t. KKR di Kebumen,..

Dalam rangkaian KKR yang direncanakan diadakan di Kota Kebumen, beberapa kelompok yang tergabung dalam kepanitiaan mulai meninggalkan Jakarta menuju ke sebuah kota kecil di daerah yang berdekatan  dengan pantai selatan. Satu diantaranya adalah rombongan yang terdiri dari dr. Budi dan Nyonya yang juga seorang dokter spesialis mata, Ibu Rut  yang juga ketua panitia KKR, ibu Pohan yang terbiasa keluar masuk  daerah kumuh untuk penginjilan, dan beberapa orang yang lain.

Setelah sampai di gerbang akhir tol Cikampek, sepakat menunggu mobil yang lainnya sambil beristirahat sejenak. Tidak sampai setengah jam kemudian mobil yang ditunggu akhirnya sampai. Di mobil itu terdapat ibu Renny yang sangat dikenal oleh setan-setan karena sering memeranginya. Dan juga ada ibu Anne, mas Yokanan dari alumni SAT angkatan ke tiga dan beberapa orang lain yang mengikutinya. Saling sapa satu dengan yang lainnya dan setelah itu melanjutkan perjalanan beriringan.

Belum sampai wilayah Cirebon, Gideon memperhatikan Samuel dari kaca spion tengah berdoa dengan ekspresi sepertinya sedang dalam pergumulan yang seru.  Setengah jam kemudian Samuel minta minggir sebentar, karena ia merasa ada transfer spirit. Segera kendaraan di pinggirkan ke tempat yang agak longgar sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Ketika Samuel turun dari kendaraan segera disusul ibu Pohan, dr Budi dan juga ayah Samuel. 

Samuel nampak mau muntah dan juga bersikap seperti sedang mengeluarkan sesuatu dari dalam perutnya.

“ Kiriman nyai Roro Kidul “ demikian ia mengguman sambil tangannya melemparkan sesuatu dari dalam perutnya. Setelah itu Samuel roboh tidak sadarkan diri. Segera ditopang ayahnya, dan dr. Budi serta ibu Pohan segera membantu membawa masuk ke dalam kendaraan.

Sementara itu kendaraan yang satunya lagi nampak merapat ke tempat Samuel tidak sadarkan diri. Mas Yokanan ambil bagian dalam doa menopang dr. Budi dan ibu Pohan. Dan kurang lebih sepuluh menit kemudian Samuel sadarkan diri. Dan segera mereka berkemas melanjutkan perjalanan yang masih cukup panjang.

Iblis terusik dengan rencana KKR di Kebumen, itu sangat disadari sehingga iblis berupaya menggagalkan agar KKR tidak berlangsung. Namun KKR itu adalah rencana dan pekerjaan Allah. Siapakah yang sanggup menggagalkannya ?. Demikian yang ada dalam benak Gideon AS. Ia ingat sehari sebelumnya di mana ibu Rut  menelpon ke rumah sudah hampir pukul 22.00. Dalam nada bicaranya tersembul rasa sedih dan ungkapan kekecewaan yang demikian menggores hatinya.

Orang-orang yang telah menyanggupi menyediakan dana untuk KKR, justru banyak yang ingkar janji. Bahkan Gideon AS yang berusaha membantu mencari dana pada donatur hasilnyapun nol dengan berbagai alasan.

“ Tuhan kita kaya, percayakan pada Tuhan, karena KKR itu rencana Tuhan pasti Tuhan sendiri yang akan menyediakannya “ hibur Gideon  saat itu.

“ Iya,.. tetapi mereka sudah berjanji membantu, mengapa justru pada saat-saat terakhir hanya kata maaf yang keluar. Sungguh saya sangat kecewa “ jawab ibu Rut berapi-api.

“ Tetapi percayalah, Tuhan tidak akan mengecewakan kita. Tuhan tidak akan mempermalukan anak-anak yang dikasihinya. Serahkan pada Tuhan “  Gideon mencoba menguatkan.

“ Iya, iya kita memang harus menggantungkan hanya kepada Tuhan, bukan kepada manusia “

Tidak ada kejadian yang luar biasa sepanjang perjalanan, dan sampai ditempat yang dituju sekitar pukul 18.30.  Sungguh sesuatu yang sangat membuat hati terharu paling tidak inilah yang dirasakan Gideon  ketika merasakan penyambutan yang luar biasa. Bagaikan menyambut kerabat yang sudah lama dirindukan. Mereka saling sapa dengan tatapan mata yang tulus dan murni. Saling kenal satu dengan yang lainnya.

Setelah para tamu menempati tempat duduk yang sudah disediakan, mulai melemaskan kaki yang terasa kaku karena perjalanan yang cukup jauh. Tuan rumah sibuk membagi kamar untuk tamu-tamunya. Mereka menyambut dengan keramahan yang demikian tulus yang nampak terpancar dari wajah mereka yang berseri-seri.

“ Seperti menyambut tamu agung saja “ bisik seorang tamu dengan kawan disebelahnya.

“ Iya,.. kita jadi tidak enak “ jawab kawannya sambil mengambil teh hangat yang baru saja disodorkan di hadapannya.

“ Tiup dulu “ bisik kawan di sebelahnya ketika melihat bahwa ia tidak jadi minum. Kawannya hanya tersipu-sipu malu, tetapi karena haus, maka kembali meraih gelas dan meniup lebih dahulu sebelum dialirkan ke dalam mulutnya.

Setelah beramah tamah beberapa lama, kemudian ibu Rut yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah membuka forum perkenalan yang sifatnya agak formal. Masing-masing tamu yang berkumpul tidak kurang dari 15 orang memperkenalkan diri. Siapakah jati diri mereka, asal mereka dan juga kesaksian yang mereka alami sampai akhirnya mereka tergerak untuk mengadakan KKR di Kebumen.

Hampir tengah malam pertemuan itu diakhiri dengan semangat dan sukacita serta keyakinan bahwa KKR pasti berhasil karena mereka demikian yakin bahwa Tuhanlah yang punya hajat, pasti Tuhan juga yang menyediakan semua sarananya termasuk dana tentunya. Dengan berakhirnya pertemuan malam itu, seiring dengan keyakinan bahwa Tuhan akan mencukupi dan menuntun segala sesuatunya, maka masing-masing memasuki kamarnya untuk istirahat, menghimpun tenaga sebagai persiapan untuk kegiatan esok hari menjelang digelarnya KKR yang baru pertama kali dilaksanakan di Kebumen dengan kondisi dimana ada 16 denominasi gereja yang berada di wilayah Kebumen dan sekitarnya.

Tangal 1 Oktober 2005 terjadual kebaktian pujian dan penyembahan yang dibawakan oleh Ev. Lydia S dari GKII yang di mulai pada pukul 18.00 – 21.00.

Sesuai rencana kegiatan yang sudah disusun, maka pagi hari sampai menjelang kebaktian, akan diadakan doa dan urapan keliling di wilayah Kebumen. Maka panitia membagi rombongan doa menjadi dua bagian. Rombongan pertama ke arah Gombong kemudian ke arah pantai Selatan dan kembali ke pos, sedang rombongan sisanya ke arah Kutowinangun dan kemudian meluncur ke pantai Selatan dan bertemu di Pos.

Dalam pelaksanaannya, rombongan yang mengarah kota Kutowinangun mengalami beberapa rintangan. Rintangan pertama ketika sampai batas kota Kebumen, tiba-tiba ibu Rut menengking dengan hebatnya, ia melihat di depan mobil yang dinaikinya sosok wajah yang sangat mengerikan. Mata bulat berwarna merah, kemudian mulut bertaring dan berwarna merah menyeringai. Segera mendapat dukungan dari Ibu Pohan yang duduk dibelakangnya. Tidak lama kemudian perwujudan itu lenyap, tetapi beberapa saat kemudian tiba-tiba mobil kempes ban. Ketika dilihat ban depan sebelah kiri habis anginnya sehingga mobil berjalan terseok-seok. Tetapi puji Tuhan tidak jauh dari tempat kempes ban, ada tukang tambal ban, sehingga segera mendapat pertolongan. Setelah di cek, nampak seperti sayatan pisau. Tidak ada benda yang tertinggal di ban,  yang melukai ban tsb.

Ketika menyusuri jalan Daendeles dan mendekati wilayah pantai selatan, kembali ibu Rut menengking dengan hebatnya, ia melihat sosok wajah di depan mobil yang menggunakan wajah neneknya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

“ Tidak mungkin, kamu tidak bisa mengelabuhi aku walaupun kamu menggunakan wajah nenekku !! “ demikian ibu Rut menengking dengan suara keras.

“ Hai, setan kamu sudah kalah, ayo menyingkir dari hadapanku di dalam nama Tuhan Yesus Kristus “ kembali ibu Rut menengking dengan sangat meyakinkan.

Tidak lama kemudian penampakan itu lenyap. Suasana menjadi hening sejenak. Hanya helaan nafas penuh kelegaan memenuhi se isi mobil. Setan sudah kalah.

“ Dasar setan, pakai nenekku segala, mana ada nenekku bertaring “  ucap ibu Ruth dengan nada agak jengkel, karena ia terus yang diserang.

Akhirnya rombongan doa keliling Kebumen selesai menunaikan tugasnya, masing-masing kemudian mempersiapkan diri dalam kebaktian pujian dan penyembahan yang akan dilaksanakan pada sore harinya.

Pukul 17.30 panitia penyelenggara KKR sudah siap di tempat dimana akan diadakan Kebaktian. Di awali dengan doa dan permohonan khusus kepada Tuhan agar Tuhan mengambil alih kebaktian nanti, agar Tuhanlah yang bekerja di dalam kebaktian nanti. Kurang lebih pukul 18.30 Ev. Lydia S membawakan firman Tuhan setelah terlebih dahulu di awali dengan puji-pujian.

Sesudah firman yang dibawakan oleh Ev. Lydia S yang mengambil kisah runtuhnya tembok Yeriko yang dengan nyanyian dan sorak sore bisa diruntuhkan, di lanjutkan dengan altar call. 

Namun sebelum altar call di mulai, mas Yokanan atau biasa kawan-kawan seperjalanannya memanggil mas Yo, memberikan kesaksian seputar kehidupannya. Inti yang disampaikannya demikian :

“ Saya dahulu sebelum ditangkap Tuhan Yesus Kristus adalah sosok manusia yang membenci orang Kristen. Saya waktu itu berkeinginan akan menghancurkan orang-orang Kristen di Indonesia. Saya merencanakan membakar gereja, membakar Alkitab dan akan membinasakan orang-orang Kristen. Tetapi kemudian Tuhan menangkap saya, menyadarkan saya, dan akhirnya membentuk saya untuk menjadi orang yang justru membela Kristus. Sungguh Tuhan mengasihi saya.

Karunia demi karunia Tuhan berikan kepada saya termasuk kesempatan ketika roh saya diangkat kesorga sampai 11 kali. Tuhan ajarkan kepada saya banyak hal, bagaimana berdoa, bagaimana berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan dan masih banyak lagi pengajaran yang Tuhan berikan kepada saya. Dan sebenarnya saya sudah mati, tetapi saya masih menawar kepada Tuhan agar jangan mati dahulu karena tugas saya belum selesai. Akhirnya Tuhan berikan kesempatan kepada saya bahkan menugaskan saya agar memenangkan jiwa sebanyak 15 juta jiwa. Ya, target yang Tuhan berikan kepada saya adalah memenangkan 15 juta jiwa.”  Demikian mas Yo menuturkan kesaksiannya.

Ketika altas call mulai digelar, seorang laki-laki setengah baya dengan jambang dan jenggot yang tidak terurus mendapat perhatian khusus, ketika kembali ia bisa berjalan setelah sekian lama mengalami gangguan pada kedua kakinya. Seorang ibu muda gemuk yang menggendong bayinya juga mendapat perhatian khusus ketika mendapat urapan Roh Kudus tiba-tiba hilang kesadaran dan jatuh berikut bayi yang digendongnya. Segera panitia bergerak memberikan pertolongan baik ibu maupun bayinya. Beberapa wanita yang lain juga mendapat jamahan Roh Kudus sehingga banyak yang roboh ke lantai.

Jamahan Tuhan demikian luar biasa melanda KKR hari pertama. Kebaktian selesai kurang lebih pukul 21.30.  Peserta kebaktian diperkirakan berjumlah 300 orang yang memang di khususkan untuk hamba-hamba Tuhan pada gereja setempat, disamping anggota jemaat yang berkeinginan hadir. Yang tergerak maju ketika dimulai altar call kurang lebih 15 orang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: