q. Akhir Introduksi PL

Rabu, 31 Agustus 2005.

Pertemuan ke 10 untuk  Mata pelajaran IPL yang disampaikan Pdt, Drs. Hariyanto di Grand Mall – Bekasi, di akhir pertemuan diadakan pencurahan Roh Kudus kepada setiap siswa. Kemudian Bp. Haryanto mengundang siswa yang tergerak menerima urapan Roh Kudus untuk maju ke depan.

Satu demi satu para siswa menerima tumpangan tangan Bapak Haryanto setelah lebih dahulu menyanyikan puji-pujian dan penyembahan. Beberapa siswa tidak lagi kuat berdiri. Ada yang jatuh dan bergulingan di lantai sambil manifestasi, ada yang hanya jatuh terlentang sambil menggumankan bahasa – bahasa yang kemungkinan adalah bahasa roh.

Ada yang jatuh tertumpu pada lutut dengan sikap tangan menyembah dan keluar dari mulutnya bahasa-bahasa yang sulit dimengerti apa artinya. Ada yang segera bangun kembali tetapi ada juga yang manifestasinya berkelanjutan, sampai ada yang berlari kian kemari menarik perhatian para siswa yang lain. Diantara yang mendapat tumpangan dari Pdt. Hariyanto adalah pemain musik yang dikenal dengan Ronald. Musik yang semula mengiringi nyanyian penyembahan, berubah menjadi tidak teratur dan bahkan menjadi kacau karena tangan Ronald tidak lagi tertuju pada tust yang seharusnya, melainkan tenggelam dalam suasana urapan Roh Kudus, bahkan akhirnya Renold jatuh ke belakang Organ yang tengah dimainkannya.

Salah satu siswa SAT yaitu Nia bahkan lebih membuat sibuk kawan-kawannya. Betapa tidak, karena dia berusaha keluar ruangan, dengan mencoba berlari menuju pintu keluar. Siapapun yang menghalanginya diterobosnya dengan kedua tangannya yang juga dibarengi dengan tendangan kedua kakinya. Beberapa kawannya terkena pukulan tangannya sampai ada yang menjadi marah dan saling tuding, saling tuduh “ kesetanan “. Ada pula yang terkena tendangan kakinya.

“ Jangan hiraukan dia, setan senang kalau dia diperhatikan ! “ teriak seseorang ketika melihat perhatian orang justru tertuju pada Nia yang menjadi semakin nampak ganas dan tidak terkendali. Namun suara itu tidak dihiraukan karena mereka khawatir kalau Nia tidak dijaga, maka ia bisa keluar dari ruangan dan bahkan mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

Tiba-tiba suasana menjadi lebih riuh ketika penyembahan masih tetap berlangsung dengan lebih dalam lagi, terdengar teriakan dari seorang siswa laki-laki yang manifestasi. Di dahului dengan jatuhnya dia dari tempat duduknya, bergulingan di lantai sambil mulut mencaci maki tidak karuan. Pada saat yang sama ada siswa wanita yang tiba-tiba mengejang diantara beberapa kursi di dekat ia semula duduk. Ia berteriak dengan histeris dengan suara yang memelas. “ Papa,.. papa,.. saya sayang papa,…  “ demikian antara lain teriaknya. Perhatian siswa yang lain menjadi terpecah kembali.

Yang laki-laki menangani siswa laki-laki yang manifestasi, dan yang wanita menangani wanita yang manifestasi. Sementara ada beberapa siswa wanita yang tetap mengawasi Nia yang baru saja “ duel “ dengan Nancy yang saling tuding “ kesetanan “. Akhirnya Nancy di amankan ke tempat khusus dan terus di dampingi Ansye kawan dan sekaligus saudaranya.

Waktu terus merambat naik dan batas waktu kuliah sudah mendekati akhir. Pengurus siswa yaitu Sdr. Mikhel R pun demikian aktif dalam urusan tengking menengking. Bahkan semula ia ambil alih mike untuk menyanyikan nyanyian penyembahan sementara Pdt. Haryanto silih berganti tumpang tangan pada para siswa SAT yang lain. Selain itu pada beberapa kesempatan beliau juga menengking kuasa kegelapan yang tidak tahan lagi bersembunyi pada tubuh beberapa siswa SAT, sehingga ketika urapan ilahi turun atas dirinya kuasa kegelapan itu tidak tahan lagi. Kuasa kegelapan akhirnya muncul ke permukaan. Manifestasi.

Beberapa siswa sudah kembali sadar termasuk siswa laki-laki yang ternyata adalah Topan. Bahkan beberapa kali di duga sudah terbebas tetapi ternyata hanya tipu daya setan untuk mengelabuhi mereka yang di dekatnya. Beberapa kali “ Topan “ tertawa terkekeh-kekeh sambil menuding sekeliling. Segera ditengking kembali dan akhirnya jatuh dan menelungkupkan diri di lantai. Tidak lama kemudian Topan bangun dan duduk sambil menyeka matanya. Segera bangun dan berjalan menuju pintu keluar sambil menutup wajahnya dengan tas yang ada ditangannya. Matanya masih nampak merah dan nampak tidak bersahabat .

Beberapa kawan Topan melihat bahwa ia belum sepenuhnya bebas, sehingga tetap mengawasi dari belakang. Benar dugaan mereka, ternyata Sdr. Mikhael juga melihat demikian sehingga kemudian segera menengking di dalam nama Tuhan Yesus, Topan kembali manifestasi dan berontak, tetapi tetap digempur dengan tengkingan yang tiada henti sampai akhirnya Topan nampak ingin memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya. Bahkan dengan serta merta ia masukan kepalanya ke dalam tempat sampah yang ada didekatnya dan beberapa kali berusaha muntah disitu.

Beberapa saat kemudian Topan segera sadar, dan kemudian mengatakan : “ Lho, ada apa memang kok saya disini ? “ dan berbareng dengan itu kawan-kawan Topan yang masih ada disitu, merasakan bahwa Topan sudah terbebas dari kuasa kegelapan sehingga mereka bersiap-siap juga pulang ke rumah masing-masing, dengan berbagai perasaan dan tentu saja tanggapan yang bisa saja berbeda atas kejadian yang terjadi di depan mata mereka.

Sementara itu Nia sudah lebih dahulu keluar ruangan dengan pengawasan yang cukup ketat dari kawan-kawan dekatnya. Bahkan ketika mencoba lari ke tempat yang tidak semestinya, dikejar oleh Sdr. Saut dan akhirnya diantar oleh beberapa kawannya sesama SAT kerumah tempat tinggalnya. Ternyata kondisi ketika keluar dari lokasi SAT ia belum sepenuhnya bebas dari belenggu kuasa kegelapan. Ini terbukti ketika ia tiba dirumah, ia tidak lagi mengenal dirinya sendiri, tidak mengenal kawan-kawan SATnya, dan bahkan dia tidak tahu jati dirinya. Beberapa kawan Nia yang mengantarkannya bertekat menuntaskan Nia agar bebas dengan sesungguhnya. Maka atas seijin keluarganya, malam itu di adakan doa pelepasan dan juga nyanyian peperangan dan penyembahan serta permohonan kepada Tuhan agar Nia segera terbebas dari kuasa kegelapan.

Kurang lebih dua jam kemudian, setelah beberapa factor penyebab terungkap, baik dari sisi sikap saudara-saudaranya, juga akar pahit yang muncul ke permukaan, sampai pada ungkapan rasa bersalah saudara-saudaranya serta permohonan ampun kepada Tuhan Yesus Kristus serta janji mereka untuk tidak lagi mendukakan Tuhan, di iringi dengan peluk dan air mata penyesalan dari saudara saudaranya, maka Nia rebah kebelakang tidak sadarkan diri. Dan seiring dengan peristiwa itu maka kawan-kawan SAT Nia  segera mohon diri pada tuan rumah untuk pulang kerumah masing-masing.

Bukti kembali tersaji betapa luar biasa bila hadirat Tuhan turun di tengah-tengah anak-anak-Nya. Yang semula tersembunyi menjadi gelisah dan akhirnya terkuak keluar karena tidak tahan atas hadirnya Sang Maha Kudus. Ia akan memporak porandakan hati yang tersalut dengan tipu daya kuasa kegelapan. Akar kepahitan akan terkikis sampai ke bagian yang paling dalam yang sama sekali tidak di duga sebelumnya. Terpujilah nama Tuhan.

Pada suatu ketika tepatnya pada awal bulan September 2005, keluarga Gideon mendapat kesempatan mengikuti family Camp di daerah Cisarua, tepatnya di Vila Gemala.  Mereka mengikuti acara yang diadakan oleh GMII. Seperti vila-vila yang lain, berbagai fasilitas dan model permainan hiburan tersedia di lokasi. Sebenarnya kisah ini tak kan terwujud bila tidak ada yang unik dan ganjil. Awal kejadiannya bila dilihat sekilas hanya kecelakaan kecil dan nampak demikian wajar. Tetapi ketika di selami lebih dalam ada sesuatu yang perlu diwaspadai.

Apakah aneh bila di sekeliling kolam renang ditempatkan beberapa patung tokoh film anak-anak ? Sebut saja patung teletubies, liliput dan lain-lainnya.? Tentu saja tidak. Paling tidak bila hanya dilihat dari mata jasmani. Itu hanya sekedar hiasan, hanya sekedar pelengkap yang tidak memiliki makna apa-apa. Namun benarkah se sederhana itu ? Mari coba lihat dari kaca mata yang sedikit berbeda.

Pada kesempatan pagi itu, Wilbert berbincang dengan ayahnya khususnya ia soroti patung-patung di sekitar kolam renang. Ia katakan, : “ Pah,… tahu enggak pah, bahwa patung-patung itu bergerak-gerak kalau sudah lewat tengah malam, khususnya kalau sedang tidak ada orang “

“ Tahu dari mana ? “ tanya ayahnya sambil memainkan tusuk gigi.

“ Sebenarnya kemarin sebelum turun dari bus, Roh Kudus memberitahu saya bahwa nanti akan kamu lihat ada beberapa patung di sekitar kolam renang. Waktu malam hari selepas pukul 12.00 malam akan bergerak-gerak bila tidak ada orang, dan ternyata benar ada beberapa patung khan ? “

Pembicaraan itu semula tidak terlalu mengusik pikiran Gideon, namun tiba-tiba ia ingat ketika mendampingi Stevanie anaknya yang masih berusia 4 tahun, bermain-main di kolam renang yang dangkal.  Beberapa kali ia harus berteriak memanggil Stevanie, karena berlari dipinggir kolam yang cukup dalam. Bahkan ketika masih di dalam kolam ia berjalan ke arah kolam yang dalam. Segera di ingatkan sehingga ia kembali ke tempat yang dangkal. Dan tidak lama setelah itu seorang ayah, tergopoh-gopoh meraih anaknya yang tergelincir ke tempat yang dalam. Gideon sempat melihat bagaimana si anak tenggelam dengan tangan meronta tidak teratur. Untunglah si ayah segera meraih tangan anak itu dan segera mengangkat, dan kemudian di angkat kaki posisi diatas berusaha mengeluarkan air yang kemungkinan sudah diminum si anak itu.

Malam sebelumnya Rachelpun mengalami kejadian yang tidak mengenakan. Entah apa yang sebenarnya terjadi namun ketika selesai dengan api unggun dan tengah dalam acara membakar jagung, ia merasa ada kekuatan yang mendorong dirinya sehingga ia terdorong kedepan dan kakinya terantuk bakaran jagung sehingga kuku kakinya luka. Apakah ini hanya secara kebetulan ? Apa dan bagaimana sebenarnya yang terjadi biarlah waktu yang akan membuktikan. Apakah misteri akan tetap menjadi misteri ataukah akan tersingkap bila memang sudah waktunya. Entah siapa yang akan mengungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: