h. Dibalik mata Nelly,.

Dahan ataupun ranting yang rapuh, adalah dahan yang sudah tidak mendapat aliran makanan dari pokok pohon. Dimulai dari daun yang menguning, pucat dan kemudian satu demi satu jatuh berguguran. Kalaupun ada buah yang sempat tumbuh, buah itu tetap kerdil dan lama kelamaan menjadi layu dan akhirnya jatuh ketanah. Mengapa dahan bisa rapuh, banyak alasan yang bisa menjelaskannya.

Tuhan Yesus Kristus adalah pokok anggur yang benar. Siapakah ranting-ranting yang diharapkan-Nya ? Dialah yang menghasilkan buah. Sedangkan ranting yang tidak menghasilkan buah akan dikerat dan dibuang ke tempat pembakaran. Ranting yang menghasilkan buah, adakah relevansinya dengan apa yang di tulis Rasul Paulus dalam Galatia 5:22-23 ?, mari kita renungkan :

Tetapi buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Kemudian siapakah dahan yang dikerat dan dibuang ke tempat pembakaran ?. Mari kita lihat di dalam Galatia 5:19-21. Adakah relevansinya ?

Perbuatan daging telah nyata, yaitu : percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya ……., Barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.

Dinding yang mulai kusam termakan usia, bukan merupakan penghalang bagi Gideon dan anak-anaknya untuk menempel tulisan-tulisan yang merupakan cuplikan dari beberapa ayat dalam Alkitab, termasuk beberapa diantaranya adalah seperti tersebut diatas.

Diakui atau tidak, terkadang barometer itu perlu, untuk mempertegas garis lurus. Perbuatan yang mana yang akan menuai kebahagiaan kekal dan perbuatan mana yang akan berakhir pada kesengsaraan kekal. Kebahagiaan kekal dan kesengsaraan kekal bukanlah takdir, dan juga bukan warisan ataupun keturunan, tetapi merupakan pilihan. Tetapi khusus untuk anak-anak Gideon mereka tidak lagi diberikan pilihan melainkan diberikan kewajiban dan tanggung jawab. Karena kalaupun mereka masih hidup tetapi hidup mereka mereka bukan lagi milik mereka sendiri melainkan milik penebus mereka yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Segelintir orang dengan mudah mengeluarkan kata-kata tak senonoh, kata-kata kasar tanpa sebab yang pasti, memperkatakan kata-kata yang sia-sia, kata-kata yang menghakimi diri sendiri dan juga orang lain, bahkan dengan mudah menghujat sesama manusia. Tidak sulit menemukan orang-orang yang demikian. Mereka ada disekitar kita. Bahkan mungkin saudara kita yang kita kasihi, sekalipun mungkin saja dibumbui dengan suasana “ guyon “.

Tuhan Yesus mengatakan di dalam Matius 12:36, demikian :

Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap kata sia-sia yang di ucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

Saat mata mulai sayu dan langkah kaki semakin terseret kaku. Ia yang seharus-nya menjadi suri tauladan. Yang mestinya teguh dalam kata dan perbuatan. Yang selayaknya menjadi gambaran bijak. Tidak salah kalau ia dengan sekuat tenaga, mencari sebuah hakekat sebuah kebenaran yang hakiki. Demi tegaknya sebuah kebenaran yang berasal dari Tuhan Yesus Kristus. Ia harus menjadi orang kuat. Kuat di dalam Tuhan dan kebenaranNya.

Bukan saat yang tepat kalau ia masih andalkan manusia, dan mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia harus mengandalkan sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada pilihan lain. Ia yang tidak lagi mengenal dirinya sendiri, tidak mengenal kekuatan penebusnya, sudah mulai harus mengenal siapa dirinya sebenarnya, siapa Tuhan dan Juruselamatnya.

Ia yang sepertinya alergi terhadap Alkitab, harus dan harus serta harus mulai menyadari bahwa Alkitab itulah kekuatan Allah, dan melalui Alkitab,.. rahasia-rahasia Allah dibukakan, dibeberkan dengan sangat jelas dan gamblang. Tiba saatnya membuka hati, membuka wawasan dan berserah diri kepada Tuhan Yesus Kristus. Bukan kepada manusia. Mari perhatikan dengan seksama apa yang tertulis dalam Yeremia 17:5

Beginilah firman Tuhan : “ Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan !”

Juga perhatikan dalam Yeremia 17:7

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN !

Siapakah yang tahu esok apa yang akan terjadi ?. Siapakah yang tahu kapan hari terakhir ia hidup. Bila hal ini ditanyakan pada seseorang, jawabannya adalah sangat umum yaitu tidak ada. Yang dialami Mr. Saut belum lama ini, juga sangat tidak diduga.

Jum’at 15 Juli 2005. Samuel bertekad ikut doa semalam suntuk di Dom of Tiberias.

Kali ini ia tidak bersama-sama dengan ayahnya, karena ayahnya ada acara yang membutuhkan fisik yang prima sehingga ayahnya bermaksud menghimpun tenaga. Ayahnya tidak ikut doa semalam suntuk. Kurang lebih pukul 00.00 Samuel menelpon ke rumah. Ayahnya yang mengangkat. Samuel bertanya apakah jam 03.00 sudah ada kendaraan umum untuk pulang ke rumah ?, kemudian ayahnya menjelaskan bahwa tidak harus pulang pada jam-jam itu, beristirahat saja di kantor dimana ayahnya bekerja, dan baru pagi harinya melanjutkan pulang.

Kurang lebih pukul 06.00 Yulia membangunkan suaminya yang masih tidur pulas, dan antara sadar dan tidak suaminya dengar Yulia mengatakan bahwa Samuel pulang bersama-sama dengan kawannya yang sedang manifestasi. Suaminya sempatkan merenungkan siapa yang datang, tetapi tidak lama kemudian dengan masih menggunakan pakaian tidur, bergegas ke ruang tamu. Belum ada siapa-siapa disitu. Ternyata masih dihalaman rumah. Segera ia tahu bahwa yang datang adalah Mr. Saut kawan SATnya dengan beberapa anggota keluarganya.

“ Pak Gideon, saya mohon maaf telah mengganggu istirahat bapak “ tergopoh -gopoh Mr. Saut menjumpai Gideon yang masih tanda tanya ada apa.

“ Oh,.. Mr. Saut,.. nggak masalah,..ayo, silakan masuk “ sambut Gideon pada kawan SATnya.

Sementara itu adik ipar Mr. Saut yang juga kawan SAT Gideon yang bernama Nelly di tuntun keluar dari kendaraan. Oh,.. ternyata Nelly itu yang dikatakan Yulia kawan Samuel yang bermanifestasi. Dari sinar matanya memang Gideon lihat berbeda dari sorot mata yang pernah dikenalnya selama ini. Dan inilah awal kejadian yang luar biasa yang dimulai dari pukul 06.00 lebih sedikit.

Tanpa basa-basi Gideon segera mempersiapkan ruangan khusus untuk “ ber-perang”. Termasuk alas lantai dan juga minyak urapan. Hal-hal yang tidak perlu dan membahayakan tubuh disingkirkan dari ruangan. Tidak lupa memasang pengaman pada pintu agar tidak terjadi “ pelarian “. Atmosfir kuasa kegelapan mulai terasa menyeruak menembus ruang dimana Nelly dibawa masuk.

Tatapan mata Nelly yang sudah nampak merah, demikian liar dan sangat tidak bersahabat. Gideon rasakan itu bukan mata sahabatnya. Tetapi ia sangat yakin siapapun dia yang ada dibalik mata itu, sudah ditaklukkan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Sehingga sedikitpun Gideon tidak gentar karena merasa bahwa Roh Kudus di dalam dirinya lebih besar dari roh apapun di dunia ini.

Nelly duduk di kursi merah yang sebenarnya tidak bisa dikatakan utuh. Compang-camping disana-sini. Sebagai saksi bisu atas ganasnya pekerjaan kuasa kegelapan. Saat kuasa kegelapan itu datang dengan berbagai manifestasi dan kerusakan yang ditimbulkannya melalui Samuel, dipukul mundur oleh Tuhan Yesus Kristus. Setan lari,.. tetapi saat ada celah ataupun kesempatan ia datang lagi, merusak lagi, dipukul mundur lagi. Demikian berulang-ulang. Sampai kapan ini berakhir, Gideon tidak peduli. Ini adalah waktunya Tuhan, yang penting bagi Gideon adalah Tuhan senantiasa ada di dalam hidupnya dan hidupnya ada didalam tangan Tuhan Yesus Kristus.

Kembali pada Nelly,.. beberapa kali dari mulutnya keluar perkataan yang kurang jelas, dan sesekali berbicara dalam bahasa Inggris dengan lafal lidah orang barat, sehingga tidak tahu apa yang dikatakannya. Gideon tergerak mengajak Wilbert melihat siapa dibalik Nelly. Tetapi pada jarak kurang lebih tiga meter sebelum mencapai ke tempatnya, Nelly tiba-tiba melompat dari kursi dan jongkok di sudut ruangan dengan wajah ketakutan, tangan menunjuk – nunjuk Gideon dan Wilbert yang berdiri mematung di tempat sambil berteriak, “ Saya tidak mau dia,.. saya tidak mau dia kesini ,.. ayo pergi !!,.. “ teriaknya ketakutan.

Gideon dan Wilbert justru berjalan mendekat kearah Nelly yang semakin nampak ketakutan. Tanpa diduga Gideon, dalam keadaan terpojok Nelly tiba-tiba bangkit berdiri mengadakan serangan secara fisik. Kemudian merangsek kearah kaki, membuka serangan terlebih dahulu. Gideon dan Wilbert tetap berdiri tegak dengan sikap waspada mengandalkan kekuatan Tuhan Yesus Kristus, dan tidak henti-hentinya menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

“ Sudah,.. jangan usir aku,.. jangan ganggu aku,.. “  teriaknya sambil meraih dengan kedua tangannya kaki Gideon dan berusaha memeluknya.

Gideon berusaha membebaskan diri dari pelukan Nelly dan terus menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, sementara yang lain menyanyikan nyanyian peperangan.

Tidak lama kemudian Nelly mengubah gerakan tubuhnya seperti gerakan ular, tetapi segera roh ular naga ditengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.  Kemudian berubah lagi dengan bentuk manifestasi yang lain, ditengking lagi di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan berganti lagi dengan bermacam-macam bentuk manifestasi silih berganti sampai berlangsung kurang lebih 2 jam, Nelly belum terbebas.

Kemudian tergerak menggunakan darah Yesus. Maka Gideon menggunakan air minum, diberkati agar menjadi darah Yesus di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Setelah itu dipercikkan ke kepala Nelly beberapa kali. Yang terjadi adalah setiap kali percikkan air menyentuh kepala Nelly atau bagian-bagian tubuhnya yang lain, ia berteriak kesakitan. Ia meronta dan meminta jangan ditetesi lagi, tetapi terus menerus dipercik dengan darah Yesus. Ia berontak dan nyaris kakinya menendang gelas yang berisi air minum yang diyakini menjadi darah Yesus. Masih belum terbebas. Setan masih mencengkeram Nelly. Justru guling sana guling sini.

Keringat sudah mulai membasahi tubuh, ketegangan nampak tidak bisa disembunyikan oleh mereka yang hadir di rumah Gideon terutama yang belum pernah melihat peristiwa peperangan di alam roh. Tiba-tiba Wilbert mengatakan, “ Pah, Roh Kudus bilang, dengan cambuk Tuhan Yesus dan pedang Roh “. Kemudian. Maka segera Gideon berdoa kepada Tuhan, memohon pinjam cambuk Tuhan Yesus.

Setelah di imani bahwa cambuk sudah ditangan, segera Gideon berteriak dengan lantang. “ Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, inilah cambuk Tuhan Yesus Kristus yang berlumuran darah Tuhan Yesus sebagi penebus dosa manusia yang percaya “ dan berbareng dengan itu Nelly berteriak dengan kuat, apalagi ketika tangan Gideon sudah terayun keatas siap untuk melecut cambuk yang sudah siap ditangan. Maka tak terelakkan lagi Nelly berguling-guling menghindari sentuhan cambuk yang berulang kali di lecutkan ke tubuh Nelly.

Namun kuasa kegelapan itu membandel sehingga Darwanto segera meminta Wilbert agar mengatakan dengan keras firman Tuhan di dalam Wahyu 20:10 sebagai pedang roh. Maka dengan didengarnya Wahyu 20:10 yang diucapkan berulang-ulang dibarengi dengan lecutan cambuk yang berkesinambungan maka tidak lama kemudian Nelly pun berteriak dengan keras dan berkepanjangan dan akhirnya diam seketika dan tubuh nampak lunglai. Ia seperti pingsan tidak sadarkan diri.

Suasana yang demikian hiruk pikuk diruangan itu, sedikit demi sedikit berangsur menjadi pelan dan akhirnya berhenti sama sekali. Hanya desah nafas yang terdengar seperti suatu kelegaan akhirnya mengisi ruangan itu disertai saling tatap mata kekaguman yang luar biasa pada Yesus Kristus yang telah campur tangan pada peperangan yang baru saja berlangsung. Apakah memang peperangan sudah usai ? Ternyata ini baru permulaan dari peperangan yang sesungguhnya yang terjadi beberapa jam kemudian.

Gideon pagi itu sebenarnya ada acara yang sudah dirancang beberapa hari sebelumnya, sehingga ketika Nelly sudah nampak tenang, ia berbincang dengan Mr. Saut bahwa ia akan pergi sebentar, tetapi akan berusaha kembali pukul 11.00 siang, karena jam 11.00 terjadual pelepasan bagi Samuel dan Wilbert, yang akan dilakukan oleh Ibu Mike lengkap dengan teamnya. Dan secara khusus Gideon mengundang Mr. Saut dan rombongan kecilnya agar bisa ikut dalam acara jam 11.00 nanti karena bertalian erat dengan yang terjadi pada diri Nelly.

Maka Gideon segera meluncur kesuatu alamat, meninggalkan rumah berikut segala permasalahan yang tengah dihadapinya. Dan pada pukul 11.15 baru kembali dengan membawa sepeda motor Yupiter Z dari tempat Andi di Cililitan. Sesampai dirumah ternyata Ibu Mike berikut teamnya belum sampai, tetapi mendapat khabar bahwa sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Gideon.

Sekilas Gideon lihat Mr. Saut dan keluarganya nampak lesu dan lelah. Ini bisa dipahami karena mereka baru saja mengikuti doa semalam suntuk di Dom Of Tiberias. Malahan ada yang tidak sempat membersihkan diri sehingga nampak sangat letih. Sementera itu Nelly sudah bisa duduk dengan tenang di kursi tamu. Namun ketika dilihat kondisi matanya, nampak sekali bahwa yang menguasai Nelly masih bukan dirinya sendiri. Apa dan siapa ? Akan tiba saatnya terungkap siapa dibalik mata yang sangat tidak ramah itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: