s. Sampai perang usai,.

Suatu ketika muncul pertanyaan, sampai kapan Samuel bisa kembali kebaktian di Tiberias ? Dan Wilbert menjelaskan sampai Samuel tidak lagi manifestasi kuasa kegelapan. Kembali muncul pertanyaan, mengapa Samuel masih juga manifestasi kuasa kegelapan ? Penjelasannya adalah, untuk mempersiapkan keluarganya mengenal seluk beluk serangan kuasa kegelapan dan memperoleh pengertian bagaimana mematahkan setiap serangan yang datang. Kapankah didikan Tuhan selesai ?.. Pertanyaan ini yang bisa menjawab hanyalah Tuhan sendiri.

Juga terusik sebuah pertanyaan kapan keluarga ini akan kembali kebaktian digerejanya yang mula-mula ? Bukankah tidak ada pernyataan keluar dari GKB ? Jawabannya adalah kalau keluarga ini benar-benar layak menjadi garam dan terang dunia. Kapan itu akan terjadi ? Juga pertanyaan yang bisa dijawab oleh Tuhan sendiri. Dan bagaimana dengan Ragil dan Stevanie, apakah mereka juga akan mengalami fase proses pendewasaan iman seperti kedua kakaknya ? Ataukah akan tumbuh dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu ? Bukankah lingkungan mereka selama ini sarat dengan peperangan rokhani ? Apapun yang terjadi atas mereka sepanjang dalam koridor rencana Tuhan maka tidak ada alasan untuk khawatir.

“ Ini akhir zaman, pah,.. “ suatu ketika Yulia mengatakan pada suaminya, kemudian ia lanjutkan : “ Iblis dan kawan-kawannya berusaha sekuat tenaga agar banyak yang menjadi pengikutnya, makanya papa jangan lupa berdoa dimanapun adanya agar kita tetap ada dalam perlindungan-Nya “

“ Dan berada tetap dalam kasih-Nya “ suaminya menambahkan.

Apa yang disampaikan Yulia memang tidaklah berlebihan, khususnya bila mengingat beberapa kali Samuel masih saja manifestasi kuasa kegelapan. Dan yang memasuki tubuh Samuel bukan lagi yang kroco-kroconya melainkan sudah perwira keatas, bahkan terkadang Lucifer sendiri. Ini terbukti dari keberanian setan-setan itu menyembah Tuhan Yesus, kemudian menyebut darah Yesus bahkan membaca dengan fasih Wahyu 20:10 yang selama ini mereka kenal sebagai ayat pamungkas. Bahkan anggur perjamuan, roti perjamuan dari Gereja Tiberias, minyak urapan dari Tiberias langsung dilahap habis, bahkan kemudian mencibir meminta kembali. Bukan hanya itu, sewaktu pagi hari ketika waktunya doa pagi, malahan ia yang membangunkan mengajak doa pagi. Ketika diminta memimpin puji-pujian ataupun berdoa, dilaksanakan dengan baik. Kalau demikian siapa yang menyangka bahwa dibalik itu semua ada unsur kuasa kegelapan yang tersembunyi.

Ketika ditengking beberapa kali malahan di tertawakan dengan berbagai cemoohan yang sangat menusuk hati. Ketika bagian tubuh mulai disentuh dan di pijit, ia malah mengucapkan terimakasih ada tukang pijit gratis. Tetapi semuanya akan berakhir setelah peperangan di ambil alih oleh Tuhan Yesus sendiri. Sekalipun demikian biasanya tidak langsung diambil alih Tuhan Yesus dan para malaikatnya yang kudus, baru setelah lelah dan tidak berdaya serta tidak mungkin lagi menyelesaikan peperangan, barulah Tuhan Yesus mengulurkan tangan-Nya tepat pada waktunya. Memang nampaknya lambat pertolongan itu datang, tetapi yang pasti pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat.

Yang tertera di atas memang tidak mudah dicerna, dan sangat sulit dipercaya kecuali sudah mengalaminya sendiri. Maka tidaklah menjadi heran kalau Tomas kala itu tidak percaya kepada kebangkitan Tuhan Yesus sebelum mencucukkan tangannya pada luka Tuhan Yesus. Kemudian Tuhan Yesus mengemukakan teguran atas ketidak percayaan Tomas dengan mengatakan : “ Berbahagialah orang yang percaya tanpa nampak “

“ Siapa yang memberikan wewenang pada Pendeta untuk menyampaikan firman Tuhan ? “ suatu ketika seseorang bertanya. Kemudian kembali ia bertanya : “ Apakah di Alkitab ada kata-kata pendeta ? “

Pertanyaan mendasar bagi sekelompok orang khususnya dari kalangan GKB.  Dan tentunya akan lebih lengkap bila dipadu dengan beberapa pertanyaan yang lain misalnya : “ Apa juga yang mendasari dilakukannya baptis oles pada dahi ? “ dan kemudian, “ mengapa tidak dilakukan dengan cara baptis selam  sebagaimana contoh yang diberikan Tuhan Yesus waktu itu ? “ . Kemudian akan muncul juga pertanyaan : “ Mengapa tidak pernah nampak mujizat, atau kalaupun ada sangat jarang terjadi ?  Mengapa tanda-tanda orang yang percaya kepada Tuhan tidak bisa nampak ? “

Jawabannya tentu akan bervariasi sangat tergantung dari siapa yang menjawab, dan tentunya masing-masing jawaban akan disertai dengan argumen dan dasar tersendiri. Dan apakah akan nampak bahwa mereka adalah sesama tubuh Kristus yang justru harus saling menopang, saling mengasihi, dan bahkan saling mengingatkan ? Agaknya waktu jualah yang akan membuktikan sekaligus menjadi saksi akan kemana mereka berjalan. Apakah menuju kebahagiaan kekal atau justru ke arah ratapan kekal.

Sementara itu waktu terus bergulir seiring dengan berputarnya roda kehidupan. Tidak terkecuali yang juga di alami keluarga Gideon. Keluarga ini menyadari bahwa semakin mendekat kepada Tuhan semakin terasa bahwa ternyata banyak hal yang masih perlu dibenahi, di cermati dan juga sangat terasa bahwa peperangan tidak menjadi lebih ringan melainkan sebaliknya. Namun demikian tidak membuat mereka menjadi lemah dan tidak berdaya melainkan semakin merapat kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.

Kamis, 22 September 2005 kurang lebih pukul 13.00 Samuel menghubungi ayahnya melalui telpon. Di katakan Samuel kepada ayahnya, agar segera pulang karena Wilbert menabrak orang yang menyeberang. Segera pulang demikian beberapa kali disampaikan Samuel. Dan tentu saja Gideon tidak anggap enteng dengan informasi yang disampaikan anaknya. Segera Gideon memberitahu atasannya tentang kejadian yang menimpa anaknya. Dan setelah mendapatkan ijin atasannya, Gideon segera meluncur pulang kerumah dengan hati yang berdebar-debar. Siapapun bisa bayangkan bila mendengar berita bahwa anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas, apalagi menabrak orang yang sedang menyeberang.

Satu jam kemudian sampailah Gideon di rumah. Di dapati Wilbert tengah tidur. Dengan perlahan segera dibangunkan ayahnya. Ketika bangun, segera dihujani dengan berbagai pertanyaan. Jawabannya adalah tidak tahu apa yang terjadi. Gideon segera menata diri, menahan diri dengan lingkup pertanyaan yang lebih luas.

“ Apa yang sebenarnya terjadi Wil ? “ tanya ayahnya sambil memainkan anak kunci.

“ Wilbert tidak tahu, tiba-tiba roh Wilbert kembali badan sudah sakit begini. Justru Wilbert mau tanya sebenarnya apa yang terjadi pada diri Wilbert ? “ jawab Wilbert sambil menyeringai menahan sakit dan pedih.

“ Kamu bicara jujur ? “ kata ayahnya dengan tatapan yang tajam.

“ Di dalam nama Yesus Kristus, saya bicara apa yang saya tahu “ jawab Wilbert sambil mengangkat satu tangan.

Sesaat kemudian Wilbert seperti sedang memikirkan sesuatu, lantas segera ia sampaikan,

“ Saya mulai ingat pah,.. bahwa saya tadi menabrak orang menyeberang, tetapi yang ada di dalam tubuhku bukan rohku “

“ Rohmu sedang kemana ? “ tanya ayahnya mulai nampak santai.

“ Tepatnya dua hari yang lalu, atau hari Selasa malam. Di telinga Wilbert mendengar suara cekikikan sangat mengganggu, kemudian saya tanya sama Roh Kudus apakah gangguan itu mesti di usir ?. Dan jawaban Roh Kudus adalah boleh. Maka segera Wilbert  usir suara itu di dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian dia lari keluar rumah. Kemudian saya tanya lagi sama Roh Kudus apakah boleh dikejar ?. Jawaban Roh Kudus adalah boleh saja. Karena itu segera rohku bersama Roh Kudus mengejar gangguan yang kemudian berujud nenek-nenek berambut panjang dengan suara cekikikan. Kemudian roh itu menembus bumi dan roh Wilbert juga terus mengejar. Dalam pengejaran itu sampailah ke suatu tempat dimana nenek itu menjadi besar sekali dan kemudian memecah diri menjadi beberapa bentuk. Dan akhirnya roh Wilbert kalah, dan roh Wilbert ditawan di alam maut. Beberapa kali roh Wilbert di siksa oleh kuasa kegelapan, dan belum lama Roh Kudus membebaskan saya dari kekuasaan mereka, tetapi ketika roh Wilbert sampai ke tubuh saya, terasa badan pada sakit, dan ternyata tubuh saya di pakai kuasa kegelapan yang tadi menabrak orang yang menyeberang “  Wilbert menjelaskan.

“ Selama dua hari ini siapakah yang menggunakan tubuhmu “ kembali ayahnya bertanya.

“ Bergantian, tergantung buah-buahnya. Ada yang dari kuasa kegelapan, ada juga Roh Kudus yang mengendalikan tubuh saya “

“ Mengapa ini bisa terjadi atas diri kamu ? “ ayahnya mencoba mengorek keterangan

“ Tuhan ijinkan ini terjadi untuk menguji apakah keluarga ini menjadi semakin peka atau tidak, dan juga apakah papah masih bisa bisa mensikapi permasalahan ini dengan kasih. “

Yulia Purwati ternyata sedang berada di tempat kejadian kecelakaan. Segera Gideon berangkat menemui orang yang ditabrak oleh Wilbert. Sesampai di tempat yang dituju, ia mendapt keterangan dari orang yang ditabrak Wilbert, bahwa saat ia menyeberang ia ragu-ragu, sehingga ia mundur kembali. Saat itulah terjadi benturan yang cukup keras, sehingga kaki kirinya bengkak dan ada luka di pinggang. Gideon berbincang-bincang dengan korban tentang urusan selanjutnya. Dan setelah ada kesepakatan untuk penyelesaiannya, Gideon kembali pulang kerumah.

Ketika keluarga Gideon kembali berkumpul, segera Gideon menggelar alas untuk berdoa bersama. Dan segera mereka tenggelam dalam doa dan penyembahan serta puji-pujian. Baru sesudah itu dibuka diskusi santai membahas apa yang tengah mereka alami. Yulia mengisahkan ketika siang hari berdoa di ruang tengah. Ia melihat di meja komputer sosok kepala berambut panjang. Beberapa kali mata di usap untuk meyakinkan apa yang dilihatnya. Beberapa kali dilakukan dan penglihatan itu tidak juga hilang. Baru ketika berdoa, maka penglihatan itu lenyap. Dan kurang lebih pukul 11.30 tiba-tiba ada ketukan keras di pintu depan.

“ Tok,.. tok,… tok,… lekas buka pintu !! “ terdengar suara keras yang ternyata suara Wilbert.

“ Iya, sabar sebentar “ jawab mamanya sambil berjalan ke arah pintu.

“ Mana si Samuel,…. !! Mana si Samuel !! “ sahut Wilbert ketika pintu sudah terbuka.

Kemudian Wilbert segera masuk mencari kakaknya. Mamanya segera merasakan bahwa yang di dalam tubuh Wilbert bukan rohnya. Apalag ketika Wilbert berjalan mengarah dapur sambil berteriak,

“ Mana kayu,.. !  Mana kayu ! “

Maka segera dikejar mamanya dan menengking roh perusak, roh amarah, roh jahat di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Namun kembali ia mencari kakaknya. Dan berbareng dengan itu Samuel yang sedang tidur terbangun karena terjadi ribut-ribut di ruang tengah. Segera ia sadar apa yang sedang terjadi, sehingga Samuel segera membantu mamanya menengking kuasa kegelapan yang menggunakan tubuh adiknya. Segera mereka dengan sigap mematahkan kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan tidak lama kemudian tubuh Wilbert roboh di tempat tidur. Segera ia sadar  tetapi kemudian mengeluhkan tangannya yang ternyata luka akibat jatuh dari motor karena menabrak orang.

“ Jadi siapa yang menabrak orang yang menyeberang tadi ? “ tanya Gideon pada Wilbert .

“ Tubuhku itu memang betul, tetapi bukan rohku, karena rohku masih ditawan “ jawab Wilbert .

“ Roh apa yang masuk ke dalam tubuhmu ? “ desak Gideon.

“ Roh ngebut, roh perusak, roh tidur, roh tidak menurut, roh kejam “ jawab Wilbert

“ Kamu tahu dari mana ? “ kembali ayahnya bertanya

“ Roh Kudus memberitahu Wilbert, termasuk saat kecelakaan tadi siang “ jawab Wilbert.

Perbincangan sore itu diakhiri dengan berbagai macam renungan dimana satu dengan yang lain belum tentu sama. Khususnya untuk Gideon, itu merupakan teguran Tuhan atas dirinya. Ternyata kebijakan memberikan motor kepada Wilbert, tidak seharusnya dilakukan. Karena Wilbert belum waktunya menggunakan sepeda motor. Ia belum memikili SIM.  Hal lain yang juga tidak lepas dari renungan Gideon adalah bentuk ujian yang demikian berat. Benar-benar tidak mudah untuk bisa menguasai diri, untuk bisa mengalahkan diri sendiri serta untuk memiliki hati sebagaimana hati Tuhan Yesus Kristus.

Namun ada hal lain yang membuat Gideon terhibur sekaligus bangga. Yulia istrinya semakin nampak betapa pengandalan akan Tuhan semakin demikian besar. Kerajinannya mengurapi seisi rumah dan juga sekitar rumah membuktikan bahwa sangat diyakini bahwa darah Yesus sangat berperan dalam proteksi dari gangguan-gangguan kuasa kegelapan. Tindakan iman yang tidak mudah dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga yang bertahun-tahun terlibat dalam peperangan melawan kuasa kegelapan.

“ Setan kembali membawa korban “ tutur Gideon berbisik pada istrinya ketika mereka bersiap-siap tidur.

“ Iya, tetapi di ijinkan Tuhan untuk menguji kita juga ! “ jawab Yulia perlahan.

“ Adakah yang salah yang kita lakukan di mata Tuhan ? “ Gideon kembali bertanya pada istrinya.

“ Entahlah,… “ jawab istrinya nyaris tidak terdengar.

Masih terngiang di telinga Gideon keluhan Wilbert. Demikian,

“ Pah,.. mengapa beberapa kali rohku di ajak jalan Roh Kudus, sepulang rohku kembali ke tubuhku beberapa kali tubuh jasmani saya sakit ?.  Pernah suatu ketika tiba-tiba merasa pipi saya sakit. Tenyata pipi Wilbert di tampar mas Samuel. Pernah pula ketika yang lain saya merasa gigi sakit dan ngilu, karena ternyata digunakan untuk mematahkan anak kunci dan membengkokkan beberapa anak kunci yang lain. Yang belum lama ini terjadi ketika rohku kembali ke dalam tubuhku, tangan terasa sakit karena ternyata habis jatuh dari motor karena menabrak orang yang menyeberang.”

Ada guratan duka di wajah Wilbert ketika hal itu di sampaikan ayahnya. Memang mudah untuk mengatakan bahwa yang terjadi Tuhan ijinkan dengan berbagai maksud. Akan tetapi yang sulit dipahami adalah bagaimana mengetahui maksud ataupun kehendak Tuhan atas peristiwa yang di ijinkan terjadi.  Satu satunya jalan adalah senantiasa mencari perkenan-Nya dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan semesta alam. 

Hari ini adalah hari menjelang KKR yang direncanakan diadakan di Kebumen. Dari panitia pelaksana diketahui bahwa ada kurang lebih 16 denominasi gereja yang akan dilibatkan dalam KKR yang akan diadakan tanggal 1 dan 3 Oktober 2005.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: