. Ia berjumpa dengan Ririn adik perempuan satu-satunya yang selama ini menempati rumah orang tua mereka.

Pertemuan singkat sesama saudara sedarah, pagi itu terasa kurang lengkap, karena disamping ada acara pernikahan di tetangga yang juga masih saudara, juga karena sepertinya ada benang kusut membelenggu kaki-kaki mereka. Satu sisi merasa bahwa Tuhan begitu baik, sehingga karena begitu baiknya sehingga Tuhan membentuk pribadi mereka sedemikian rupa sehingga mereja jadi seperti sekarang ini. Pada sisi lain merasa bahwa yang dijalaninya selama ini sudah benar. Tidak ada yang salah meskipun didepan mereka tergelar bukti yang sangat jelas bahwa orang tua mereka menjadi korban dari tipu daya kuasa kegelapan.

Ririn menceritakan menjelang kepergian ibu mereka, jam 03.00 ia diminta ibu, agar mengantar ibu mereka kebawah pohon sawo di depan mereka. Wajarkah yang demikian ?. Dan bukan suatu kebetulan bahwa akhirnya beberapa rajah dengan tulisan bahasa Arab ditemukan di suatu tempat oleh anak perempuannya.

Gideon dengan sisa keletihan membuka pintu belakang. Ia tatap rumah kosong, yang sudah lama sekali tidak ditempati penghuninya. Ia mendengar banyak kata orang yang mengatakan bahwa di rumah kosong itu banyak hantunya. Bahkan ia ingat ketika Agung TP kawan sekantor datang kerumahnya, merasakan bahwa didalam rumah kosong dihuni mahluk yang tidak nampak demikian banyak. Sudah merupakan keluarga besar bangsa lelembut.

Kemudian Gideon mengajak doa pagi HE dan Wilbert di rumah kosong milik keluarga mereka yang dibeli dari seorang ibu yang juga masih kerabat. Mereka menggelar tikar di lantai. HE memetik gitar dan mulai diadakan doa ucap syukur nyanyian penyembahan dan terakhir pembersihan rumah dengan doa doa khusus, menghancurkan dan mematahkan keberadaan kuasa kegelapan.

Saat Gideon mulai memasuki rumah tua itu, mulai merasakan bahwa kehadirannya tidak diinginkan mereka. Ada tanda-tanda khusus dimana bisa Gideon rasakan mereka seakan-akan ingin tunjukkan keberadaan mereka. Tetapi kembali Gideon justru tengking mereka semua apapun ujud dan perangainya, di usir di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Wilbert diberikan tugas khusus oleh ayahnya agar terus komunikasi dengan Roh Kudus dan memohon dibukakan mata rokhaninya untuk terus memantau siapakah mereka yang selama ini menghuni rumah tua itu. HE terus memainkan gitarnya mengiringi nyanyian puji-pujian sambil sesekali mendukung doa Gideon mematahkan kuasa kegelapan apapun bentuknya didalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kurang lebih setengah jam berlalu sudah. Doa dan nyanyian selesai dipanjatkan. Tengkinganpun sudah berakhir. Mereka masing-masing membuka mata. Suasana terasa sangat berbeda dibanding ketika mereka memasuki rumah tua ini. Angin yang masuk melalui sela-sela bangunan yang sudah mulai rapuh tidak lagi menegakkan bulu roma melainkan menyejukkan hati dan menenteramkan jiwa.

Wilbert menuturkan siapakah yang selama ini menempati rumah tua itu. Mereka adalah keluarga kuntilanak, pocong dan kelompok tuyul yang demikian banyak. Mereka semua lari tunggang langgang terutama ketika penyembahan, bahkan beberapa tuyul saking banyaknya mereka seperti antri meninggalkan rumah ini, dan kemana mereka para tuyul itu pergi ? Ternyata mereka bersembunyi di dalam Gereja, persisnya dibelakang mimbar. Demikian Wilbert, menuturkan.

“ Papa lihat rantai yang terjulur diatas kita ? “ kata Wilbert, sambil menunjukkan  suatu benda yang memang rantai dan besi yang selama ini digunakan sebagai  gantungan timbangan dacin.

“ Ya,.. kenapa dengan rantai ini ? “ tanya ayahnya.

“ Rantai ini kalau malam menjadi mainan ayunan keluarga setan-setan itu.”

“ Kamu tahu dari mana ? “

“ Roh Kudus memberitahu Wilbert “

Kemudian Gideon meminta agar Wilbert, melihat di rumah utama. Siapa saja yang menghuni, selain yang bisa dilihat dengan mata jasmani.

“ Di ruang depan ada kuntilanak, kemudian di ruang sebelahnya juga ada  kuntilanak, dan juga pocong, dan setiap kamar ada penghuninya “ jawab Wilbert yang masih membuka mata rokhani.

“ Mengerikan sekali “ komentar Gideon..

“ Tetapi mereka mulai gelisah dan mereka kelihatannya sedang bersiap-siap  meninggalkan kamar-kamar itu. “ kata Wilbert, dengan tetap tenang.

“ Bagaimana dengan gereja ? “ tanya Gideon ingin tahu.

“ Lebih banyak lagi, terutama di belakang mimbar, tuyul-tuyul berjejal-jejal “

Gideon renungkan apa yang disampaikan anaknya. Mengapa tempat yang selama ini menjadi tempat berbakti, tempat berlindung dan menjadi tempat tinggal masa kecil mereka justru merupakan tempat persembunyian kuasa kegelapan tanpa disadari ? Apalagi bila Gideon ingat ketika berkunjung ketempat resepsi yang diadakan oleh tuan rumah yang seorang Prister, dan mempelai laki-lakinya juga seorang Prister, dan hajatan hari itu adalah dikhususkan undangan keluarga Gereja, tetapi nyanyian yang disuguhkan penyanyi orgen tunggal sangatlah mengundang “ belas kasihan “. Mengapa ?

Dari lagu yang disuguhkan, lenggang-lenggok penyanyinya, syair-syair yang diper-dengarkan tidak ada bedanya dengan persembahan mereka yang tidak mengenal Kristus. Tetapi dengan bangganya Prister yang sebagai penyelenggaranya menawarkan kepada para tamunya dengan mengatakan, “ Ayo siapa yang mau menyumbang lagu ? “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: